Pancaran sinar mentari pagi yang menyelinap dari balik celah bukit sekitar kawah gunung wayang,
menghangatkan butiran embun yang mendekap mesra pucuk daun teh,
hamparan kebun teh pun, jadi bagai permadani hijau berkilau embun pagi yg terkena sinar mentari pagi,
kawanan burung bersayap kuning, berkicau riang gembira berlarian dari balik daun pinus
mengarungi hamparan hijau kebun teh nan bertahtakan bunga berwarna ungu ,
yang terhampar jauh sampai ke lereng gunung,
berlatarkan langit berselimut kabut pagi…
para gadis pemetik teh yg geulis dan para petani yg hendak pergi ke kebun pun, menyapa ramah dengan senyum manisnya
saat berjalan pagi ke tempat kerja di perbatasan kebun teh dan hutan pinus ,
saya pun terhenti sejenak mengamati hamparan alam yg indah ini,
nun dikejauhan tampak gunung tilu berselendangkan kabut pagi,
dibawah nya tampak rumah2 di kota pangalengan mulai menggeliat,
di belakang nya tampak danau cilenca yg bersinar memantulkan mentari pagi
dikeliling hamparan hijau kebun teh yg terhampar sampai ke kaki gunung.
Sungguh sebuah bentangan keindahan alam yg menggetarkan jiwa,
betapa indahnya alam sekitar gunung wayang windu , Pangalengan, Bandung selatan ini,
tiba2 kaki pun jadi berat untuk melangkah lagi, melanjutkan perjalanan pagi ini, dari tempat tinggal di wayang windu village sampai ke tempat kerja di geothermal power station
berat bukan karena lelah mendaki bukit hamparan kebun teh ,
tapi berat hati ini , karena sebentar lagi saya akan
meninggalkan tempat yg indah bagaikan surga ini,
dengan para malaikat yg baik hati dan bidadari yg cantik nya….
Di tengah kemegahan alam ini,
timbul kekaguman atas keindahan alam ciptaan Allah ini, diri ini pun serasa menyatu dengan alam,
aneh, tiba2 saya jadi bisa mendengar suara alam dan tumbuhan, yang begitu riuh rendah di pagi yg ceria ini..
Dari serumpun pohon teh, dimana saya berdiri, saya bisa mendengar suara sendu sepucuk daun teh tua yg sedang bersedih…
Duh, sedihnya hati ku berpisah dengan adik ku, si pucuk daun teh muda,
Yang tak pernah kembali lagi sejak dipetik para pemetik teh,
Kasihan sekali ia terpisah dari teman2nya daun teh, di tengah alam yg indah dan segar ini, entah kemana ia pergi…
Daun keladi tua yg tumbuh di pinggir kebun teh, mendengar ucapan daun teh tua, berkata pula , sebenarnya ia bukan hilang, tapi dipetik oleh para pemetik teh, diolah di pabrik teh, kemudian di kirim ke tempat jauh. Kalian para daun teh harus bersyukur sering diusap2 oleh tangan lembut para gadis pemetik teh, dan dibawa ke tempat yg jauh,
Beruntunglah kalian, bandingkan dengan diriku, yg jarang diperhatikan orang…, oh ya, sekalian juga tolong sampaikan salam yah ke si teteh manis pemetik teh yg sering datang ke sini, ujarnya genit…
Hei..hei…, dasar tua2 keladi, kata daun kelor yg ikut mendengar juga obrolan tsb , ingat diri dong, kamu ini sudah “bau tanah” , tapi masih mikiran cewek saja , sadar diri lah…, masak hidup ini habis mikirin cewek melulu….,kalau sudah “bau tanah” seperti kamu, harusnya banyak tobat dan beramal…. baru tahu ternyata daun kelor ini bisa mikir lurus juga..he..he…
Tiba2 berkata pula sebatang rumput gajah menyela pertengkaran para daun tersebut, hei sudahlah jangan ribut, tetangga kita daun teh tua sedang bersedih kehilangan adik daun mudanya ,
rumput gajah berkata ; wahai daun teh tua , saya pernah dengar dari daun strawbery hitam ( blackberry ) yang bisa mendapat kabar dari berbagai penjuru dunia, bahwa sang pucuk daun teh muda dari gunung wayang windu, adik mu itu saat ini telah berada dalam secangkir teh manis di tempat peristirahatan di pulau daun palem, di lepas pantai negeri padang pasir dubai sana ( palm al jumeirah island )
Wah, betapa jauhnya angin nasib menerbangkannya , dari hamparan hijau kebun teh di atas gunung ini, sampai ke padang pasir di seberang samudra sana, kata sang daun teh tua
Tiba2 daun pinus yg dari tadi mendengar percakapan mereka, pun turut memberi komentar, wahai kaum teh, bersyukurlah kalian bisa pergi jauh ke berbagai penjuru dunia, di eksport kata manusia mah…, banyak pengalaman yg diraih, bisa pergi jauh karena dunia tak seluas daun kelor…
Tapi walau bagaimana pun ia jadi sebatang kara, terpisah jauh tak bisa lagi berkumpul bersama dengan saudara2 nya disini, kata daun teh tua…
Memang demikianlah namanya kehidupan, kata daun pinus, angin takdir menerbangkan kita ke berbagai penjuru angin, syukuri saja nasib itu…. dan tahu kah kamu, tumbuhan teh, walau kamu lama di gunung wayang windu ini, sebenarnya asal kalian pun bukan dari sini, tapi dari negeri china di seberang laut sana, dulu para penjajah belanda lah yg membawa mu ke sini…..
Hakikatnya kita semua berasal dari sang Maha Pencipta, dari tempat yg jauh, sampai ke sini, kita hanya untuk sementara saja berada di suatu tempat, karena kita harus terus menapaki jalan hidup ini, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menuju ujung jalan tujuan hidup ini, yang penting kalian harus selamat sampai ke ujung jalan kehidupan ini, kata daun pinus dg bijaknya… Nampaknya karena sering berada di tempat yg tinggi, daun pinus jadi begitu bijak …
Menarik juga menyimak obrolan para daun tersebut, sinar matahari sudah tambah tinggi, diri inipun tersadar, sudah saatnya untuk meneruskan perjalanan ke tempat kerja
Sambil jalan melewati hutan pinus selepas kebun teh menuju geothermal power station saya pun mencoba merenungi perbincangan para daun tersebut, nampaknya nasib saya hampir mirip dengan kisah daun pucuk teh muda dari gunung wayang windu ini yg diterbangkan nasib sampai jauh ke seberang laut negeri padang pasir Dubai – Abu Dhabi sana…
Sepucuk daun teh saja telah menunaikan tugasnya, melayani kebutuhan manusia,
apakah lagi manusia makhluk yg mulia yang diciptakan dengan tujuan yg mulia pula. Hidup yg hanya sekali ini kita jalani, janganlah sampai tersia sia pula…marilah kita isi, perjalanan hidup yg hanya sekali ini dengan sebaik mungkin…
Ada yg memberikan perumpamaan mengenai perjalanan hidup ini, kita bagaikan diberi selembar uang kertas, silakan dibelanjakan digunakan untuk apa saja sesuai keinginan kita, tapi uang tsb bisa dibelanjakan untuk hanya satu kali itu saja, karenanya pandai pandai lah memilih jalan hidup.
Takdir jalan hidup tiap orang berbeda beda, saya hanya menjalani jalan takdir ini, yg menerbangkan saya dari hamparan hijau gunung wayang windu, Bandung selatan jauh melintas samudra luas sampai ke padang pasir Abu Dhabi jauh di seberang samudra sana…. Manusia punya rencana, tapi Tuhan punya rencana yg lebih baik lagi utk kehidupan kita. Terima kasih ya Allah atas takdir terbaik dari Mu ini…
Ada sebuah pepatah minang ;
” Bila engkau sayang anak, maka berilah hukuman ( bila ia salah ), bila cinta dengan kampung halaman tinggalkan lah ( maksudnya saat muda pergilah merantau cari ilmu dan harta, suatu saat kelak pulang kembali untuk membangun kampuang halaman ). Pergi jauh bukan berarti meninggalkan begitu saja, tapi tetap menjalin hubungan dan memberikan kebaikan, membangun walau dari tempat yg jauh… Saya pun berharap silaturahmi masih bisa terjalin, kawan lama adalah asset berharga.
Hikmah lain nya, sesuai bakat menulis saya, mungkin sementara ini cukup dulu, cerita2 dari kebun teh, selanjutnya akan banyak cerita2 baru dari padang pasir, terinspirasi dari cerita2 seperti kisah 1001 malam, petualangan sindbad, kisah cinta laila majnun, puisi yg menggetarkan jiwa dari kahlil gibran, jalaludin rumi, cerita sang alkhemisnya Paulo Coelho dll, serta utama nya kisah2 mulia dari orang2 suci dan nabi yg banyak diturunkan di negeri padang pasir ini.
Filed under: journey inspiration





Wah, nampaknya pak Hendra masih berat hati meninggalkan Wayang Windu dan masih banyak pikiran untuk melangkah ke Abu Dhabi negh….
Yang penting Bismillah…berangkat dengan keteguhan hati untuk mencari kemaslahatan hidup ini pak…
Semoga sukses selalu…
Heri Siswanto
Sumitomo Corp , Indonesia
Wah cerita yang cukup menarik… Ditunggu lanjutan ceriteranya dari hamparan gurun pasir sana.
Salam….
Aep,
teman lama di pesantren darul hidayah
wah Pak Hendra…
rupanya jadi juga meninggalkan Wayang Windu. anyway, thx kemaren udah sempet mereferensikan Lorco ke teman2 di Magma..
Jujur Pak… itu suasana pabrik paling indah yang pernah saya kunjungi.. Nuansa pegunungan, kebun teh, dengan hawa saangat segar… serasa kerja sambil berekreasi
Selamat jalan .. semoga sukses di tempat baru.
doni –
LORCO
Pusat inkubator bisnis ITB
Sok atuh Kang…ngumbara ka tanah Arab….
Bismillah…moga2 barokah….amiien…
Sigit
Alstom – Surabaya
Jangan risau daun teh mudaku, pergilah…pergilah aku menunggumu di penghujung waktu…he..he..he..dra awalnya memang berat meninggalkan comfort zone yang selama ini kita rasakan keindahan alamnya, suasana kerjanya, teteh2 geulis pemetik daun tehnya…semua itu adalah bagian dari hidup kita…
awalnya kita hanya sebuah nuthfah, jadi segumpal darah…segumpal daging…bernyawa…lahir…bayi..anak…menikah…punya istri…semuanya kita lalui. Semuanya adalah episode kehidupan yang harus kita jalani,,,,,,
wayang windu…seperti surga dunia…abu dhabi adalah bagian surga dunia lainnya…
Jannaatun naiim adalah surga untuk hamba yang selalu berusaha menjalankan syariatnya…dunia-Nya sangat luas…kita beruntung bisa pergi ke dunia_Nya yang lain dimuka bumi ini…
selamat datang kawan di surganya dunia yang lain….
welcome to the desert….
Suhermanto
Doha – Qatar
Kang Hendra saya jadi ingat dan ikutan sedih juga, ingat sewaktu meninggalakan WW dulu saat-2 terakhir memang sedih, dan lebih sedih lagi saat mendarat di AD selama kurang lebih dua bulan pertama yang kerena jauh dari keluarga, tapi alhamdulillah sekarang sudah mulai nyaman dan merasa lebih tenang tinggal di Ruwais-UAE alhamdulillah,
mudah-an kang Hendra juga mendapatkan tempat yang lebih nyaman & berkah dan juga buat keluarganya. amiin.
Cece,
urang kuningan alumni wayang windu ,
yg merantau ke Ruwais – Abu Dhabi
Selamat Kang,
Masih berniat untuk bersepedah di gurun pasir ?
Riqqi
geodesi – ITB
Assalamualaikum,
Selamat ya pak Hendra, saya bantu doa, semoga sukses dan berkah buat Pak hendra dan keluarga …amin…amin…
Keep in touch ya pak.
Wassalamualaikum,
Fitriyah
Areva Indonesia
Jakarta
Masya Allah… eta kang Hendra…
Salut saya mah saya keberanianana kaluar tina Comfort Zone…
Tapi da pastina oge masuk ka Super-Comfort Zone, pasti lebih
menjanjkan masa depan yang lebih baik nya…
Selamat bertugas di tempat lain, Kang…
Sok atuh tularkeun keberanian jiga kitu teh ka saya jeung Opik.
Terutama eta si Opik, eta betah wae gawe di KPPU jiga kitu…
Fik,
Iraha yeuh urang-urang nyusul Uda Hendra ka nagari sebrang?
Jigana ari urang-urang mah betah ulukutek deukeut kolot nya?…
Euweuh kawani…,padahal urang Tasik oge kuduna mah punya
mental “Tukang Kiridit” nu sok merantau tea lin?…
Hatur Nuhun,
SULE
Urang Tasik di PT Rekayasa Industri
Kang Hendra,
Iya, paling berat tuh kalo beberapa waktu gak bisa melihat hamparan alam
hijau parahyangan…
Selamat bertugas di tempat baru, wishing you all the best.
Salam,
Dadi
BP Indonesia
Dear Kang hendra,
Setelah membaca uraian dibawah, …..dan dihubungkan beberapa waktu dahulu diskusi tentang hikmah hidup, nasib , takdir dll……semuanya pasti dan memang harus dilalui…..kekecewaan hidup …ketidak nyamanan dalam menghadapi hambatan yang tahu semuanya adalah Yang Maha Esa…
Pak Hendra….kelihatannya sedang dan sudah menjadi “bright star”, setelah melewati rintangan ,kendala….akhirnya menemukan kehidupan yang lebih dan lebih baik lagi………….salam untuk keluarga, dan tetap semangat………………amin
Best Regards,
Rijadi TIAS
Areva Indonesia
Jakarta
Ass. Kang Hendra mau kerja di Abu Dhabi ????….
Wah syukurlah…saya ikut gembira ….semoga sukses dan sehat2 selalu disana.
Keluarga ditinggal di Bdg atau diboyong juga ke sana…
Keep contact ya….
Wass.
Deddy Tubagus
Areva Indonesia- Jakarta
pak hendra selamat ya pak…
Congratulation
sukses selalu…. keep in touch ya pak.. tetep kirimin cerita2nya ya … kemarinkan cerita daun teh sekarang cerita pdang pasir dan untanya ya pak..hihihi..
btw,keluarga diajak juga ke qatar pak? oia, orang QC yg namanya husni arfi juga pindah ke qatar… sekali lagi selamat ya pak.. pak hendra emang hebat euyy…
kapan main2 ke areva lagi… hihihi….
Imelda,
Areva Indonesia – Jakarta
wah…semoga makin sukses yah pak…ditunggu cerita2 selanjutnya………
Hyana Tica
Areva Indonesia -Jakarta
Hebat.
Laa disabarang laut pulo kini.
A nan sadang dikarajokan kini Hend ?
Salam dari Jakarta,
Jack Alenzo
Kanda Hendra M,
Kalo ambo ndak salah iko email partamo Kanda sasudah mangirim email nan mancaritoan angek nyo Jakarta wakatu manjadi pengangguran dulu kali yo..
Lah lamo ambo ba angan angan nak batanyo, tapi indak kasampaian. Lah kalua pulo email nan barikuik nyo.
Salamaik lah Kanda. Lah dapek nan dicinto. Untuang tabangkik batang tarandam.
Salam,
Seprinaldi.
dunsanak dari palembayan, kab agam, sumbar
Selamat menempuh dunia baru kang.
Semoga barakah, semoga banyak dimudahkah Allah.
nun jauh di ujung bumi sekelompok burung flying together
Br rr .. br rr (dgn suara keras) seketika muncul di atas kepala, burung apa neh?
ck . ck rupanya burung besi terbang dengan gagahnya membawa para penumpang (termasuk teh muda hijau ke abu dhabi) , maha besar zat yang telah menciptakan si pembuat burung besi tsb
tetapi manusia sering terperdaya dengan “kabar burung” yg tak jelas
burung . . burung ….rung . rungggg (apa lagi yeach, ide uda abis neh)
sekelompok panels listrik utk Borouge project dari pabrik Areva di pulogadung akan dikirimkan ke area teh hijau muda di abu dhabi
di akhir zaman kehidupan di alam fana
dunia begitu kecil seperti daun kelor
94 panel borouge di buat tangan terampil pribumi
di supervisi oleh daun teh muda dari bukit tinggi
infokan alamat jelas disana agar si pembuat panel dapat mengunjungi apa yang dia buat? ; mau ngelamar kale..he..he…
Yan Permata
Areva Indonesia
Jakarta
Kalau kita main sepedahan paling jauh ( jarambah bhs sunda ) cuman sampe gunung Manglayang …, ieu mah bener2 jarambah pisan ulin na..he…he…he, apa mau sepedahan juga di padang pasir sana ?
Wilujeung ngumbara , uda Hendra …
Tampaknya semakin mendekati pusat peradaban manusia …..
Aris
Roger Bagen mountain bike club
Bekasi
Ari ngaos seratan ti si akang mah hate sok ngahelas, waas, nyeblak, pacampur
Boro sim kuring rek nyuhunkeun di anter ka gowes
ti kiarapayung-batukuda-cilengkrang , mapak gunung manglayang , ka si akang teh dina kaping 7-8 Maret teh
Eh pek teh mendak kabar yen bade ka Abu Dhabi geuningan,
meskipun urang teu acan pendak, ari perasaan mah sok asa deket
boa teuing meureunan kahiji sahobi, sami2 ti bandung jeung lembur teu pati jauh teuing
Wilujeung angkat kang,
sing sukses sagala pamaksadan,
sing digampangkeun sagala perkawisna
Salim ti sim kuring
Asep – urang binong bandung nu ngumbara ka cilegon
Hend,
Selamat jalan ke Negeri Padang Pasir, jgn lupa berdoa semoga menjadi jalan terbaik buat keluarga..
Jgn lupa sering juga posting2 inspirasi buat kita2, tulisannya bagus dan bermakna..
Selamat jalan sahabat, jgn pernah putus bersilaturahmi dg tulisan dan sapaan di alam maya (walau kita jarang bertemu).
Sahabatmu
Hery
Assalammu’alaikum,
Hendra mau pindah ke Abu Dhabi ya, selamat.
Saya ada teman baik disana, teman waktu di SMA dulu. Dia sudah lama kerja disana. Mungkin bisa saling kenalan. Siapa tahu bisa saling bantu disana.
Namanya Hidayat.
Hobbynya pergi umroh dan Haji , yg bikin saya iri setengah mati
That’s all from me. Baik2lah anda semua di negeri orang
Wassalam,
Oding
teman alumni TI ITB , Jakarta
Powered by Telkomsel BlackBerry®
akhir desember tak sempat bersilaturrahmi waktu kaki ini melangkah ke rancabali dan wayang windu…entah kapan ada kesempatan ke sana lagi? eh tau-tau ada kabar mau “melancong’ ke padang pasir…ihiks…met jalan, sukses selalu…