Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

untaian kata, empatpuluh bait

di bawah pohon kurma 3Empat puluh tahun lamanya, umat nabi musa mengembara tak tentu arah, di gurun pasir Sinai, ujung utara jazirah arab, jaman dahulu kala.  Empat puluh hari  lamanya nabi Musa berada di gunung Sinai, mendapatkan perintah dari Tuhan.  Di gua hira di pebukitan gurun pasir, dekat Mekah, pada usia empat puluh tahun, nabi Muhammad, menerima wahyu pertamanya.

Di gurun pasir ujung timur jazirah arab, gurun pasir abu dhabi, yang bersuhu empat puluh derajat celcius, aku sedang duduk termenung di bawah pohon kurma,  dibawah naungan empat puluh helai daun korma, dimana empat puluh buahnya  mulai matang  di musim panas ini.

tiba2 angin kering yang bertiup dari tengah gurun pasir, menghembuskan empat puluh butir pasir halus menghampiriku, sambil berbisik mesra, “hari ini, empat puluh tahun yang lalu, bundamu tercinta  melahirkan mu ke dunia yang fana ini..”

pasir berbisik itu cukup mengagetkan ku,  betapa ia penuh perhatian mengingatkan ku,  terima kasih banyak pasir halus sahabat yang setia menemaniku di tengah kesunyian gurun pasir ini. Aku pun jadi teringatkan kembali dengan hari ini, hari yang selalu mengingatkan ku pada ibunda tercinta yang telah dengan penuh perjuangan melahirkan, kemudian mengasuhku dengan penuh kasih sayang.

Sejak masa kecil sampai saat ini sebenarnya saya tak pernah ada acara khusus memperingati hari ulang tahun, bagiku hari itu adalah sebuah moment untuk mengenang  ibunda dan menjadi patok ukuran sampai sejauh mana diri ini melangkah dalam menempuh perjalanan kehidupan

Saat ini, hari yang istimewa ini, kulalui dengan suasana yang sangat istimewa pula, dalam kesunyian  di tengah gurun pasir yg terpencil ini…

Empat puluh orang teman2 dari Indonesia, tak ada disini , karena sedang pulang mudik ke tanah air tercinta.

Teman2 sekerja ku yang berasal dari empat puluh negara, di empat benua, tak ada yang tahu pula  dimana letak Bukittinggi, kota kecil tempat aku dilahirkan.

telah empat bulan lamanya pula, aku terpisah dari empat orang anak ku dan istriku, terpisah  empat ribu mil jauhnya di seberang samudera luas ,

biarlah hanya empat puluh buah kurma, empat puluh butir pasir dan empat puluh bait untaian kata  ini yang menemaniku saat ini

Allah swt menakdirkan ku berada dalam suasana sunyi  ini, mungkin agar aku bisa banyak merenung di usia empat puluh, usia saat2 di tengah perjalanan kehidupan ini. Mungkin supaya saya bisa merasakan pula bagaimana nabi Muhammad menrenung  di atas bukit di dekat mekah, sampai  beliau mendapatkan wahyu Illahi yang pertama, pada usia empat puluh tahun .

Seandainya hidup rata2 manusia paling lama delapan puluh tahun, maka di usia ke empat puluh, ia sedang berada di tengah perjalanan hidup nya. Empat puluh tahun telah berlalu sejak ia dilahirkan, dan masih tersisa empat puluh tahun lagi terbentang di depan.

Bagaikan perjalanan melintasi pegunungan, usia empat puluh , bagaikan kita sedang berada di puncak gunung, setelah mengalami pendakian sejak masa kecil. Dan selepas ini , kita akan menapaki jalan landai menurun. Hal itu akan tampak dengan mudah pada pertanda fisik pada diri kita sendiri, dimana masa kecil sampai usia empat puluh, fisik ini terus meningkat, namun setelah usia empat puluh akan terus menurun kondisi fisik kita, sampai masa tua kelak.

Empat puluh rambut putih yang mulai menerangi  rambut kelam ini, adalah sebuah pertanda untuk mengingatkan diri ini, betapa fisik sudah mulai menua.

Selepas usia empat puluh, dimana fisik sudah mulai menurun, kecantikan , ketampanan dan kebanggaan akan keindahan tampilan fisik, telah mulai berkurang pula dan bagi sebagian orang hal tersebut adalah hal yg menakutkan. Mereka melakukan berbagai cara agar tampak selalu cantik dan tampan, tampak ingin muda selalu. Forever young, awet muda, adalah impian sebagian orang.

Dari alam kita belajar, bahwa semua ciptaan Allah, mengalami hal yg sama. Semisal tumbuhan, ada saatnya ia tumbuh menjulang, daun nya rimbun, namun ada saatnya pula daun gugur meranggas dan kemudian mati mengering.  Demikianlah hukum alam berlaku, termasuk pada manusia pula.

Namun, manusia adalah makhluk yg mulia, lebih daripada tumbuhan atau binatang , walau mengalami penurunan secara fisik setelah usia 40, tapi sebenarnya jiwa ini masih bisa terus berkembang

Pada usia pertengahan ini sudah saatnya untuk merubah sudut pandang kita, agar tak selalu melihat pada tampilan fisik, tapi lebih memperhatikan pada perkembangan jiwa.

Jiwa, hati nurani, ilmu dan hal2 non fisik lain nya pada diri kita, tidak menurun seperti fisik, ia akan tetap akan terus berkembang kalau memang kita mau. Namun kebanyakan manusia yang hanya focus pada tampilan fisik yg menurun, tak mengembangkan jiwa nya, sehingga turut menurun juga sebagaimana penurunan fisiknya.

Saat masa kecil, anak2  sering ditanya, nanti kalau sudah besar mau jadi apa , dan di usia empat puluh, sebagian besar apa yg dicita2kan tersebut, telah tercapai walaupun beragam bentuknya.  Namun jarang sekali ada orang usia empat puluh yg ditanya pula, apa sih cita2 nya sudah tua nanti ? malah mungkin akan marah kalau ditanya mau jadi seperti apa setelah tua nanti

Bagi orang yang tujuan hidupnya hanya sebatas materi, kekayaan dan kebahagiaan fisik, maka setelah itu semua tercapai pada usia pertengahan hidupnya, ia hanya tinggal menghabiskan sisa umurnya , utk menikmati kehidupan, sampai kematian menjelang.

Ada sebagian orang yg punya mimpi sederhana ttg masa tuanya ; pagi hari minum kopi, ditemani  suara merdu burung perkutut sambil mengendong cucu nya di halaman rumah

Namun, ada pula sebagian manusia, yang saat usia pertengahan hidupnya, didera penderitaan dan kesulitan hidup, bahkan sampai masa tuanya, sungguh nestapa sekali.  Hikmahnya orang yang mendapat kenikmatan hidup, harus bisa menolong orang2 yg mengalami penderitaan dalam kehidupan nya. Itulah ujian untuk orang2 yg mendapat kenikmatan hidup, berbagi pada mereka yg menderita.

Namun sadarilah seberat2 nya penderitaan hidup di dunia ini, tak ada apa2 nya dibanding penderitaan di akhirat kelak, ada sebuah hadits nabi yang menjelaskan hal tersebut dengan perbandingan yang kontras  mengenai betapa berbedanya tabiat pengalaman hidup di dunia yang menipu dengan kehidupan sejati di akhirat kelak.

“Pada hari kiamat didatangkan orang yang paling nikmat hidupnya sewaktu di  dunia dari penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sejenak.   Kemudian ia ditanya: ”Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu

kebaikan, pernahkah kamu merasakan suatu kenikmatan?” Maka ia menjawab: ”Tidak, demi Allah, ya Rabb.” Dan didatangkan orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia dari penghuni surga. Lalu ia dicelupkan ke dalam surga sejenak. Kemudian ditanya: ”Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kesulitan, pernahkah kamu merasakan suatu kesengsaraan?” Maka ia menjawab: ”Tidak, demi Allah, ya Rabb. Aku tidak pernah merasakan kesulitan apapun dan aku tidak pernah melihat kesengsaraan apapun.” (HR Muslim )

Bagaimana kita menjalani hidup ini, kembali lagi pada apa sebenarnya tujuan hidup kita di dunia ini. Sungguh jauh berbeda dalam menapaki jalan hidup ini, antara orang yang hanya sekedar mencari kebahagiaan materi dengan orang  yang sadar, bahwa hidup ini bertujuan untuk ibadah, berbuat kebaikan.

Berkaitan dengan  perjalanan hidup seorang manusia, ada ahli yang membagi empat jenis karakter usia manusia

  • Usia biologis ,  sesuai kondisi tubuh/fisik manusia , berbeda2  utk tiap orang tergantung bagaimana ia menjaga kesegaran fisiknya.
  • Usia psikologis, ialah usia yang berdasar pada bagaimana perasaan kita menapaki perjalanan hidup ini, tergantung kematangan jiwa ini ,berdasar berbagai masalah hidup sehari hari yang dihadapi.
  • Usia social , ialah bagaimana orang lain melihat kita, berkembang sesuai dengan kematangan kita berhubungan dengan orang lain/ bermasyarakat.
  • Usia kelahiran /legal, umur kita berdasarkan tahun kelahiran yang selalu bertambah sepanjang waktu berputar, karakter usia inilah yg biasa kita jadikan ukur usia seorang manusia.

Semua jenis usia tersebut, tak selalu berjalan bersamaan, bisa jadi ada seseorang yg sudah tua secara kelahiran, tapi fisiknya masih segar dan bahkan kalau dibanding dengan yang berusia lebih muda ia lebih kuat . Ada juga orang yang usianya masih muda, tapi karena tekanan psikologis yang dialami nya, ia menjadi merasa bagaikan orang tua.

Banyak pula orang2 yg telah telah dewasa secara umur kelahiran ( legal) , tapi masih berperilaku kekanak2 an, karena secara social ia tidak matang, fisiknya menua, tapi jiwa batin nya tak berkembang. Bertambahnya umur memang tidak menjamin kita menjadi lebih bijaksana, tapi kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak.

Jadi janganlah selalu terpaku dengan usia kelahiran, anda masih bisa menjaga diri anda tetap bagai orang berusia muda, dengan selalu menjaga kesegaran karakter usia lain nya, karakter biologis, psikologis dan social. Usaha untuk menjaga kesehatan, banyak olahraga, menjaga ketenangan jiwa akan bisa menjaga kesegaran jiwa kita. Bisa jadi usia sudah menua, tapi fisik masih segar seperti anak muda.  Semua karakter usia pada diri kita tersebut harus bisa berkembang dengan seimbang.

Ada yg bilang, salah satu cara untuk tak merasa cepat tua, ialah jangan terlalu sering melihat ke masa lalu,bernostalgia, lihatlah ke masa depan, dan nikmati arahan baru tsb. Banyak hal telah terlewatkan, tapi masih banyak hal baru yg  akan kita hadapi. Masa lalu adalah jadi bahan pelajaran untuk menempuh kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Menurut Penelitian, kadar kesenangan hidup diperbandingkan dengan usia manusia, berbentuk seperti  huruf U , puncak awalnya di usia 20 dan terendah di usia 50, kemudian naik lagi sampai usia 70.  Kalau anda sampai usia 70 dan masih sehat wal afiat, anda akan sebahagia orang berusia 20. Tapi ini hanya sebuah hipotesa penelitian yang belum tentu sama utk tiap manusia.

Berada di usia empat puluh, usia pertengahan jalan hidup, adalah saat terbaik , untuk menengok ke belakang, langkah2  apa yg telah dilalui sambil merancang juga, langkah2 lanjutan ke depan.

Bagaikan orang berkendaraan, agar selamat ia perlu berhati hati berjalan ke depan, namun tak lupa pula untuk melihat kaca spion ke belakang.   Masa yang telah berlalu menjadi pelajaran, agar berhasil menempuh perjalanan ke depan.

Dulu saat sering mendaki gunung,biasanya saya sering beristirahat di tengah perjalanan, dari ketinggian kita melihat kembali jalan setapak yang telah kita lalui dengan susah payah tadi. Begitu pula saat usia pertengahan ini,  melihat ke masa lalu di belakang, tampaklah jalan kehidupan berliku yang telah dilalui selama ini. Bagaikan jalan berliku  penuh tikungan tajam seperti  jalan kelok empat puluh empat menuju danau maninjau yang indah ,  jalan menuju kampung ibu ku di dataran tinggi sumatera barat.

Saya coba merenung sejenak, melihat ke masa lalu, bagaikan melihat flashback film, masa lalu seolah terputar kembali, terbangkitkan dari memori alam bawah sadar kita, mulai dari masa kecil , masa sekolah, masa  muda sampai saat2 kemarin.

Jadi Teringat kembali, empat puluh jenjang tangga di pasar atas bukittinggi yang sering kulangkahi saat masa kecil dulu

Empat puluh batang  ranting  kayu yg terkumpul menjadi  api unggun penghangat malam dingin di pegunungan utara kota Bandung saat camping dengan teman2 pramuka dan pencinta alam  sman tiga bandung.

Empat puluh kali empat sks kuliah yang telah ku kunyah di kampus itebe di  jalan gajah duduk  kota bandung

Empat puluh pengemis dan anak jalanan yg sering ku lewati setiap pagi, saat berangkat kerja ke pabrik di kawasan industri pulogadung Jakarta.

Empat puluh jembatan besi  antara bandung –jakarta yang kulalui tiap minggu, saat dulu sering bulak balik naik kereta api parahyangan .

Empat puluh turunan berundak undak akar pohon pinus yang ku lalui saat menuruni bukit jayagiri, bandung utara dengan empat puluh orang teman2 pesepeda gunung ( mountain bike – down hill )

Empat puluh ribu helai daun teh muda yang setia menyapaku di kebun teh kertamanah saat  jalan kaki di pagi hari pergi kerja ke geothermal power plant, gunung wayang windu, bandung selatan.

Empat lembar surat cinta, yang terbuang ke tempat sampah…

Empat orang teman dekat ku yang telah meninggalkan dunia yang fana ini…

Terkenang kembali wajah teman2 lama, sejak masa kecil dan masa muda, terkenang lah kembali berbagai berbagai pengalaman hidup, yang  manis maupun yang pahit.

Melihat foto2 jaman dulu, saat masa kecil, masa sekolah, masa kuliah, masa mulai kerja, teringat itu semua , terasa bahwa masa tersebut seperti baru berlalu kemarin saja. Tahun lalu saya menghadiri reuni teman2 sma dan juga teman2 kuliah, kita masih bercanda seperti anak muda, tak terasa waktu telah berlalu puluhan tahun lamanya. Ingat masa kecil , rasanya baru kemarin saja saat main bola sambil hujan2an dengan teman2 masa kecil, padahal itu semua telah berlalu puluhan tahun lamanya,  waktu ini terasa berlalu begitu cepatnya. Sering termenung lama, kalau saya melihat foto2 lama tersebut, serasa ingin meloncat saja masuk ke dalam foto itu , kembali ke masa itu…

Bukan hanya di dunia, bahkan saat di akhirat kelak pun, manusia tak menyadari mengenai waktu. Dalam pelajaran agama ada dinyatakan bahwa saat manusia dibangkitkan di alam akhirat kelak, manusia akan berkata, bahwa ia merasakan hidup di dunia hanya terasa sebentar saja…

Namun ada satu hal yg selalu membuat hati ini gundah gulana, setelah sekian lama waktu berlalu itu, sudah sekian banyak pula dosa dan kesalahan yg telah berlalu…., pada sisi lain, tak banyak pula amal kebaikan yang telah dilakukan. Bilamana timbangan amal manusia di lakukan saat ini, betapa malu diri ini melihat nya…

Seorang teman sekelas ku dulu, ada membuat puisi mengenai kegetiran di usia pertengahan ini ;

Pada usia empatpuluh,  kita bagaikan sedang melintas di tengah sebuah titian..
Walau pijakan serasa tak berhingga, tengokan ke belakang serasa berjuta..
Namun jejak serasa hampa, pandangan ke masa depan tampak buram

Syukurlah Allah, masih memberi nikmat kesempatan hidup sampai saat ini, masih terbuka kesempatan untuk berbuat kebaikan, memperbaiki kesalahan2 yang telah berlalu dan bertobat atas kesalahan yg telah berlalu. Lakukanlah mumpung kita masih diberi kenikmatan hidup di dunia, karena kalau di akhirat kelak, kita hanya bisa menyesal, tak bisa melakukan perbaikan.

Masa lalu bukan untuk dikenang, tapi untuk menjadi pelajaran , bekal untuk melangkah ke masa depan. Melihat ke belakang adalah mengambil pelajaran utk mengerti tentang kehidupan,

Bagaikan naik kendaraan, hanya sekali kali saja kita menengok ke belakang, janganlah sampai terbenam pada kenangan masa lalu, karena kehidupan bergerak ke depan

Sadarlah, semuanya telah berlalu, itu semua telah menempa diri kita jadi seperti  kini apa adanya.

Usia dan perjalanan hidup manusia, tetaplah menjadi sebuah misteri besar, rahasia Allah.

Di bawah pohon kurma ini, saya coba menerawang jauh sampai ke gurun pasir yg datar tak berujung,  saya  tak tahu pula ada apa di ujung gurun pasir itu, namun yang pasti segala sesuatu ada ujungnya.  Dengan mengetahui ujung batas gurun pasir ini, kita bisa merancang perjalanan kita yang  terbaik, bila hendak melintasinya. Seperti itu pulalah kira2  jalan kehidupan yang  akan kita lalui, akan ada ujungnya pula, yaitu kematian. Dengan memahami makna kematian, kita akan bisa pula merancang langkah terbaik dalam perjalanan hidup ini.

Mengingat kematian, saya jadi  teringat pada pesan guru ngaji dulu, berdasar hadits nabi,  ”Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara ; sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

Pesan moral tersebut , bisa menjadi  kompas petunjuk apa yang perlu dilakukan dalam menapaki  pertengahan jalan selanjutnya ini , karena kita telah mencoba memahami ujung perjalanan hidup ini. Semoga anak2 yang di percayakan padaku, bisa menjadi anak yang soleh. Ingin kusampaikan ilmu2 yang bermanfaat dan melakukan berbagai amal kebaikan untuk sesama manusia yang manfaatnya masih bisa terasakan walau kita takberada lagi di dunia yang fana ini.

Semoga Allah  selalu memberi petunjuk dan melindungi kita semua dalam menempuh sisa jalan kehidupan ini. Terima kasih banyak ya Allah, engkau telah memberi  karunia kesempatan hidup padaku sepanjang ini dalam keadaan sehat wal afiat, kehidupan adalah karunia dari Allah yg jarang disadari..

Ya Allah, berikanlah kebaikan pada kedua orangtua ku yg telah membesarkanku selama ini, maafkanlah pula kesalahan2 mereka.

Telah panjang juga waktu berlalu, telah banyak pula dosa dan  kesalahan  berlaku, namun masih sedikit amal kebaikan ini,  Ya Allah maafkan dosa dan kesalahan ku, selama ini,  semoga udara panas gurun pasir ini, bisa pula membakar dosa2 dan kekotoran jiwa ini, terimalah pula amal  kebaikan ku yang  tak seberapa pula, hanya itu yg  bisa kupersembahkan pada Mu, ya Allah, semoga engkau beri aku kesempatan untuk bisa lebih banyak berbuat amal kebaikan, dan mendapatkan akhir kehidupan yang baik, husnul khotimah, amien…

Renungan dibawah pohon kurma di tepi gurun pasir Ruwais, Abu Dhabi , UAE

Selasa, duapuluh tiga juni , tahun dua ribu Sembilan.

On contemplation of forty years long trip, Bukittinggi – Bandung – Abu Dhabi

39 comments on “untaian kata, empatpuluh bait

  1. Sjamsir Sjarif
    22/06/2009

    Selamat berempat puluh Angku Hendra Messa.

    Senang MakNgah melihat tulisannya dari Abu Dabhi. Senang MakNgah melihat gambarnya di bawah pohon kurma (?). Teringat Tantaman, Palembayan dan Alahananggang, di mana MakNgah setengah abad yang lalu pernah melayangkan pandangan mengarah Lautan Hindia mengufuki Daerah Aliran Masang dan Pasaman. Jauh di sana di seberang Laut di daerah Teluk, terbayang pula Abu Dabhi dalam imajinasi walaupun MakNgah saat ini lebih jauh di Balik Bumi.

    Selamat Empat Puluh Berhari Jadi.
    Sebaya dengan Rasulullah diwahyu Nabi.
    Jika dibandingkan kalender Masehi dengan Arabi.
    Setiap 36 tahun kedua kalendar saling melingkari,
    Setahun bonus sudah tertambahi.
    Kalau di tahun Masehi empat puluh kini,
    Di kalender Arabi sudah 41 diberi.
    Begitulah Kurnia Ilahi.

    Salam,
    –MakNgah
    Sjamsir Sjarif
    Santa Cruz, California, USA

    http://www.santacruzsentinel.com/localnews/ci_12030675

  2. Lukman I
    22/06/2009

    Selamat ulang tahun kang … mugi sehat dan selalu dalam lindunganNya.

  3. Darmawan Sepriyosa
    23/06/2009

    Kang, hidup itu, kata penulis Peter Pan, James Barrie, tak ubahnya secangkir kopi.
    Semakin antusias kita mereguk, kian cepat pula kita sampai pada ampasnya. Selamat menyesap kopi dari cangkir usia baru. Semoga kali ini jauh lebih manis…

    Darmawan Sepriyosa,
    Wartawan koran Republika, Jakarta
    sobat jaman demonstrasi mahasiswa di bandung, awal tahun 90-an

  4. Heru Prabowo
    23/06/2009

    “Barang siapa benar-benar mengenal Allah, maka pasti dapat melihat-Nya pada tiap-tiap sesuatu.”

    (sebutir mutiara dari kitab al-hikam sbg kado ultah utk saudaraku)

    Heru Prabowo ,
    surabaya

  5. mas Amri
    23/06/2009

    Dalam empat puluh tahun, kita akan mendapatkan empat kwadran kehidupan,
    yaitu ada orang yang tahu bahwa dirinya tahu,
    ada orang yang tidak tahu bahwa dirinya tahu,
    ada orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu
    dan terakhir ada orang yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu …..

    selamat menikmati tangga-tangga kehidupan, semoga sukses mas. Hendra ….

    Mas Amri,
    Pesantren darut tauhid, bandung,
    teman sepedahan ke pebukitan bandung utara

  6. Erik
    23/06/2009

    Hendra & Rekan2,

    Umat Nabi Musa bukannya tanpa arah, mereka kan mau pulang balik ke tanah leluhurnya.

    Tapi kenapa berputar2 perlu waktu 40 tahun, padahal leluhurnya hanya perlu beberapa bulan untuk pergi ke Mesir melintasi Laut Merah.

    Siapa yang mau mencoba menebak ?

    Teman saya ada membuat kajian yang menarik untuk hal ini.

    Salam kompax,
    Erik , Bali

  7. Mula Fridus
    23/06/2009

    Saya coba browse ttg route exodus Nabi Musa, dan yang saya temui malah tidak ada terlihat tanda2 mereka menyeberangi lautan.
    Reference: http://www.antipas. net/15faq. htm
    Saya justru malah jadi bingung, jadi Nabi Musa dulu menyeberang Laut Merah dari Egypt ke arah Sinai itu lewat mana?
    Dulu kan belum ada terusan Suez, jadi jika mereka harus melewati laut, artinya mereka lari dari arah Cairo (yang ada pyramidnya) menuju ke Selatan menyusuri pantai dari teluk Suez sampai bertemu laut Merah di kiri mereka…

    Mohon pencerahan
    Rgds, hendarwin

    Betul Mas Hendarwin ,

    Bani Israel pimpinan Musa menyeberangi Laut Merah agak ke Selatan tidak di Utara yang masih daratan pada saat itu sebab terusan Suez belum ada. Setelah Musa berdoa kepada Tuhan dan mengacungkan tongkatnya, maka Tuhan mengeringkan Laut Merah dengan tiupan angin Barat yang sangat kencang sehingga Laut Merah terbelah menjadi dinding air di sebelah kiri dan kanan, sehingga Bani Israil bisa sampai keseberang melewati tanah bekas laut yang sudah dikering.

    Leluhur Musa yaitu Yusuf dan saudara saudaranya(Yehuda, Lewi, Simeon, Benyamin dll) tidak melewati Laut Merah mereka melewati daratan langsung ke tujuan di Utara Mesir tidak ke Selatan dulu, disitu masih berupa daratan karena Terusan Suez belum ada. Ini adalah jalan pintas yang paling dekat secara logika biasa.

    Mengapa Musa memilih ke Selatan dahulu :

    1. Apabila Bani Israel mengikuti logika biasa akan melewati jalur Utara dan pasti sangatlah mudah bala tentara Firaun untuk mengejar Bani Israel dan membawanya kembali ke Mesir sebagai budak.

    2. Karena Musa adalah Nabi yang selalu mendengar Firman (Suara) Tuhan. Dalam Kitab Suci dituliskan Musa mengikuti bimbingan Tuhan dalam bentuk Tiang Awan yang besar sekali. Tiang Awan inilah merupakan petunjuk bagi Musa dan pengikutnya Bani Israel sebagai arah dan kompas dari Tuhan menuju Tanah yang dijanjikan Tuhan yaitu Kanaan.
    Tiang awan ini sangat ajaib dan berguna sebab memberikan keteduhan pada siang hari yang panas terik di padang pasir, sedangkan pada malam hari dapat berpendar memberikan cahaya dan penerangan agar tidak gelap gulita.

    Mengapa Tuhan memberikan jalan ke Kanaan sampai 40
    tahun lamanya?

    Karena Tuhan ingin menguji kesetiaan Bani Israil terhadap Tuhan, sebab Tuhan juga Maha Penguji. Amin.

    Salam untuk semuanya dari Mula

    NB: Selamat yaa untuk Kang Hendra yang akan berulang tahun.

  8. Hendarwin
    23/06/2009

    Mas Erik , Mas Mula dan rekan sekalian,

    Saya coba cari2 referensi yg ada, tapi tampaknya satu-satunya referensi yang bercerita detail ttg perjalanan ini adalah dari kitab Exodus milik orang Kristen (http://www.antipas.net/kjv/02_exo.htm). Inipun kalau dicermati ada beberapa versi cerita yg beredar, dan sangat menarik.

    Versi pertama, berdasarkan cerita di kitab ini, reka ulang dari exodus Musa adalah dari kediaman Pharaoh (Raamses) menuju ke selatan, melewati kota2: Phytom, Sukot, Mara, Elim, Gurun Sin, dan sampai ke Gurun Sinai, menyusuri bagian barat dari tanjung Sinai. Mengapa mereka menuju ke Selatan, karena bangsa Israel dilarang Tuhan untuk mengambil rute ke arah timur untuk keluar dari Mesir.
    Lalu mereka naik lagi ke Utara, ke arah Hazerot, menuju padang gurun Zin, Gunung Abarim, dan menetap disekitar situ sampai Musa wafat di bukit Nebo, mereka belum bisa masuk ke tanah Kanaan (sekarang Yerusalem). Setelah itu,mereka dipimpin oleh Josua masuk ke tanah tersebut. (http://dumexpasaribu.files.wordpress.com/2009/03/my-maps1.jpg).

    Kelemahan dari versi ini adalah saya tidak melihat arah lintasan yang memotong Laut Merah, sehingga saya mempertanyakan ini di posting sebelumnya.

    Versi lain tentang ini, dimana mereka mendasarkan pada fakta bahwa Musa menerima 10 Perintah Tuhan setelah keluar dari daerah Mesir.

    Tujuan exodus mereka adalah tanah kuno Midian, yang menjadi Saudi Arabia sekarang di bagian barat-utara.
    Karena Tanjung Sinai ada dibawah kekuasaan Mesir, maka versi ini menyatakan bahwa Gunung Sinai yang dimaksud adalah yang berada di tanah Midian, yaitu sudah berada diluar Tanjung Sinai. Gunung yang dimaksud adalah sebuah gunung di Arabia, yang memenuhi deskripsi dari Bible, puncaknya berwarna hitam (diprediksi akibat kebakaran hebat) dan cukup tanah datar untuk menampung 2 juta orang Israel yang ikut eksodus, dan adanya artefak2 arkeology berumur 3500 tahun disana Sedangkan Gunung Sinai yang di Tanjung Sinai tidak memiliki kriteria2 diatas.
    Gunung ini dinamakan Jabal al Lawz, yang disebut juga Mountain of the Lawz atau Mountain of the Tablets,yg dipercaya sbg tempat turunnya 10 Perintah Tuhan.

    Jadi, mereka menyeberang Laut Merah dekat paling ujung selatan tanjung Sinai, dimana Laut Merah bertemu dengan Teluk Aqaba. (Ref: http://www.antipas.net/15faq.htm).

    Setelah 40 tahun lamanya berada di pegunungan Arabia ini barulah Musa menerima 10 perintah Tuhan, baru mereka bergerak ke Utara, ke tanah Kanaan.

    Kenapa ada kesalahan identifikasi? Katanya itu kesalahannya Helena, ibu dari raja Constantine, Romawi, yang menetapkan lokasi ini sebagai Gunung Sinai,dan terbawa sampai sekarang…

    Tampaknya harus ada ahli sejarah yang turun tangan untuk menganalisa hal ini

    Hendarwin

  9. Asep
    23/06/2009

    Rekan sekalian,

    Berikut ini info dari http://ms.wikipedia.org/wiki/Nabi_Musa_a.s.

    “Allah memberikan banyak nikmat kepada Bani Israel, antaranya dibebaskan
    daripada kezaliman Firaun, menjalani kehidupan di kawasan subur, mempunyai
    Taurat dan rasul di kalangan mereka, tetapi mereka tidak bersyukur, malah
    memberikan pelbagai alasan.

    Mereka juga membelakangi wahyu Allah kepada Musa supaya berpindah ke Palestin. Alasan diberikan kerana mereka takut
    menghadapi suku Kan’an.

    Telatah Bani Israel yang pengecut itu menyedihkan
    hati Musa, lalu beliau berdoa: “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai selain diriku dan diri saudaraku Harun, maka pisahkanlah kami dari orang fasik
    mengingkari nikmat dan kurniaMu.”

    Hukuman Bani Israel yang menolak perintah itu ialah Allah mengharamkan
    mereka memasuki Palestin selama 40 tahun dan selama itu mereka berkeliaran
    di atas muka bumi tanpa tempat tetap.Mereka hidup dalam kebingungan sehingga
    semuanya musnah. Palestin kemudian dihuni oleh generasi baru.

    Bani Israel juga memperlekehkan rasul mereka, yang dapat dilihat melalui
    kisah sapi seperti dalam surah al-Baqarah: “Dan ingatlah ketika Musa berkata
    kepada kaumnya, sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih sapi betina.
    Mereka berkata; apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan…”

    Musa meninggal dunia ketika berusia 120 tahun, tetapi ada pendapat
    menyatakan usianya 150 tahun di Bukit Nabu’, tempat diperintahkan Allah
    untuk melihat tempat suci yang dijanjikan, iaitu Palestin. Tetapi beliau
    tidak sempat memasukinya.”

    Salam,
    KAsep

  10. Cardiyan HIS
    23/06/2009

    Ulang tahun ke 40 adalah ulang tahun yang sangat bersejarah bagi seorang anak manusia. Termasuk mengharukan juga bagi Akang yang melewatinya 15 tahun yang lalu.

    Masih ingat Akang buka tafsir Al Qur’an; disebutkan bagaimana kita pertama kali dilahirkan disusui oleh Ibu kita sampai disapih; tetapi masa anak-anak kedua orang-tua tetap memberikan penuh kasih sayang kepada kita; masa remaja tetap dibimbing sambil diawasi;

    masa dewasa kedua orangtua memberi kebebasan kepada kita untuk mengambil keputusan sendiri tetapi keputusan yang bertanggungjawab dan bermartabat termasuk dalam memilih pasangan hidup;

    setelah berkeluarga kedua orangtua tetap mendoakan kepada kita agar menjadi keluarga yang harmonis dan berguna;

    dan sampai kepada usia 40 tahun itulah secara eksplisit Al Qur’an menggambarkan bagaimana seorang anak manusia hendaknya merenungkan perjalanan hidupnya dan bagaimana menatap ke depan.

    Selamat ulang tahun Saudaraku: Hendra Messa. Semoga panjang umur, sehat, banyak rejeki dan berbahagia dengan seluruh keluarga, dan teman-teman.

    Salam Akang dari Tanah Air Indonesia,

    Cardiyan HIS
    Ikatan Alumni ITB

  11. Tata Wirasasmita
    23/06/2009

    Dear Kang Hendra,

    untaian kata-kata ini datang tidak pada waktu yang tepat karena memang dia berjalan begitu terlalu cepat tanpa kita sadari.

    Hitungan waktu pula yang mengharapkan saat ini menjadi waktu terbaik untuk ikut mendo’akanmu agar senantiasa menjadi insan terbaik untuk orang-orang di sekitarmu.

    Menjadi pribadi yang sungguh dirindukan keberadaannya oleh saudara dan rekan seperjuangan, menjadi individu unggul yang senantiasa memancarkan ketulusan hati jiwa diantara sahabat-sahabat sejatimu.

    Selamat Ulang Tahun dan merenungi makna usia yang dikaruniakan olehNya kepadamu!

    Semoga selalu bertambah menjadi manusia yang lebih baik, sejalan bertambah jauhnya jarak waktu usia yang ditempuh!

    Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu menjadi bagian langkah di alur perjalan kehidupan selanjutnya!

    Amin!
    Salam,dari salah seorang yang merasa jadi sahabatmu

    Tata
    babaturan kost di rawamangun , jakarta, baheula

  12. Yunita
    23/06/2009

    Mas Hendra…
    bikin awak menangis bacanya…

    Yunita
    Bandung

  13. Endra Handiyana
    23/06/2009

    Sajak yg sangat indah.
    Maju terus dan tetap semangat!!
    Indonesia menantimu….

    Salam
    Endra Handiyana
    Penulis; Sukses Dengan Kekuatan ABJAD

  14. Son hendri
    23/06/2009

    Selamat ulang tahun ke-40 Hendra,

    makin banyak minyaknya,
    minyak semerbak mewangi,
    bak wanginya surgawi nanti.

    Son hendri adami , Jakarta

  15. Irsal Imran
    23/06/2009

    Selamat ulang tahun yang ke 40 uda Hendra. Kata orang Hollywood usia 40′s adalah the new 20′s:).

    Semoga sukses selalu.

    Salam,

    Irsal Imran,
    United State

  16. Hasan
    23/06/2009

    Ndra, Slmt Ultah ya…
    40 adalah adalah angka permulaan spt yg kamu contohkan pd tulisanmu diatas.
    Life begin at Fourty….!!! bisa juga begitu… smg berbekal seluruh kontemplasi yg tlh dilakukan bs membuat permulaan menuju kebaikan dlm jalan Allah SWT…
    mencapai Insan Kamil

    Hasan,
    Aceh

  17. Riza Hendrakusuma
    23/06/2009

    sepertinya hendra masih terjaga menikmati pergantian waktu,

    selamat milad ya,
    semoga dipanjangkan terus barokah untuk kesehatan, kebahagian, dan kesuksesan.

    Riza Hendrakusuma,
    Paris

  18. Aep
    23/06/2009

    Selamat ulang tahun… Semoga Allah SWT sennantiasa meridloi setiap gerak langkah kita… dan mengakhiri hayat kelak dalam keadaan husnul khotimah…

    40 tahun perjalanan yang panjang… Nabi Muhammad diangkat rasul pula diusia ini….

    Aep SAR,
    Ujungberung, Bandung

  19. Arief Irwanto
    23/06/2009

    Met Ultah yaa, semoga tidak terlalu sedih walau keluarga jauh dimata, karena selalu dekat dihati.
    After today, eventhough tomorrow is not going to be easier, but, you are wiser!

    Arief Irwanto
    cilegon

  20. Asep Aslam
    23/06/2009

    Bertambah usia tetapi makin terlihat muda, selamat dan moga panjang umur…

    Asep Aslam Muhtadi
    Dari kebun sawit PTPN VIII

  21. Wildan mustofa
    23/06/2009

    Selamat ulang tahun Kang, semoga tercapai apa yang Akang cita-citakan

    Wildan mustofa
    PD Hikmah
    Pangalengan, bandung selatan

  22. Deni
    23/06/2009

    Wilujeng tepang taun kang!
    Eh, naha di arab geuningan???

    Deni Kurniawan,
    Bandung

  23. Dedi
    23/06/2009

    coba atuh bawain bibit onta yang sehat dan gemuk
    ke pangalengan, biar jadi kenangan di ulang tahunnya kang Hendra,
    kumaha satuju teu ?

    Dedi Suherman
    pangalengan

  24. Heiky
    23/06/2009

    selamat ulang tahun ya pak, semoga mendapat kesehatan dan sisa umur yang penuh manfaat dan barokah…

    dan semoga ini menjadi ulang tahun terakhir tanpa kehadiran keluarga tercinta di samping nya…

    Heiky ,
    Bogor

  25. Boy
    23/06/2009

    Hendra, selamat ulang tahun, smoga sehat dan sukses slalu, gimana rasanya berulang tahun di negri orang?

    Pasti berbeda ya….

    Boy Defriza
    Padang

  26. Budhiana
    23/06/2009

    Wilujeung ngarayakeun milad di padang pasir Hen…sing sukses, lancar

    Budhiana
    Pikiran Rakyat, Bandung

  27. Ani
    23/06/2009

    wilujeng kang hendra,
    mugia ginanjar rahmat Alloh swt. …

    nuhun atas semua tulisan nya, inspiring banget… ;))

    Ani Kanianingrum

  28. Dudung
    23/06/2009

    Aww. Akhi, wilujeng tepang taun nu ka 40. Mudah2an Hendra sakulawargi aya dina ginanjar kawilujengan, dipaparin kasehatan, maghfiroh, barokah sareng hidayah Alloh swt.

    Rumah tanggi nu salawasna asih, sakinah, mawaddah warohmah, palaputra nu saroleh, palinter, tur tumut k sepuhna.

    Singgetna, ngutip kasauran Mr Spock ti planet Vulcan dina Star Trek tea mah: life long and prosperity!

    Dudung Zaenal
    Tasikmalaya

  29. Azrevi
    23/06/2009

    Happy MILAD for My brother Hendra Maesa

    May Allah bless You forever …
    Selamat DUNIA dan AKHIRAH…

    sebab itulah TUJUAN HIDUP kita sejatinya …

    KEEP SPIRIT … !!!

    wass,
    Azrevi Rangkuti

  30. Djaka
    23/06/2009

    selamat ultah pak, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.
    acung jempol buat tulisan2 nya

    Djaka Dwiandi

  31. Afrius
    23/06/2009

    Selamat Ulang tahun Dra, kata orang-orang sich life begin at Forty,
    mungkin sudah saatnya menghitung sisa jatah umur yang Allah kasih kepada kita. sukses Bro.

    Afrius Indra,
    Jakarta

  32. Yoyo Sunarya
    23/06/2009

    Kunaon a.. tos ngarasa keueung sorangan teu aya rencang kumargi marulih sadayana… euh…mani waas ku sorangan…. engke ge mun mulang ka Allah kan sorangan jadi tong keueung mung urang masih ingat Allah n Malaikatna nu maturan. Amin3x

    Translation ;

    Kenapa kang ? , jangan merasa kesepian seorang diri tak ada yg menemani , kasihan juga sendirian disana. Tapi ingatlah nanti juga saat kita kembali kepada Allah swt , kita sendirian pula, jadi jangan merasa kesepian kalau kita masih selalu ingat / zikir pada Allah dan malaikat yg menemani kita dimana pun, Amien.

    Thanks and best regards,

    YOYO SUNARYA

    Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd.
    Pangalengan – South Bandung-West Java
    INDONESIA

  33. Ronal Chandra
    23/06/2009

    Da Hendra,.

    Tidak Terasa sudah 40th umur uda yah, rasanya baru kemarin saya menginap di rumah uda dibandung, sarapan pagi dengan nasi goreng buatan urang rumah.
    Uda Hendra Maesa salah satu terbaik yang pernah aktif dan berada ditengah tengah kita semua, di komunitas Rantaunet, komunitas orang minang sedunia di dunia maya.

    Ambo juga baru sadar da kalau semua pertemuan itu sudah cukup tua untuk sebuah pertemanan.

    Salam Hormat untuk uda semoga semakin visioner dan kaya akan ilmu.

    Best Regards
    Ronal Chandra
    Pekanbaru , Riau

  34. Cacan Agis
    24/06/2009

    Uda Hendra Messa!

    Tulisan ini begitu indah dan menarik untuk dibaca. Kata empat puluh (40), memiliki multi tafsir, tapi Insya Allah bermanfaat bagi kita semua.
    Angka 40, saya lebih suka melihat ilsutrasi yang Allah berikan kepada kita dan diabadikan dalam QS. Al-Ahqaaf, 46; 15.
    Inti dari surat dan ayat ini, adalah;

    1. Usia 40, wajib diwaspadai bagi orang yang akan dan sudah lewat dari usia tersebut. Sebaiknya hentikan perkataan dan perbuatan yang tidak ada manfaatnya, dengan kata lain harus selalu produktif.

    2. Usia 40, selayaknya banyak berdo’a untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita dan kepada orang tua kita. Terlebih khusus yang sudah usia di atas 40.

    3. Usia 40, biasanya sudah berkeluarga dan punya anak, dia akan teringat bagaimana susahnya membina dan mendidik, serta biaya yang dibutuhkan bagi anak dan isterinya.

    Bayangkan dengan orang tua kita, dimana pada umumnya orang tua jaman baheula banyak anak. Tapi mereka tidak mengeluh dan berusaha menyekolahkan anaknya supaya…SUKSES dalam menuntut ilmu.

    Just info saja (kami tujuh bersaudara, hanya 1 tidak selesai kuliah, karena tidak mau kuliah, selebihnya alhamdulillah… kuliah selesai dan telah berkeluarga. Mhn maaf ortu kami lulusan SD dengan gaji yg pas-pasan. Tapi kok bisa menyekolahkan anak-anaknya? Luar biasa!!! Lebih dari itu mereka bisa membantu memenej terutama ketika kami awal berkeluarga. Subhanallah luar biasa ortu kita itu).

    Ini tantangan sekaligus introspeksi diri bagi orang yang sudah berusia 40 tahun. Termasuk ana yang sudah 45 thn. Bisakah sehebat mereka dalam mendidik anak, meskipun anak kita lebih sedikit dibandingkan dengan orang tua kita?

    4. Usia 40, harus banyak berdo’a agar senantiasa diberikan kesempatan untuk berbuat amal kebaikan yang diridhoi, dan mampu mentransfer atau menduplikasi kebaikan tersebut kepada anak dan cucu kita.

    5. Usia 40, selalu bertaubat dan terus berharap agar kita dikategorikan menjadi muslim yang taat.
    Wallahu’alam.

    Cacan Somantri Agis

  35. hdmessa
    30/06/2009

    terima kasih teman2 semua,
    atas ucapan dan apresiasinya,

    terharu sekali, di tempat yg jauh terpencil ini, saya mendapatkan banyak perhatian dari teman2 semua, dari berbagai penjuru mata angin..

    maaf tak sempat saya sebutkan satu persatu, karena saking banyaknya

    semoga kita semua selalu dalam lindungan kebaikan Illahi Rabbi.

    salam
    HM

  36. AsepS
    06/07/2009

    Kang Hendra,
    Semoga sisa umur kita akan menjadi lebih Barokah, amin.

    Salam,
    AsepS – Kakap Field

  37. hdmessa
    06/07/2009

    alhamdulillah,
    terima kasih kang Asep doa nya,

    semoga kebaikan juga utk kang Asep dan rekan2 lain nya, di tengah laut natuna sana

    salam

  38. Offipiensed
    12/12/2009

    Sorry for writing off topic – what wordpress template do you use? Looks cool!!

  39. hdmessa
    12/12/2009

    Dear Offipiensed ,
    Thanks for your visit,

    I use Digg 3 column theme, where we can customize the header &widget.
    I upload my own picture for the header & customized the widget.

    Regards

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22/06/2009 by in Contemplation.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 43 other followers

%d bloggers like this: