Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

berhenti sejenak

Rutinitas kehidupan sehari hari, sering membuat kita terlena, ditambah lagi dengan berbagai permasalahan rutin, antara lain yg sering kita temui di jalanan kota besar seperti Jakarta, yg tiap hari kita lalui , kemacetan lalu lintas , sopir metro mini yg sembarangan, pengemis, pencopet , asap knalpot yg kelam dan kebisingan klakson mobil, itulah suasana yg kita temui dalam perjalanan ke tempat kerja. Di tempat kerja kita hadapi pula beban kerja yg seperti mengejar ngejar kita.

Memang rasanya aneh, juga mengapa kita seperti di kejar2 dalam berbagai hal. kalau kita putar roda sejarah , sejak sekolah SMP/SMA , kita sudah dikejar2 agar bisa masuk ke sekolah yg bergengsi, selepas kuliah di kejar juga agar bisa dapat pekerjaan, kemudian dikejar juga kapan menikah, terus kapan punya anak , kapan kaya dan berbagai pertanyaan lain yg seperti mengejar2 kita.

Sebenarnya itu semua hanyalah karena persepsi orang lain terhadap kita, yg mendorong kita melakukan sesuatu, antara lain juga karena kita sendiri tak punya arahan yg jelas juga mengenai tujuan hidup kita sendiri, sehingga kita bagaikan terbawa arus yg tak jelas hendak kemana.

Rutinitas kehidupan sehari-hari memang akhirnya membuat kita terlena, tak sempat memikirkan hal2 yg prinsipil tsb, yg terasa jauh dan tak penting , kita hanya melihat hal2 yg dekat dan jelas spt uang, materi, tahta, jabatan, wanita, popularitas dll , pokoknya mah hidup senang dan orang lain hormat pada kita. Tanpa sadar kita telah tua jadinya, terlihat dari rambut yg mulai beruban dan tubuh yg tak lagi ideal.

Ketika kita berada di keheningan alam, jauh dari keramaian, jauh dari segala kesibukan duniawi, kita bisa sedikit merenungi semua itu.  Seperti saat ini , saya di tengah berada di perkebunan teh Malabar, pangalengan , dataran tinggi Bandung selatan yg hening dan indah ( mengingatkanku pada Bukittinggi di dataran tinggi Sumatera Barat , tempat kelahiran ku ), setelah hampir 5 tahun berada di tengah kebisingan di pulogadung Jakarta.

Bagaikan pendaki gunung yg ketika mencapai puncak gunung diam sejenak, melihat ke bawah, jalur jalan setapak yg telah dilaluinya tadi. Begitu pula lah dalam perjalanan hidup ini kita perlu merenung sejenak, melihat lagi jalan hidup yg pernah kita lalui.

Cobalah sekali2 flash back jalan hidup kita sejak SD, SMP, SMA, kuliah, menikah, kerja dll, sampai saat ini.

Seperti apakah jalan hidup kita ?

Seandainya sejarah perjalanan hidup kita ditulis juga dalam sebuah buku sejarah , bangga kah orang sekitar kita ( teman, keluarga, anak dll ) dengan apa yg telah kita lakukan selama ini ?

Tapi yg lebih utama lagi, Ridho kah Allah dengan apa yg kita lakukan selama perjalanan hidup ini ?

karena tanpa disadari disamping kita selalu ada malaikat yg merekam semua tingkah laku kita ( bayangkan kita direkam dengan alat yg jauh lebih canggih dari HP, camera atau handicam yg ada saat ini ), dan semua itu tersimpan , sampai kita sendiri bisa melihatnya lagi di akhirat kelak

gunung wayang windu, bandung selatan

2 comments on “berhenti sejenak

  1. Desita
    14/05/2011

    Wow… keren Pak Hen :

    Suatu pelajaran hidup yang mesti dipetik,
    ” kita hanya melihat hal2 yg dekat dan jelas spt uang, materi, tahta, jabatan, wanita, popularitas dll , pokoknya mah hidup senang dan orang lain hormat pada kita. Tanpa sadar kita telah tua jadinya,”

    Hmmm sekali-sekali saya mau mencoba bermuhasabah di tengah hamparan karpet hijau Malabar.

  2. hdmessa
    15/05/2011

    hatur nuhun Desi,

    ini cerita lama, waktu merenung di kebun teh malabar dulu,

    sbagai putra daerah mah, perlu pisan atuh muhasabah disana, skali2 stelah selesai makan siang sambil lesehan di kebun teh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 13/05/2006 by in Contemplation.

Navigation

%d bloggers like this: