Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

the journey of age

access-road.jpg

Dengan bergulirnya waktu ,Kebanyakan orang merasakan suatu ketakutan ketika bertambah tuarambut yg memutih, kulit mengerut, langkah yg tak lagi tegap, adalah hal2 yg sebisa mungkin disembunyikan semua orang, rasanya ingin selalu menjadi muda, forever young kata sebuah laguseorang lelaki yg sudah berumur pun, tetap ingin dianggap muda, disenangi oleh orang lainsemisal seorang bapak kepala keluarga yg ingin tetap dianggap bujangan dan disenangi wanita masa tua, seolah2 sisa hidup yg tak layak lagi untuk ditempuhkata orang, tinggal menghabiskan sisa umur serasa tak ada gunanya lagi hidup ini hal tsb terjadi karena, sebagian besar orang menganggap hidup ini untuk bekerjanah yg paling kuat utk bekerja adalah di masa muda, setelah tua, pensiun, rasanya tak layak lagi utk bekerjabegitu pula, rasanya hidup pun telah pensiun pula 

tapi kalau kita memandang hidup tak hanya utk bekerja, akan lain lagi sudut pandang nya Namun kalau kita mau berpikir jernih dan bijak, itu adalah pandangan yg salah, Allah yg maha bijaksana, pasti ada kehendak dg semua initak ada sisa waktu dalam hidup ini yg tak bergunakita diciptakan dan diberi kesempatan hidup bukan untuk hal yg sia2 belaka. dalam bayangan saya, kalau teringat akan orang tua yg berumur lanjut akan teringat pada pesilat kungfu china, godfather mafia italia, jenderal perang atau para sufi.yg makin tua, malah makin ditakuti, makin di hargai, makin mulia pesilat china yg telah tua umurnya, gerakan nya memang sudah lamban, namun cukup dg sekedar kedipan mata orang lain bisa terjatuh karena nya, cukup dg jentikan jari manis, musuhnya bisa beterbangan karena nya. 

begitu pula halnya dg godfather mafia italia atau seorang jenderal perangwalau tua dan sudah bongkok, ucapan bibirnya yg sudah tak jelas pun masih bisa menggerakkan ratusan orang untuk berperang seorang sufi semakin tua, makin mendalam ibadahnya, makin tinggi maqam nya ( maqam = spiritual level )dan pertemuan dg Allah, adalah sesuatu yg sangat diharapkan nyanasihat dan doanya sangat mujarab Kebetulan saat ini saya banyak berada di lereng gunungdimana dataran rendah terlihat dg jelas di bawahdan puncak gunung yg menjulang berada di atas kondisi tsb memberikan banyak kesempatan untuk merenung jalan hidup inijalan hidup ini, bagaikan pendakian dari dataran rendah ke puncak gunung 

dataran di bawah dan jalur jalan yg berliku mendaki gunung, bagaikan jalan hidup yg telah terlewati dan puncak gunung di atas adalah waktu sisa hidup yg akan kita tempuhorang tua, adalah orang2 yg telah jauh melakukan pendakian, hampir sampai ke puncak gunung makin tinggi kita mendaki, maka akan makin luas pula cakrawala pemandangantambah banyak pengalaman berharga yg telah diraih orang yg telah bertambah umur nya , akan semakin luas pula pandangan hidup nya, akan tambah bijak dalam bersikaplebih banyak pengalaman dan pengetahuan nya, lebih faham ttg hidup ini 

memang tambah lama kita mendaki, badan akan bertambah lelah, fisik tambah lemahtapi pengetahuan, emosi jiwa & nurani akan terus bertambah  fisik akan melemah dg bertambahnya umur, tapi jiwa dan nurani akan makin bersinar karena nya banyak orang yg menginginkan tetap muda, fisik kuat, tampilan menarik, suara lantangkarena hanya melihat hanya dalam hal itu sajalah, manusia dianggap hebat, berprestasi, muliapadahal banyak sisi2 lain dari kehebatan, kemuliaan seorang manusianamun tak semua orang bisa memahami nya dg baik orang2 yg masih menganggap bahwa prestasi, keberhasilan hidup ini dalam hal2 yg bersifat materi – duniawi belaka spt fisik, materi, pujian dll , sebenarnya tak beranjak jauh lebih tinggi, tingkatan kehidupan nya 

bagaikan pendaki gunung, yg berhenti ketika menemukan sebuah bukit, dan merasa cukup di
sana saja,
ia tak tahu bahwa ada puncak gunung yg lebih tinggi, karena tertutup kabuttertutup kabut, tampilan duniawi dan kepuasan diri masa kecil, masa muda, masa dewasa dan masa tua, masing2 memiliki keunggulan nya tersendiri, selalu ada hikmahnya, tak ada yg sia2 dan terbuang dalam masa hidup ini , karena Allah tak menciptakan manusia hanya demi sebuah kesia sia an belakahanya pikiran dan rasa kita yg sempit saja yg membuat tak semua orang bisa melihatnya dg jernih masa kecil     ; masa bermainmasa remaja  ; keceriaan – cintamasa muda    ; idealisme & pencarian jati dirimasa dewasa ; mencari penghidupan, kebahagiaanmasa tua ; fisik melemah , saatnya meningkatkan aktivitas batiniah 

karena sebagian besar orang menganggap hidup ini , sekedar “kerja cari uang”sehingga saat yg utama adalah masa muda dan dewasa ketika kuat mencari uang sehingga ketika tua dan lemah, tak kuat lagi cari uang, dianggap tak lagi bergunatelah melewati masa ke emasan nya tapi kalau kita memandang hidup ini lebih luas lagi, tak sekedar mencari uang, tapi perjalanan dari satu tahap kehidupan duniawi ke tahap kehidupan ukhrawi, akan lain lagi memandang nya berbaik , berprestasi sebaik mungkin dg segala yg disediakanuntuk meraih keberhasilan yg lebih baik lagi di tahap kehidupan selanjutnya , akhirat 

sehingga masa tua, tak diratapi dg kesedihan, tapi sebagai hal yg biasa saja bahkan kebahagiaan, karena telah sukses melewati sebagian masa kehidupan nyadan sebentar lagi, akan meraih kebahagiaan , karena memasuki masa kehidupan akhirat sebuah cara pandang kehidupan yg lain   semoga dg bertambahnya umur , bertambah banyak amal soleh dan ibadah. bertambah dekat dg sang Khalik semoga setiap saat masa hidup kita di dunia iniselalu berisi kebaikan, tak ada yg sia sia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21/02/2007 by in Essay - concept.
%d bloggers like this: