Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Aku Dimakamkan Hari Ini

14-ujung-pantai.jpg

Di sore yg berduka dengan siraman hujan gerimis, selepas pemakaman,  perlahan, tubuhku ditutup tanah, perlahan.

semua pergi meninggalkanku, masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka aku sendirian, di tempat yang tak pernah terbayang, sendiri, menunggu keputusan…  

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,  Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal, Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain, aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.  

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian, Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga, Tangan kananku menghibur mereka, kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan, tetapi aku tetap sendiri, disini, menunggu perhitungan …  

Menyesal sudah tak mungkin, Tobat tak lagi dianggap, dan ma’af pun tak bakal didengar, aku benar-benar harus sendiri…  Tuhanku, (entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya), jika kau beri aku satu lagi kesempatan, jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu, beberapa hari saja…  

Aku harus berkeliling, memohon ma’af pada mereka, yang selama ini telah merasakan zalimku, yang selama ini sengsara karena aku, yang tertindas dalam kuasaku.  

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini, yang kukumpulkan dengan wajah gembira, yang kukuras dari sumber yang tak jelas, yang kumakan, bahkan yang kutelan.   

Dan Tuhan, beri lagi aku beberapa hari milik-Mu, untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta , untuk berkumpul dengan istri dan anakku, untuk sungguh sungguh beramal soleh , Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu, bersama mereka …  

begitu sesal diri ini karena hari hari telah berlalu tanpa makna penuh kesia sia an kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya sama sekali mengapa ku sia sia saja , waktu hidup yg hanya sekali itu andai ku bisa putar ulang waktu ini…  

Aku dimakamkan hari ini, dan semua menjadi tak terma’afkan, dan semua menjadi terlambat, dan aku harus sendiri, untuk waktu yang tak terbayangkan …

(nn-milis)

6 comments on “Aku Dimakamkan Hari Ini

  1. mashuri
    15/12/2007

    it touchs my heart, very deep and real

  2. hdmessa
    16/12/2007

    thanks pak Mashuri ,

    all, we are on waiting list to go “there” ,
    please be prepared

    warm regards
    hm

  3. mas ii
    01/05/2008

    mas aku numpang ngopy ya!!

  4. hdmessa
    01/05/2008

    silahkan ,

  5. Galingbgt
    16/07/2008

    Salam kenal mas.

  6. hdmessa
    16/07/2008

    salam kenal juga,
    terima kasih kunjungan nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23/02/2007 by in poetry.
%d bloggers like this: