Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

campur sari nestapa

senja-di-gunung-malabar.jpg

Dalam kehidupan kita sehari2, kalau kita renungkan secara mendalam, kita akan bisa melihat betapa beragam nya nasib manusia dari kisah anak manusia yg penuh nestapa sampai kisah orang2 kaya yg hidup bergelimang kemewahan, bisa jadi jarak mereka tak begitu berjauhan.

sabtu pagi hari dengan seorang teman, saya pergi bersilaturahmi ke sebuah panti asuhan dalam lingkungansebuah pesantren yg sederhana , pesantren Arafah, di tepi waduk saguling di daerah cililin , kabupaten Bandung, sekitar 1,5 jam naik mobil dari kota Bandung . esok paginya merasakan keceriaan di acara pasar seni ITB di daerah elit Dago Bandung utara , dan sore nya menyaksikan pembukaan sebuah supermarket baru di daerah Bandung selatan Datang ke pesantren tsb , sejak masuk pintu gerbangnya , sudah terasa aura yg menggetarkan , pesantren seluas 2 hektar tsb , berada di tepi waduk saguling .Bangunan nya sederhana, menggunakan kayu2 bekas bongkaran bangunan sebuah perguruan tinggi di Bandung,kata kiai nya setengah bergurau, daripada dijadikankayu rongsokan, bongkaran bangunan tsb, lebih baik digunakan utk pesantren , amal jariyah nya akan terusmengalir…total jumlah santri nya sekitar 300 orang dari seluruh Indonesia.

dari ujung tepi bangunan ruang kelas, adalapangan kecil yg dinaungi pohon palem dan di bawah nya terlihat waduk saguling yg mulai dangkal karena kemarau panjang ini, masih terlihat beberapa perahu kecil dan keramba ikan yg mengambang disana. Area Pesantren tsb cukup lengkap, ada ruang sekolah,mesjid, asrama, dapur umum, bengkel. selain asrama utk santri juga ada asrama panti asuhan , dikelilingi pepohonan tinggi di sekitar nya , walau semuanya dibangun secara sederhana.  

Di panti asuhan , ditampung anak2 terlantar, yatim piatu bahkan yg cacat , spt bisu tuli , pincang , tunanetra, autis dll. kata kiyai nya , sering kali polisiatau pihak lain yg menemukan anak terlantar di pinggirjalan ,tak jelas siapa orang tua nya , kemudian dikirimkan ke pesantren tsb, dan kiyai nya tak pernah menolak , ditampung dan di asuh di panti tsb,melihatnya saya jadi teringat kisah madame theresa di India , yang banyak menyantuni orang2 miskin , orangterlantar , cacat dll. 

miris sekali hati ini , melihat anak2 kecil yg terlantar, cacat, dll, yg se usia dg anak saya , duduk termenung di depan panti nya , menatap dg penuh harap pada kita yg datang ke sana. Ketemu seorang anak kecil yg duduk memelas, saya coba ngobrol tanya namanya ,tapi ia diam saja , ternyata ia tuli bisu , kata pengurusnya , ia cacat bisu tuli, dan tak tahu siapa ayah ibu nya …, bagaimana ia akan bertanya karena bicara pun ia tak bisa , masya Allah, menyedihkan sekali nasib seorang anak kecil tsb hidup sebatang kara dalam usia yg masih muda.

Semua yg ada disana, para santri, anak terlantar dll , disantuni oleh pesantren , sebagian ada yg bisa bayar , tapi kebanyakan adalah mereka ygtak mampu bayar sama sekali, seperti anak2 terlantar tsb.  siang hari selepas zuhur , berdatanganlah dengan membawa piring kosong , anak2 tsb ke dapur umum, yg menyediakan makan ala kadar nya pula.dapur umum tsb, tiap hari menyediakan makan siang utk sekitar 300 orang santri dan anak asuh , yg memasak adalah ibu2 rumah sekitar dan santri putri, dengan bahan sayur, lauk pauk dari lahan pertanian di sekitar tempat tsb, saya sempat tanya utk 300 orang tsb, habis dana sekitar Rp 300.000 -an, coba bandingkan dengan jumlah yg kita habiskan untuk makan siang dg teman2 di restoran fast food di kelapa gading jakarta misalnya. 

terlihat lagi anak yatim piatu dan cacat bisu tuli tadi, dengan sabarnya menanti pembagian makan siang,ia tak bisa banyak protes karena tak bisa bicara ,melihat nya jadi terharu, sesak dada ini , hampir menetes air mata , terbayang begitu jauh nasibnya bila dibandingkan dg anak2 kita yg punya orang tua danbisa hidup cukup , makan enak, namun masih sering mengomel juga…bayangkan, apa yg ada dalam benak anak malang tsb,  tentang masa depan nya ?  ( tanpa sadar air mata pun turun berlinang… ) 

sungguh sebuah potret kenestapaan, nasib seorang anak manusia, namun wajah mereka tetaplah ceria , merekamelakoni hidup ini apa ada nyabetapa kesederhaan dan kemiskinan yg dialami seharihari, terasa jadi indah bagi mereka, se indah alam sekitar nya , pebukitan dan lembah yg terisi air waduk saguling. 

Dalam perjalanan pulang ke Bandung , masih terbayang wajah anak kecil yatim bisu yg sabar mengantri makan siang nya …. 

Esok pagi nya , saya pergi ke daerah Dago , kampus ITB, utk melihat pasar seni ITB , event tahunan yg legendaris, yg diselenggarakan oleh anak2 seni rupa ITB, hadir ke sana sekalian bernostalgia ke kampus yg telah lama ditinggalkan . Datang ke pasar seni tsb, dibandingkan dg perjalanan kemarin ke panti asuhan yg sederhana , terasa bagaikan memasuki sebuah dunia yg berbeda jauh   Pasar seni , dengan segala kemeriahan nya, begitu penuh sesak dg orang2 yg riang gembira , banyak stand2 yg menjual hasil seni, ada juga performance art ,kegiatan seni jalanan yg nyentrik, pertunjukan musik, “tumplek blueg” istilah mereka, sejak dari jalan ganesha seberang mesjid Salman sampai ke dalam kampusITB , satu hari itu demi seni, semua orang larut dalam kegembiraan.

Para turis lokal dari Jakarta yg berbelanja di factory outlet sepanjang jalan Dago pun, yg lokasinya tak jauh dari kampus ITB, menyempatkan pula untuk hadir ke sana . Nampaknya banyak, orang2 berduit , dari bandung dan jakarta yg hadir ke sana, apalagi masih tanggal muda,baru gajian . Datang pula anak2 muda nya dg pakaian2 yg nyentrik dan pasti mahal. bergembira ria ,berkeliling area pasar seni , yg begitu heboh .


Ada panggung besar pertunjukan musik yg hingar bingar oleh beberapa grup musik yg sedang kahot saat ini, spt band“Serieus” yg mana vokalis nya si Candil, adalah alumni seni rupa itb pula. Tapi tak nampak si Aming extravaganza yg juga alumni sana. menengok harga barang2 seni spt lukisan yg dijual ,rasanya susah utk dipercaya , bayangkan sebuah lukisan cat minyak seukuran 1m x 70 centi, bisa berharga puluhan juta rupiah , gambar nya pun sulit untuk difahami , dan aneh nya lagi ada tulisan sold out,artinya sudah terjual. 

Sebuah lukisan kaligrafi bisa berharga puluhan juga, padahal tulisan yg sama, ada saya lihat juga,tergantung di dinding kobong ( asrama ) pesantren ygsaya lihat kemarin , betapa sebenarnya jumlah uang yg sama, bisa digunakan utk fasilitas tempat tingg alanak2 tak beruntung tsb. siang harinya selepas sholat  zuhur, saya dan rekan2 makan siang sejenak di sebuah stand makanan , ternyata harga nya pun cukup mahal , kata pedagang nya karena stand nya pun mahal, jadi wajar saja lah , walau mahal ternyata pembeli pun antri.  akhirnya makan lah kita bersama ,kaget juga lihat bonnya, ternyata nilai makan kita bersama, sekitar 10 orang sama harga nya dg harga makan siang 300 anak santri dan panti asuhan di pesantren yg saya tengok kemarin… , can you imagine ? 

bayangkan betapa mudah nya kita , menghambur2kan uang, tanpa menyadari bahwa pada tempat yg lain, banyak orang2 miskin yg kelaparan…. betapa banyak orang2 kaya yg kelebihan uang ,membuang2 uang nya membeli barang2 yg sebenarnya bila tak mereka beli , tak lah membuat mereka menjadi susah hidup atau mati karena nya.. sempat ngobrol dengan teman yg buka stand, sewa standpada acara tsb, berdinding triplek ukuran 3×4 meter ,berharga sekitar 1 juta utk 1 hari saja…. bayangkan uang sejumlah itu, sudah cukup untuk membangun sebuah kamar asrama sederhana utk 4 orang anak panti asuhan , yg bisa ia tempati selama beberapa tahun…. membanding2 kan antara apa yg saya lihat kemarin (panti asuhan sederhana di pesantren ) dg apa yg saya lihat siang ini ( pasar seni ) , membuat saya tak bisa menikmati nilai seni yg dipamerkan , kenestapaan orang2 miskin , masih terbayang dalam pikiran ini…. betapa dalam jarak yg tak berjauhan, ada sekelompokorang yg bersuka ria , menghambur2 kan uang, dan ditempat lain ada sekelompok orang yg tak beruntung,hidup sederhana apa ada nya, tanpa masa depan yg jelas, begitulah kehidupan…. 

Malamnya hari selepas magrib , keluarga mengajak jalan2 ke sebuah supermarket yg baru dibuka, kebetulan dekat dengan rumah , dan dapat dicapai dg jalan kaki.  Hypermart , supermarket baru dalam kompleks MTC, jl Sukarno hatta- Bandung , baru dibuka dan menggelar pesta diskon. Supermarket berlokasi di lantai bawah ,dari atas kelihatan sepi saja, tapi mengapa parkir mobil dan motor begitu penuh ?saat turun ke lantai bawah , kaget juga ternyata sangat ramai yg berbelanja , padahal belum seminggu dibuka , kebetulan memang masih tanggal muda, baru pada gajian, tepat sekali pengelola tempat tsb mencari moment. banyak sekali barang yg dijual, khas supermarket,segala ada , sampai tempat kassa pembayaran pun ,antriannya panjang, butuh setengah jam kira2 utk membayar di kassa.  

Counter2 jualan begitu ramai dikerubuti pembeli,khususnya yg berlabelkan discount , saya coba lihat,barang apa saja sih yg dikerubuti para pembeli tsb ,ternyata banyak barang2 elektronik yg memang sedang didiskont kata nya , mulai dari HP, handy cam, TV, DVDplayer, MP3 player dari penampilan dan kendaraan nya para pengunjung saya bisa menilai kebanyakan mereka adalah kalanganmenengah bawah juga ,yg entah kenapa begitu terhipnotis utk membeli barang2 konsumtif yg tak esensial untuk kehidupan mereka.  Bagi kalangan menengah bawah, membangga2 kan diri pada tetangga ,bahwa ia telah memiliki sebuah barang elektronik baru, nampaknya menjadi kepuasan tersendiri bagi mereka .  betapa sebenarnya banyak keluarga kalangan menengah bawah kita , yg terhipnotis gemerlap konsumerisme,barang2 produk kapitalis negara maju , menghabiskan uang nya utk hal2 yg tak produktif.  

Seorang rekan, pekerja asing, tak habis heran ,betapa orang2 Indonesia sangat rakus membeli barang2yg tak penting , menghabiskan banyak waktu di pasar ,padahal di negara maju, orang hanya membeli barangseperlunya saja ,  

menurut sosiolog, itulah salah satu karakter “orang miskin” , walau banyak uang , ia masih berperilaku miskin ( tidak produktif ,tidak efektif )secara psikologis, dengan membeli sesuatu barang, iamewujudkan mimpinya , dg bisa memiliki suatu barang,ia serasa sudah menjadi orang yg berhasil, sebuah keberhasilan semu…. 

betapa hipnotis konsumerisme yg menjejali pikiran kita melalui TV, radio, koran dll telah menggerogoti sebagian keluarga kita. Mungkin terlalu rumit menjelaskan nya, bahwa itulah ujung dari sistem Kapitalisme neo liberal , yg mewarnai ekonomi duniasaat ini , betapa para produsen ,pengusaha para pemegang modal kapitalis , dengan kekuasaan nya yg menggurita , bahkan bisa menggenggam kekuasaan politis, telah mewarnai alam bawah sadar kita semua , contoh paling dekat, adalah iklan2 yg kita lihat di TV tiap hari. 

Ketika berada di supermarket tsb, pikiran sayaterpulang lagi pada anak2 miskin di panti asuhan tadi , yg hidup apa adanya dg makanan ala kadar nya ,  betapa harga utk membeli sebuah boneka barbie sebenarnya bisa utk makan siang 20 orang anak2 miskin tsb. Betapa harga sebongkah TV home theater , sebenarnya bisa untuk membuat tempat tinggal sederhana yg layak bisa ditempati oleh beberapa keluarga gelandangan miskin yg berumah berdindingkan kardus dan triplek dipinggir rel kereta api…  betapa…betapa……dan banyak betapa lain nya  betapa orang2 yg punya uang , begitu mudah nya menghambur2 kan uang nya utk sesuatu yg tak begitu penting, padahal pada sisi lain, betapa banyak orang2 miskin ygsusah payah utk bisa mendapatkan sesuap nasi di hari tsb mungkin stigma bangsa koeli , yg berkeringat banyak ,demi sesuatu yg tak produktif , sehingga ia tak keluar dari lingkaran kemiskinan masih membelenggu kita semua.. , pada sisi lain, ada orang kaya ,setidaknya mereka yg hidup berkecukupan tak mau peduli dengan orang lain.  saya banyak bertemu rekan2 yg sudah mulai kaya raya ,ia lebih cenderung berfoya2 , menikmati hidup dan takmau peduli dengan orang lain. kilahnya, ini kan usahakerja keras saya, wajar saya menikmati nya , orangmiskin itu mah salah nya sendiri kenapa malas kerja…:??? , dan banyak argumen lain nya 

Menurut hadits nabi, salah satu tanda manusia yg baik,ialah mereka yg banyak manfaat nya bagi orang lain ,kepedulian pada sesama, membantu orang2 yg tak beruntung , orang2 miskin, cacat, terlantar dan orang2tak beruntung lain nya demikian lah sekelumit episode kehidupan yg saya alami, melihat anak2 penuh nestapa di panti asuhan,kemeriahan pasar seni dan nafsu belanja disupermarket. 

Alam terkembang jadi guru , kata paman saya di ranah minang sana , Iqra ( baca lah ) kata ustad saya (termasuk membaca / merenungi kondisi sekitar kita )

Kita perlu belajar, merenung dari alam sekitar,kehidupan sehari hari yg kita lalui , melihat pula dengan mata hati.menyetel “senar gitar” hati nurani kemanusiaan kita,agar bisa mengalunkan melodi yg indah, mewarnai kehidupan ini. 

Peduli pada sesama manusia , pada orang2 yg tak seberuntung kita kehidupan nya, orang2 yg hidupnya dibelit nestapa kehidupan , karena pada hakikat nya kita semua yg diberi kesempatan hidup yg sama di dunia yg fana ini. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23/02/2007 by in Inspiration story.
%d bloggers like this: