Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

antara perasaan dan pikiran

Seseorang bila ingin menunjukkan tentang pikiran, biasanya menunjuk kepala yg merupakan posisi otak. Bila ingin mengungkapkan perasaan hati nya, biasa nya memegang dada untuk menunjukkan posisi hati nya, walau sebenarnya hati (lever) kita posisi nya agak di bawah, yg ditunjukkan ke dada, sebenarnya adalah posisi jantung / paru paru. 

Sudah terpatri asumsi bahwa akal pikiran berada di otak dan emosi perasaan berada di hati, ada jarak yg jauh antara pikiran rasional dengan perasaan hati, padahal sebenarnya pikiran rasional dan perasaan berada berdekatan. Orang yg hati ( lever ) nya sakit , sakit lever, hepatitis dll, ternyata tidak dengan serta merta, menjadi sakit pula karakter emosi nya, perasaan nya nya tak berubah , tetap saja. 

Namun beda halnya dg orang yg mengalami luka di otak nya,seperti jatuh dan mengalami gegar otak, bila parah sebagian fungsi akalnya akan terpengaruh, semisal lupa ingatan (amnesia) atau ada fungsi saraf nya yg terganggu/ cacat anggota badan. Tapi itu hanya mempengaruhi hal2 yg ingatan saja, sedangkan mengenai daya pikir tak banyak berubah, misalnya setelah gegar otak, seseorang jadi bodoh, tidak juga. 

Sehingga jadi misteri, kalau begitu dimanakah lokasi nya pikiran dan perasaan kita berada dalam tubuh ini ? Ada sebagian orang berpendapat itu berada di otak kecil / otak belakang yg menurut sebagian orang adalah lokasi berada nya alam bawah sadar seorang manusia, namun alam bawah sadar pun , hanya lah tempat penyimpanan memori juga yg memiliki karakter khusus, memberikan landasan aktivitas kegiatan seorang manusia, namun alam bawah sadar tak bisa pula membuat perintah. Tetaplah pikiran dan emosi kita yg memberikan perintah untuk melakukan apa yg kita inginkan. 

Sehingga akhirnya tetap misterius dimana sebenarnya pikiran dan emosi kita berada, apalagi kalau kita bertanya lebih jauh , tentang ruh (spirit) seorang manusia Pikiran, emosi dan ruh, sebenarnya adalah satu kesatuan yg bagaikan rumah memiliki beberapa ruangan. Namun tak bisa dijangkau oleh ilmu empirik ( biologi/kedokteran ) sekalipun, karena itu semua ( ruh, pikiran, emosi ) adalah suatu yg bersifat immateri, tak berwujud, suatu hal yg bersifat transedental , dititipkan oleh Allah swt, pada jasad kita… 

Kita sebagai manusia sebenarnya mendapat karunia yg sangat besar, antara lain dengan hal2 yg bersifat transedental tsb, namun hanya sebagian kecil manusia yg berhasil membangkitkan potensi tsb sepanjang hidupnya. Aktivitas keberagamaan seorang manusia, baik dalam posisi horizontal dg sesama makhluk maupun secara vertikal dg Allah swt yg menciptakan kita semua, adalah proses yg membangkitkan dan mencerahkan karunia besar tsb

namun walau bagaimana pun sampai saat ini , masih banyak misteri tentang diri kita sendiri, terutama mengenai Ruh, yg sudah dinyatakan dalam kitab suci, bahwa ttg Ruh, adalah rahasia Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16/04/2007 by in horizon - insight.
%d bloggers like this: