Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

belajar dari kepiting

Di suatu daerah, masyarakat pedesaan nya gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil, namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu ditangkap pada malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom, tanpa diikat. Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus, lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari.  Yang menarik, tentu saja kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun, seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.

Jurusnya hanya satu, si penangkap tahu betul sifat para kepiting itu. Jika ada seekor kepiting yang nyaris meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Bila ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun. Begitu seterusnya, sampai akhirnya tak seekor kepiting pun yang berhasil kabur dari baskom.  Keesokan harinya, sang penangkap tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

Begitu pula dalam kehidupan ini, tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.  Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita meraih keberhasilan, kita malahan berprasangka buruk: jangan-jangan keberhasilan itu diraihnya dengan jalan yang tidak benar.

Atau melakukan tindakan2, yg merugikan, sehingga dia gagal mencapai tujuan nya, dan hal tsb membuat kita senang ( senang karena yg lain gagal )  Apalagi dalam bisnis atau bidang lain yang mengandung unsur Apalaig dalam bisnis, kompetisi. Sifat iri, tak mau kalah, atau munafik, akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari, tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.  Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.

Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bahkan bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti: kita menang dalam kehidupan ini.  Gelagat seseorang adalah “kepiting” antara lain:   1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) dan menjadikannya sebagai acuan dalam bertindak.  2. Hobi membicarakan kelemahan orang lain, tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk merintangi orang lain yang akan sukses dan melupakan usaha mensukseskan dirinya dengan cara yang positif.  Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yaah… dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya..  Coba renungkan, berapa waktu yang kita pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi “pemenang” dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Seandainya kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk memikirkan cara- cara pengembangan diri yang positif, niscaya kita akan berkembang menjadi pribadi yang lebih sehat dan dewasa.

Di tempat yg lain, ada lagi cara yang unik untuk menangkap kepiting yg berada di dalam air.  kepiting tsb dirojok rojok dg semacam galah kayu yg panjang , karena di rojok2 demikian, kepiting tsb marah, dan mencapit kuat kayu tersebut, setelah kepiting mencapit kayu tsb, nelayan dg mudah akan menariknya ke atas , tertangkaplah kepiting tsb. Karena kepiting punya sifat kalau sudah mencapit, ia akan terus menjepit dengan kuat, tak dilepaskan nya.

Pelajaran nya ialah bahwa kepiting tersebut marah, teganggu , ia terpancing emosi , sehingga mencapit kayu dg kuat padahal hal tsb, merugikan nya , ia jadi tertangkap.  Analogi nya utk manusia, banyak juga manusia yg cepat terbawa emosi , karena sesuatu hal yg mengganggu nya

bisa jadi ia memang ia sengaja dipancing emosinya,  dengan maksud tertentubila ia terpancing emosi dan bertindak emosional akhirnya ia terbawa perangkap lawan nyaistilah politis nya , bergoyang, terbawa irama gendang lawan , kasus tsb sering kita temui dalam negosiasi bisnis atau politis

15 comments on “belajar dari kepiting

  1. denni
    30/04/2007

    Kang Hendra …. bagus ceritanya … boleh saya copy n bagi2 ke teman?

  2. hendra
    01/05/2007

    mangga wae
    silahkan kang Deni,

    hm

  3. Gembong
    17/07/2007

    kadang manusia menjadi lupa diri
    larut tergiring emosi……
    sedang dia adalah pengembala mahir
    tapi jangan sampai jadi domba-dombanya

    karena……

    kau akan masuk kedalam jurang nista
    penuh lumpur dan sesak

    atau mungkin

    kau….

    adalah penghuninya

  4. Gembong
    17/07/2007

    galussia@yahoo.co.id

    HIDUP KEPITING……….

  5. hendra
    17/07/2007

    terima kasih banyak pak Gembong,
    atas komentar nya,

    mudah2 an kita semua selalu selamat,
    dalam lika liku perjalanan hidup ini

    salam

  6. niez sibuk tugas
    05/11/2007

    tujuannya mo cari referensi filosofi tugas, malah nyasar ke analogi beginian.
    *senyum sendiri
    ternyata selain bisa dibuat referensi filosofi tugas, kepiting juga bisa jadi analogi sefat manusia…
    ahahahaaa…
    keren, mas…

  7. Hendra
    05/11/2007

    terima kasih Niez, sudah nengok di tengah kesibukan tugas nya.

    yah, begitulah, banyak sisi bisa kita ambil dari suatu hal, walau hal kecil spt kepiting sekalipun

    salam
    hm

  8. p2kafe
    13/11/2007

    Mas Hendra, ini gambar kepiting bener ya? bukan rajungan? hehe.. maaf, pertanyaan iseng tapi serius. Saya sedang membuat tulisan ringan tentang perbedaan rajungan dengan kepiting sih..😉

    alumnus SMA 3 ya? saya tetangga nih, di SMA 5-nya..😀

    lam kenal..

  9. Hendra
    13/11/2007

    salam kenal juga, terima kasih sudah singgah,

    he..he..he…, saya juga malah kurang jelas perbedaan antara kepiting dan rajungan, ditunggu deh hasil penelitian nya

    betul saya dari sma3 bdg,
    senang juga ketemu tetangga sekolah,

    salam
    hm

  10. Teddy
    26/04/2008

    Bgus bner y peljrn yg ka2k ambl.cb byngnkan seekor kpiting bs mencrahkan beberapa khdupan dmsyrakat.keren dch pkoknya:>

  11. hdmessa
    27/04/2008

    thanks Teddy,

    yah, kalau kita jeli, banyak pelajaran bisa diambil dari alam sekitar kita, alam terkembang jadi guru

    salam

  12. nafarin
    28/09/2011

    subhanallah yah, izin copas..

  13. hdmessa
    06/10/2011

    silakan saja Nafarin,
    syukur lah memberi manfaat

  14. lolly
    15/07/2013

    Nemu link kesini dari komen seseorang di FB….. kajian yang kereeennn….
    Semoga kita bisa terus belajar dari alam dan hikmah yang ada didalamya…

    • hdmessa
      20/07/2013

      terima kasih Lolly kunjungan nya ,

      syukur memberi manfaat

      salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16/04/2007 by in horizon - insight.
%d bloggers like this: