Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Menyalakan lilin2 kecil daripada mengutuk kegelapan

 lilin-kecil.jpg

Beberapa waktu yg lalu saya sempat menghadiri suatu acara dg pembicara pak Ery Ryana Harjapamekas , wakil ketua KPK. Ada ungkapan bagus mengenai bagaimana kita menghadapi korupsi dari pak Ery Ryana H, mengutip ucapan salah satu tokoh sejarah , ” Marilah kita mulai menyalakan lilin2 kecil, daripada mengutuk kegelapan ”. Sebagai institusi yg menangani masalah korupsi, masalah yg bersifat cultural & systemic perlu usaha besar utk menghadapinya, KPK perlu support dari berbagai pihak , termasuk dari masyarakat luas , antara lain juga komunitas alumni sekolah kita. Keberadaan KPK berada diantara 3 pilar, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat umum. Support dari masyarakat umum adalah lebih fair dan langgeng sifatnya, dibanding 2 pilar lain nya.

Komunitas2 masyarakat, adalah salah satu contoh bagian dari masyarakat umum , yg merupakan bagian dari 3 pilar tsb di pemerintahan, bisnis dan masyarakat . Suatu langkah mulia bila setiap komunitas2 kecil kita bisa mulai menyalakan pula “lilin2 kecil” , menghadapi kegelapan belantara korupsi (KKN ) , kalau mengutip kalimat Aa Gym, “mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yg kecil” . Daripada banyak mengeluh dan memprotes berbagai kebobrokan yang terjadi, namun tak menyelesaikan masalah, lebih baik, kita memulai melakukan kebaikan dengan hal2 yg kecil.Dari sisi perusahaan bisa dg mulai menerapkan Good Corporate Government system, dari sisi individu dimulai dg membangun integritas dan komitmen diri mengenai kejujuran dan profesionalisme.Dari sisi birokrasi, KPK mengusulkan pada pemerintah utk melakukan Reformasi birokrasi dari segala segi, sejak dari sistem rekruitmen ,merit system dan fungsi manajemen operasi secara umum.

Dari sisi bisnis, sebenarnya tetap ada pasar walau kecil ( niche market ) , yg bisa diraih tanpa melakukan praktek korupsi , istilah nya ” Island of Integrity” market , memang masih kecil , dan usaha kita untuk memperluas Integrity market ini , akan sangat bermanfaat besar ( misal kita sebagai purchasing manager , pimpro atau decision maker lain nya, bisa memulai menegakkan dan memperluas Integrity market ini )

Korupsi sendiri, adalah masalah kultural yg sistemik, yg memang tak mudah utk menyelesaikan nya , karena itulah cara penanggulangan nya harus sistemik pula dan perlu power yg kuat , khususnya keteladan dari pemimpin.Mahathir di Malaysia dan Lee Kuan Yew di Singapura , bisa jadi contoh berharga. stigma bangsa Melayu malas atau Chinese yg kurang bersih (maaf ) , berhasil dirubah oleh Mahathir dan Lee Kwan Yew dalam waktu yg cukup lama juga. Lembaga spt KPK di Malaysia dan Singapura, telah berdiri hampir 30 – 40 tahun , di Indonesia telah lama ada juga , tapi tidak kontinyu, KPK adalah lembaga yg ke-7 ,didirikan mengenai penanganan korupsi di Indonesia, semoga bisa tetap konsisten.

KPK sendiri punya target, 12 tahun lagi Indonesia , bebas korupsi , entahlah apakah muluk2 atau tidak target tsb , tapi sbg masyarakat umum yg menginginkan keadaan yg lebih baik, peran serta kita semua di harapkan , sekecil apa pun, demikian pesan pak Ery ( entahlah apakah muluk2 atau tidak target 12 tahun tsb , tapi telah dimulai dan bisa jadi bukan kita yg menikmatinya kelak )

Dari uraian pak Ery, ada yg menarik, ttg penanganan korupsi, bahwa selain dari sistem , hal tsb adalah juga mencakup integritas / komitmen diri , seorang individu , bisa dikata sekolah2 kita belum bisa memberikan pendidikan ttg hal tsb , karena hal itu semua dibangun dalam jangka waktu yg lama . Ada satu hal yg perlu di ingat juga, bahwa usaha pemberantasan korupsi akan menghadapi tantangan keras dari berbagai pihak yg selama ini menikmati nya, akan timbul gerakan balik , susahnya distribusi BBM saat ini dan berbagai masalah crucial lain nya , yg baru timbul belakangan ditengarai adalah suatu bentuk kick back dari pihak2 yg menolak pemberantasan korupsi.kalau kita ingat jaman sekolah baheula , proses pendidikan apa yg kita terima dalam hal pembangunan integritas diri /komitment tsb ,bisa dikata sedikit sekali ?

Bagaimana membangun Integritas, komitment , kejujuran, transparansi dan profesionalisme , pada diri kita sendiri rasanya tak terlambat juga , walau kita mulai saat ini kalau kita mau jujur pada diri sendiri, kita bisa introspeksi mengenai integritas diri ini berdasar pengalaman hidup kita sendiri, dg beberapa pertanyaan tajam spt ;

Saat jaman sekolah dulu, apakah saat ujian kita pernah nyontek ?, atau tindakan bohong lain nya ?

Apakah kita selama ini pernah membohongi wanita ( jaman muda dulu atau saat sudah jadi om..om.. he..he.he )

Apakah untuk memudahkan urusan dengan pihak pemerintah, seperti mengurus surat2 kita nyogok juga agar urusan mudah ?

Bisa jadi , tak ada orang yg tahu, tapi Tuhan yg maha tahu, tahu semua tentang diri kita dan kelakuan kita, Segala sesuatu ada timbal balik nya, selalu ada kesetimbangan alam

2 comments on “Menyalakan lilin2 kecil daripada mengutuk kegelapan

  1. Pingback: Modal kreatif, Kita sudah punya !!!! « Catatan Ide

  2. Hendra Messa
    10/09/2007

    kumpulan lilin2 kecil, lama kelamaan akan tambah banyak akan terang benderang juga ,

    thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24/05/2007 by in horizon - insight.
%d bloggers like this: