Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Perbincangan sampah

garbage.jpg 

Banjir besar yg melanda kota Antah berantah, telah menyebabkan banyak rumah terendam, banyak rumah2 yg berada di pinggir sungai terkena banjir air bah yg membuat banyak barang2 di rumah, terbawa hanyut oleh banjir air bah tsb. Barang2 tersebut terbawa hanyut ke sungai cilamun yg membelah tengah kota, sampai akhirnya untuk sementara terhenti di pintu air maranggi yg juga berfungsi sebagai pengendali aliran air bila banjir melanda kota.  

Biasanya sampah2 yg menyangkut di pintu air tersebut, diangkat oleh petugas pembersih pintu air untuk diletakkan di tempat penumpukan sampah sementara, sebelum di bawa ke tempat pembuangan sampah akhir. Bercampur aduk tak beraturan lah, semua barang2 tsb, sebagian sudah rusak, kotor tertutup lumpur. campur aduk mulai dari batang2 kayu, sampai barang2 rumahan spt sepatu, tas, buku, baju, karpet, dompet, jam, sabun bahkan hp rusak juga ada.. 

Di tengah keheningan malam gelap sehabis hujan gerimis mereda, tiba2 dari tengah tumpukan beraneka ragam barang hanyut dan sampah2 yg tersangkut di pintu air tersebut, terdengar suara kayu berderak, ternyata suara batang kayu yg terbawa hanyut ke sungai tersebut ; Dughh, pegel2, batang ini euy, terhantam pinggiran dan batu2 sungai ketika terbawa hanyut dari hulu sungai sana…yah, itulah si batang kayu pohon jengkol yg tumbuh di belakang villa mewah yg berada dataran tinggi dimana sungai cilamun berhulu.. Kenapa yah, manusia serakah sekali, tanah tempat ku tumbuh, di lereng gunung sana, dibuat bangunan, banyak teman2 ku sesama pohon yg ditebangi..,  eh setelah jadi bangunan nya, malah jarang ditempati pula, palingan saat liburan doang…, aneh benar bangsa manusia, setelah pohon2 digusur kemudian dibuat villa2 mewah, jarang ditempatin lagi, mubazir amat , kata batang pohon jengkol dg memelas..   

Eh, ternyata batang kayu, bisa ngomong juga yah, kata buku yg terselip diantara batang kayu, tapi aku sekarang sedih juga, kertas2 ku telah basah dan hancur, tak bisa dibaca lagi, memang orang2 sekarang sudah tak peduli buku lagi, tak mau belajar, dulu aku tersimpan rapi di lemari gudang, tapi tetap saja jarang dibaca apalagi di amalkan. Padahal tuan ku itu, dulunya jaman lagi sekolah, rajin sekali baca buku ,apalagi mau ujian, tapi selepas itu, setelah, mereka lulus sekolah, mereka seolah telah melupakan buku2 tsb. Capek2 belajar di sekolah membaca buku sampai jungkir balik, tapi kemudian setelah di dunia kerja, buku2 yg telah dibacanya bagai dilupakan saja, malah sekarang sudah jarang baca buku, kalau nggak baca Koran, yah nonton tv saja kerjaan nya…., sehingga akhirnya aku hanya disimpan di gudang sempit, serasa terpenjara, sampai akhirnya bisa juga jalan2 keluar, karena gudang rumah tuan ku, kena banjir air bah, sehingga hanyut pula isi gudang nya….  

Manusia sekarang banyak yg malas belajar, malas membaca buku, walau dibacakan juga buku kitab suci, yg jadi petunjuk kehidupan, malas juga dengar nya, atau kalau pun didengar, tak di amalkan atau malah di sepelekan sama sekali………kata buku dg sedih nya…  Karena tak terbiasa membaca buku, mereka2 tak terbiasa pula untuk bisa belajar dari berbagai hal, dari alam, kehidupan sehari2 & pengalaman masa lalu, sebenarnya kalau manusia mau belajar, mau mengamati, mengambil hikmah seperti kata pepatah “alam terkembang jadi guru”, mereka bisa merancang masa depan nya dg lebih baik, karena hanya keledai lah yg terjatuh ke lubang yg sama.. 

wahai buku, kita temanan dong, kata tas yg berada tak jauh dari sana, dulu aku juga suka dipakai membawa kamu, buku, tapi sekarang lain lagi isi tas ini, banyak barang2 berharga yg dibawa oleh ku ( tas ), bepergian ke berbagai tempat, banyak bawaan nya, pegel juga nih.. kata tas.manusia ingin mengisi sebanyak2 nya materi pada tas nya (kekayaan) , seperti pulang belanja dari supermarket, mereka ingin memiliki semuanya, walau tak selalu dipakai juga, sampai akhirnya mubazir.   

manusia ingin banyak memiliki kekayaan, ingin membawa sebanyak mungkin “bekal materi dunia” dg tas ini, tapi mereka lupa, mengisi “kantong amal” nya, dengan amal kebaikan yg menjadi bekal perjalanan mereka sampai ke akhirat kelak. 

hei tas, lu ternyata bisa ngomong bijak juga, tapi sory yah, kamu masih rendahan, miskin, belum gaul elit kayak gua nih, kata sehelai baju yg tak beraturan lagi bentuknya , gua ini dulunya berasal dari luar negeri, Paris , jauh perjalanan gua, kata baju haute couture merek Prada, dg sombong nya eh, kamu jangan sombong dulu, kata sepatu dari cibaduyut Bandung , tahu nggak Prada itu pakaian nya setan, kan ada film nya “The devils wear Prada” …, nah kena lu, ternyata kamu hanya banyak gaya2 an doang, tapi ternyata norak  …he..he..he.., kata sepatu butut dg ketusnya. 

terus buku menyela, tapi memang jaman sekarang ini setan lagi naik daun, lagi jadi favorit , dari Inggris sana, setan merah, klub sepakbola em-yu, malah di puja2 orang di seluruh dunia….. , barang2 dan sampah2 pun bengong karena nya,  “Kok sekarang manusia, malah akrab dg setan, yg sebenarnya adalah musuh sejati dari manusia itu sendiri, kata tas butut dg kerut wajah, bingung nya yah, memang begitu lah manusia saat ini, mereka sudah malas untuk bercermin, kata cermin kaca yang dari tadi duduk diam saja memperhatikan percakapan barang2 lain nya.

Bahkan sebagian banyak yg tak mau lagi bercermin sama sekali, termasuk bercermin dari sejarah manusia, betapa kalau musuh seperti setan malah dijadikan  teman akrab, akan celaka jadi nya.. 

Banyak bencana dan musibah yg telah terjadi, gempa, kecelakaan atau banjir seperti yg kita alami saat ini, belum bisa juga jadi cermin, jadi pelajaran bagi manusia.  Sebagai cermin yg sebelumnya terpasang di dinding rumah tuanku, orang2 hanya mau bercermin dari penampilan kulit luar nya saja, namun mereka tak mau berkaca tentang hati, kelakuan, pengalaman masa lalu dan berbagai kejadian alam.Mereka hanya mempercantik tampilan luarnya saja, tapi lupa memperbaiki tampilan dalam hati dan amal perbuatan nya…. 

Sepatu buatan cibaduyut dari bandung, yg teronggok kumal di balik kayu, berkata pula tentang kelakuan manusia, aku digunakan untuk melindungi kaki tuan ku dari menginjak tanah, dan benda2 kotor lain nya , walau banyak amal ku, tapi tetap posisi ku di tempat paling bawah.  Walau tuan ku tahu bahwa sepatu ini berguna untuk melindungi kaki dari menginjak tempat2 yg becek sampai karpet mewah, tapi ia lupa bahwa ia sering tanpa sadar telah juga “menginjak- nginjak” hak hak orang lain, “menginjak” bawahan nya, melukai, menghina menyakiti hati orang lain…  Dompet yg terselip diantara sampah2 lainnya, ikut bicara juga, saya teh tempat menyimpan benda berharga dan selalu dijaga oleh tuan ku, tapi entah kenapa aku disimpan di dekat tempat yg kurang sopan di bagian belakang tubuh tuan ku…ha..ha..ha..ada2 aja kamu mah, abis mau di simpan dimana lagi kata tas menyela ?, mungkin di sana tempat yg paling pas, terima saja deh nasib mu itu . benar juga kamu tas, he..he.he, ya saya terima deh nasibku ini.

Teman2 sekalian,  sebagai dompet saya tahu dong kemana saja tuanku mengeluarkan uang nya, tuanku itu boros banget mengeluarkan uang ketika belanja atau membayar2 kesenangan pribadinya, tapi susah sekali mengeluarkan uang ( pelit ) bila diminta2 oleh pengemis apalagi kalau nyumbang ke mesjid, kalau pun nyumbang juga, paling pakai uang kecil doang yg nilainya tak seberapa… 

Dibanding barang2 lain, mungkin aku agak mendingan dikit yah posisi nya, karena aku berada di pergelangan tangan nya dan dibawa kemana2 kata jam tangan, yg dari tadi turut juga memperhatikan perbincangan seru tsb. tapi sayang nya tuanku hanya menjadikan aku ( jam ) sebagai pajangan doang, untuk kebanggaan dirinya, walau sebenarnya ia tak benar2 memperhatikan waktu , ia malah sering menyia nyiakan waktu, membuang2 waktu nya utk hal2 yg tak berguna.kalau telah tiba waktunya ibadah spt sholat, malah tak dihiraukan nya, terlambat atau sampai tak dilakukan sama sekali, kalau janjian, malah sering telat, padahal jam selalu ada di tangannya.

Teman2 tuanku sering meledek aku dg sebutan jam karet, padahal badan jam ini ,terbuat dari logam, tidak melar seperti karet ? yah pokoknya mah susah dimengerti lah, manusia punya jam sebagai alat untuk mengetahui waktu, tapi ia sering malah menyia nyiakan waktu hidupnya untuk hal2 yg sia2, menyepelekan waktu utk hal2 yg sebenarnya lebih penting spt ibadah, merugilah manusia yg seperti itu, karena salah satu tanda orang yg merugi ialah mereka yg menyia nyiakan waktu yg seolah2 gratis, selalu tersedia, padalah suatu saat waktu pun akan habis, karena manusia, hanya sekali melalui kehidupan di dunia ini  

Banyak barang2 tsb yg akhirnya malah menjelek2 an kelakuan tuan nya, tapi beda hal nya dg karpet hijau yg terlipat kotor di tepi pintu air tsb,  aku malah bangga dg tuanku, aku tadinya karpet yg ada di mushola rumah tuanku, aku sering digunakan sholat dan pengajian, selalu dijaga kebersihan nya, senang dan bangga sekali aku jadi karpet, karena digunakan untuk kebaikan, seandainya ada karpet juga yg ikut ke surga untuk, mungkin aku bisa ikut dg tuanku…. 

Tapi tak semua karpet nasibnya mulia spt kamu karpet hijau kata karpet merah yg berada di sebelahnya, aku karpet merah dari ruang kamar hotel remang2, tempat aku berada malah sering digunakan untuk kegiatan maksiat, mungkin kalau ada karpet yg ikut ke neraka, mungkin aku akan terbawa pula jadi nya, ihhh takut … sampah2 lain pun, terdiam mendengar percakapan karpet tsb , buku yg pintar pun bercerita, bahwa kita ini bangsa sampah2an , tak akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak, sampai masuk surga atau neraka segala, itu mah khusus untuk manusia, karena itu untuk hal tsb perlu berbahagia jugalah kita bangsa2 sampah ini, tak ada pertanggungjawaban di akhirat kelak.  tek..tek..tek..tek…, bersorak juga para sampah2 tsb ( tek..tek..tek…begitulah bunyi tepuk tangan sampah ) 

Di balik karpet merah, ada terselip, HP merek Siemens C35 yg walau sudah dekil bulukan, akhirnya ikut cerita pula, kalau cerita yg rada2  miring aku sih banyak juga, sstt, tahu nggak di HP ini , tersimpan banyak sms2 dari tuanku, yg sebagian diantaranya berisi sms2 mesra yg rada2 norak ngajak selingkuh pada wanita lain , padahal tuanku itu, telah punya keluarga dan umurnya sudah mulai tua, tapi tetap saja sering menganggu wanita lain nya, seperti kelakuan anak muda, kenapa yah manusia kok tak pernah puas, tak tahu diri ….. 

seprei   kusut pun akhirnya tak mau kalah ingin bercerita banyak juga tentang kelakuan manusia di atas tempat tidurnya , tapi bantal tiba2 berkata, ssttt jangan bongkar2 rahasia  dong, kasihan pula manusia sampai urusan pribadinya dibeberkan pada umum…, maaf rekan2 sampah sekalian, cerita dari seprei , kita jadikan off the record saja yah… , kita perlu juga menjaga aib, kehormatan manusia, janganlah mengikuti kelakuan sebagian manusia yg senang membongkar dan menyebarkan kejelekan2 orang lain. ternyata walaupun tampilan nya kusut, seprei, hati nya tidaklah kusut pula. 

sabun mandi yg dari tadi diam saja, ikut bicara pula, saya ini, jadi alat pembersih tubuh mereka saat mandi, membersihkan kotoran & debu dari tubuh manusia. Mereka tak lupa untuk selalu membersihkan tubuhnya tiap hari, sehingga tubuhnya bersih, segar dan harum, namun mereka lupa untuk membersihkan pula kotoran2 dalam hati mereka, kelakuan mereka dan dosa kesalahan mereka, padahal seandainya kelakuan dan dosa2 tsb punya aroma bau juga, pasti tubuh manusia tsb akan lebih bau daripada orang yg tak mandi berhari hari… 

Akhirnya riuh rendah lah, tempat penampungan sementara sampah di pintu air tersebut, masing2 mereka ingin berbagi cerita , tentang pengalaman mereka digunakan oleh manusia , tapi suara keributan tsb tak sampai didengar oleh manusia, mereka berbicara dalam bahasanya  bangsa sampah…

Seandainya manusia bisa mendengar, mungkin ia akan malu karena nya, terbongkar semua aib2 nya. Cobalah , bayangkan sendiri oleh kita, bilamana benda2, alat dan apapun yg kita gunakan sehari hari bisa bercerita banyak tentang kelakuan kita….,  …mmhh… Namun walaupun benda2 tsb tak melaporkan kelakuan para manusia, tapi yakinlah, tetap ada malaikat yg selalu merekam, mencatat segala kelakukan kita sehari2, selama ini, yg terlihat atau tersembunyi. Bagi Tuhan, selembar daun yg jatuh, ataupun getaran suara hati seorang manusia, tetap akan bisa terdeteksi.  

Di akhirat kelak, bahkan anggota tubuh kita sendiri yang akan melaporkan kelakuan2 kita selama ini ; kaki kemana saja telah melangkah, mata apa saja yg telah dilihat, tangan tentang apa saja yg telah diperbuat, lidah, tentang apa saja yg telah diucapkan selama ini, perasaan apa saja yg terbersit dan semua anggota2 tubuh lain nya, mereka semua akan jujur menyampaikan apa ada nya. 

Namun untuk saat ini , dalam hidup di dunia yang sedang kita jalani saat ini, kita sendiri lah yg menentukan kelakuan kita sehari hari, kitalah yg mengendalikan semuanya,  apapun mau kita, human freedom of choice, tapi yakinlah suatu saat kelak, kita akan dimintakan pertangunggjawaban atas semua itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 09/07/2007 by in Inspiration story.
%d bloggers like this: