Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

The journey of love

musim-bunga-di-kebun-teh6.jpg

Beberapa waktu yg lalu, saya dapat undangan dari teman2 masa sekolah dulu yg mengabarkan tentang rencana kegiatan reuni teman2 sekolah, senang juga bisa bertemu dg teman2 lama yg sudah sekian tahun tak bertemu. 

Saat reuni berlangsung, aneh juga rasanya, bertemu dg teman2 lama yg sudah banyak berubah penampilan nya, memang lebih necis dan rapih dibandingkan saat remaja dulu, tapi walaupun dg pakaian dan dandanan yg rapih tetap tak bisa menyembunyikan tanda ketua an, rambut yg mulai botak atau pun tetap lebat namun telah putih beruban, perut mulai buncit . Lebih tampak lagi pada rekan2 wanita yg dandanan menor nya tetap tak bisa menyembunyikan tampilan fisik yg mulai menua, tumbuh lebih gembrot, kulit wajah yg mulai keriput, rambut yg memutih, kaki yg tak lagi gemulai dan tanda2 ketuaan lain nya. 

Ketika berkumpul dg teman2, sempat kaget juga lihat seorang ibu2 yg walau dandanan nya menor, tapi tak bisa menutup tampilan fisiknya yg gemuk, langkah yg berat dan wajah yg mulai keriput yg tak bisa ditutupi bedaknya yg tebal, kita pun saling berbisik, siapa yah, rasanya kok kenal ?. Setelah coba di ingat2 siapa yah, ibu2 tsb ? Ooh, itu kan si Neneng, kembang nya kelas kita dulu, kata Yudi, teman sebangku dulu.

Barulah kemudian kita ingat, yah si Neneng, tapi kenapa kok ia berubah begitu banyak tampilan fisiknya, Dadang temanku lain nya bilang, memang bahwa wanita dalam hal fisik, akan tampak lebih cepat tua di banding laki2. Akhirnya kita jadi teringat, bahwa si Neneng yg dulu begitu menawan, menjadi rebutan kita semua, teman laki2 sekelas, semua orang ingin jadi pacarnya si Neneng, semua kita bersaing demi mendapatkan nya, sampai si Yudi dan Dadang pun hampir berkelahi karena nya, mengingatnya kemudian, kita hanya bisa tertawa2 saja, mengingat lagi kelakuan di masa lalu tsb. Yudi, bilang, nggak rugi lah, dulu cinta saya ditolak oleh si Neneng, lihat sekarang penampilan nya tak begitu menarik lagi; gembrot, jelek dan keriput. Sekarang mah saya nggak tertarik lagi sama dia … Jangan begitu Yud, kata Dadang, bukan nya , kamu dulu mengejar2 dia habis2 an, sampai sempat dikejar anjing waktu mau ke rumah si Neneng…ha…ha..ha…ha…. Yah, kita hanya sempat tertawa2 saja mengingat masa lalu yg konyol tsb Perasaan spt cinta , benci, adalah hal yg sangat situasional, tergantung situasi dan kondisi saat kita mengalaminya.

Cobalah ingat2 pula masa sekolah dulu, kuliah atau sebelum menikah, betapa banyak wanita atau pria yg kita idam2kan dulu, kalau ketemu lagi saat ini terasa berbeda. Betapa seseorang yg kita kejar2 setengah mati, sampai cinta setengah mati pula, saat ini bukan apa2 lagi, serasa jadi hambar. Mungkin wajah dan penampilan nya biasa2 saja, tapi karena ada perasaan yg dinamakan cinta, menjadi begitu cantik bagaikan bidadari. Setelah sekian lama tak bertemu dan rasa tsb hilang, barulah kita menyadarinya bahwa sebenarnya mata kita telah terkelabui oleh perasaan.  Demikianlah yg namanya cinta, bisa membuat mabuk, sehingga rasionalitas tak berjalan dg semestinya.

Cobalah misalnya , kita jejerkan foto2 orang2 yg kita pernah jatuh hati pada nya , sejak jaman cinta monyet di SMP , masa SMA, kuliah, masa kerja , pacar sebelum menikah, sampai foto “someone else beside our wife/husband”. Seandainya kita bertemu lagi saat ini, bagaimanakah perasaan kita pada mereka ? , walau memori lama terbangkitkan, bisa jadi kita akan kita rasakan bahwa “orang” yg kita idam2kan dulu, sebenarnya biasa2 saja, atau mungkin tak begitu menarik lagi saat ini, karena saat ini kondisi perasaan kita telah berubah  Cara lain utk memanggil ulang memori masa lalu, yg tertanam di otak bawah sadar kita, ialah dg mengulang hal2 yg melingkungi nya ; misal dg melihat foto masa lalu, tempat kenangan, lagu2 kenangan atau suara orang bersangkutan. teori segitiga cinta ; robert stenberg ,tampilan fisik, rasa kedekatan dan kekaguman  hal tsb, bisa menjelaskan betapa, ada seseorang yg sangat tergila2 pada orang lain yg mungkin tampilan fisiknya biasa2 saja, bahkan di bawah rata, hal itu terjadi karena ia terpikat karena daya tarik non fisik nya. 

Cinta adalah sebentuk perasaan yg timbul pada hati manusia, yang bisa membuat nalar pun terkelabui, spt kisah masyhur laela majnun, betapa si majnun ( gila ) saking cinta nya pada laila, tembok kota tempat tinggal si Laila pun di belai2 nya, karena tak kesampaian bertemu Laila. Gejala yg sama bisa kita lihat pada anak2 muda yg dimabuk cinta, atau mereka yg tergila2 pada bintang pujaan nya ( fans ). Seorang pemuda yg bilang cinta sampai mati pada pujaan hatinya, bisa dikata hanya sebagian besar hanya gombal belaka, karena ketika telah tua , telah tak menarik lagi, apalagi ketika tergoda dg wanita lain nya, ia akan melupakan hal tsb. 

Seorang pasangan yg saling mencintai sampai berumah tangga pun, suatu saat bisa malah berbalik menjadi saling membenci sampai bercerai karenanya.Jadi rasa cinta adalah sesuatu yg melekat pada diri seorang manusia yg bisa jadi suatu saat akan terlepas. Rasanya benar juga kata syair lagu , Cinta sejati tak ada di dunia ini, hanya akan kita temui setelah menghembuskan nafas terakhir. Perasaaan senang atau cinta adalah sangat tergantung, kondisi perasaan kita saat itu. Rasa muda yg tanpa beban, memang saat nya berkembang perasaan2 spt itu. Berbeda hal nya dg orang2 yg sudah mulai memasuki usia setengah baya, 40 tahun ke atas, sudah lain lagi ceritanya. 

Dalam perjalanan hidup ini, setiap masa, memiliki kekhasan nya tersendiri, masa kanak2 adalah masa permainan, masa muda adalah masa penuh semangat termasuk gelora cinta, masa dewasa adalah saat2 perjuangan memenuhi kebutuhan hidup, mencari kekayaan dan penghargaan. Sebenarnya apa yg kita lewati saat kanak2 dan muda tsb, yg dialami umumnya manusia adalah proses pematangan seorang manusia. Bermain mengajarkan kita untuk kreatif penuh ide menghadapi masalah kehidupan. Gelora jiwa di masa muda memberikan semangat dan idealisme menempuh jalan hidup ini, sedangkan rasa cinta di masa muda mengajarkan kita untuk sepenuh hati mengejar harapan atau mengerjakan suatu hal. Melakukan suatu hal tanpa pamrih, bagaikan volunteer yg susah ditemui pada jaman serba materialistik spt saat ini Namun adapula sebagian manusia yg proses masa kanak2 dan muda nya tak sempurna, istilahnya masa kecil kurang bahagia, masa muda kurang berkembang idealisme dan gelora cinta nya, orang2 spt itulah yg biasanya saat usia dewasa tak sempurna kejiwaan nya.  Orang dewasa yg tak dewasa dalam berfikir dan bertindak, bersifat kekanak2 an atau orang dewasa yg berselingkuh walau telah berkeluarga atau kisah seorang kakek2 yg mati di tempat pelacuran, adalah tanda2 ke tak sempurna an proses perkembangan jati diri nya. Apakah rasa cinta hanya dimiliki oleh anak muda saja ? Ketika telah dewasa, berkeluarga, apalah lagi gunannya rasa cinta ? ,  

Esensi dari cinta ialah rasa hati yg mendalam terhadap sesuatu yg kita idam2 kan , kita mau berkorban sepenuh hati karenanya, semangat pun berkobar tinggi karena nya, ada sesuatu semangat yg tak bisa dinilai dg uang sekalipun. Demikian lah kiranya makna cinta bagi orang dewasa. Esensi pelajaran cinta itulah yg menjadi landasan perwujudan idealisme seorang manusia dewasa, bahkan sampai akhir hayat nya kelak

Filantropis (rasa kepedulian sosial) ,fanatisme, hobby dan semangat keberagamaan , adalah bentuk lain dari perkembangan rasa cinta pada orang dewasa. Bagi orang dewasa yg telah melewati proses pemenuhan basic need nya ( kebutuhan dasar hidup/materi ), akan timbul pertanyaan lain, apa lagi yg akan dicari dalam hidup ini?  saat itulah jiwa yg telah matang dg rasa cinta akan memberikan arahan nya. 

Banyak bentuk yg bisa kita lihat, cinta harta, cinta jabatan/kedudukan, cinta wanita, cinta kesenangan hidup ( hedonis ), cinta tanah air, cinta kelompok bahkan sampai sikap cinta yg tertinggi, cinta pada Tuhan yg menciptakan kita semua. Itu semua adalah perwujudan bentuk lain dari rasa cinta yg telah berproses dalam diri seorang manusia.

Banyak kita lihat orang2 dewasa bahkan orang tua, yg tergila2 pada suatu hal, spt hobby memelihara burung, mobil, memancing, berwisata dan kegiatan2 lain nya yg susah kita fahami mengapa orang tsb sangat menyenanginya sampai lupa hal yg lain nya ?Atau sekelompok orang yg sangat fanatik thd suatu kelompok, semisal penggemar sebuah klub sepakbola yg mau berkorban, melakukan apa saja dg kecintaan nya tsb.Itu semua adalah tanda bentuk cinta pada orang2 dewasa pada apa yg menjadi idaman nya. 

Namun apalah pula gunanya itu semua,bila telah tercapai ? sebagian hanya kesenangan semu belaka, seperti hooligans (pencinta sepakbola) yg gembira sejenak setelah kesebelasanya menang, atau seorang pemancing yg kailnya ditarik seekor ikan besar , setelah diraih, itu semua akan terlupakan lagi 

Hal itu semua , hanya bisa difahami oleh seorang manusia yg berkembang pula kecerdasan rasio dan rasanya, ia tambah cerdas dan bijak karena bertambahnya umur, Apa yg dicari dalam hidup ini, untuk apa hidup ini ? 

Karena ada satu lagi proses pendewasaan yg sangat penting , perkembangan jiwa karena pendidikan , perenungan hidup yg akan membuat seseorang memiliki kecerdasan akal dan jiwa, ia telah menemukan jati dirinya,mempunyai karakter, memiliki integritas diri, menjadi bijak karena bertambahnya usia.  Berseminya idealisme di masa muda, akan menjadi arahan tentang cita2 kehidupan seorang manusia. Walau idealisme nya agak meluntur di saat dewasa kelak, namun setidaknya hal tsb bisa menjadi sebuah arahan hidup yg berarti. Kalau seorang manusia, tak berproses baik pula perkembangan kejiwaan nya tsb, sampai tua pun ia akan berperilaku spt anak muda atau bahkan anak2, melakukan berbagai kegiatan yg mungkin menyenangkan bagi nya, namun tak ada artinya, tak ada gunanya, semisal seorang kakek2 yg kerjanya tiap hari hanya menghabiskan waktu mengurus burung perkutut kesayangan nya. 

Pada saat tua tsb, timbulnya kesadaran ttg arti hidup, apa yg dicari dalam hidup ini, apa pula bekal yg akan dibawa setelah mati meninggalkan dunia yg fana ini, sebagian sudah terlambat, sampai ada orang tua yg masih bertanya, apa memang ada kehidupan setelah tubuh ini mati? , ah peduli amat lah yg penting saya masih hidup sampai saat ini, setelah mati itu mah urusan nanti saja, kumaha engke lah kata orang sunda Rasa cinta dan idealisme di masa muda, walau hanya sesaat tapi akan memberi warna yg penuh arti dalam perjalanan hidup selanjutnya seorang manusia. Kecerdasan akal dan emosi akan mengarahkan nya pada arah yg benar. 

Cinta memiliki beberapa tingkatan , mulai dari tingkat yg paling rendah, rasa cinta yg didorong oleh libido /seksual yg hanya bersifat sesaat, cinta ingin memiliki sesuatu yg di idam2 kan, cinta dengan perasaan sayang, cinta dg kesediaan untuk berkorban spt cinta seorang ibu pada anaknya. Cinta demikianlah ada cinta yg didorong oleh perasaan kasih sayang.


Ada pula cinta yg timbul dari rasa kebersamaan dan penyatuan diri, spt cinta akan kelompok , bangsa atau tanah air, istilahnya chauvinisme  serta ada pula kecintaan pada alam & lingkungan nya ( spt kelompok pencinta alam atau penyelamat lingkungan, spt green peace ) 

Dan cinta tertinggi, adalah cinta dalam makna transedental, rasa cinta yg mendalam pada Tuhan yg menciptakan kita semua, rasa yg timbul karena Tuhan pun telah menciptakan kita dg kasih sayang nya , inilah cinta yg tertinggi, namun hanya bisa diraih oleh sebagian kecil manusia, antara lain oleh para ulama dan sufi, yg begitu mendalam perasaaan nya ketika beramal soleh atau beribadah.

Mungkin kita susah utk memahami betapa seorang ulama atau mujahid yg mulia rela berkorban membantu orang lain yg kesulitan tanpa pamrih apa pun , betapa ia begitu bahagia saat beribadah, kita orang biasa tak bisa memahaminya karena memang level kita belum sampai ke sana.  

Cinta yg berkembang, karena telah difahami dg baik esensi dari cinta itu sendiri, akan membuat seorang manusia dengan bertambahnya umur akan bertambah pula tingkatan makna cinta dalam hidupnya. Ketika muda , mungkin cintanya hanya tertuju pada cinta terhadap lawan jenis, ketika telah dewasa ia bisa mengembangkan esensi cinta nya pada hal2 lain yg lebih bermakna , cinta pada keluarga, cinta pada kemanusiaan, keadilan dan yg paling tinggi ialah cinta pada Tuhan yg menciptakan kita semua.

Orang2 yg hakikat cintanya telah bersemi sampai ke langit akan merasakan perjuangan hidup yg penuh makna, bahagia dunia dan akhirat. Dengan bertambahnya umur, harusnya bertambah pula, penerapan dan pemahaman nya ttg tingkatan cinta nya  Namun hanya sebagian kecil manusia sajalah yg jiwanya berkembang spt itu, sebagian besar orang jiwanya tak berkembang, tetap kerdil sampai di usia tuanya, bahkan sampai menjelang masuk ke liang lahad.

Seorang tua yg walau fisiknya telah tak kuat lagi, tapi masih memperturutkan hawa nafsu libido seksual nya, adalah gambaran seorang manusia yg makna cintanya tak berkembang, sesuai bertambahnya umur. Cinta bagi dia masih sekedar pemuasan libido, tingkat terendah makna cinta, tak berbeda jauh dg makhluk hewan. 

Semoga sisa masa hidup yg masih di anugrahkan Tuhan pada kita sampai saat ini, bisa kita gunakan sebaik mungkin, masih ada kesempatan meluruskan jalan hidup yg membelok

5 comments on “The journey of love

  1. han
    25/10/2007

    kesimpulanya apa

  2. Hendra
    25/10/2007

    kehidupan adalah sebuah perjalanan yg kita lalui,
    ada perubahan, ada perkembangan dalam perjalanan hidup tsb.
    sebagaimana hal nya perkembangan fisik, dari kecil – dewasa – tua

    begitu pula hal nya pikiran dan emosi kita,

    bertambah umur, bertambah pula kepintaran
    bertambah umur, bertambah pula kematangan emosi jiwa nya

    begitu pula hal nya dengan cinta

    pemaknaan terhadap cinta akan berkembang pula
    bersamaan dengan perjalanan umur seseorang

  3. wenk
    26/12/2007

    Dalam banget ya kang.. saya bisa ngerti.
    Jenis-jenis cinta itu kang, yang selama ini mungkin saya kenal dengan : Eros, Philia & Agape. Tapi yang harus kita kejar memang cinta kepada sang pencipta..( bukan ke tiga jenis cinta itu ya kang) ga gampang memang.
    Untuk memahaminya memang kita harus berproses, dan saya setuju yang kang Hendra bilang. Pada akhirnya pemaknaan terhadap cinta akan berkembang pula bersamaan dengan perjalanan umur seseorang. Bravo kang Hendra, terus menulis ya..

  4. hdmessa
    26/12/2007

    terima kasih ,
    ngomong2 sudah ketemu kan dg “yg di cintai” nya

    salam
    hm

  5. wenk
    27/12/2007

    hahaha.. “yang dicintai”?? tidak perlu dibahas di sini kale… hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18/07/2007 by in Essay - concept.
%d bloggers like this: