Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

play,love, work & contemplation

 landscape1a2.jpg

Pada perjalanan hidup manusia, sejak masa kanak2 sampai masa tua, kalau kita cermati ada tahap perkembangan yg hampir sama pada umum nya manusia. Masa kanak2 senang bermain, masa muda bercinta, masa dewasa bekerja mencari nafkah dan masa tua, merenungi perjalanan hidupnya. Dan semua tahapan tersebut tanpa disadari oleh manusia bersangkutan akan selalu dialami. Memang demikian lah Allah, sebagai pencipta kita, telah berkehendak, dan pasti ada sesuatu hikmah dari kehendak Nya tsb. 

Freud, ahli psikologi menyatakan bahwa love (cinta/ saying ) telah memberikan semangat yg mendalam pada manusia yg memberi arahan apa yg di inginkan nya dalam kehidupan ini. Dan itu juga lah yg memberi ruh pada kerja yg dilakukan nya.Sebuah  pekerjaan yg dilakukan dg sepenuh hati ( orang yg mencintai pekerjaan nya ) akan menghasilkan, sebuah hasil karya yg sangat baik. 

Ahli psikologi lain ada menyatakan bahwa permainan yg banyak kita lakukan saat kecil, adalah yg sangat berguna untuk mengembangkan kreativitas berpikir, membuat otak kita berproses dg baik, antara lain dalam menyelesaikan masalah dan mencari ide2 baru. Sehingga seorang manusia, yg melewati masa kecilnya dg permainan yg menyenangkan, akan memiliki kapasitas berpikir yg bagus pula, dan akan sangat berguna ketika ia bekerja, ia menjadi pekerja yg kreatif dan inovatif. 

Begitu pula hal nya dg saat masa muda kita yg dihiasi dg kasih sayang, sampai diwujudkan dalam rumah tangga dg pasangan hidup kita masing2, sebenarnya mengajarkan kita ttg, kasih sayang, perhatian / pengabdian sepenuh hati, tentang bagaimana kondisi kejiwaan kita yg fokus pada suatu hal ( yg dicintainya ) akan menimbulkan motivasi diri yg sangat kuat, dan dalam dunia kerja, pekerja yg penuh motivasi adalah asset perusahaan yg sangat berdaya guna. 

Kerja, mencari nafkah yg kebanyakan dilakukan manusia dewasa, adalah sebuah dorongan alami untuk menapaki kehidupan ini, mau tak mau setiap manusia harus bekerja untuk bisa menghidupi diri dan keluarga nya. Menjelang masa tua, setelah kerjanya bisa mencukupi hidup seorang manusia, permainan dimasa kecil telah dilewati, masa bercinta saat muda telah pula dilewati, pada suatu kondisi seorang manusia akan mempertanyakan ttg makna kehidupan nya, saat itulah ia mulai bertanya yg berujung pada perenungan, sebuah aktivitas batin yg mendalam. 

Permainan, kasih sayang , kerja dan perenungan, memang tak selalu harus berjalan bertahap, tapi bisa juga berjalan secara paralel, semisal sejak masa muda, kita telah melakukan perenungan juga sebenarnya, demikian juga, orang dewasa pun masih perlu bermain dg begitu pula sebaliknya utk hal2 yg lain nya pula, dan memang demikianlah adanya yg banyak dialami manusia.  

Ketiga hal tsb ( bermain, bercinta dan bekerja/mencari penghidupan ), ternyata dimiliki juga oleh binatang, walau dalam kadar yg lebih sederhana atau terkadang ekstrim, seperti binatang buas yg mencari penghidupan dg membunuh binatang lain nya. Yang membedakan manusia dan hewan, hanyalah dalam hal, transedental, bahwa manusia merenungi kehidupan nya, yg mana tak dilakukan oleh binatang. 

Namun ternyata tak semua manusia mengalami tahapan itu semua dg lancar. Banyak anak2 yg mengalami masa kecil tak bahagia, tak menikmati indahnya masa kecil yg penuh dg permainan, sejak kecil ia telah menderita, mengalami hidup yg susah.Begitu pula halnya saat masa muda, tak semuanya melewatinya dg indahnya kasih sayang, banyak yg akhirnya menderita karena cinta, bahkan ada yg tak sempat mengalaminya sekalipun atau malah membenci kasih sayang. Pada saat masa dewasa, banyak orang pula yg susah mencari nafkah, ia terbelit dalam kemiskinan materi. 

Sungguh kasihan sekali, seorang manusia yg menjalani tahapan kehidupan penuh dg kesedihan sejak masa kecilnya ; masa kecil tak bahagia, saat muda menderita karena cinta dan masa dewasanya miskin secara materi. Justru orang2 spt itulah yg perlu dibantu dg dasar kemanusiaan oleh orang2 yg beruntung hidupnya, setidaknya walau ia hidup susah di dunia, saat usia tuanya ia bisa bahagia dan di akhirat kelak masuk surga. 

Sungguh sangat merugi sekali manusia yg selama hidup di dunia nya susah, berbuat dosa lagi, sehingga setelah meninggal di akhirat kelak masuk neraka lagi, kasihan sekali. Manusia yg kurang beruntung spt itu, masa kecil tak bahagia, masa muda tak beruntung, secara kejiwaaan akan kurang sempurna karakter diri nya, walaupun secara materi ia berhasil , tapi secara kejiwaan ia miskin. Dan saat masa dewasa, saat masa2 puncaknya, jalan hidup seorang manusia, kebanyakan mereka akan bermasalah dalam pekerjaan nya atau usaha mencari nafkahnya. Jadi teringat waktu kecil saya lihat tulisan coret2 di tembok tempat tukang becak suka mangkal , “Lapender-Madesu”, yg baru kemudian saya tahu artinya : laki2 penuh derita, masa depan suram, menyedihkan sekali.

Walau memang tak semua seperti itu, tapi demikian lah gambaran umum nya. Dan itu semua, akan tergambar saat ia menjelang usia matang, sekitar 40 tahun lebih sampai masa tuanya. Orang dewasa / orang tua  Dg materi dan kekuasaan yg dimilikinya, ia ingin memuaskan apa yg tak didapatnya selama ini, permainan dan kasih saying. Ia cenderung ingin memuaskan nafsu syahwat nya, pada berbagai wanita yg saat ini, bisa ia beli Ia akan cenderung untuk bersenang2, dg berbagai hal, permainan, bahkan dg wanita.

Ia ingin memuaskan apa yg selama ini menjadi dahaganya, dan hanya baru saat ini dg materi dan kekuasaan bisa ia raih. Karena sibuk dg berbagai hal tsb, kerja untuk mencari penghidupan, kemudian menghabiskan nya dg ber-senang2 , akhirnya orang spt itu, sering terlupa untuk mempertanyakan makna hidup ini, merenungi jalan hidup 

Disanalah fungsinya agama menerangi hidup ini, menjelaskan manusia ttg makna hidup ini, apa yg menjadi perenungan hidup manusia. Seorang manusia yg sejak masa kecilnya telah mendapatkan pemahaman agama yg baik, akan lebih bisa menapaki hidup ini dg baik pula. 

Tahapan proses kehidupan spt, bermain, bercinta dan bekerja, hampir dilakukan semua manusia, namun hanya sebagian kecil manusia yg mau merenungi makna kehidupan nya.  Tulisan ini pun, berasal dari perenungan tentang kehidupan ini, merenungi jalan hidup berbagai macam manusia, yg berbagai macam pula lika liku jalan hidupnya

6 comments on “play,love, work & contemplation

  1. wenk
    26/12/2007

    hidup adalah sebuah seni. Diperlukan banyak “ilmu” untuk bisa menjalaninya. Hanya orang-orang yang berbekal ilmu baik-lah yang pada akhirnya bisa mensyukuri hidupnya, dan saya percaya “ilmu” yang bisa membawa kita menuju jalan yang lebih baik itu adalah Firman Tuhan.
    Memang pada akhirnya kita harus bisa merenungi, kemana kita akan membawa hidup kita, karena pada akhirnya semua yang kita kerjakan itu harus dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta. Dan rasanya kita harus bersyukur ya kang.. karena kalau kita bisa merenungi hidup kita, merenungi masa ke masa kehidupan kita.. kita jadi bisa melihat bahwa Tuhan selalu menyertai kehidupan orang-orang yang mau berharap hanya kepada-Nya.
    Ma kasih ya kang Hendra… ini yang selalu membuat saya ga bosan untuk meng-“klik’ ke tempat ini. Saya selalu menemukan sesuatu yang baru.. atau saya yang terlambat up date..?? ah ga pentinglah. Pokoknya saya senang

  2. hdmessa
    26/12/2007

    terima kasih banyak Wenk,
    atas komentar nya.

    menulis seperti itu, memang perlu waktu dan suasana yg khusus pula, tak bisa setiap saat.

    saat lagi sibuk dg urusan duniawi spt saat ini, agak menurun juga produktivitas menulis nya

    salam
    HM

  3. Harry Kusna
    26/02/2008

    Kang Hendra,
    Menarik tulisannya … perenungannya

    Dalam hidup sebetulnya ada beberapa titik kritis, yaitu:
    1. saat2 lulus sma dan masuk ke Perguruan Tinggi. karena sekali kita menentukan pilihan jurusan kita, seumur hidup dunia kita gak akan terlalu jauh darinya. Sekali kita misalnya memilih jurusan teknik sipil, seumur hidup, kita akan berkecimpung di dunia tsb. jarang seorang insinyur sipil yang terus sekarang jadi bergerak dlm bidang pertanian / pengobatan misalnya.

    2. saat2 mau menikah, ini juga kritis. Sekali kita menentukan pilihan kepada seseorang, seumur hidup most likely kita akan hidup bersama dia, dlm susah dan senang ….

    3. ada beberapa titik2 crucial lain tapi mungkin nanti jadi panjang, dan crucial bagi seseorang belum tentu sama bagi orang lain.

    Wassalam,
    HK

  4. hdmessa
    26/02/2008

    betul sekali kang Harry,

    hidup ini penuh dengan pilihan,
    dan disanalah seorang manusia merajut jalan hidupnya.

    titik crucial tersebut akan menjadi lebih baik jadinya bila kita lalui dengan “advice” / bimbingan dari Pencipta kita semua, yg menciptakan kehidupan ini

    salam
    HM

  5. Natal Hutabarat
    06/04/2008

    @Harry Kusna
    Benar sekali rekan Harry, saya juga sangat sepakat dengan pendapatnya, kebetulan saat ini saya sudah lewat titik kritis yang pertama anda sebutkan, sekarang ini, sedang dalam perjalanan dan proses di titik kristis point kedua…

    @Hendra Messa
    Once again, tulisan anda begitu penuk makna,
    terima kasih telah berbagi, jadi pengen liat blog ini sering2, banyak tulisan yang inspiratif didalamnya..
    salam dari new blogger..

  6. hdmessa
    06/04/2008

    thanks lae,

    saya sudah lihat juga blog nya, bagus.
    menarik juga mendengar cerita2 dari negeri gurun sana

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 09/11/2007 by in Contemplation.
%d bloggers like this: