Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

manajemen alam nan terkembang

Falsafah hidup Alam terkembang jadi guru, yg dikembangkan orang Minang, telah dijadikan acuan juga tentang bagaimana mengatur kehidupan sehari2, istilah modern nya, management.
Konsep manajemen orang Minang yg didasari pada pelajaran pada alam sekitar, menyatakan betapa sebenarnya tak ada yang sia2 ciptaan Tuhan di alam ini, semuanya ada manfaat dan fungsinya. Diperlukan kecerdasan dan kebijakan mengaturnya.

Sebagaimana hal nya alam sekitar kita, tiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, pemimpin yang baik bisa mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan tersebut ( human resource development) dan menempatkan nya pada posisi yang tepat pula.

Manusia yang mendapat amanah sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi, adalah bermakna pemimpin/ manajer / administrator terhadap semua ciptaan Tuhan yg ada di alam ini. Betapa banyaknya timbul kerusakan dan salah urus di muka bumi ini salah satu ialah karena tingkah polah manusia pula.

Kita semua adalah pemimpin, baik di perusahaan, organisasi, masyarakat ( politik) , keluarga ataupun pemimpin bagi diri kita sendiri.  Kita sendiri harus memahami pula bahwa dalam diri kita, ada kelebihan dan kekurangan pula, kita harus bisa mengatur diri kita sendiri ( rasio, hati, emosi, ruh dll ) , sungguh disayangkan, bila ada orang yang tak bisa mengelola dirinya sendiri.

Berikut detail dari filsafat minang tersebut yg diambil dari Dasar Pokok Adat minangkabau yg disusun ulang oleh redaksi cimbuak.net ( maaf kalau agak berlebihan, hanya sekedar analogi )

Tanah
tak ada lokasi/tanah yang sia sia, walau bagaimanapun keadaan nya, asal kita memanfaatkan nya sesuai kondisi.

Nan lereng tanami padi (Yang lereng tanami padi)
Nan tunggang tanami batuang (Yang tunggang tanami bambu)
Nan gurun jadikan parak (Yang gurun jadikan kebun)
Nan bancah jadikan sawah (Yang basah jadikan sawah)
Nan padek ka parumahan (Yang padat untuk perumahan)
Nan munggu jadikan pandam (Yang ketinggian jadikan kuburan)
Nan gauang ka tabek ikan (Yang berlubuk jadikan tambak ikan)
Nan padang tampek gubalo (Yang padat tempat gembala)
Nan lacah kubangan kabau (Yang berlumpur kubangan kerbau)
Nan rawan ranangan itiak (Yang berawa renangan itik)

Kayu
, tak ada kayu yg terbuang bagaimanapun jenis nya.

Nan kuek ka tunggak tuo (Yang kuat untuk tiang utama)
Nan luruih ka rasuak paran (Yang lurus untuk sudut paran)
Nan lantiak ka bubungan (Yang lentik untuk bubungan)
Nan bungkuak ka tangkai bajak (Yang bungkuk untuk tangkai bajak)
Nan ketek ka tangkai sapu (Yang kecil untuk tangkai sapu)
Nan satampok ka papan tuai (Yang setapak tangan untuk ani-ani)
Rantiangnyo ka pasak suntiang (Rantingnya untuk pasak sunting)
Nan buruak yo lapuak jadi kayu baka ( yang buruk dan lapuk bisa jadi kayu bakar )
Abunyo pamupuak padi (Abunya pemupuk padi)

Bambu
Nan panjang ka pambuluah (Yang panjang untuk pembuluh (saluran))
Nan pendek ka parian (Yang pendek untuk perian (tempat air))
Nan rabuang ka panggulai (Yang rebung untuk penggulai (digulai))

Sagu
Sagunyo ka baka huma (Sagunya untuk bekal ke dangau )
Ruyuangnyo ka tangkai bajak (Ruyungnya ke tangkai bajak)
Ijuaknyo ka atok rumah (Ijuknya untuk atap rumah)
Pucuaknyo ka daun paisok (Pucuknya untuk daun rokok)
Lidinyo ka jadi sapu (Lidinya untuk sapu)

Manusia 
analogi pada manusia, tak ada manusia yg tersia sia kan walau bagaimana pun keadaannya.

Nan buto pahambuih lasuang (Yang buta peniup lesung)
Nan pakak palapeh badia (Yang tuli pelepas bedil)
Nan patah pangajuik ayam (Yang patah pengusir ayam)
Nan lumpuah paunyi rumah ( Yang lumpuh penunggu rumah)
Nan binguang kadisuruah-suruah (Yang dungu untuk suruh-suruhan)
Nan buruak palawan karajo (Yang jelek penantang kerja)
Nan kuek paangkuik baban (Yang kuat pengangkut beban)
Nan tinggi jadi panjuluak (Yang tinggi jadi galah)
Nan randah panyaruduak (Yang pendek penyeruduk)
Nan pandai tampek batanyo (Yang pandai tempat bertanya)
Nan cadiak kawan baiyo (Yang cerdik tempat berunding)
Nan kayo tampek batenggang (Yang kaya tempat minta tolong)
Nan rancak palawan dunia (Yang cantik pelawan dunia)

Pada berbagai pelajaran dari alam tersebut ( tanah, kayu dll ) bisa ditarik analogi pada manusia, bahwa sama hal nya dengan alam, setiap manusia ada kelebihan dan kekurangan masing2, kalau ditempatkan pada posisi yg sesuai dan dikelola dengan baik, akan selalu ada manfaat nya. Ini adalah salah satu prinsip manajemen sumber daya manusia ( Human Resource Development ). Allah swt maha bijaksana dengan semua ciptaan nya, tak ada yg sia sia di alam ini.

2 comments on “manajemen alam nan terkembang

  1. Toni
    09/05/2008

    Alam.. buat saya, memang selalu lebih arif dan bijaksana. Banyak hal yang selalu membuat saya terkagum-kagum dengan apa yang dilakukan oleh alam sekitar kita. Jika saya berada di taman atau kebun, saya lebih bisa menikmati keberagaman. bahwa tanaman yang satu dapat hidup berdampingan dengan tanaman yang lain, bunga yang putih dapat berdampingan dengan bunga yang merah atau kuning. Semuanya sedap dipandang mata. Semuanya membentuk harmoni yang elok, membuat mata sejuk dan pikiran pun menjadi lebih tenang. Sepertinya mereka lebih bisa menerima perbedaan, kelebihan dan kekurangan. Semuanya saling melengkapi. Alam selalu mengajarkan banyak hal… Keren Kang Hendra. Jadi adem..

  2. hdmessa
    12/05/2008

    thanks Toni,

    menarik juga cerita alam nya

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24/03/2008 by in horizon - insight.
%d bloggers like this: