Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

ombak yang tak pernah lelah

deburan ombak , bagaikan tak lelah menyapu tepian pantai,

ombak tak pernah beristirahat sejenak pun,

sejak dari pagi, siang, malam, bahkan sejak dahulu kala.

 

hempasan gelombang ombak yang begitu perkasa berlarian ke tepi pantai ,

kemudian hanya akan menjadi buih air yang lembut dan sirna di bibir pantai untuk kemudian surut lagi ke laut.

 

ada gemuruh deburan ombak tanpa henti di tepi pantai,

namun ada pula diam nya alam, dalam keheningan di atas gunung

demikianlah alam ini, ada sepi, tenang namun ada juga suara keras, gerakan tanpa henti,

 

bagi alam diam dan bergerak, adalah bagaikan dua bagian mata uang yg tak terpisahkan.

alam adalah juga gambaran betapa alam ini telah diatur dengan begitu sempurna nya.

 

seandainya pun kita sedang diam, tidur sekalipun,

tapi organ2 tubuh kita tetap bergerak tanpa henti,

jantung berdegup, darah mengalir, paru2 bernafas,

semuanya bergerak tanpa henti sejak kita dilahirkan ke dunia ini..

begitu lah pula alam ini, tak berhenti bergerak,

namun bukan bergerak sembarangan, alam bergerak dengan penuh keteraturan.

pastilah ada Maha Penggerak dan Maha Pengatur,

yg mengatur ini semua, Tuhan yg Maha Kuasa.

 

Allah, pengatur dan pencipta kita semua,

tak ada hentinya mengatur alam ini,

tak ada hari ahad untuk sekedar istirahat bagi Sang Maha Pengatur.

 

Kita sebagai manusia, makhluk ciptaan nya,

ada kelelahan sehingga perlu istirahat sejenak

 

bilamana organ2 tubuh kita pun berhenti bergerak,

itulah saat kematian menjemput kita,

 

namun walau jasad ini tak bergerak lagi,

tapi ruh, jiwa ini tetaplah bergerak,

beterbangan menuju ke alam akhirat.

 

demikian renungan saat berada di tepi pantai pasir putih yg indah

selepas perjalanan jauh dari pegunungan

 

saya dan teman2 melakukan perjalanan bersepeda,

mulai dari pegunungan daerah priangan, sekitar Garut

berjalan ke arah selatan, sampai ke pantai selatan jawa barat di daerah Pameungpeuk , Garut selatan

 

Dari Garut ke arah selatan, tampak menjulang tinggi gunung cikuray yang puncaknya tertutup awan,

di samping kanan berdiri tegar gunung guntur yg ke sampingnya berjajar pegunungan sampai gunung papandayan

 

gunung cikuray yang tinggi lancip tampak anggun ,

namun gunung guntur, telah banyak gundul lereng nya karena keserakahan manusia

 

ke dataran tinggi diantara celah 2 gunung tinggi itulah kita melakukan perjalanan mendaki yg melelahkan

saat sampai ke dataran tinggi daerah cikajang, dimana terhampar luas kebun teh dan hutan pinus

 

hamparan kebun teh yang bertambah indah dengan pepohonan penuh warna di sekitarnya.

kesenyapan menyergap kita saat berada di tengah keheningan alam yg indah tersebut

 

sunyi, sepi, alam serasa diam, hanya awan di langit lah yg bergerak,

jarum jam pun serasa tak berdetak walau sedetik pun

 

pada perjalanan selanjutnya gunung gelap yg rimbun di daerah cisompet menaungi siang terik mentari,

dan lambaian pohon kelapa di tepi pantai pameungpeuk menyapa mesra di akhir perjalanan.

 

dalam perjalanan jauh ini mendaki bukit, menuruni lembah, kita pun tak lepas dari kelelahan,

sehingga di tengah perjalanan kita sering istirahat, sekedar minum , melepas lelah

 

“wong urip mung mampir ngombe”, kata orang Jawa,

hidup ini bagaikan perjalanan, hanya mampir sejenak.

 

namun bila telah tiba di ujung daratan, bertepi lautan

perjalanan pun berakhir sudah, disanalah peristirahatan terakhir

 

kalau dibandingkan dengan perjalanan hidup,

saat akhir jalan di tepi pantai, 

itulah batas antara kehidupan dunia dan akhirat,

itulah saat kita meninggalkan dunia yg fana ini,

 

laut luas yg terhampar di tepi pantai,

adalah bagaikan alam akhirat, yg tak kita ketahui betapa dalam dan luas nya.

 

saya masukkan jari ke pasir pantai dan mengamati tetesan air yg jatuh,

sangat sedikit dibanding air di samudra yg terbentang luas di hadapan.

 

demikian lah kata hadis nabi, perbandingan ilmu manusia dengan ilmu Allah,

sangat sedikit yg kita ketahui, dari misteri alam kehidupan ini…

namun kesombongan sebagian manusia tak mau menyadarinya

 

matahari pun mulai tenggelam ke ujung samudra,

lampu2 perahu nelayan yg hendak melaut mulai mengisi cakrawala yg menjelang gelap..

dari kejauhan terdengar suara adzan magrib mengalun merdu,

menimpali suara deburan ombak

 

“hayya alal falah” , marilah menuju kebahagiaan, demikian seruan dari mesjid,

namun tak semua manusia mau memahami panggilan tersebut,

 

padalah di samudra luas, hanya sedikit yang kita ketahui,

deburan ombak di tepi pantai,

hanyalah gambaran kecil dari pada ombak dahsyat di tengah samudra luas,

 

banyak manusia yang akhirnya celaka dan tenggelam,

saat mengarungi samudra kehidupan ini,

hidup di dunia , maupun kehidupan di akhirat  yang jauh lebih luas dan dalam

 

matahari pun telah tenggelam di ufuk samudra,

menjelang malam gelap, manusia pun mulai beristirahat,

namun ombak tetap berlarian tak pernah beristirahat walau sejenak pun

 

salam deburan ombak, dari tepi pantai santolo,

cilautereun, pamengpeuk,garut selatan , jawa barat

dekat stasiun percobaan roket LAPAN,

tak jauh dari situs purbakala ditemukan nya  prasasti cilauteureun

16 comments on “ombak yang tak pernah lelah

  1. Aep SAR
    02/06/2008

    Suatu bahan renungan kita semua, terima kasih sobat.

  2. Harry Kusna
    03/06/2008

    Kang Hendra,

    Alhamdulillah, memang segala puji bagi Allah.

    Terimakasihj ceritanya, bsa ikut menikmati keindahan alam ciptaanNya

    Dari Cilauteureun, ke arah Timur ke perkebunan Mira Mare, nyusur cagar alam Sancang, nanti bisa sampe ke Cipatujah. Lima tahun yang lalu, jalannya masih rusak, tetapi semua jembatan sudah nyambung.

    Kemudian dari Cipatujah, melalui jalan raya yg relatif bagus dan rata, enak bersepeda, bisa terus ke Pangandaran.. Selamat mencoba.

    Wassalam,
    Harry Kusna

    ——–

    Nuhun kang Harry,

    Wah , nampaknya menarik juga rute nya, apalagi lewat daerah hutan Sancang yg dulunya terkenal angker tsb.

    Dulu saya juga pernah ke pangandaran, tapi lewat tasik-cikatomas-cijulang .

    Mudah2an suatu saat kelak bisa menjajal rute yg disampaikan kang Harry tsb.

    Salam
    HM

  3. Yuniati
    04/06/2008

    Hendra,

    Saya selalu terkesan dengan tulisan tangan Hendra, terutama kalau sedang menceritakan betapa indahnya alam parahyangan, jadi kangen ingin pulang…

    Saya juga sering mampir ke blog, photo-photonya bagus sekali.

    Yuniati , Delaware , US

    ———

    terima kasih teh Uni,
    thanks comment dan kunjungan nya

    syukurlah bisa jadi sekedar pelepas rindu.

    salam
    HM

  4. hdmessa
    04/06/2008

    Suatu bahan renungan kita semua, terima kasih sobat.

    Aep ,

    ———-

    Nuhun kang Aep,
    syukurlah banyak manfaat nya

    salam

  5. Agnes R Indrati
    05/06/2008

    Hendra,
    Terima kasih untuk mau share. Semua tulisanmu selalu aku simpan dan saya bagi ke anak2, biar mereka tetap bangga jadi anak Indonesia.

    Salam,
    Agnes

  6. hdmessa
    05/06/2008

    Terima kasih atas kunjungan dan penghargaan nya bu Agnes,
    Syukurlah banyak manfaatnya tulisan2 ini

    Salam
    HM

  7. TONI
    09/06/2008

    Sore hari duduk diam di tepi pantai. Mencoba meresapi setiap detik, setiap rasa dan setiap gerak kehidupan yang sudahTuhan limpahkan.
    Melepas matahari turun perlahan sampai tiba diperaduannya dan menyambut sang rembulan yang dengan malu-malu naik ke pentas malam.
    Nafas jadi sedikit tertahan dan mata tak lelah memandang. Perlahan tubuh mulai direbahkan dan nafas panjang pun dilepaskan.
    Tak habis saya bersyukur, bersyukur dan bersyukur.
    Walau banyak pantai belum terukur kaki, banyak gunung belum di daki, banyak lembah belum dituruni, banyak sungai belum diarungi. Indonesia belum terjelajahi, dunia belum tergali.
    Saya masih bisa menikmati angin pantai di Anyer, saya masih dapat memandangi laut lepas, dan saya masih bisa melihat perahu nelayan pulang. Saya masih dapat menikmati karya tangan Tuhan yang luar biasa.
    Semua tersaji indah seperti menggambarkan bahwa hidup selalu memberikan banyak harapan…
    Mari kita jalani hidup tanpa harus berkeluh kesah dan merasa lelah. Seperti ombak yang memainkan iramanya, mari bermain dan nikmati irama hidup kita.

    Terima kasih kang Hendra, ceritamu selalu menginspirasi. Bahkan di saat saya merasa letih sekalipun. God bless

  8. hdmessa
    10/06/2008

    Terima kasih koment dan refleksi nya kang Toni,

    Syukur , banyak manfaat nya sekedar coretan2 saya
    banyak pelajaran bisa kita dapat dari alam nan terkembang ini.

    Menurut saya kang Toni bagus juga nulis nya, coba deh sekali2 dikumpulkan juga Di blog nya

    Salam
    HM

  9. jajad
    28/09/2008

    bagus buat bahan introspeksi diri, kang hendra. dan membuat kangen pulang, menikmati indahnya alam parahyangan

  10. hdmessa
    05/10/2008

    halo kang Jajad, terima kasih sudah nengokin rumah maya ini dan coment nya,

    mudah2 an blog ini , bisa jadi pelepas rindu akan kampung halaman, bagi kang Jajad yg lagi merantau ke negeri padang pasir, Yemen.

    btw, sekali2 kirim juga atuh cerita dan gambar2 dari yemen sana

    salam

  11. Rindu
    07/02/2009

    ya napas kita memang ombak mas …. bergerak tanpa lelah, berpindah dari satu waktu ke waktu yang lain.

    • ajeng juwita
      25/10/2009

      boboken neng

  12. hdmessa
    09/02/2009

    betul sekali Ade ,

    namun nafas manusia ada ujung nya, saat nafas penghabisan tiba, sedangkan ombak telah sejak dulu kala bergerak tanpa lelah

  13. kitong
    26/02/2009

    ternyata isi blog ini berbobot dan mantap banget..

    salut saya..:mrgreen:

    salam kenal dari kitong..

  14. indri
    09/03/2009

    Hiks hiks hiks… menyentuh sekali tulisannya…
    jadi merasakan nikmatnya anugerah Yang Maha Kuasa.
    Semoga saya juga dapat lebih peka merasakan tanda-tanda kebesaran Tuhan. Agar hidupku senantiasa diliputi rasa syukur dan ikhlas. Amin.

  15. hdmessa
    25/10/2009

    terima kasih ,
    Kitong dan Indri..

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 02/06/2008 by in Inspiration story.
%d bloggers like this: