Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

precision life

Listrik yang menerangi rumah kita berasal dari pembangkit listrik yang biasanya berada di tempat yg terpencil. Bagian terpenting dari pembangkit tersebut yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik adalah turbin dan generator. Turbine dan generator adalah penggerak utama dari sebuah pembangkit listrik. Turbine dan generator, tak sembarang orang bisa buat di dunia ini, salah satu nya buatan Fuji dari Jepang.

 

Saat ini negeri kita kekurangan listrik, sehingga banyak dibangun pembangkit listrik baru, kebetulan saya terlibat dalam sebuah proyek pembangunan pembangkit listrik, termasuk terlibat dalam proses pemasangan peralatan turbin dan generator. Timbul kekaguman juga lihat barang2 tsb, betapa presisi nya, toleransi dimensi nya sangat kecil sekali, materialnya pun khusus nyaris sempurna.  Karena ia harus siap berputar terus, 24 jam, 7 hari seminggu, 365 hari setahun, nyaris tanpa henti, sehingga tak boleh ada kesalahan sekecil apa pun.

 

Jadi teringat , dulu saya pernah mengunjungi bengkel kecil pembuatan kompor. Betapa untuk barang sekecil itu, pasti ada saja ketidak beresannya, entah kelebihan panjang, tinggi pada komponen2 untuk membuat kompor tsb. dari bahan pun sudah tak bisa tepat, karena saat membeli material ada istilah ukuran “banci” , misalnya pelat 3 mm banci,maksud nya tidak pas 3 mm,tapi kurang sedikit.

Begitu pula kalau kita beli material untuk bangunan, pasti selalu ada kurang nya, tak ada ukuran yg tepat. Dari material saja , sudah tak tepat, bagaimana lah lagi bisa diharapkan barang jadi nya presisi pula. Tapi tak jadi masalah untuk barang sederhana seperti kompor.

Tapi tak hanya pada industri kecil, pada industri besar pun hal yang sama berlaku pula, saya pernah pula bekerja di sebuah industri besar penghasil peralatan listrik, untuk panel ukuran 2 x 1 m , tetap saja ada ukuran2 yg tak tepat, entah lubang baut nya tak pas, entah ukuran nya tidak nyambung dll.

 

Untuk barang2 kecil dan sederhana saja, kita tak bisa buat secara presisi, bagaimana lah lagi , bisa membuat barang ukuran besar yg presisi, seperti halnya turbin dan generator untuk pembangkit listrik tsb. Bisa dikata dari semua pembangkit listrik yang ada di negeri ini, tak ada yg kita buat sendiri, semuanya buatan luar, kebanyakan dari Jepang. Bukan hanya barang penting seperti turbin dan generator, bahkan barang2 kecil seperti baut khusus stainless steel pun, harus di beli dari luar negeri, karena memang harus presisi pula,  entah apa saja barang2 yg bisa dibuat oleh kita sendiri…, yang banyaknya sekian ratus juta orang ini.

 

kenapa orang jepang bisa, tapi orang Indonesia tak bisa membuatnya, adalah sebuah pertanyaan naif yang tak bisa kita temukan jawaban yang presisi pula… , entahlah apa kita ini bangsa yang tak presisi pula ?

 

Turbin, generator dan peralatan2 lain penggerak mula, memang harus presisi dan tahan lama, karena ia bekerja terus menerus, sepanjang waktu.

Jadi teringat pula , pada tubuh kita pun ada bagian yg bekerja terus menerus tanpa henti, sepanjang hidup ini, yaitu jantung. Yang terus menerus memompakan darah ke seluruh tubuh kita, sejak kita lahir sampai saat meninggal kelak. Bahkan jantung lebih hebat lagi dari turbin, karena turbin-generator, pasti ada masa perbaikan nya, istilahnya overhaul, ia perlu berhenti sejenak untuk perbaikan ( maintenance ) , biasa setahun sekali atau 2 tahun sekali. Tapi jantung manusia, tak perlu overhaul maintenance, berhenti sejenak untuk perbaikan, kecuali orang yg sakit jantung.

 

Bukan hanya jantung, banyak pula organ2 dalam tubuh ini, yg sangat presisi dan bergerak terus menerus ( heavy duty endurance ) , sepanjang masa hidup kita.

siapa kah yg membuat nya ?

apakah kedua orang tua nya yang membuat organ2 tsb, saat bayi dilahirkan ?

bagaimana pula cara instalasi nya , perawatan nya ?

 

kita sendiri , yg punya tubuh ini,  tak tahu , tentang apa yg terjadi dalam tubuh ini, bagaimana ia dibuat, bagaimana ia beroperasi. Bila rusak ada masalah, kita pun perlu bantuan orang lain  ( dokter ) untuk mengobatinya, namun itu pun belum pasti bisa benar2 menyembuhkan penyakit yg terjadi.

 

Sehebat2 nya manusia, bahkan orang jepang yg sangat teliti sekalipun, tak ada lah yg bisa menandingi kehebatan Tuhan menciptakan alat penggerak utama tubuh seperti jantung , apalah lagi bagian2 tubuh manusia lain nya.

 

Sangat sempurna tubuh manusia diciptakan, begitu pula alam semesta ini telah diatur dengan begitu tepatnya, kapan matahari terbit, kapan pula ia tenggelam dan berbagai pengaturan alam ini yg sangat teliti sekali.

 

Sesungguhnya adalah bukan sia sia kebetulan belaka, mengapa manusia menjalani kehidupan di dunia ini…

sungguh disayangkan bilamana kehidupan ini berjalan dg tidak presisi pula , jalan hidup yang tanpa makna, penuh ke sia sia an, kerugian. Mudah2 an kita dijauhkan jadi manusia yang merugi seperti apa yang disampaikan dalam surat wal ashri.

 

Demi waktu

Sesunguh nya manusia itu benar benar berada dalam kerugian

kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh

dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran

dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran

 

salam hangat dari tengah riuh rendah kebisingan project

9 comments on “precision life

  1. mia
    17/07/2008

    tulisan yang bagus dan enak dibaca…dan..menyentuh…

  2. hdmessa
    17/07/2008

    terima kasih ibu Mia

  3. Nadia
    18/07/2008

    Assalaamu’alaykum Kang Hendra… Wah… tulisannya pas banget buat saya… Ketika saya sedang dihadapkan pada pekerjaan yang membutuhkan akurasi dan presisi tinggi. Saya kerja dengan RNA virus kang… Sedih sekali karena kesalahan penggunaan beberapa mikro larutan yang sangat mahal harganya, hasil PCR saya kacau! Hiks! Hikmah hari ini: DON’T WASTE A DROP! Bismillaah… Do’akan Kang mudah-mudahan kerjaan saya lancar… Dan tidak melakukan kecerobohan lagi…

  4. hdmessa
    18/07/2008

    wa alaikum salam, Nadia

    terima kasih ,
    selalu ada hikmah dari setiap kejadian.

    semoga sukses pekerjaan nya

    salam

  5. Casman
    28/07/2008

    Dear Uda Hendra,

    diam2 saya penggemar tulisan Akang/uda nih…
    kebetulan tempat favorit saya Pangalengan, dari sejak SMA saya sering ke sana, saya tinggal di jakarta sekarang. tahun ini saja ( belum habis loh kang) sudah 4 kali saya ke pangalengan. saya punya t4 berkunjung di sekitar santosa…..di rumah persis di lereng gunung wayang, sejak saat itu, saya “cinta” sama pangalengan..semua t4 sudah saya kunjungi, rafting, dll….yang belum Tegal Panjang……

    teruskan tulisan2nya kang, pasti saya baca…

  6. hdmessa
    28/07/2008

    terima kasih rekan Casman atas kunjungan dan komentar nya.

    senang bertemu dg teman yg sering juga main ke tempat indah ini.

    Dataran tinggi pangalengan memang indah, tak salah orang2 belanda dulu, spt Bosscha sangat cinta tempat ini, dan menghasilkan karya2 besar, kebun teh malabar dan bangunan2 bersejarah di bandung spt ITB, gedung merdeka dll.

    Alhamdulillah saya ditakdirkan juga berada di sini, suasana alam yg hampir mirip dg tempat kelahiran saya di dataran tinggi, bukittinggi sumbar.

    tempat yg indah, memberi inspirasi yg positif utk timbulnya ide2 tulisan, mudah2an akan banyak lagi inspirasi indah untuk dituliskan dari perenungan di tempat indah ini

    lokasi saya di lereng gunung wayang dan windu, di area kebun teh Kertamanah, belok kiri jalan raya ke arah santosa-kertasari

    salam

  7. omdien
    15/09/2008

    Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal

    Tulisan yang bagus kang, jadi termotivasi untuk selalu berbuat yang terbaik.

  8. hdmessa
    15/09/2008

    Terima kasih Kang Dien, tambahan nya,

    insya Allah kita selalu berusaha menambah kebaikan.

    btw, ide cerita tsb, dari turbine besar di proyek pembangkit listrik sini, yg untuk bawa nya saja dari jakarta sampai ke lereng gunung di pangalengan sini, butuh waktu sampai 20 hari.

    salam
    HM

  9. faizan
    20/11/2008

    makanya belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17/07/2008 by in Contemplation.
%d bloggers like this: