Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

lalat lalat cinta


Bunga yang mekar menebarkan aroma cinta yang menjadi incaran para serangga
Kumbang dan lalat pun hinggap ke bunga.

Bila kumbang yang hinggap, berarti bunga itu menebarkan aroma cinta yang indah
Namun bila lalat yang hinggap, menandakan bunga menebarkan aroma cinta busuk.

Awalnya kita tak tahu apakah cinta itu beraroma wangi atau busuk,
Dari siapa yang hinggaplah kita bisa tahu aroma cinta bunga tersebut

Created by my little girl, Nahdia

10 comments on “lalat lalat cinta

  1. joko setyono
    31/07/2008

    halo apa kabar , bagaimana keadaannya

  2. hdmessa
    31/07/2008

    kabar baik pak Joko,
    terima kasih kunjungan nya

    salam

  3. Mama Jazlan
    31/07/2008

    wah, si kecil dah mewarisi bakat bapaknya …. perlu dibimbing tuh biar jadi penulis yang terkenal … tar aku sumbang ide cerita deh …. salam ya buat nahdia …

  4. hdmessa
    03/08/2008

    terima kasih tante Ida,

    ditungguh yah ide cerita nya,
    asal jangan cerita “sinetron” di pabrik pulogadung melulu..he..he.he.

    salam

  5. omdien
    15/09/2008

    wah, Kang Hendra
    udah berapa tahun usianya, udah bisa membuat tulisan seindah itu.
    Tapi kasihan juga kang, lalat jadi object penderita🙂 padahal bila dilihat dari tulisan Ir. Bambang Pranggono, MBA. Lalat tuh ngak sehina itu, akang bisa baca di http://percikaniman.org/detail_bambang.php?cPub=Hits&cID=10
    Oh iya udah lama ngak menulis jurnal sasapedahan nya, biasanya ada rute baru yang menantang. Saya termasuk penggermar tulisan “Jurnal Sasapedahan” akang.

  6. hdmessa
    15/09/2008

    alhamdulillah, 9 tahun,
    kebetulan saja, ia memang senang baca dan suka corat coret.

    yah, mungkin demikianlah pemahaman ttg lalat bagi seorang anak kecil.

    masih sering sih, sepedahan, tapi nggak sempat nulis saja. Sebelum puasa, kita melintasi jalur dari cikalong lewat danau cirata sampai ke cipanas puncak.
    Bulan lalu, langsung dari rumah di by pass naik sepeda sampai ke kawah gn tangkuban perahu, terus turun lewat jayagiri, lewat gegerkalong terus balik ke rumah lagi

    2 lintasan tsb, berat sekali tanjakan nya, hampir nyerah di tengah jalan, tapi untung bisa lanjut juga.

    Sudah lebaran ada rencana mau coba jalur ke pantai cidaun-cianjur, lewat hutan belantara daerah londok
    ( arah selatan antara ciwidey-pangalengan )

    nanti deh sharing lagi cerita2 nya, nuhun kunjungan nya

    salam

  7. Dewi N.K.
    17/11/2008

    wah filosofi lalatnya boleh juga! kalo tak salah sih bisa diartikan: sebaik apakah citra diri kita, bisa dilihat dari teman-teman yang ada sekitar kita. Ada yang mau nambahin?

  8. hdmessa
    17/11/2008

    betul sekali Dewi,

    tapi bergantung pada kita juga, mau dengan siapa kita berteman ?

    dg siapa kita berteman adalah juga sebuah pilihan, yg pada beberapa hal turut menentukan jalan hidup ini

    salam

  9. Dewi N.K.
    17/11/2008

    kalo di bandung, saya biasa ke soreang, gak jauh ya kalo mau ke ciwidey?

  10. hdmessa
    17/11/2008

    kalau dari soreang, naik arah terus ke selatan akan sampai di ciwidey, sekitar 15 km, sedangkan kawah putih gn patuha atau situ patenggang sekitar 7 km lagi dari ciwidey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30/07/2008 by in poetry.
%d bloggers like this: