Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

kisah kisah di pertengahan jalan hidup

Bertemu kembali dengan teman2 lama, jaman sekolah dulu, saat ada acara reuni, membuat kita serasa kembali ke masa lalu, masa muda , masa tanpa beban, yang selalu dikenang. Dalam bayangan kita akan bertemu lagi teman2 sebagaimana yang kita kenal dulu.

Tapi kebanyakan kita akan kaget, karena tampilan fisik teman2 kita telah jauh berubah setelah sekian lama tak berjumpa.

Helaian rambut2 putih mulai tampak menyelinap, kulit wajah pun mulai mengendur, tubuh makin gemuk, teman2 wanita yang dulu jadi rebutan perhatian, sekarang seperti di cuekkan saja.

“Ndra , lihat tuh si Neneng , yg dulu dikejar2 anak2 sekelas, sekarang mah, sudah beda yah penampilan nya, nggak seperti dulu lagi. jangan begitu Dod, kamu juga kan sudah berubah, siapa yg masih naksir sama orang spt kamu, yg gemuk dan berambut putih ini ?

“eits, kata siapa ndra ? jaman sekarang mah, cewek2 pada ngantri, pada pria berduit seperti saya ini, yg penting mah duitnya, penampilan nomer dua” , ah, si Dodi, tak berubah dari dulu, kelakuan nya

“ndra, nggak sadar yah, kita sudah mulai menjelang usia kepala 4 ( usia 40 tahunan )” , kata si Dodi, dengan wajah serius sekarang. “iya yah, rasanya baru kemarin saja, kita sering main bola bersama saat pulang sekolah.”, jawabku, mengingat kembali masa lalu.Hidup di dunia ini serasa sebentar saja, bahkan demikianlah perkataan, manusia saat berada di akhirat kelak.

Bila hidup ini kita andaikan bagaikan sebuah perjalanan , dan rata2 usia hidup manusia 70 atau 80 tahun , maka saat berusia 35 – 40 tahun, kita sebenarnya sedang berada di pertengahan jalan hidup ini, setengah jalan telah dilalui, sejak ibunda melahirkan kita ke dunia ini, dan setengah jalan menuju kematian, terhampar di hadapan..

Sebagaimana hal nya dalam perjalanan, saat di pertengahan jalan, biasanya adalah saat untuk beristirahat sejenak, begitu pula dalam perjalanan hidup, saat berada di usia pertengahan tersebut, bagus lah pula kita untuk beristirahat sejenak, melakukan perenungan tentang diri ini dan kehidupan yang kita jalani.

Tapi biasanya usia pertengahan tersebut, adalah masa sibuk2 nya aktivitas seseorang. Bila karyawan itulah masa2 kariernya bersinar dan menaik, bila pengusaha, itulah saat sedang sibuk2 nya bisnis yg dirintisnya , dalam berkeluarga, saat2 itu, adalah masa kematangan berumah tangga, dan anak2 pun mulai besar. Bagi sebagian orang yang banyak menemui masalah dalam hidupnya, usia2 saat itu, adalah saat puncak2 stress menghadapi beban kehidupan.

Namun ada juga yang malah mengalami kebingunan saat2 usia tersebut. Padahal semua apa yang dicita2 kan sejak usia muda telah tercapai, materi cukup, rumah ada, keluarga hidup cukup. Tapi kehidupan nya malah serasa hampa jadinya. Ia type orang yang sejak kecil bagaikan selalu dikejar2 dengan berbagai tuntutan.

Jaman sekolah disuruh belajar keras, agar bisa masuk universitas terbaik, saat kuliah dipacu cepat lulus dengan Indek prestasi tinggi, agar bisa masuk tempat kerja yang terbaik pula, menikah pun harus mendapatkan pasangan hidup terbaik, setelah menikah ditanyai pula, kapan punya rumah, kapan punya anak dll .

Setelah semuanya tercapai menjelang usia 40, ia malah jadi bingung, apa lagi yang mau dicari dalam hidup ini , hidup ini serasa hampa jadinya.

Ia mungkin berhasil dalam berbagai hal yang jadi tanda keberhasilan hidup menurut ukuran orang banyak, tapi ada satu hal yang terlupakan , ia lupa memahami apa sebenarnya tujuan hidup ini ?. Banyak orang lupa, belajar memahami apa tujuan hidup ini ?

Sebagian orang bilang, life begin at forty, hidup mulai di usia 40 thn, saya jadi suka iseng bertanya, apa sia2 saja, umur yang telah berlalu selama ini ?

” bukan ndra”, kata seorang teman, maksudnya pada masa usia 40-an lah, seseorang telah matang dalam menjalani kehidupan ini, setelah makan “asam garam” kehidupan, sejak masa mudanya. Namun tak semua orang telah matang dalam hidup ini , pada usia pertengahan tersebut, masih banyak orang2 dewasa yang berkelakuan kekanak2an, atau malah bertambah “rusak”. Bila kita andaikan telur, telur ayam yang terlambat masak, malah akan membusuk.

Usia pertengahan, adalah juga tonggak perkembangan seorang manusia, bila bertambah baik (insyaf ) dari masa mudanya yang penuh kesalahan , kemungkinan ia akan terus jadi orang baik. Bila tetap “kacau” hidupnya, tak ada perbaikan, kemungkinan sampai tua pun akan “kacau” pula hidupnya

Bertemu dengan teman2 lama, saat reuni atau moment2 lain nya, selain membuka memori lama di alam bawah sadar kita, adalah juga sarana untuk saling mengukur diri, apa yang telah dicapai selama ini, mengukur diri, sudah sampai sejauh mana kita dalam perjalanan hidup ini.

Menarik juga menyimak cerita2 lika liku perjalanan hidup, teman seangkatan usianya, banyak pelajaran bisa diraih. Cerita teman yg meraih kesuksesan yang membanggakan sampai cerita teman yg penuh duka nestapa.

Beberapa orang teman, telah meninggal dunia kembali ke haribaan Nya, beberapa meninggal di masa mudanya, saat belum berkeluarga

mengingat teman yg telah meninggal, menyadarkan kita untuk bisa bersyukur, bahwa kita masih diberi karunia kehidupan sampai saat ini

Menyimak kisah teman2 pun beragam, saling bersilang, antara suka dan duka

Ada juga teman yg berhasil, kaya raya dan terkenal,

Namun ada pula yg masih terkungkung dalam kesulitan hidup

Ada yang jadi direktur, namun ada pula yg lagi nganggur, habis kena PHK

Ada yg bergelimang uang, namun ada juga yg terjerat hutang

Ada yg telah melanglangbuana keliling dunia ,

Namun ada pula tersuruk di gang sempit atau sampai ke tengah hutan.

Suka kaget juga bila mendengar kabar teman, yang malah sejarah perjalanan hidupnya, jauh bertolak belakang dari yang kita kenal dulu. Jalan hidup ini , tak selalu lurus mulus, banyak yang melewatinya dengan penuh lika liku , mendaki bukit , atau malah jatuh terjermbab ke lembah kelam.

Kebanyakan orang tak mempedulikan nya dan menjalani hidup ini apa adanya, bagai air mengalir. Aristoteles, ahli filsafat kuno mengatakan, jalan hidup yang tak direncanakan dengan baik, bukan lah hidup yg baik, jalan hidup yg baik, ialah kehidupan yg direncanakan dengan baik pula

Perubahan tampilan fisik pada usia pertengahan, seperti rambut memutih, kulit yg keriput, kekuatan fisik yang berkurang, masa menopause pada wanita, dan berbagai perubahan fisik lain nya, seringkali jadi suatu hal yg ditakutkan. Cobalah untuk berpikir positif, fisik memang telah menua, karena demikianlah hukum alam, namun pikiran dan jiwa kita, adalah tetap terus bisa berkembang. Usia pertengahan saat fisik menurun adalah saat yang tepat untuk terus meningkatkan potensi pikir, emosi, rasa dan jiwa transedental ( religius ).

Sebagai analogi dalam cerita silat kuno kita kenal ada kakek2 jagoan silat yg sudah tua renta, namun dengan kekuatan tenaga dalam nya, bisa mengalahkan para pesilat yg lebih kuat fisiknya. Pesilat tua ini, terus mengembangkan kemampuan tenaga dalamnya, pada saat fisik telah menurun. Dalam cerita sufi ( ahli ibadah) , para ahli yg telah tua renta, tapi sangat kuat ibadah pada Tuhan, rasa jiwa nya bahkan bagaikan bersinar karena nya, ia menjadi orang yg sangat dekat dg Tuhan nya, jiwa nya sangat bersinar, walaupun fisiknya melemah.

Hal yang sama harusnya dilakukan oleh orang2 yg telah mulai menua fisiknya, teruslah kembangkan kemampuan non fisik kita ( inner power, rasio, rasa , kedekatan dg Tuhan dll )

Bila anda sedang berada di usia2 pertengahan tersebut, adalah saat yang tepat untuk merenungi perjalanan kehidupan ini, sudah sampai mana kita, hendak kemana lagi kita, melangkah ?

bila anda masih muda, siapkanlah bekal hidup sebaik mungkin dan isilah masa muda dengan hal2 yang penuh makna.

bila anda telah tua, syukurilah anugerah masa kehidupan ini , selalulah berbuat kebaikan dan menyiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat kelak…

Para pendaki gunung, saat di pertengahan jalan pendakian, di lereng gunung, akan beristirahat pula. Duduk sejenak melihat kebawah jalan setapak berliku yang telah dilalui dan memandang ke atas, puncak gunung yang akan dituju. Demikianlah pula dalam perjalanan kehidupan ini, kita perlu merenungi jalan hidup yang telah kita lalui, belajarlah dari kesalahan yang telah berlaku agar tak terulang lagi dan mensyukuri nikmat Tuhan yg begitu banyak. Kemudian melihat ke depan, tujuan hidup ini, apa rencana kita di masa depan….

Di lereng gunung tersebut, sang pendaki akan mengecek juga tas rangsel yang disandangnya dari bawah, apa saja barang2 yang masih perlu dibawa, dan barang2 apa saja yg sebaiknya ditinggal saja, agar tak membebani badan saat mendaki ke tempat yang lebih curam menjelang puncak gunung, istilahnya “repacking” (mengepak ulang perbekalan)

Begitu pula dalam hidup ini, di tengah perjalanan hidup, kita perlu pula “mengepak ulang” diri ini. Membuang hal2 yang negatif dan menambah hal2 yang positif, menyiapkan bekal untuk masa depan di Akhirat kelak. Buanglah kelakuan2 jelek, perbuatan dosa, iri dengki, dendam dan segala kejelekan lain nya. Dan kembangkanlah kebaikan2 pada diri ini, agar kita bisa menyongsong hari esok dengan penuh cahaya kebaikan

Kita sendiri, tak tahu pula bagaimana sejarah perjalanan hidup kita kelak, apakah selalu dalam kebaikan, berbelok tajam atau terjerembab ke lembah kelam, karena itulah kita harus selalu berdoa agar selalu berada dalam lindungan kebaikan Illahi Rabbi dan mendapatkan akhir yg baik, husnul khotimah

5 comments on “kisah kisah di pertengahan jalan hidup

  1. Haryo Prabowo
    11/08/2008

    Kun fid dun-yaa ka annaka ghariibun au ‘aabirus sabiil…. jadilah engkau di dunia (ini) seolah-olah engkau adalah seorang yang asing, atau seorang yang sedang mengembara….

    beda euy rasanya baca2 blog kang hdmessa mah (dibanding blog2 bacaan saya yang lainnya). Sangat dewasa, sangat mengispirasi­čÖé

    Jazakallah atas artikelnya, mengingatkan akan arti usia ini…

    Saya sudah 21 nih, masih muda dan bertenaga untuk berkarya, tapi sudah cukup tua kalau katakanlah jatah umur ini tidak panjang…

    Semoga bisa sama-sama mengisi detik-detik yang akan datang dengan berbagai kebaikan yang lebih banyak dan lebih baik dari sebelumnya. Aamiin…

  2. hdmessa
    11/08/2008

    terima kasih Haryo, atas komentarnya,

    semoga umur yang masih terhampar,
    selalu berada dalam keberkahan dan lindungan rahmat Illahi

    salam

  3. joko
    18/11/2008

    Terimakasih, semoga yang Anda tulis menjadi amal. Amiin.

  4. hdmessa
    18/11/2008

    Amien, terima kasih banyak mas Joko

    salam

  5. erika
    01/03/2009

    k’hendra, inspiring euy..bisa saya forward ke teman2 saya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 09/08/2008 by in Inspiration story.
%d bloggers like this: