Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

renungan setengah jalan

Suatu saat , ketika ada acara reuni teman2 sekolah,

Karena sejak jaman sekolah dulu, sering jadi “tukang doa” ,

saya pun diminta untuk berdoa dengan sedikit renungan pada akhir acara tersebut,

Karena rekan2 saat itu kebanyakan berusia menjelang 40 tahun,

Pertengahan jalan hidup, maka doa nya berjudul, doa renungan setengah jalan.

Sungguh sebuah kebahagiaan

Saat bisa berkumpul lagi dengan teman2 lama, jaman sekolah dulu,

Bertukar cerita lama, Membuat diri ini pun serasa jadi muda kembali.

Saat bertemu muka, ada perubahan fisik yang jadi kekhawatiran banyak orang Rambut putih yang menyelinap malu2 , kulit yg mulai tak kencang lagi, perut yg membesar dan berbagai perubahan fisik lainnya

Walau tak kita sukai, perubahan fisik itu semua adalah pertanda alam, betapa kita sedang berada di pertengahan jalan kehidupan.

Rata rata umur hidup manusia ialah 70 – 80 tahun, maka bilamana kita berumur antara 35 – 40 tahun, sebenarnya kita sedang berada di pertengahan jalan hidup.

Setengah jalan telah dilalui sejak bunda melahirkan kita ke dunia ini,

Dan setengah jalan masih membentang sampai ke ujung nafas terakhir

( bilamana tak kehabisan nafas di tengah perjalanan )

Semoga kita menjadi orang yg bersyukur atas nikmat kehidupan selama ini,

Dan diberi kekuatan menempuh sisa perjalanan hidup ini

Beberapa orang rekan telah mendahului kita, kembali ke haribaan Tuhan,

Meninggalkan dunia yg fana ini

Mengingat kematian, sungguhlah suatu karunia,

Kita masih diberi kesempatan hidup sampai usia pertengahan ini,

Namun tak banyak orang yg menyadarinya.

Karena itu gunakanlah sisa masa hidup ini sebaik mungkin

Berpuluh tahun telah berlalu,

Banyak cerita telah berlalu pula,

Cerita suka dan duka silih berganti

Ada yg berhasil, kaya raya dan terkenal,

Namun ada pula yg masih terkungkung dalam kesulitan hidup

Ada yang jadi direktur, namun ada pula yg lagi nganggur, habis kena PHK

Ada yg bergelimang uang, namun ada juga yg terjerat hutang

Ada yg telah melanglangbuana keliling dunia ,

Namun ada pula tersuruk di tengah hutan

Cerita tentang keluarganya pun beragam,

Ada yg sangat sukses jadi suami, sampai beristri lebih dari satu,

Namun ada pula yg bahtera rumahtangga nya kandas ( bercerai )

masih ada pula yang sangat bahagia dengan masa mudanya,

Tenggelam dalam kesibukan pekerjaan sampai lupa menikah

Puluhan tahun telah berlalu,

Persahabatan di antara kita, tak selalu lurus mulus bagai jalan tol,

Ada pertengkaran, permusuhan, iri, dengki, dendam dan setumpuk penyakit hati lain nya

Yang hinggap di dada ini.

( kalau sakit hati, karena cintanya ditolak,silakan selesaikan sendiri secara adat, tak ada stock doa utk hal seperti itu )

Semoga puluhan tahun berlalu,

Kita bisa mengubur semua cerita sendu tersebut

jauhkanlah kejelekan2 dalam persahabatan diantara kita,

hilangkanlah ; rasa iri, dengki, dendam dan luka lama diantara kita

semoga persahabatan kita, menjadi persahabatan yang tulus dan penuh kebaikan.

Karena hari esok mentari masih terbentang.

Syukurlah saya punya teman2 yg baik kelakuan nya,

Bukan seperti cerita anak2 nakal teman masa remaja dulu ,

Yang sungguh mengenaskan tapi juga lucu

cerita perbincangan di pertengahan jalan hidupnya

Semisal seorang teman yang dulunya pemuda kere tak percaya diri

yg dulu hanya berani membayangkan wanita cantik aduhai dari jauh,

membayangkan nya dari balik layar2 kaca berwarna biru,

Setelah kini punya banyak uang ,

Balas dendam lah ia

dengan membeli “impian-impian” yang tak bisa diraih jaman kere dulu

tapi kemudian ia menyesal sendiri seumur hidup,

tubuhnya habis digerogoti penyakit

Seorang teman yg dulunya memang jadi jagoan, akhirnya jadi preman pasar

yang menguasai sebuah lokasi keramaian di tengah kota.

Teman lain, telah pula meregang nyawa, karena overdosis narkoba.

ada pula teman yg senang “bermain api”,

sampai terbakar habis bahtera rumah tangga nya…

Janganlah pula sekali kali menyakiti hati bunda

saya ada teman yg durhaka pada ibunya bagaikan malin kundang,

jalan hidupnya yg suka cita, berubah gelap gulita,

ia menjadi orang yg penuh duka nestapa saat ini

ada pula teman yg sangat pintar,

saking pintarnya, ia melakukan pengembaraan pemikiran

ke tempat2 yg jauh, bahkan sampai ke alam gaib dan iblis pun jadi gurunya.

bukan nya tambah pintar, ia malah jadi berpikir yg aneh2.

Sampai berpendapat bahwa agama tak perlu lagi, sampai jadi rada atheis.

Ia tak lagi beribadah, saat lebaran pun, ia tak terlihat, entah pergi kemana,

Sungguh mengenaskan nasib teman ku yg pinter keblinger ini.

semoga cerita2 mengenaskan tersebut,

tak menghiasi perbincangan pertemanan kita

Namun mendung tak selamanya kelabu,

Sinar mentari bisa pula diraih.

Seorang teman lain yang dulu nakalnya, minta ampun

keluar masuk lembah hitam, jauh dari mesjid

tapi sang ibu tak lupa mendoakan kebaikan baginya,

setelah waktu berlalu, ia jadi insyaf dan menjadi orang yg baik

beristrikan wanita solihah , jadi orang yg taat beribadah dan berakhlak mulia.

Penuh warna warni dan lika liku cerita teman2 kita.

semoga pertemanan kita ini

menjadi pertemanan yg penuh kebaikan

pertemanan di usia pertengahan hidup, menjelang usia 40

kita sama2 sedang menjelang setengah sisa perjalanan hidup ini ,

semoga kita diberi kekuatan menghadapi berbagai tantangan hidup ini

ya Tuhan,

maafkanlah kesalahan kami selama ini

jadikanlah kami orang2 yg bersyukur,

limpahkanlah pula kebaikan pada sisa umur kehidupan kami…

setengah perjalanan akhir hidup ini

Amin

11 comments on “renungan setengah jalan

  1. Haryo Prabowo
    11/08/2008

    @
    Saat bertemu muka, ada perubahan fisik yang jadi kekhawatiran banyak orang Rambut putih yang menyelinap malu2 , kulit yg mulai tak kencang lagi, perut yg membesar dan berbagai perubahan fisik lainnya

    comment :
    heu……… que sera sera🙂

  2. hdmessa
    11/08/2008

    thanks Haryo,

    hikmahnya, mulai lah utk tak hanya melihat perkembangan fisik, tapi tingkatkan lah pula,
    perkembangan kejiwaan kita

    jiwa akan terus berkembang, walau fisik telah menurun

    salam

  3. Haryo Prabowo
    12/08/2008

    na’am….

    kang, setelah berjalan sekian lama, saat-saat apa dalam hidup ini yang terasa paling indah? saat bahagianya hati terasa membuncah?

    apakah saat lulus kuliah? bekerja di perusahaan idaman? menikahi istri yang shalihah? punya anak? atau mungkin saat melihat hasil dakwah kita? atau mungkin saat merasa bermanfaat bagi sesama?

    lalu, saat-saat bagaimana yang paling menyedihkan?

    lalu, saat-saat yang paling menegangkan?

    jadi ingin ngobrol banyak…🙂

  4. hdmessa
    12/08/2008

    Wah, pertanyaan nya susah susah gampang juga nih..

    Suka dan duka, nampaknya susah kita nilai secara umum, karena sangat terkait dg situasi dan kondisi saat itu. Suatu hal yg sangat menyenangkan dulu, pada saat2 lain bisa jadi biasa2 saja saat ini. Begitu pula suatu hal yg menyakitkan dulu, bisa menjadi perbincangan yg lucu saat ini.

    Semua itu hal yg relative dan subjective, sulit utk di ukur secara matematis. Karena sepanjang perjalanan hidupnya, manusia juga mengalami perkembangan rasio dan jiwa.

    Positive thinking , selalu bersangka baik ( husnuz zhon) terhadap jalan nasib kita, bisa menjadi solusi praktis nya.

    Bukankah ada dikatakan bahwa bagi seorang muslim, apapun menjadi kebaikan bagi nya.
    Saat ditimpa kesulitan ia bersabar dan berdoa, saat mendapatkan kesenangan ia selalu bersyukur.

    ada pepatah ; orang yg paling bahagia, ialah orang yg mencintai jalan nasibnya apapun yg berlaku

    Mungkin demikian pemahaman saya saat ini.

    Salam

  5. Haryo Prabowo
    18/08/2008

    Great, makasih masukannya….

    Cuman nanya aja,🙂

  6. hdmessa
    18/08/2008

    sama2, Haryo

  7. Wawan TBH
    29/08/2008

    Ass.wr.wb.
    Kang Hendra, membaca tulisan antum, senantiasa membuat diri ini ingin berbincang ttg misteri kehidupan secara langsung denganmu…

    Mksh banyak….

    Dan smg tiak pernah berhenti untuk tafakkur dan menuliskannya untuk kami2 sahabatmu..

  8. hdmessa
    31/08/2008

    wa alaikum salam,

    terima kasih kang Wawan,

    insya Allah, kita bisa saling mengingatkan dalam iring2 an , perjalanan hidup ini

    salam

  9. toni
    09/12/2008

    Beberapa tahun lalu pun sekolah saya mengadakan reuni. Kejadiannya persis seperti yang kang Hendra ceritakan.. setidaknya banyak kemiripan cerita. Seru kala mengingat masa-masa remaja dulu, terkadang saya suka geli sendiri jika sedang melihat photo-photo ‘jadul’. Apa lagi kalau sedang kumpul2 dengan teman2 se-genk, terus cerita2 masa lalu.. wah ga ada habisnya. Pada akhirnya itu semua menjadi alur cerita hidup kita yang begitu mengesankan. Semoga jalan selanjutnya berujung pada kebahagiaan. Amin

  10. hdmessa
    10/12/2008

    thanks Toni sharing nya,
    yah , demikianlah sekelumit cerita perjalanan hidup seorang manusia…

    semoga dg bergulirnya waktu, perjalanan hidup kita mengarah pada kebaikan

    salam

  11. engkaudanaku
    29/03/2009

    Memang inilah kehidupan,….
    di penuhi dengan berbagai macam keadaan,….
    Tapi, yakinlah kita,…
    semua ini hanya sementara,…
    suatu hari nanti semua pasti kan berakhir,…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11/08/2008 by in Contemplation.
%d bloggers like this: