Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

filsafat tukang kerupuk

Di jalanan sekitar rumah, biasanya sering kita temui banyak pedagang yg menjajakan jualan nya sambil lewat depan rumah kita, antara lain tukang kerupuk. Di dekat rumah, penjual kerupuk biasanya membawa kerupuknya dalam kaleng besar yg dipikulnya atau mendorong gerobak.

Penjual kerupuk memiliki teriakan yg khas pula saat menjajakan jualan nya, sehingga dari jauh kita sudah bisa tahu bilamana ada tukang kerupuk akan lewat, selain itu memang biasanya penjual tersebut lewat pada jam jam tertentu pula. Sehingga penggemar kerupuk sudah tahu bahwa pada jam tertentu akan lewat penjual tsb,  atau mendengar suara teriakan khas tukang kerupuk tersebut.

Kalau ada tukang jual kerupuk lewat, terus kita panggil, kemudian ia berhenti dan datang ke tempat kita, berarti dagangan kerupuk nya masih banyak, dan ia senang dipanggil.

Bilamana dipanggil dan ia terus berjalan saja, berarti kerupuknya telah habis terjual, kaleng kerupuk nya telah kosong atau tak suka dipanggil oleh kita.

Namun bilamana ada orang yg memikul kaleng kerupuk jualan, kemudian kita panggil, tapi malahan ia lari, nah kalau ini patut dicurigai, kemungkinan ia pencuri kerupuk….

Cerita penjual kerupuk tersebut bisa dianalogikan pula dengan kondisi keimanan seorang muslim saat mendengar panggilan azan.

Bila kumandang azan terdengar dari mesjid dan ia merasa terpanggil untuk bersegera sholat , artinya masih banyak dan masih kuat iman nya. Bahkan ada sebagian muslim yg sangat rindu dengan panggilan azan tersebut, sampai sengaja bersiap menunggu datangnya waktu sholat .

Pada kondisi lain, bilamana azan terdengar dan ia tak peduli dan terus pergi, kemungkinan iman nya telah mulai habis.

Namun bilamana azan terdengar, tapi malahan ia lari menjauh, mungkin patut dipertanyakan keimanan nya sebagai seorang muslim.

Demikianlah analogi sederhana, bagaimana hati seorang muslim menanggapi kumandang azan, yang bisa menjadi ukuran sederhana seberapa besar kepedulian seorang muslim terhadap agamanya. Sebagaimana dinyatakan, salah satu tanda seorang muslim yg taat ialah orang yang akan tergetar hatinya bila ayat al Qur’an dibacakan.

Demikianlah pula halnya, bergetar nya hati seorang pemuda, mendengar nama kekasihnya disebut, apakah lagi mendengarkan nya langsung. Rasa hati itu adalah pertanda kecintaan nya pada kekasih hatinya, sesuatu yg sangat dekat di hatinya.

Bagaimana reaksi kita, saat mendengar kumandang suara azan, ataupun bacaan ayat suci Al Qur’an, adalah pertanda tingkat kecintaan kita kepada Yang Maha Mengasihi dan Menyayangi kita semua, Allah Yang Maha Suci.

8 comments on “filsafat tukang kerupuk

  1. bangirfan
    12/09/2008

    Benar Kang, cara yang paling mudah mencari tau indikasi berkurangnya keimanan adalah dengan reaksi hati kita terhadap panggilan kebaikan.

    Suatu ketika hati begitu bergetar saat mendengar asma Allah. Lain waktu datar-datar saja. Terimakasih sudah mengingatkan. Kita memang perlu menjaga kecintaan kepada sang Pencipta.

  2. hdmessa
    15/09/2008

    betul bang Irfan,
    sama, saya juga sebagaimana manusia pada umum nya, akan selalu ada naik turun nya, kadar keimanan kita.

    semoga kita selalu di ingatkan utk selalu menjaga nya

    salam

  3. Winda Eva Herdiana
    18/12/2008

    tetap istiqomah itu memang sulit….,

    terima kasih untuk mengingatkan, semoga Allah selalu memberi petunjuk dan rahmat dari sisiNya kepada kita

    Salam kenal

  4. hdmessa
    18/12/2008

    betul Winda, dan disana lah seni nya kehidupan…

    thanks atas comment dan doa nya,
    salam kenal pula, senang bisa silaturahmi

  5. Yaya
    25/10/2010

    Salam, asalnya saya ingin tau apa itu kaleng krupuk..so saya search google..dgn IzinNya, tibe2 saye t’masuk ke blog saudara…Kisah kaleng krupuk bertukar menjadi kisah keimanan..Analogi yg mmg mudah difahami..Tx..teruskan berdakwah..

  6. hdmessa
    25/10/2010

    terima kasih Yaya,
    alhamdulillah memberi manfaat

  7. fiyul
    19/03/2011

    subhanallah,izin share notes2-nya akhi,syukron

  8. hdmessa
    19/03/2011

    terima kasih komentar nya,
    silahkan saja di share,
    syukur banyak memberi manfaat

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10/09/2008 by in Contemplation.
%d bloggers like this: