Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

laskar saham

Telah lelah rasanya mata si Kundi menatap deretan angka di monitor komputer,

deretan angka2 kejatuhan nilai saham dan mata uang , dg berbagai istilah aneh nya ; mortgage, swap, Repo, CDS , toxic dept dan setumpuk istilah aneh lain nya . Telah bosan pula mendengar analisa2 para ahli finansial yg tambah menakutkan nya begitu menakutkan nya angka2 itu, sampai layar monitor komputer pun jadi terasa kelam…

Akhirnya ia pun terduduk lesu, karena gorengan saham nya terjun bebas, investasi pada beberapa broker jeblok juga, mata uang pun berjatuhan, investasi lain nya di properti , walau bernilai tinggi jadi barang mati, karena susah dijual, saat duit pun jadi seret, karena sungai likuiditas bank yg mengering kena kemarau keserakahan .

Baru lah ia menyadari betapa sebenarnya apa yg ia lakukan selama ini sebenarnya adalah hal2 yg berkaitan dg riba dan perjudian.Dua hal yang harus dijauhi kata guru agamanya di SD dulu, tapi saat ini jadi begitu akrab bagi dirinya. Ternyata benar lah pula apa kata gurunya dulu, betapa menyengsarakan nya kedua hal tersebut.

Ia kini merasa sendirian tak ada lagi teman tempat berkeluh kesah, kehidupan modern yg begitu individualis dan materialis, membuatnya jadi bagai tak punya teman ,karena ia memang tak merasa perlu berteman kalau tak memberi keuntungan baginya.

Si Kundi pun sempat teringat pada si Ikal teman laskar pelangi di masa kecilnya dulu, ia pun menatap ke luar jendela gedung pencakar langit tempat nya bekerja , lamunan nya jauh sampai ke seberang samudra sana ,ke dusun kecil di pulau belitung tempat ia tinggal di masa kecil dulu..

Kundi yang kini telah begitu kaya dan sukses, menjadi seorang financial investment manajer pada sebuah perusahaan financial broker di jalan berdinding tembok tinggi (wall street) di tengah kota puncak dunia (new york), walau telah berada di tengah kemewahan kota besar, banyak uang, tapi kini ia jadi merasa begitu miskin nya, jauh lebih miskin daripada keluarga si lintang anak nelayan miskin , teman nya dulu.

Entah kenapa ia merasa lebih bahagia, saat berada di gedung SD yg hampir roboh, daripada berada di lantai atas  menembus awan di gedung pencakar langit tempat ia bekerja yg walaupun mewah dan menyenangkan, tapi jadi begitu gersang nya,karena hati nya hancur…, betapa kekayaan nya telah terbang , bagaikan debu tertiup angin laut , bahkan kini ia jadi terbelit hutang yang demikian besar nya.

Rasanya ia ingin kembali lagi ke masa lalu, jadi anak kecil miskin di kampung pelangi yg penuh kebahagiaan, miskin harta, tapi kaya jiwa.., karena sesungguhnya kekayaan bukanlah pada materi tapi pada kekayaan jiwa nasihat gurunya dulu.

Ia jadi teringat pula dengan pesan gurunya di SD nya dulu waktu belajar agama di gedung sekolah yg selalu bocor saat hujan deras ; “Saat kalian, hidup di dunia ini, jadilah orang yang banyak memberi, bukan nya yg banyak meminta / menerima”. Istilah agamanya, orang terbaik ialah orang yg banyak memberi manfaat nya bagi orang lain.

Benar juga kata gurunya dulu, karena saat ini ia hanya mengejar2 keuntungan duniawi, mencari berbagai peluang untuk mendapatkan untung sebesar mungkin, hanya ada duit dalam otak nya. Ternyata kekayaan itu semua, tak selalu memberi kebahagiaan, bisa terbang sekejap mata dan hanya jadi fatamorgana belaka..

Karena merasa telah kaya, ia tak merasa perlu berbuat kebaikan pada orang lain, ngapain ?, emang gue pikiran

( EGP ) ? , bukan kah semua kekayaan ini dicari dengan jerih payah, sendiri, ngapain pula harus berbagai dengan orang lain , enak sajah pikirnya. Mendingan cari kebahagian dan keuntungan sendiri , peduli amat dg yg lain

Ternyata benar kata gurunya dulu, kebahagian hakiki bukanlah karena kita memiliki banyak materi, tapi karena banyak memberi manfaat pada orang lain, membahagiakan orang lain , itulah kebahagiaan tertinggi ( authentic happiness , kata ahli psikologi )

Ia pun mulai menyadari betapa investasi terbaik bukan lah dg banyak portfolio investasi finansial di berbagai tempat , yang akan bisa hilang dalam sekejap. Investasi terbaik dan akan selalu menguntungkan ialah dengan amal soleh dan sodaqoh yg pahalanya akan terus mengalir walau kita telah meninggal kelak ( amal jariyah ). Investasi akhirat jauh lebih menguntungkan daripada investasi dunia.

Karena saking sibuknya mengejar dunia, urusan agama pun telah lama ditinggalkan nya, sholat pun hanya setahun sekali saat idul fitri atau sekali2 ikut jum’atan…

Ia pun jadi teringat pula saat di depan kelas gurunya bercerita ttg banjir nabi nuh, dimana orang2 durhaka tenggelam , teman sebangku nya si Ikal, nyeletuk pada nya dan bilang, “nah Kundi, karena kamu jarang sholat, mulailah belajar berenang”, sebuah ungkapan polos anak2 yg sebenarnya begitu dalam makna nya, bahkan sampai saat ia dewasa.

Si Kundi pun sadar betapa kesibukan mengejar materi duniawi, telah benar2 menenggelam kan nya.

Ia pun berdoa “Wahai , Tuhan ku, betapa telah lama aku meninggalkan Mu, demi mengejar dunia semata.. ampunilah hamba Mu yang penuh kesalahan ini..

Tampaknya saat saat ini pun, nampaknya dunia akan mengalami banjir besar pula dalam bidang ekonomi karena krisis finansial, yang bermula di Amerika, ternyata telah menyebar begitu cepat ke seluruh dunia ; pasar saham mulai tergenang banjir, mata uang pun mulai tenggelam…

Bagaikan efek2 kupu , kibasan sayap kupu2 di new york, bisa menimbulkan hujan badai di pulau belitung sana.., Krisis finansial akan melanda seluruh dunia, dan negara yg lemah akan mengalami dampak yg parah pula. Ia takut , bahwa negerinya tercinta akan mengalami krisis pula seperti tahun 1997, karena mata uang rupiah terus merosot nilainya….

ya Tuhan ku, lindungilah hamba Mu ini, dalam bencana dunia ini…

janganlah pula engkau benamkan aku dalam kesengsaraan di akhirat kelak..

amien

note :

dongeng ini di ilhami oleh cerita film laskar pelangi dan krisis finansial dunia, 2 issue menarik di Indonesia selepas lebaran 2008.

Isi cerita hanyalah plesetan belaka, mohon maaf bila ada ketidaktepatan

14 comments on “laskar saham

  1. Lia
    11/10/2008

    Ya, gara-gara krisis finansial yang bermula dari Amrik ini membuat aku
    dibanjiri kerjaan di kantor setelah kembali dari liburan. Aku dan seisi
    kantorku benar-benar super sibuk mulai dari hari Senin kemarin sampe
    sekarang. Bener-bener kerja keras. Sampai setiap malam pas tiba di rumah,
    badanku pada sakit dan pegal-pegal semua.

    Ya itulah sebabnya, doa orang yang didzolimi yang paling dikabulkan sama
    Allah…
    Siapapun kita, di mana pun kita berada, jangan sampe deh mendzolimi orang
    lain… kalau pun sampai begitu, buru-buru minta maaf pada ybs…

    -Lia Octavia

  2. budi
    11/10/2008

    hendra,

    top-lah tulisannya,

    ngga nyangka ternyata andrea hirata tuh nama samarannya kang hendra:)he..he….he..

    mohon maaf lahir bathin yah Hen
    wass,

    Budi.
    yang lagi merantau di Denmark

  3. Wiwit
    11/10/2008

    Klo yang aman memang investasi di emas.
    Cuma beli emasnya yang bagaimana ya kang?
    Batangan atau perhiasan (dicampur dengan logam lain)..
    Karena harga emas memang akan stabil..
    Artinya (contoh) 1 dirham = harga domba, dari dulu sd sekarang sama.
    Bisa share ilmunya dan informasi di mana bisa beli emas?

    Wassalam.

    Wiwit Setiadi
    “There is not any word for too soon or too late for learning”

  4. haryo
    11/10/2008

    sebaiknya kalau emas sih jangan perhiasan,
    enakan bentuk logam koin / batang / medali
    usahakan jangan bentuk perhiasan.

    kenapa? sebab kalau bentuknya perhiasan ada biaya pembuatan
    yang bisa dinilai sebesar 20% dari nilai emasnya,
    jadi kalau nanti dijual lagi bisa kena diskonto 20%

    kalau gk bentuk perhiasan ttp ada potongan sih,
    tapi kecil dan untuk kadar berat tertentu

    pilih emas yg kadar karatnya tinggi, biar lebih mudah dijual
    jangan lupa lengkapi pakai sertifikat keaslian, berat & kadarnya

    andai suatu saat terpaksa dijual, jual di toko yg agak gede,
    lebih terpercaya (gak akan bohongin harga ke kita).
    bisa juga dibawa ke pegadaian, tapi meragukan sebab ada bunga2nya,
    tapi kalau pegadaian syar’i, Allahu A’lam

    tempat beli emasnya di mana….?
    wah kalau yg ini saya kurang tahu, =D

    tapi bisa dicoba ke situsnya PT Aneka Tambang (Antam),
    ada halaman kontaknya di sana, bisa dihubungi.

    ini contoh produk2nya mereka >>
    http://www.logammulia.com/pro_standard.htm

    yah kira2 segitu dulu ajah,
    saya jg kurang tahu banyak.

    semoga bermanfaat, =)


    Mas Haryo Prabowo
    A man can’t be polished without trials
    Like a gem can’t be polished without frictions
    I promised to myself :: to be a better man

  5. seno
    11/10/2008

    Bismillah.
    Assalamu’alaykum wr. wb.

    Selain emas, investasi yang cukup aman di masa krisis ini adalah perbankan dan asuransi syariah. Di Eropa kabarnya terbukti bahwa perbankan dan asuransi syariah adalah instrumen keuangan yang paling tahan krisis, di saat instrumen keuangan normal bangkrut, dia tidak akan mudah bangkrut, salah satunya adalah karena tidak adanya sistem bunga yang digantikan dengan sistem bagi hasil dan adanya dana “tolong menolong” (Saya juga tidak mendengar Bank Muamalat mendapat dana BLBI saat krisis perbankan dan moneter tahun 1998, beda dengan BCA dan bank-bank konvensional lainnya).

    Saya sendiri saat ini sudah mengambil asuransi pendidikan syari’ah untuk anak pertama saya.

    NB : Kalau kata investor ulung seperti Warren Buffet (orang terkaya dunia sekarang menggusur Bill Gates & Carlos Slim), saat-saat krisis adalah saat yang tepat untuk membeli saham perusahaan bagus yang sedang turun. “Buy them low, and sell them high” (salah satu prinsip utama perdagangan) -> tapi tidak boleh diterapkan untuk spekulasi di pasar saham atau perdagangan jangka pendek (ukuran bulan-bulanan). Warren Buffet sendiri saat muda membeli banyak saham Coca Cola dan tidak pernah menjualnya hingga sekarang.

    Wassalam.
    (Seno Pradono)

  6. hdmessa
    11/10/2008

    terima kasih teman2 atas komentar nya,
    Lia, Budi, Ikhwan, Wiwit, Hary, Seno , dll

    mudah2 an semangat dan inspirasi dari film laskar pelangi tersebut, bisa menguatkan kita untuk menghadapi krisis ekonomi yang nampaknya akan membayangi negeri kita.

    karena berdasar efek kupu, bisa jadi negara yg lemah ekonomi nya seperti Indonesia, akan mengalami dampak yg paling parah

    ada kemungkinan nilai US Dollar akan naik lagi di atas Rp 10, 000, seperti jaman krismon dulu.

    Mudah2an negeri kita masih diberi keberkahan

    solusi ekonomi syariah dan sistem emas, mungkin sudah saat nya utk kita wujudkan sebagai solusi

    salam

  7. rijadi
    12/10/2008

    Kang, Krisis ekonomi Amrik nich…kayanya, kualat ama Sadam Husein ..kali yaa…..

    Untuk recovery dampak ini semua kayanya tips yang perlu disepakati oleh kita..adalah…

    Berhemat…tidak bergaya konsumtif lagi….doa ke yang Atas untuk memohonperlindungan…., sadar diri alias intropeksi kali yaa…hidup dan gaya kehidupan kita……….OK

  8. hdmessa
    12/10/2008

    bisa saja sih pak Rijadi, kena kualat tuh amrik ..he..he..

    tapi masalahnya Indonesia, salah satu yg jadi pengikut pola amerika juga, baik dalam sistem keuangan maupun gaya hidup ) , jadi bakal kecipratan krisis juga nampaknya..

    betul juga tips nya pak Rijadi

    thanks atas comment nya

  9. tias
    12/10/2008

    bicara tentang emas, saya ga sengaja dapat pamflet tentang dinar n dirham di kampus…ga jelas kok bisa terdampar di gurun jatinangor pamflet ini..ada dinar dan dirham baik untuk disimpan maupun untuk dibeli.

    Oia, kalo dillihat di pamflet sih untung pake dinar dan harganya stabil…beli buat kurban dari zaman nabi cuma butuh 2 dinar dan itu ga berubah sampai sekarang..

    Kalo mau beli batangan, bukan dinar yang 4,25 gr, mungkin bisa beli di dwipa mulia. di bandung ada tuh.

    jadi inget nikahan senior sman3 angk 2000 beberapa tahun yang lalu. beliau diberi mahar dalam dinar dan dirham…jika dituker ke rupiah sekarang wow, nilainya bisa lebih dari yang dulu….(bagus juga daripada ngasih peralatan shalat sekodi dibayar tunai).

    wallahu’alam.

    tias yana^_^

  10. hendro
    12/10/2008

    Kayaknya bagus tuch kang Hendra dijadikan naskah film Laskar Pelangi II…. :o)

    Hendro Santoso
    Duri – Riau

  11. gamesh
    12/10/2008

    Untuk kesekian kalinya amerika bangkrut, untuk kesekian kalinya mesin uangnya jatuh ke tangan yg sama. Kita memang lambat belajar.

    Gamesh

  12. hdmessa
    14/10/2008

    thanks Tias, Hendro & Gamesh utk comment nya,

    Tias, nampaknya standard emas bisa jadi solusi dari sisi nilai tukar, tapi diperlukan aplikasi praktis nya.

    Gamesh, semoga bangsa kita bisa cepat belajar , gemana caranya yah ?

    Hendro, ini mah hanya plesetan belaka…, jauhlah dg naskah aslinya novel laskar pelangi…, mudah2 an deh nanti bisa buat cerita juga , mungkin dg setting anak2 sma3 bdg, tempat kita sekolah dulu, nampaknya seru juga tuh…he..he..

    salam
    HM

  13. dina
    25/10/2008

    renungan bagus…:)

  14. hdmessa
    27/10/2008

    terima kasih komentar dan kunjungan nya Dina,
    sudah nonton juga kan film nya ?

    btw, gemana kabar nya sekarang ?
    masih di rancaekek ?

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10/10/2008 by in Inspiration story.
%d bloggers like this: