Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

belajar di taman padang pasir

abu_dhabi1aSelepas perjalanan panjang, 8 jam naik pesawat, menembus awan, melintas samudra yg luas membiru sampai ke kaki langit. Sampailah pula ke negeri padang pasir ini. Ketika menginjakkan kaki di abu dhabi international airport, kita akan melihat sebuah  hal yg berbeda dari Negara padang pasir arab ini, bandara nya maju dan ramai, dan penuh dg orang dari berbagai kebangsaan, benar2 sebuah international airport.

Saat keluar bandara saya melihat banyak mobil2 mewah berseliweran dg para penumpang nya yg menggunakan sorban dan wanita berkerudung hitam.
Taksi yg menjemput saya pun adalah mobil Audi, yg di Indonesia adalah mobil mewah.
Masuk kota Abu Dhabi, tampak kotanya rapih dg jalan2 nya yg lebar dan taman2 di berbagai tempat. Di pusat kota banyak bangunan tinggi , dg jalan yg lebar dan tempat  parkir yg rapih. Tak ada kabel listrik atau telepon kita lihat berseliweran diatas , semuanya di bawah tanah. Walau jalanan ramai tapi tertib. Di kotanya saya jarang lihat motor, semua org naik mobil, ada juga beberapa yg bawa sepeda spt loper koran.

Di kota abu dhabi, parkir gratis dan rapih, mobil2 mewah diparkir sembarangan  saja, tanpa takut dicuri walau hanya spion sekalipun . Abu dhabi, tak seperti kota arab lain nya, dalam bayangan kita, gersang dan banyak onta, ternyata disini beda, kotanya maju, rapih, bersih dan indah, bagaikan kota singapura saja, yg lebih hebat lagi adalah kota dubai, kota  tetangganya abu dhabi, yg lebih maju dan besar dan saat ini sedang dibangun gedung tertinggi di dunia. Kota2 ini jauh lebih maju dibanding Jakarta atau bdg, walau ukuran nya lebih kecil.

Penduduknya juga hanya 21 % lokal arab, selebihnya para pendatang, bahasa sehari2 inggris, jadi spt lagi di amerika atau eropa saja. Kebanyakan pendatang dari Negara arab sekitar, dan asia selatan spt India, Pakistan, Bangladesh, filipina dan org2 eropa dll. D
i Kota abu dhabi saja katanya ada org dari 200 negara, di tempat saya kerja saja ada 42 kebangsaan, jadi teman kerja kita dari berbagai bangsa.

UAE dimana Abu Dhabi, menjadi ibu kotanya, adalah salah satu negara terkaya dan termaju di timur tengah. Negaranya terbuka dan maju, sehingga banyak pendatang yg tinggal disini.

Kalau jalan2 di kota abu dhabi, kita seperti sedang berkeliling dunia, di sebelah sana ada toko nya org Lebanon, di sana ada org Pakistan berjualan kain, disana ada toko  mebel org Yugoslavia dll. Kalau ke rumah sakit, ketemu perawat org Filipina, receptionistnya gadis eropa timur, dokternya dari perancis dan mesir, office boy nya dari Bangladesh.

Makanan nya pun beragam, biasanya saya makan di restoran Filipino atau nasi hudori nya org Pakistan ( pokoknya yg ada menu nasinya ) . Ada juga restoran Indonesia disini,  namanya restoran bandung dan sari rasa. Pelayan nya org bandung, waktu makan, diputar lagu2 sunda, wah spt di tanah priangan wae…

Ada pengalaman lucu waktu makan di restoran Filipina, saya disangka org Filipina dan dipanggil “kabayan” , loh apa dia tahu saya dari bandung terus dipanggil kabayan lagi apa saya org kampung yg baru masuk kota spt si kabayan, tersinggung juga euy…

Saya Tanya teman Filipino apa maksudnya nya, ternyata kabayan adalah panggilan akrab utk sesama org Filipina, artinya org se daerah kita juga ( batur urang oge, urang awak juo ) , karena disangkanya saya org Filipina juga , eleh2 baru tahu geuningan.

Kalau naik biskota, dengar ring tone hp nya pun , kita bisa nebak orng mana, mulai dari musik India, Pakistan, sampai lagu Filipino. Omongan nya pun macem2, begitu pula model pakaian nya

Kebanyakan pendatang disini adalah orang India, Pakistan, Filipina dan negara2 arab sekitar spt mesir, libanon, palestina, iran, turki dll, serta banyak juga org eropa  timur, spt Uzbekistan, armenia dll.

Udaranya di bulan maret ini juga lagi sejuk, 20 derajat, siang spt di bandung kalau malam spt di  pangalengan saja. ( baru tahu ternyata di padang pasir tak selamanya panas, nanti musim panas bulan juni-agustus, bisa sampai 40 derajat saat desember kemarin, bahkan dingin sekali sampai 10 derajat celcius )

Disini walau Negara arab, tapi beda dg Saudi, lebih terbuka, toleran dan liberal. Mereka menghargai para pendatang spt kita org Indonesia, tak direndahkan. Perempuan sangat dihargai disini, walau pakaian nya bebas, mulai dari org arab yg pakai abaya dan cadar, sampai para wanita eropa dan Filipina yg berpakain pendek. Atau bahkan para gadis arab Lebanon yg penampilan dan pakaian nya aduhai….

Tapi hati2 disini jangan coba2 ganggu perempuan, jangankan mencolek, suit, bahkan walau hanya melirik bisa ditangkap polisi dan di deportasi.  Para pria yg suka larak lirik ( ngeceng ) harus hati2 kalau jalan di mall2 disini, sudah pasti lah di dieu mah loba nu gareulis pisan, sembarang larak lirik atau pelecehan lain nya, bisa2 ditangkap polisi.
Walau tengah malam sekalipun, di tengah kota, wanita bebas berjalan tanpa ada yg menganggu, aman disini mah.
dalam bis kota juga wanita di utamakan, bila ada wanita , penumpang laki mempersilakan mereka utk duduk.
walau negara arab, agama selain islam pun dihargai disini, ada juga bangunan tempat ibadah agama2 lain.

Ekonomi nya cukup maju, bisnis tetap ramai, spt tak kena krisis finansial saja, kabarnya Dubai dan Abu dhabi, jadi alternatif pusat finansial dunia, stlah kota2 eropa dan amerika kena krisis dunia tsb. Walau ada terkena dampak krisis ekonomi juga, tapi nampaknya tak begitu kentara disini. Dubai yg pembangunan nya lebih agresif kabarnya, agak terkena dampak juga, tapi abu dhabi yg lebih konservatif dalam pengelolaan ekonomi lebih stabil.
tak pernah saya lihat pengemis, anak jalanan, gelandangan atau pengangguran yg nongkrong di pinggir jalan, dikota ini bisa dikata tak ada pengangguran.

orang2 yg kaya dan makmur ialah org lokal emirat, tak ada yg hidup miskin, gajinya pun lebih besar dari pendatang, Untuk posisi yg sama, org local dapat gaji lebih tinggi dari pendatang.

Pelajaran utk kita di Indonesia, betapa kita sangat menghargai orang asing, tapi merendahkan penduduk setempat. sebaliknya dg indonesia ,org lokal miskin dan hidup susah, tapi para pendatang ( expatriat ) hidup mewah di digaji besar. Bisa dikata di Indonesia, kita masih dalam penjajahan, karena penduduk setempat ( org Indonesia asli hidup lebih menderita daripada pendatang ) disini penduduk setempat ( lokal ) dan perempuan, sangat dihargai dan ditinggikan martabatnya,tapi pendatang pun tak dilecehkan dan dihormati juga.

Perekonomian di Abu Dhabi dan UAE pada umumnya, dikuasai oleh pemerintah dan penduduk lokal, para pebisnis dari luar, harus bekerjasama dg penduduk lokal, karena itu bisa dikata perputaran ekonomi balik lagi ke tempat tsb, dan mandiri tak terlalu tergantung pada luar negeri, dan keuntungan bisnis, tak terbang keluar seperti di Indonesia, dimana banyak asset dan potensi bisnis dikuasai pihak asing, sehingga keuntungan nya pun , pergi ke luar negeri, seperti Singapura, hongkong, atau ke negara eropa/amerika.  Pelajaran bagi ekonomi indonesia, yg saat ini tak mandiri, tergantung luar negeri dan kita sbg orang indonesia, tak menguasai penuh kekayaan alam kita, dan begitu juga perputaran bisnis setempat. Negeri kita, saat krisis finansial, jadi goyang kekuatan ekonominya, sedang di UAE saya lihat relatif stabil, pembangunan dan bisnis tetap marak, walau ada juga dampaknya spt yg terjadi di Dubai yg sangat agresif bisnisnya.

Hal lain yg mengherankan kalau mengenai kota di negeri padang pasir ini, yg mana bayangan kita sebelumnya ialah gersang, ternyata kota abu dhabi ini begitu hijau, banyak  taman dimana2 dg pohon2 nya yg rindang. Pinggir pantainya pun dibuat taman yg begitu indah dg bunga berwarna warni, ada track utk jalan kaki di pinggir pantai.

Saya coba liat bagaimana caranya di tengah padang pasir yg jarang turun hujan ini bisa banyak taman dg pohon2 nya, ternyata , mereka membeli tanah sebagai lapisan atasnya dan di tiap taman atau pohon ada selang air yg selalu menyiramkan air. Selain itu selalu ada petugas yg menyirami dan mengurus taman, biasanya org Bangladesh. Tak hanya
didalam kota, sampai ke luar kota, di pinggir jalan sampai puluhan kilometer di pinggir jalan mereka menanam pohon dan memasang selang air utk menyiram pohon2 tsb, karena jarang sekali hujan disini. Di hari libur, jum’at dan sabtu, biasanya di taman2 tersebut, banyak keluarga yg berkumpul sambil makan2 di taman tsb, jadi nggak usah jauh2 ke luar kota kalau ingin ngumpul2 makan dg keluarga di alam terbuka. Ingat kota Bandung, yg digelari kota kembang, nampaknya kalau jauh dengan kota di padang pasir ini, bagaimana mereka mengelola taman kota dg segala keindahan nya.

Walau jarang hujan, tak ada sungai atau danau, tapi air begitu mudah didapat, setiap rumah pasti mendapat saluran air ledeng, pohon dan taman2 selalu disirami air. Jadi teringat saat tinggal di Bandung, dimana sering hujan, banyak sungai, danau, dan dekat pegunungan, tapi tetap saja susah dapat air bersih, hanya sebagian rumah yg dapat saluran air ledeng, dan kalaupun mengalir di malam hari saja, itupun belum tentu besar pula aliran nya.

Negeri Indonesia, adalah negeri yg makmur dan dikarunia banyak nikmat alam, tapi mengapa kita jadi hidup sengsara, banyak air, tapi susah dapat air bersih ? , Padahal negeri di tengah padang pasir yg susah air ini, bisa menyediakan air bersih bagi semua penduduknya, apa yg salah ?

Lokasi kawasan industri  dan pemukiman yang berada di luar kota abu dhabi dimana saya berada juga berada di tengah padang pasir, tapi akan kaget kita melihatnya betapa di  tengah padang pasir ada pohon2 rindang dan taman2 dg bunga
berwarna warni. Saat berada di dalam nya saya serasa sedang  berada di pangalengan saja, padahal itu di tengah gurun
pasir yg gersang.

Ingat pangalengan dan sekitar bandung, suka sedih, betapa  mudahnya org membuka lahan dan menebang pohon, sehingga  bukit2 pun jadi gersang, org Indonesia sudah diberi nikmat  alam yg subur dan indah, tapi kita malah merusak nya. Disini  , ketahuan merusak tanaman atau bahkan hanya memetik bunga, bisa kena denda besar.

Kalau dulu di pangalengan, saya sering berjalan pagi ke tempat kerja lewat kebun teh dan hutan pinus, yg diatasnya melintas riang gembira burung bersayap kuning, disini saya pergi ke tempat kerja , jalan kaki  lewat jalan di pinggir pantai yg dikelilingi taman yg indah dan di atasnya berterbangan burung camar laut.., romantis sekali…

Waktu meninggalkan gunung wayang windu bandung selatan di tengah kebun teh yg indah permai, ke padang pasir di ujung dunia sana, orang pada bilang saya seperti meninggalkan surga menuju “neraka” padang pasir , tapi ternyata disini saya seperti masuk ke “surga” di tengah padang pasir.

Lihat acara di TV dan baca koran setempat, dibandingkan di Indonesia dulu, seperti nya ada yg hilang, nggak seru, yah jarang saya lihat berita2 negatif, spt kriminil, kecelakaan , korupsi dll, hal2 yg sudah jadi makanan sehari2 kita di Indonesia. Bisa jadi sebenarnya ada juga kejadian tsb disini, tapi tak di blow up. Waktu di Indonesia, saya rasanya muak lihat TV dan baca koran, karena begitu banyak nya berita negatif, tanpa disadari, berita2 negatif, tsb mempengaruhi pula alam bawah sadar kita, setidaknya mengurangi potensi positive thinking pada otak kita.
Seminggu yang lalu, saya menghadiri pertemuan warga indonesia di UAE yg diselenggarakan KBRI setempat, pertemuan diselenggarakan di taman yg rindang di kota Abu Dhabi. Pada pertemuan tsb dijelaskan juga mengenai pemilu yg akan diselenggarakan juga di luar negeri. Sambil duduk di rumput taman, saya menyimak penjelasan tsb. Melihat contoh kertas pemilu dan gambar para caleg, yg begitu bejibun banyaknya baru sadar, kok ribet sekali yah urusan demokrasi di negeri kita ?, melihat lagi gambar2 partai dan para caleg, jadi teringat saat bulan lalu masih di Indonesia, betapa di mana pun kita berada, selalu melihat gambar2 partai dan para caleg, bahkan sampai ke atas gunung yg terpencil, saat sepedahan ke daerah priangan selatan, bulan feb lalu. Betapa kita jadi spt eneg juga melihatnya, kok kemana2 ada gambar2 yg membuat suasana jadi spt semrawut dan merusak pemandangan alam. Saya jadi berpikir, nampaknya kita kebablasan dalam praktek demokrasi, rasanya terlalu mahal biaya yg dikeluarkan tak sebanding dengan hasil yg didapat.
Saya bayangkan seandainya kertas2 suara tsb, bisa pula digunakan jadi buku2 untuk anak2 miskin yg susah biaya sekolah, kain utk utk spanduk2 bisa pula digunakan untuk bahan pakaian orang2 miskin dan pengemis2 di pinggir2 jalan dan biaya2 lain nya yg sepertinya terlalu berlebihan, padahal pada saat yg sama, banyak orang2 hidup miskin di negeri kita. Rasanya kita bagaikan orang yang bajunya sobek compang camping, tapi malah membeli dasi yg mahal, kita bagaikan orang yg rumahnya kecil, di jalan sempit, tapi malah beli mobil ferari. Kita perlu berpikir dg pikiran kita sendiri, tak selalu memakai otak orang lain ( amrik, eropa dll ) untuk berpikir bagi kita sendiri. di Amerika saja yg demokrasinya sering kita tiru, partainya hanya ada 2, masak kita sampai ada 44 , betapa mahal dan tak efektif..
Yah, saya hanya bisa melamun saja di taman di tengah padang pasir ini, banyak pelajaran bisa diraih, semoga negeri kita bertambah baik selalu dan penuh keberkahan
Karena walau bagaimana pun enaknya di negeri orang, tetap lah lebih nyaman berada di negeri sendiri, banyak pula keuntungan2 saat berada di Indonesia yg tak bisa dirasakan disini, banyak hal yg telah lama kita rasakan di Indonesia sejak kecil, serasa hilang disini, tetap ada kerinduan yg dalam terhadap Indonesia dan orang2 nya, negeri kita tercinta, walau bagaimana pun keadaan nya.

Jalan nasib tiap org berbeda beda, bila nyaman di Indonesia, nikmatilah , semua ada kebaikan nya, Allah maha tahu yg terbaik bagi setiap makhluknya.

11 comments on “belajar di taman padang pasir

  1. bangirfan
    19/03/2009

    Ya.. betul Kang Hendra, tampaknya kita memang masih dijajah. Dengan format yang lain.
    Seru juga ceritanya Kang. Mudah-mudahan bisa jadi pelajaran kita di Indonesia.

  2. AUGI JD
    19/03/2009

    Asslm.Wr.Wb.
    Di Bandung sumber PAM dari Ledeng dan Pangalengan. Pipa dari Pangalengan tidak ditambah diameternya walaupun jumlah penduduk berlipat sejak jaman Soekarno.
    Masih peninggalan Soekarno 1958-1959, pipa yang sempat pecah dan aspal jalan Riau, LRE Martadinata dan terbuka, hampir saja mobil masuk kedalamnya.
    Perencanaan air pam melalui sistem pipa kurang mendapat perhatian, karena masih ada alternatif artesis dan saluran terbuka.

    http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=49975

    Semoga berguna.
    Wass.Wr.Wb.
    A U G I JD
    http://augispot.blogspot.com/2008/11/floating-mosque.html

  3. billy mambrasar
    20/03/2009

    Mantapss!! moga2 suatu saat nanti saya juga bisa singgah kesana

  4. Aep SAR
    20/03/2009

    Cerita & pengalaman yang menarik, kabari terus cerita-cerita lainnya ya… buat nambah info, siapa tahu Allah meakdirkan saya berkunjung ke kesana juga…
    Eh, ke sana sama keluarga ?

  5. eko
    24/03/2009

    hebat p hendra kisahnya saya tunggu selalu infonya dan berharap semoga negara bisa meniru meskipun tidak bisa menyamainya…mudah2an saya bisa kesana …pingin pisan pak…nuhun

  6. hdmessa
    30/03/2009

    thanks, Billy, kang Aep, Eko

    silakan kalau ada yg mau nyimpang ke sini

    smentara ini masih sendirian, nanti keluarga nyusul ,
    dengan bepergian ke berbagai tempat banyak pelajaran bisa diraih ..

    eko silakan saja kalau mau kesini, perlu banyak hal yg dipersiapkan, minimal mah bahasa inggris nya harus bagus dulu

    salam

  7. BENY ,aNAK Soebang
    21/04/2009

    Menarik Juga Kang, Mudah2an bisa saya Menuju Sana, Kayaknya Khusu’ dech…
    iiih Pengein dech.

  8. ashartanjung
    17/05/2009

    Salam. Selamat berjuang disana.
    By writer of Hajji Book:
    40 Hari Di Tanah Suci.
    Thank you

  9. hdmessa
    18/05/2009

    terima kasih pak Tanjung

    salam

  10. Zul
    19/05/2009

    Salam kenal kang Hendra, di Abu Dhabi kerja di sektor apa kang?Saya pengen banget euy kerja disana.Kira-kira gimana caranya untuk sampai ke sana?

  11. hdmessa
    22/05/2009

    salam kenal juga Zul,

    saya kerja di sektor petrochemical,

    silakan saja mencoba, banyak peluang kerja di sini, utk mereka yg ahli dan telah berpengalaman di bidang nya.

    penjelasan mengenai mencari kerja di midle east ada saya tulis juga di blog ini, silakan tengok juga

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 19/03/2009 by in journey inspiration.
%d bloggers like this: