Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

jalan berliku kehidupan

jalan berliku6Alkisah, seorang pertapa tua, sedang dalam perjalanan pulang  ke tempat pertapaan nya di tengah kebun teh di lereng gunung malabar Bandung selatan. Ia naik kendaraan yg dikemudian seorang anak muda. Jalan dari kota Bandung menuju kota Pangalengan di lereng gunung malabar, adalah jalan pegunungan bertepikan lembah dalam, penuh kelokan dan tanjakan, cukup melelahkan berkendaraan melewatinya, tapi keindahan alam sekitarnya dan udara yg segar membuat resah hati jadi sirna.

Namun tak begitu bagi supir muda yg membawa kendaraan tersebut, jalan yang berliku dan menanjak, membuat kendaraan tak bisa berjalan cepat, apalagi banyak kendaraan truk besar pembawa sayuran dan susu sapi menuju pangalengan berjalan lambat. Sang supir muda selalu mengeluh sepanjang jalan. Eghhh, payah nih truk jalan nya lambat sekali, asap knalpotnya hitam kelam lagi, membawa bau knalpot. Mau disusul juga susah karena jalan penuh kelokan tajam.

Sekali waktu jalanan agak kosong dan lebar, sempat pula ia menyusul truk pembawa sayuran tersebut. Ahhh lega juga sudah bisa menyusul truk lambat tersebut, katanya…, sang pertapa tua hanya bisa tersenyum saja mendengar ucapan sang supir muda tersebut. Tak lama kemudian , ternyata di depan ada lagi truk besar pembawa peralatan projek geothermal wayang windu yg berjalan lambat, bukan hanya 1, tapi ada 3 jalan beriringan, ahh payah nih, kata supir muda, jadi lambat lagi nih jalan mobil kita katanya, susah menyusul 3 truk sekaligus, apalagi knalpotnya mengeluarkan asap hitam pekat, sengsara pisan, katanya putus asa.

Begitulah sepanjang perjalanan sang supir muda selalu mengeluh, pemandangan alam yg indah di jalanan yg menyusuri lembah besar diantara gunung malabar dan gunung tilu, tak bisa mengobati kegelisahan nya. Karena gelisah dan mengeluh, iapun sering tak konsentrasi penuh saat mengemudi, sehingga sekali2 jalan kendaraan nya cukup membahayakan karena nya.

Sang pertapa tua pun berkata, wahai anak muda, baiknya kita berhenti sejenak di warung pinggir jalan, biar kubelikan kau segelas kopi dan sepiring pisang goreng hangat, supaya pikiran mu tenang dan selamat juga kita dalam berkendaraan ini.  Sang supir muda pun, mengiyakan nya, ’’baik deh, pak tua, kita berhenti sejenak di warung, daripada mengekor terus truk2 besar tersebut. Baik nanti kita berhenti di warung kopi ceu dati langganan ku, setelah jalan belokan di depan.

Akhirnya mereka pun beristirahat di warung kopi ceu dati, warung di pinggir jalan yg rimbun dengan pepohonan dan di belakang nya ada kolam ikan. Duduklah sang pertapa tua dengan supir muda tersebut di sebuah meja di pinggir kolam. Kemudian datanglah si neng , anak ceu dati , mojang priangan cantik khas desa, yang sering digoda sang supir muda, eh si neng, kumaha damang neng ? ,tambih geulis wae nya (eh si neng, gemana kabarnya, tambah cakeup aja yah ) kata sang supir muda menggoda, si neng hanya tersenyum malu mendengar ucapan sang supir muda.

Sang pertapa tua hanya tersenyum saja melihat kelakuan sang supir, yah begitulah kelakukan anak muda, mengingatkan juga pada masa muda nya dulu…

Neng minta kopi 2 gelas yah, terus juga keluarkan gorengan nya, pisang goreng dan singkong rebus,  kata guru tua pada pelayan warung tsb, tolong siapkan juga garam dan segelas air putih. Mangga aki kata si neng. ( note aki = kakek )

Lho, kok minum kopi dg garam, apa enak nya kata supir muda tsb ?

Bukan  begitu anak muda, sambil menunggu kopi panas, saya ingin menunjukkan sesuatu pada mu.

Sang pertapa tua pun mengambil segenggam garam  dan memasukkan ke dalam segelas air putih tersebut, coba minum anak muda, bagaimana rasanya ?

Sang supir muda pun, bingung dengan perintah tersebut, tapi ia coba juga ingin tahu apa sih maksud guru tua tsb.

Yah, sudah pasti asin sekali lah rasanya, kata anak muda tsb, sambil meludahkan lagi air tersebut ke tanah di luar warung…, si neng erna yg dari tadi melihatnya dari balik tirai, tersenyum geli melihatnya.

Wahai anak muda, sekarang marilah kita pergi ke kolam yang jernih airnya di belakang warung kopi ini, maka pergi lah sang guru tua dan anak muda tadi ke kolam di belakang warung tsb, sambil membawa segenggam garam. Ngapain lagi yah, mereka ayak ayak wae, ( ada ada saja) kata si neng yg melihat kelakuan mereka dari kejauhan.

Orang tua tersebut menaburkan kemudian segenggam garam yang dibawanya tadi ke dalam kolam tersebut. nah , anak muda, coba sekarang kamu ambil dg telapak tangan mu segenggam air kolam tsb dan rasakan, apakah rasanya ?

tidak terasa apa apa, pak tua , kata anak muda, nggak ada rasa asin nya.

Sang pertapa tua pun kemudian menjelaskan nya, wahai anak muda, garam di gelas tadi dan garam di kolam ini, jumlah nya sama, segenggam tangan ku ini, tapi bisa berbeda rasanya, tahu kenapa ? , karena air di kolam ini  jauh lebih banyak dari pada air di gelas tadi.

Air di kolam ini tak terasa asin nya , karena airnya berada di kolam yg luas yang jauh lebih banyak daripada air di dalam gelas tadi. Dalam air di gelas yg kecil, rasa garam sangat terasa beda dengan garam di kolam tsb.

Hmm, begitu yah, kata anak muda, yah kalau gitu mah saya juga ngerti pak tua, terus apa maksudnya ini semua ? aneh aneh aja nih bapak tua kita ini , ujarnya.

Wahai anak muda, apa yg terjadi itu, mengenai rasa garam yg berbeda, adalah gambaran dari apa yg kita hadapi sehari hari.

Masalah sehari2 yg kita hadapi terasa berat, kalau kita hadapi dengan hati yg sempit, namun masalah yang sama akan terasa ringan, kalau kita hadapi dengan hati yang lapang pula. Air dalam gelas kecil adalah gambaran hati yg sempit, sedangkan air di kolam yg luas adalah gambaran dari hati yg luas pula. Bila dada kita lapang, hati kita jernih, pikiran kita luas, maka masalah apapun yg terjadi, bisa kita hadapi dengan lapang pula, seperti tak terasanya garam di kolam yang luas tersebut.

Seperti keluhan mu tadi sepanjang jalan, karena jalanan mu terhambat oleh kendaraan2 besar, bila kau terus mengeluh, hanya membuat dirimu tertekan tak menyelesaikan masalah, malah bisa membahayakan kita semua, karena engkau akhirnya membawa kendaraan dengan tidak aman, ujar sang guru tua, sang anak muda pun mendengarkan nya sambil mengangguk angguk, benar juga nih kata orang tua ini.

Mengingat jalanmu tadi yg sering terhambat kendaraan besar, sampai dimanapun kamu akan selalu menemui kendaraan, bila telah bisa menyusul satu kendaraan, akan ada lagi kendaraan lain di jalan selanjutnya yg menghambat laku kendaraanmu, begitulah seterusnya, karena bila berada di jalan, pasti kita bertemu dengan kendaraan lain, itu semua baru berhenti bila kendaraanmu sampai. Terimalah kenyataaan tersebut, demikianlah namanya kehidupan selalu ada masalah.

Semuanya kembali pada kita bagaimana melihat masalah tersebut, itulah perlu nya  pikiran yg jernih dan hati yg lapang, seluas kolam tadi dimana segenggam garam pun jadi tak terasa. Cobalah selalu berpikiran positif, nikmati saja perjalanan ini, lihatlah betapa indahnya pemandangan sepanjang jalan pegunungan ini, pohon2 yg rindang, dibawah tampak kebun, sawah dan kolam terhampar indah, burung2 pun terbang riang diantara pucuk2 pohon pinus, betapa indahnya…. ,  Sesungguh setelah kesulitan, akan datang kemudahan ( Al Qurán )

Daripada mencela kegelapan ( masalah/hambatan), lebih baik memulai untuk menyalakan lilin lilin kecil (harapan). Janganlah banyak mengeluh, karena walau sebanyak apapun engkau mengeluh, bahkan sampai putus asa, tidaklah juga bisa menyebabkan masalah jadi selesai.  Malahan hanya akan membuat pikiran yang kalut dan perasaan yang tertekan, itu semua hanya membuat keadaan tidak bertambah baik.  Segelap apapun malam, tetap akan datang  sinar mentari pagi.

Hati yang lapang, pikiran yang jernih dan selalu berpikir positif, akan menjadi teman terbaik dalam menempuh perjalanan hidup berliku, yang hanya sekali kita lalui ini…

15 comments on “jalan berliku kehidupan

  1. Desita
    22/05/2009

    Bagus banget ceritanya,
    haha pas banget ney saya lagi banyak keluhan, dan ternyata kisah sederhana dari pemuda dan Bapak Tua tadi jadi inspiring banget,

    wah ceritanya mau saya share ma temen2 yang lain yang ada di grup Pangalengan, biar mereka tw kalu saja kampungnya itu banyak membawa inspirasi,
    jadi gak ada alasan buat kita untuk tidak bisa berusaha dan berkarya.

    Terima Kasih Pak.

    Desita hanafiah
    Pangalengan

    • hdmessa
      22/05/2009

      terima kasih juga Desi,
      syukur lah ada juga manfaat nya.

      Desi, daerah pangalengan sangat indah dan banyak memberi inspirasi, walau hanya 3 tahun saya kerja di sana ( wayang windu geothermal ) .

      Semoga putra putri asli pangalengan, bisa mengembangkan daerah nya.

      salam

  2. Andri
    22/05/2009

    Terima kasih kiriman artikelnya da’ Hendra.

    “Hidup adalah cerita yg berulang”, Semoga saya bisa mengambil hikmah dan menjadikan bekal menjalani hidup mendatang dari cerita kehidupan seperti yg da Hendra kirimkan…amien allahumma amien

    Andri Febrino
    Pangansari – Jakarta

  3. Nyoman
    22/05/2009

    ceritanya bikin penasaran neh..

    nyoman
    Areva-jakarta

    • hdmessa
      22/05/2009

      thanks Nyoman,

      yah, biasalah , begitu trick menulis, supaya seru..he..he…

      salam

  4. Budhi Satrio
    22/05/2009

    Inti ceritanya adalah Hendra, sudah kangen sama warung ceu Dati, Pangalengan

    Maka datanglah ke Wayang Windu, pangalengan lagi.

    Budhi Satrio
    Star energy wayang windu geothermal

    • hdmessa
      22/05/2009

      betul sekali pak Budhi,

      wayang windu , pangalengan, meninggalkan kesan yg begitu mendalam.

      salam pula utk teman2 star energy yg masih setia menunggui lereng gunung wayang windu yg indah

  5. Deddy Tubagus
    22/05/2009

    Hatur nuhun Kang Hendra, ceritanya ,

    kumaha wartosnya nu di gurun pasir.. ?
    Kami yg di tanah air alhamdulillah baik2 saja..

    Was..
    Deddy Tubagus
    Areva- Jakarta

    • hdmessa
      22/05/2009

      sami2 pak Deddy,

      alhamdulillah kabar baik pak Deddy,

      telah jauh dari tanah air, menjadi begitu kuat kenangan betapa indah dan nyaman nya alam indonesia.

      salam

  6. Heiky
    22/05/2009

    kalimat terakhir… kok pas banget ya…
    sebagai motivasi terbaik untuk saya hari ini… he he

    thanx for sharing this words….

    Heiky
    Bogor

  7. Rani
    22/05/2009

    thanks ya ndra,
    banyak ngasih inspirasi buat nyelesaian masalah ku…:)

    deui nya mun aya…he..he

    Rani
    Bandung

  8. hdmessa
    22/05/2009

    sama2, Heiky dan Rani

    salam

  9. alank
    28/11/2009

    ajarin dunkcara nge blok

  10. hdmessa
    29/11/2009

    buat blog mudah saja kok Alank,

    telah tersedia bbrpa site blog spt wordpress, blogspot, blogger dll. yg mudah buatnya dan ada petunjuk nya

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18/05/2009 by in Inspiration story.
%d bloggers like this: