Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

musim dingin di gurun pasir

Kabut pagi menyelimuti hamparan luas gurun pasir yang pagi ini berwarna coklat tua karena basah oleh embun malam.  Dari kejauhan tampak puncak gunung jebel hafit, masih berselimutkan kabut tebal.  Hembusan angin dingin membelai lembaran daun pohon korma.  Sinar mentari pagi mulai muncul, menyelinap dari balik lekuk bukit di lereng gunung batu tersebut. Sinarnya jauh menembus jauh melewati helaian daun pohon kurma  dan kemudian menjadi tampak berkilau saat sampai butiran embun pagi di pangkuan hamparan pasir dingin yang menjadi ceria oleh kehangatan mentari pagi.

Sinar mentari menghangatkan pagi dingin ini, yg cuaca dinginnya mengingatkan ku pada Bukittinggi di dataran tinggi pulau sumatera sana, tempatku dilahirkan. Kabut tebalnya mengingatkanku pada kabut sutra putih yg menyelimuti hamparan hijau kebun teh gunung Malabar, bandung selatan, tempatku berada dulu. Suasana dingin ini, membuatku jadi merasa nyaman, membawa angan2 terbang jauh pada  tempat2 dingin yg penuh kenangan tersebut.

Di musim dingin ini negeri gurun pasir ini, suhu bisa turun sampai 10 derajat saat dini hari, saat tengah hari  suhu sekitar 20 derajat , kabut tebal sering menemani pagi yg dingin. Mentari pun terbit agak terlambat, jam 7.15 dimana azan subuh baru berkumandang jam 6 pagi. Jadi teringat teman2ku dulu yg sering terlewat solat subuh, karena bangun kesiangan,nampaknya mereka perlu datang kesini saat musim dingin ini, agar tak terlewat lagi solat subuhnya.

Suasana musim dingin pertamaku di negeri gurun pasir ini, sungguh tak terbayangkan sebelumnya, karena dalam bayangan kita di negeri tropis spt indonesia, yang suhunya relatif stabil sepanjang tahun, akan berasumsi  pula bahwa di gurun pasir akan panas pula sepanjang tahun.

Tahun lalu saat pertama kali datang kesini di awal musim panas, terbayang betapa tak nyaman nya hidup disini, panas, gersang dan menjemukan.  Sulit sekali untuk bisa menyukai tempat yg bandingan nya jauh sekali dg tempat saya sebelumnya, di tengah hamparan kebun teh bandung selatan yg indah permai, atau dataran tinggi bukittinggi di ranah minang sana. Seorang teman dari Polandia pernah berkata, bahwa gurun pasir ini bukanlah tempat yg nyaman untuk ditinggali oleh manusia, mungkin hanya cocok utk binatang seperti onta saja. Tapi tetap saja,  orang2 dari eropa berdatangan kesini mengais rizki, apalagi tak ada pajak penghasilan disini.

Saat musim dingin yg jatuh antara bulan november sampai maret, mulai terasa nyaman nya hidup disini, nampaknya aku mulai jatuh cinta dg hamparan gurun pasir ini, yg sebenarnya dulu tak kusukai.

Jadi teringat pepatah2 orang2 tua, janganlah sekali2 membenci sesuatu , atau seseorang tanpa alasan yg jelas, karena bisa jadi suatu saat kelak engkau akan mencintainya. Seperti kisah roman picisan, saat seorang gadis begitu membenci seorang pemuda, tapi ternyata suatu saat kelak, ia malah jatuh cinta pada nya, benci tapi rindu kata syair lagu lama.

Di daerah gurun pasir timur tengah ( jazirah arab dan sekitarnya ) , dalam setahun ada 2 musim yg sangat bertolak belakang kondisi cuacanya, musim panas, dari bulan mei – September, suhu bisa sampai 45 derajat celcius di tengah hari, tapi di musim dingin dari bulan November sampai maret, suhu bisa dingin sekali , bisa sampai 10 derajat celcius saat dini hari.

Saat musim dingin adalah kondisi yg sangat nyaman walau di tengah gurun pasir kering kerontang sekalipun, di jaman dulu, biasanya kafilah rombongan pedagang atau masyarakat nomaden arab, melakukan perjalanan jauh saat musim dingin ini.

Dalam Al Quran ada diceritakan mengenai kebiasaan orang arab ( Qurais-mekah ) yg suka bepergian di musim dingin dan musim panas ( surat al qurais) saat musim dingin mereka berdagang ke negeri yaman ( di selatan tempat yg agak hangat udaranya ) dan saat musim panas, bepergian ke negeri syam/syria ( di sebelah utara yg agak sejuk udaranya ). Cerita lama dalam al Quran tentang istri nabi Ibrahim dan bayinya ( nabi Ismail ) yg ditinggalkan di tengah gurun pasir yg kemudian jadi Mekah, bisa jadi berlangsung di saat musim yg sejuk ini pula. Begitu pula orang2 yg bepergian utk umrah atau haji pada bulan antara november sampai maret akan merasakan suasana yg nyaman pula.

Keadaan yg bertolak belakang,  dingin dan panas di gurun pasir ini, mengajarkan banyak hal pada kita, betapa ada selalu kesetimbangan di alam ini, ada panas ada dingin, ada siang ada malam, ada baik ada buruk, ada bahagia ada sedih, selalu bergantian dan seimbang, dalam filsafat asia timur dinyatakan dalam konsep yin yang

Janganlah pula mencela alam ciptaan Allah, gurun pasir yg panas kering kerontang seolah bagaikan tempat yg tak ada gunanya,  bahkan sebagian orang mencela alam seperti itu. Tak ada kesia sia an Tuhan menciptakan berbagai tempat di dunia ini, sampai tempat yg tak nyaman seperti gurun pasir. Terbukti kemudian malah di gurun pasir banyak pula kebaikannya, ditemukan minyak, menjadi sumber rizki bagi orang banyak, orang2nya bisa hidup senang dan makmur. Malahan di tempat2 yg  alamnya nyaman, banyak orang2 nya yg malah hidup dalam kesusahan. Sebuah paradox yg menjadi rahasia kehidupan.

Alam keras gurun pasir ini, menyadarkan saya betapa orang2 indonesia harusnya banyak bersyukur diberi takdir hidup di alam yg indah dan sejuk udaranya. Namun sebagian besar kita lupa untuk mensyukurinya, malah jadi banyak mencela dan membuat kerusakan.

Seorang  teman yang tinggal di tempat indah di dekat kebun teh bandung selatan bercerita, “ndra, memang disini alam nya indah, udara sejuk, tapi kalau nggak punya uang mah, yah sama sajah atuh, nggak bahagia ?? “, begitu ujarnya yg membuat saya terpana karenanya.  Padahal seorang teman lain yg tinggal di Dubai, saat melihat foto2 pemandangan alam yg indah di bandung selatan tersebut, berkata pada saya; “ ndra, saya ingin sekali pindah tinggal kesana, tak apalah walau uang nya dikit yg penting saya bisa hidup nyaman dan tenang disana, walau bergelimang uang, tapi serasa menjemukan hidup di negeri gurun pasir ini”, katanya.

Memang begitulah kehidupan ini, serasa penuh dengan paradox, sebenarnya  dimanapun kita berada, sudah menjadi suratan takdir, dan tetap akan bisa mendapatkan kebahagiaan. Tapi itu semua tergantung dari bagaimana kita memandang kehidupan ini,  karena kebahagiaan berasal dari dalam hati kita sendiri dan salah satu awal kebahagiaan ialah bisa mensyukuri nikmat Tuhan, apa adanya, karena tak ada yg sia sia dalam kehidupan ini, sejelek apapun itu, seperti gurun pasir yg gersang ini ada kelebihan nya, buah2an yg pahit pun ternyata bisa jadi obat, setelah kesusahan akan ada kesenangan, mendung tak selamanya kelabu, sengsarapun bisa membawa nikmat.

Mentari sudah mulai tinggi, kabut pagi pun mulai tersingkap habis , lekukan tajam lereng gunung batu ini mulai tampak jelas, burung2 elang pun mulai melayang terbang tinggi dari sarang2nya di pucuk bukit2 batu menuju hamparan datar gurun pasir di bawah sana.  Aku pun menuruni jalan berliku dari puncak gunung tertinggi di UAE  ini menuju arah kota Al Ain.  Dari tape mobil terdengar lagu lawas dari Yusuf Islam  ( cat steven ) “ morning has broken”.

Morning has broken, like the first morning, Blackbird has spoken , like the first bird

Praise for the singing, praise for the morning , Praise for the springing fresh from the word

Sweet the rain’s new fall, sunlit from heaven, Like the first dewfall, on the first grass

Praise for the sweetness of the wet garden, Sprung in completeness where his feet pass

Mine is the sunlight, mine is the morning, Born of the one light, Eden saw play

Praise with elation, praise every morning,  God’s recreation of the new day

10 comments on “musim dingin di gurun pasir

  1. Lies Haryatie
    20/01/2010

    Assalamualaikum Ndra….apa kabar??..Saya Lies Haryatie.Kl masih ingat..dulu kita satu SMP,hanya saja saya satu angk.di bawah.Ga pernah nyangka….seorang Hendra Messa yang pintar..(Dulu juara umum kan!)Namun sangaaat pendiam,bisa menulis seindah ini….Nice to meet you Hendra..,thanks for the lovely journey and the lovely song too.I hope to see you soon….salam buat keluarga ya….Wassalam…

    • hdmessa
      20/01/2010

      wa alaikum salam, Lies, sae damang,
      senang sekali bisa silaturahmi di dunia maya dg teman di SMP Pasundan Bandung dulu, it’s so long time ago but look like just a couple days ago.

      hatur nuhun apresiasi nya, saya hanya berusaha utk berbagi kebaikan dg orang lain, syukurlah membawa manfaat, salam juga utk keluarga nya

  2. Radiah
    20/01/2010

    thanks ndra,
    touching….

    Radiah ,
    Bandung

  3. Devi
    20/01/2010

    Thanks for the nice posting.
    btw, bukittinggi alah angek kini Da🙂

    ambo dulu pernah tinggal di simpang lambau, Bukittinggi

    Salam dari Dhahran,
    Kingdom of Saudi Arabia.
    Devi Muldi.

  4. Endrizal
    20/01/2010

    Hanyuik pulo awak mambaco tulisan hendra ko. Angku babakat jd panulih.

    Cubo dibukuan nampaknyo bisa jadi buku hebat pulo, indak kalah jo buku laskar pelangi

    Endrizal Nazar ,
    DPRD kota Bandung

  5. Igin
    20/01/2010

    raos upami angkat safari gurun ( desert safari) ,
    nuju usum kieu mah….

    Igin Ginanjar
    Bandung

  6. Pop
    21/01/2010

    Ass. Wr.Wb.,
    Saya highlight salah satu kalimat tulisan akang di atas :

    karena kebahagiaan berasal dari dalam hati kita sendiri dan salah satu awal kebahagiaan ialah bisa mensyukuri nikmat Tuhan.

    InsyaAllah Hendra dan keluarga telah bisa menemukan kebahagian di sana sejatinya ada pepatah : “hujan batu di negeri sendiri hujan emas di negeri orang” jujur dari hati yang paling dalam bisa share komentarnya terhadap pepatah di atas?

    Wass. wr.wb.
    Pop

  7. hdmessa
    21/01/2010

    wa alaikum salam, terima kasih kunjungan dan koment nya Pop,

    kalimat “hujan batu di negeri sendiri hujan emas di negeri orang”, adalah pepatah, sebuah ungkapan sastra yg harus difahami dg logika tersendiri pula, ada makna tersirat di balik nya.

    kalau ditanya sharing dari hati, kalimat tsb ada benarnya bahwa seseorang akan merasa bahagia bila berada di tempatnya sendiri, feel at home, tempat yg nyaman bagi kita, begitu pula akan nyaman skali tinggal di tempat yg telah kita tinggali sejak kecil, yaitu negeri kita sendiri, istilah lain nya comfort zone.

    Untuk kemajuan, seseorang perlu berkorban, diantaranya mau sedikit sengsara ( tak bahagia ) dg keluar dari comfort zone tsb utk menemukan sesuatu yg baru.Saya mengalami sendiri betapa tak nyaman nya saat awal2 berada di negeri asing ini.

    saya jg sama akan sangat bahagia berada di indonesia, tanah air kita sendiri, banyak pula ketidaknyamanan ada di luar negeri, pasti ingin pulang. Saya menyikapi apa yg terjadi saat ini adalah sebuah proses yg harus kita sikapi dg positive thinking pula.

    suatu saat saya juga akan pulang ke tanah air, disini sementara saja, karena kata pepatah, setinggi tinggi bangau terbang, ia akan pulang pula ke sarang nya juga.

    salam
    HM

  8. Pop
    21/01/2010

    Thanks for your comment and your soonest reply much appreciate.

    Learning by process strategy (mungkin) karena parameter escape from comfort zone yang sudah anda lakukan maknanya bisa double atau bahkan triple dengan mencari tantangan hidup bukan hanya dari perpektif yang kecil(perusahaan) tapi sudah negara.

    Btw, visi, misi dan contents blog-nya luar biasa meskipun ini pertama kali saya kunjungi tetapi rasanya tidak akan yang terakhir.

    Baru 2 tulisan anda yang saya baca ternyata bakat, gaya menulis sangat dalam dan penuh makna tentu pula di dukung dengan dokumentasi gambar sekelas photograper pro.

    Saya jadi nggak percaya ilmu menulis dan photo anda masih amateur skill.

    Kang/Uda Hendra, saya masih terus berharap izinkan saya untuk terus hadir dan ber-ilmu dari tulisan dan gambar yang anda sajikan di sini sebagai Inspiring Points.

    Thanks
    Pop
    Salam dari teman-teman di Star Energy

  9. hdmessa
    22/01/2010

    terima kasih banyak apresiasi nya Pop,

    wah , biasa saja sih Pop, sy bukan profesional pula ,
    saya hanya berusaha utk sharing hal yg mudah2an ada guna nya

    syukur blog ini telah memberi manfaat, silakan saja…
    saya kira setiap orang bisa saja kalau mau, Pop juga bisa memulai hal yg sama, sharing dari pengalaman sehari2nya..

    terima kasih salam nya, semoga sukses slalu tman2 di star energy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 19/01/2010 by in journey inspiration.
%d bloggers like this: