Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

butiran pantun dari gurun pasir

Gunung jebel hafid berselimut awan

Tinggi menjulang di gurun pasir al ain

Bantulah sesama manusia yg kesulitan

tanda bersyukur atas nikmat kehidupan

Gurun pasir empty quarter luas terhampar

Dekat oasis liwa banyak kebun kurma

Kasih bunda tercinta sepanjang masa

berbaktilah selalu pada orangtua kita

ziarah shopping ke dubai mal,

singgah sebentar di palm jumeirah

bila hidup di dunia tidak beramal,

bagai pohon kurma tak berbuah

membeli baju abaya di jalan elektra

singgah di kedai india makan cepati

hidup di dunia terasa sebentar

sekali berarti setelah itu mati

——————————————

pantun dari bawah pohon kurma,

tepian empty desert, pantai teluk persia

Ruwais, abu dhabi, UAE

6 comments on “butiran pantun dari gurun pasir

  1. Suryadi
    18/03/2010

    Halo Hendra,

    catatan umum saja,

    Dari segi estetika, pantunnya harus diperbaiki.
    rima akhir pantun2 ini senjang, sehingga menguranti estetikanya.

    Berikut ciri2 umum pantun:

    1. Setiap bait terdiri dari 4 baris;
    2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran;
    3. Baris 3 dan 4 sebagai isi
    4. Bersajak a-b/a-b
    5. Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata

    Salam,
    Suryadi
    Leiden, Netherland

  2. hdmessa
    18/03/2010

    terima kasih banyak masukan nya pak Suryadi,

    pantun tercipta dalam selintas ilham yg timbul,
    saat berjalan di seputaran daerah abu dhabi dan dubai ,
    sehingga tak sempat ketemu rima yg pas nya, sesuai kaidah sastra
    jadi yang lebih ditekankan ialah makna nya

    sy bukan ahli sastra, tak begitu ahli dalam membuat pantun, hanya hobby sastra saja,
    terima kasih saran nya, mudah2an di saat lain, saya bisa buat pantun yg lebih bagus lagi

    salam

  3. Aslim
    18/03/2010

    Sanak Hendra,

    Mantap bana Pantunnyo, pituah nan paralu bana nan acok awak lupo, apolai katiko sanang,

    Urang katiko sanang ingek syairko, mako batambah nikmat diagiah dek Allah maho kuaso.

    Semoga awak jadi urang nan bamanfaat untuak urang lain nan paliang penting, urang tuo awak tatap sayang jo mandoaan awak walau awak jauah.

    Aslim,
    limau manih, Padang, Indonesia

  4. hdmessa
    18/03/2010

    tarimo kasih banyak pak Aslim,

    batua bana tu, pak Aslim, semoga awak sadonyo , selalu dalam lindungan Illahi rabbi, dalam menempuh jalan kehidupan ini

    salam

  5. ahmad gonzali z
    29/04/2010

    bagus karyanya
    menggambarkan ketergetaran, kekaguman hati
    pada ciptaan illahi

    teruskan berkarya, walaupun mungkin bukan sastrawan
    yang penting menyuarakan keterkaguman hati pada-Nya

    salam dr Bandung

    a. gonzali z.

  6. hdmessa
    29/04/2010

    terima kasih kang Ahmad,

    salam juga utk sobat2 lama di Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18/03/2010 by in poetry.
%d bloggers like this: