Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

nasionalisme moralitas

Bila kita membaca sejarah, maka akan banyak ditemui negara/bangsa yg hancur karena di negara tersebut telah berlaku ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Nabi yg mulia pernah menyatakan bahwa betapa banyak umat2 terdahulu yg mengalami kehancuran, karena para pemimpinnya telah berlaku tidak adil, saat ada org kecil melakukan kesalahan kecil, mereka menghukum dg berat, tapi saat ada pembesar yg melakukan kesalahan malah dimaafkan. Sebuah negara yg dikelola dg tidak adil penuh kesewang wenang, suatu saat akan mengalami kehancuran, demikian ulasan Iman Ibn Taimiyah dalam kitab Asy Siyasah. Suatu keniscayaah alami telah berlaku dalam sejarah peradaban manusia, betapa ketidakadilan dan kesewenang2an telah menghancurkan sendi2 tatanan sosial politik sebuah negara/bangsa.

Logika yg sama, pada skala kecil akan berlaku pada sebuah keluarga, dimana seorang kepala keluarga yg tidak menyantuni, melalaikan amanah atau berkhianat-selingkuh, maka tunggulah suatu saat keluarga tersebut akan berantakan pula.

Sederhananya integritas dan moralitas seseorang atau sebuah negara, akan sangat menentukan jalan sejarah kemajuan atau kehancuran sebuah negara ( dan juga keluarga dalam skala kecil ).  Realita di tanah air tercinta dimana ketidakadilan dan kesewenang2an merajalela, spt korupsi/bohong dalam segala bentuk terjadi dimana2, maka secara sosial budaya negara akan melemah, mengalami semacam pembusukan dan suatu saat akan mengalami kehancuran .Sejarah peradaban telah membuktikan nya betapa banyak kerajaaan/negara yg hancur karena nya. Saya kira itulah hukum alam, tetap ada sebuah keadilan alami, dimana pada waktunya kelak akan berakhir juga penderitaan org2 kecil yg mengalami ketidakadilan, kesewenang2an.

Dalam keadaan negara yg masih dililit oleh masalah ekonomi, dimana banyak org hidup miskin, perut lapar, tak banyak org akan berpikir jauh seperti itu, mungkin dalam ungkapan sederhananya, peduli amat deh dg urusan negara yang penting perut lapar ini terisi dulu. Bisa difahami demikianlah logika orang miskin, namun ternyata org yg perutnya kenyang ( org kaya ) juga berpikiran tak lebih maju, karena tambah kaya ia malah tambah serakah dan tak peduli pula dg bagaimana nasib negara tsb. Ia hanya berpikir kekayaan nya bertambah banyak, kalau bisa menghidupi anak cucunya tujuh turunan.

Pada negara dimana org2 miskin hidup susah dan mau melakukan apa saja karena uang, sedang pada sisi lain org2 kayanya tambah serakah dan melakukan apa saja dg kekuatan uang nya, maka tak ada lagi tataran moralitas, norma, karena semuanya diukur dg uang, uang telah menjadi semacam tuhan, dg uang segalanya bisa berlaku. Bahkan ada pepatah cina kuno berkata, dengan uang anda berkuasa, bahkan dg uang setan pun bisa dibeli.  Uang telah menjadi kekuasaan yg paling kuat.

Konsep demokrasi yang banyak menjadi acuan bernegara didasarkan pada logika politik,  menang – kalah, bukan logika benar-salah. Siapa yg kuat ia akan menang dan artinya ialah yg benar. Padahal hakikat kebenaran itu sendiri tidak didasarkan  pada kekuatan atau jumlah yg banyak, karena kalau demikian kebenaran akan bersikap relatif dan bisa berubah pada kondisi yg berbeda.

Ketika uang menjadi kekuatan yg bisa memenangi kekuasaan, maka hakikatnya kekuatan uang telah mengendalikan demokrasi itu sendiri, sah secara logika demokrasi walau secara normatif salah sekalipun. Kebenaran memiliki acuan tersendiri, ada hukum, norma yg mengaturnya yang hakikatnya semua berasal dari Kebenaran mutlak dari Yang Maha Mengetahui, Allah swt.

Saat keadaan sosial ekonomi bertambah parah, dan  tidak ada yg mau peduli, masing2 memikirkan dirinya sendiri, sampai ukuran kebenaran pun ditentukan oleh uang, bukan kebenaran itu sendiri, maka kehancuran sebuah negara hanya akan menunggu waktunya saja, sungguh menyedihkan kalau itu terjadi pada tanah air tercinta. Rasanya sejarah kelam politik Indonesia, sejak jaman Ken arok – Ken dedes  ( intrik politik berbumbu 3-ta ; harta, tahta, wanita) akan terus berulang…

Namun alam ini memang penuh dg keadilan, tetap akan kita temui, org2 yg dianggap nyeleneh, berjuang dan berkorban utk itu semua, bagai orang suci atau nabi di jaman dulu. Tetap akan ada orang2 yg berusaha menjaga integritas moral, berkata jujur, berlaku adil, peduli pada org lain dan berbagai kebajikan sosial lain nya.  Mereka begitu cinta pada negaranya, dimana ia ditakdirkan hidup, mereka tak ingin negaranya hancur berantakan, itulah sebentuk nasionalisme yg nyata.

Mungkin usahanya tak berhasil saat ini, mungkin bagai membuang garam ke laut, tapi usaha mulianya tetap akan dicatat oleh para malaikat, di akhirat kelaklah mereka mendapatkan balasan amal sucinya. Karena perilaku positif yg dilakoninya tersebut, bukan sekedar berdimensi horizontal, membangun kebaikan sesama manusia ( social morality), tapi juga berdimensi vertical ( Illahiah)-ibadah , karena Allah memerintahkan kita semua utk berlaku adil dan menjauhi perilaku2 negatif, dalam menjalani amanah kehidupan ini. Dalam kaidah agama dikatakan bahwa manusia terbaik, ialah manusia yg paling baik perilakunya (akhlak yang baik), manusia terbaik, ialah manusia yg banyak memberi manfaat bagi manusia lain nya

Nasionalisme bukan sekedar simbolik menghormat bendera atau berbangga diri, tapi mencegah negara dari kehancuran adalah sebuah tindakan pembelaan negara yg nyata.

Menarik sekali konsep nasionalisme berdasar moralitas yang saya dengar langsung dari ketua Mahkamah Konstitusi, pak Mahfud MD, saat ceramah dalam acara silaturahmi dg masyarakat Indonesia di kantor KBRI Abu Dhabi, di sela2 kunjungan nya ke Negara UAE, bersyukur sekali saya sempat menghadiri nya. Ceramahnya cukup menyegarkan jiwa kerinduan akan tanah air, keprihatinan bersama akan kondisi bangsa, kerinduan akan nasionalisme, kemajuan bangsa..

hidup Indonesia, tanah air tercinta..

8 comments on “nasionalisme moralitas

  1. Yana
    28/04/2010

    Kita td rela negeri ini dirusak, tapi kita lihat kerusakan telah tersebar merata dg bentuk yg berragam. Bahkan kerusakan yg paling parah berupa KESYIRIKAN mulai yg kecil sampai yg besar telah semakin nampak. Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. Kang Hendra, saya yakin dibutuhkan generasi pengganti yg bersih, dan inilah yg sedang kita persiapkan. Mohon dukungannya.

  2. jimmy
    28/04/2010

    benar.. buat saya (mungkin buat beberapa kawan lain), penyegaran falsafah seperti ini penting sekali ditengah kesumpekan rutinitas kantor yang membuat hidup seolah tanpa tujuan.

    Sempat lupa dengan yg ini:
    “Dalam kaidah agama dikatakan bahwa manusia terbaik, ialah manusia yg paling baik perilakunya ( akhlak terbaik), manusia terbaik, ialah manusia yg banyak memberi manfaat bagi manusia lain nya”.

    • hdmessa
      29/04/2010

      terima kasih Jimmy,

      sebenarnya rutinitas / kejenuhan yg jadi realita kehidupan sehari hari , kalau kita bisa melihat dari sisi positif, adalah juga sarana utk berhenti sejenak, mencari angin segar, melihat dari sisi lain, kontemplasi perjalanan hidup ini..

      salam

  3. Wiero Djampang
    30/06/2011

    ass.wr.wb.

    salam kenal kang,juga all,,,

    trima kasih semua pencerahannya,dan sekalian ijin belajar banyak dari akang.juga ijin sewaktu-waktu aku share tulisan akang ke taman2ku…

    salam semua.

    aku salahsatu TKI di Riyadh.KSA

    • hdmessa
      30/06/2011

      wa alaikum salam,
      terima kasih, apresiasinya,
      senang bisa silaturahmi dg rekan di perantauan ,

      syukur bila tulisan2 ini memberi manfaat, silakan saja di share

      salam

  4. Wiero Djampang
    05/07/2011

    salam lagi kang Hendra,,,

    oh sangat bermanfaat kang,tulisan akang,terutama bagi aku yang masih belajar di nol besar kang,terima kasih balasan comentarnya.

    semoga kita selalu ada dalam Berkah dan Lindungan Allah selamanya.Amin.

    Kang ditunggu juga postingan TKI TKW disana kang…makasih

    • hdmessa
      05/07/2011

      sama2, amien doa nya,
      terima kasih ide utk buat tulisan ttg TKI, mudah2an nanti bisa mengalir pula tulisan nya.

      mas Wiero, bisa coba saja buat tulisan berdasarkan pengalaman sehari2 saja, pasti ada hikmah yg menarik utk di sharing.., mulai saja, nanti juga akan lancar..

      dengar cerita2 TKI di hong kong, mereka rajin buat tulisan/puisi dan ternyata bagus juga, silakan dicoba mas Wiero

      salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 28/04/2010 by in Blogroll, horizon - insight.
%d bloggers like this: