Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

piala akhirat

Maracanã

Ahli filsafat kuno, menyebut juga manusia dg istilah “Homo ludens” ( makhluk yg senang bermain ) , karena bermain , adalah salah satu karakter dasar kita semua , mulai dari anak kecil sampai orang tua.

Sepakbola, olahraga populer sedunia adalah juga sebuah permainan dan memang sudah menjadi salah satu watak manusia utk senang bermain. Bahkan utk moment sepakbola tertentu seperti Piala Dunia, bagaikan telah menjadi “ritual berkala” , sebuah “agama baru” . Dimana fanatisme dan pemujaan terhadap sebuah kesebelasan atau pemain bintang , telah menjadi suatu fenomena. Di beberapa negara yg gila bola, bisa dikatakan bagi mereka sepakbola lebih dari sekedar agama yg telah mulai mereka tinggalkan, lapangan sepakbola telah menjadi tempat pemujaan baru yg lebih diminati daripada pergi ke tempat ibadah misalnya.

Sepakbola sebagai permainan, bisa juga kita lihat sebagai analogi dari perjalanan hidup kita di dunia ini  Permainan sepakbola memiliki batas waktu , 90 menit adalah jatah waktu dalam sebuah pertandingan bola, banyak hal terjadi selama waktu tsb , namun hanya sebanyak itu lah jatah waktu nya , tak lebih dan tak kurang. begitu lah pulah kehidupan ini , masing2 kita mendapatkan jatah waktu nya masing2, namun berbeda dengan main bola, jatah waktu hidup kita tak bisa dipastikan , apakah panjang atau pendek umurnya , namun yg pasti , masing2 kita hanya mendapatkan jatah hidup sekali , dan terserah kita masing2 mau seperti apa hasil nya , seperti main bola, kalah, seri, atau menang.

dalam 90 menit jatah waktu bermain bola, setiap pemain harus selalu ingat waktu dan memanfaatkan setiap kesempatan utk mencapai tujuan nya ( goal ) , bila ada pemain yg bersantai santai atau malah duduk saat pertandingan, bisa ditarik keluar oleh pelatihnya digantikan pemain lain. Atau misalnya hasil pertandingan sementara unggul, kemudian bersantai2 saja , salah juga, karena ada kemungkinan ia dikalahkan oleh kesebelasan lawan nya , pokok nya sepanjang jatah waktu 90 menit yg tersedia harus dimanfaatkan sebaik mungkin , sampai detik terakhir sekalipun ( injury time ).

Bila seorang pemain bola, bermalas malasan, ada resiko ditarik ke luar lapangan, diganti pemain lain. Bila berperilaku jelek ,spt melakukan kecurangan atau mencelakakan orang lain, ia bisa dapat peringatan berupa kartu kuning atau bahkan kartu merah , sehingga terpaksa dikeluarkan. Begitu pula lah hidup ini, kita harus memanfaatkan jatah waktu hidup / umur kita selama di dunia ini , dengan sebaik mungkin berjuang, untuk mencapai tujuan hidup ini (goal = tujuan ; english ) , bila bermalas malasan atau menyia nyiakan jatah hidup ini , kita akan mendapat penilaian yg jelek , atau bahkan berperilaku negatif , bisa2 kita dapat kartu kuning / kartu merah. dalam kehidupan itu berarti kita banyak mendapat hambatan hidup , spt sakit , kecelakaan atau bahkan kematian sekalipun , artinya kita ditarik dari lapangan kehidupan ini , ataupun bisa pula kita terus hidup sampai masa tua, tapi kita gagal ( tidak mendapatkan goal-tujuan hidup )

Sungguh merugi pula, bila ada pemain bola yg tak tahu arah gawang, tak tahu kemana akan mencetak goal, itu adalah bagaikan orang yg tahu tujuan (goal) hidup nya , bagaikan pemain bola , ia hanya berlari kesana kemari tak tentu arah, kemana bola bergulir. Ia hidup di dunia, tanpa tahu untuk apa ia hidup, dan apapula yg dicari nya dalam kehidupan ini , Ia hanya ikut arus apa yg dilakukan kebanyakan orang.

Dalam pertandingan ,perlu juga ada strategi saat masa awal ketika tenaga masih kuat, di pertengahan dan pada masa menjelang pertandingan berakhir. saat awal tenaga masih kuat, bisalah berlari kencang, namun di waktu akhir, tenaga sudah mulai habis, saatnya bukan hanya sekedar fisik yg diandalkan, tapi otak pula ( strategi ), pemain yg baik, bisa mengatur timing (waktu ) dg baik

Dalam perjalanan waktu kehidupan, kita harus tahu diri pula , bagaimana bersikap ; saat masih kanak2 , muda, dewasa dan tua. Anak muda, yg masih berlaku seperti anak kecil ,spt cengeng, penakut, kita sebut sebagai orang yg bersifat ke kanak kanakan. Sedangkan orang tua, yg masih berperilaku spt anak muda, atau kekanak kanakan, mereka di istilahkan sbg orang tua yg tak tahu di umur. Usia bertambah tua, tapi perilaku tak bertambah dewasa. Begitulah dalam perjalanan hidup ini, kita perlu strategi dan planing pula, strategi sejak masa muda, dewasa sampai tua. Masa kanak2  mungkin adalah semacam bonus umur, masa utk bermain, kita belum bertanggung jawab penuh, tapi orangtua lah yg bertanggung jawab mendidiknya.

Haraplah di ingat pula, bahwa pemain bola, tak selalu bermain sampai akhir waktu, ada kemungkinan pemain yg diganti di tengah permainan, atau dapat kartu merah, dikeluarkan wasit, atau cedera. Begitu pula hidup ini , tak selalu orang hidup sampai usia tua, banyak pula anak kecil dan pemuda yg telah dijemput ajal , kecelakaan, sakit, dll. Karena nya selalu lah bersiap setiap saat ,bila suatu saat jatah umur kita akan berakhir, berusaha bermain sebaik mungkin selama kita masih berada di lapangan kehidupan ini.

Hasil pertandingan sepakbola baru bisa diketahui saat peluit tanda akhir pertandingan dibunyikan, sebelum saat itu berbagai kemungkinan masih bisa terjadi. Ada tim yg sementara menang, memimpin pertandingan, namun pada saat2 terakhir, ternyata gawangnya bisa kebobolan juga, sehingga kalah. Saat saat akhir yg menentukan tersebut dikenal dg istilah “injury time”, banyak pertandingan bola yg bagai menjadi drama karena hasil pertandingan berubah pada saat injury time tsb, tim yg menang jadi kalah pada saat2 terakhir tersebut. Bila dianalogikan pada kehidupan, “injury time” bisa dibandingkan sebagai waktu sakaratul maut, saat ujung kematian seorang anak manusia. Bagaimana seorang manusia melalui ajalnya, menentukan pula bagaimana nilai akhir kehidupan nya. Ada seorang manusia yg dikenal baik, tapi ternyata akhir kehidupan nya dalam keburukan, berbuat dosa. Begitu pula ada orang yg hidupnya banyak dosa, tapi ternyata di akhir hayatnya ia bertaubat dan berbuat kebaikan. Dalam agama dikenal dg istilah husnul khotimah ( akhir yg baik) atau su’ul khotimah ( akhir yg buruk). Dalam perjalanan hidup ini, kita harus tetap waspada, sampai ajal kematian menjelang, karena masih banyak kemungkinan bisa terjadi. Karena itulah ada diajarkan kita utk berdoa, agar diberi akhir kehidupan yg baik ( husnul khotimah), mengucapkan kalimat tahlil saat kematian.

Orang yg berhasil dalam perjalanan hidup ini , adalah bagai pemain sepakbola yg bermain dengan keahlian yg baik, tahu pengaturan waktu dan mencetak goal kemenangan. Pemain tersebut akan mendapat pujian dari penonton , pelatih nya dan khususnya dari tempat mana ia berasal ( misal negara/klub dll). Dalam kehidupan , mereka yg memanfaatkan setiap waktu dalam kehidupan ini sebaik mungkin, utk berbuat kebaikan , serta memiliki tujuan hidup yg jelas ( goal ) , mereka berhasil mencapai tujuan (goal) nya tsb , dan mendapatkan pujian dari mana kita berasal, pencipta kita semua, Allah swt.

Coba lah bayangkan, bagaikan seorang pemain bola, bila dianalogikan dalam perjalanan hidup ini, apakah orang akan bangga, senang dg kita, apakah Allah akan memuji kita pula ? , atau malah sebaliknya orang lain akan banyak mencela atau men jelek jelekan kita ?

Dalam pertandingan sepakbola, hasil akhir , belum bisa dipastikan sampai peluit terakhir dibunyikan , bisa jadi awal nya mereka menang, tapi pada saat2 terakhir ( injury time ) bermain buruk, sehingga mereka terkalahkan , karena berjuang lah sampai saat terakhir, dan pada saat terakhir itulah ,saat yg menentukan. Dalam bahasa agama, di istilahkan dengan husnul khotimah ( akhir yg baik ) , ada orang yg baik kelakuan nya, tapi ternyata terpedaya syaitan sehingga melakukan dosa, dan mati dalam kekafiran ( suul khotimah, akhir yg jelek). sebaliknya ada pula orang yg banyak kesalahan, tapi ia bertobat melakukan kebaikan, sehingga berakhir dengan kebaikan. Kita harus selalu waspada, tidak menyombongkan diri, sepanjang perjalanan hidup ini , karena bisa jadi suatu saat kita akan mendapatkan ujian yg berat yg bisa membuat kita jauh dari tujuan hidup kita semula.

Pemain sepakbola yg baik , membangun kebersamaan dg yg lain nya , saling bantu dengan teman dengan pimpinan kapten kesebelasan nya serta mengikuti arahan dari pelatih nya.  Begitu pula dalam hidup ini , kita harus bekerjasama dengan orang lain, saling tolong menolong dalam kebaikan , mengikuti arahan pimpinan dan utamanya selalu mengikuti petunjuk hidup yg diberikan oleh pencipta kita semua.  Kebersamaan mendapatkan penilaian yg tinggi, dalam hal ibadah, seperti berlipat ganda nya nilai ibadah , kalau kita sholat berjamaah, dibandingkan sholat seorang diri.

Dalam perjalanan hidup ini, kalau ingin selamat kita bisa selalu memintakan pertolongan dan bantuan dari Allah swt , agar kita selamat dalam hidup ini , sampai ke akhir masa hidup kita , sampai saat injury time.sampai saat peluit sangkakala kiamat di tiupkan. Karena nilai hasil yg didapat dari sepakbola, adalah hasil akhir setelah pertandingan selesai, begitu pula hidup di dunia ini, semua ini , hanyalah sebuah usaha , sebuah perjalanan, hasil akhirnya akan kita dapatkan di akhirat kelak . Teringat waktu pertandingan hidup yg terus bergulir, tepat hari ini ,telah berkurang pula, setahun jatah umur ini , makin mendekati waktu peluit panjang terakhir dibunyikan.

Mudah2 an pada waktu hidup yg masih tersisa ini , bisa di jalani dengan baik, mencapai tujuan (goal ) , kemenangan hidup, namun bukan mengejar piala dunia , tapi piala akhirat , kebahagiaan abadi, kemenangan yg sebenarnya

Kalau di piala dunia, hanya sebagian pemain /negara yg ikut, sebagian besar orang hanya jadi penonton, sedangkan untuk piala akhirat, semua kita akan ikut serta jadi pemain , waktu nya adalah sejak ibu melahirkan kita, sampai ajal menjelang….

renungan dari pinggir lapangan sepakbola kertamanah,sepetak tanah datar pebukitan di tengah hamparan kebun teh gunung malabar, dalam balutan kabut tipis, yg tertiup semilir angin sore yang dingin, Pangalengan, Bandung selatan

17 comments on “piala akhirat

  1. the flex belt
    12/06/2010

    I usually dont post in Blogs but your blog forced me to, amazing work.. beautiful

  2. anonymous
    12/06/2010

    beruntunglah orang2 yang bisa menang dalam kejuraan ini,,,

    makasih atas renungannya..
    salam kenal.

  3. hdmessa
    12/06/2010

    insya Allah,
    terima kasih komentar nya,

    salam kenal juga

  4. awal
    14/06/2010

    bagus dra……….., hendra berbakat jadi penulis…
    tapi jangan sampai apa yang dituliskan, diceritakan tidak dilakukan / tidak diamalkan oleh hendra……ancaman/ dosanya besar dra….seperti dilukiskan dalam al quran saya lupa ayatnya nanti lah klo saya banyak waktu akan saya cari ayat tersebut……

  5. hdmessa
    14/06/2010

    thanks Awal, koment nya,

    terima kasih juga sudah mengingatkan,
    insya Allah, Awal.

    salam

  6. Nasir
    14/06/2010

    Kang Hendra,

    Memang Benar karena keasyikannya bermain sampai Injury time pun, para pemain Lupa bahwa itu akan Tiba saatnya, Makanya yang bersungguh2 di babak awal untuk mendapatkan goal2 yang banyak itu lebih baik, karena stamina masih bagus, power juga masih besar,
    terkadang mereka mengharapkan Golden Goal pada saat2 terakhir pertandingan / Injury time.

    Kalau untuk Urusan akhirat disebutkan dalam ” Surat Adh Dhuhaa ayat 4″

    Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)

    Maksudnya ialah bahwa akhir perjuangan Nabi Muhammad s.a.w. itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan. Ada pula sebagian ahli tafsir yang mengartikan akhirat dengan kehidupan akhirat beserta segala kesenangannya dan ula dengan arti kehidupan dunia.

    Semoga bermanfaat buat kita semua.

    Salam,

    Nasir
    WW Power Station (Planning Section)
    Pangalengan

  7. Yoyo
    14/06/2010

    Jangan lupa sobat sekalian semboyan yang paling terkenal umat muslim adalah Inna lillahi wa innaillaihi rojiun.

    Thanks and best regards,

    YOYO SUNARYA
    Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd.
    Pangalengan – South Bandung – West Java

  8. Cecep
    14/06/2010

    Assalamualaikum sahabat.
    Kang Hendra, nice post.

    Pak Yoyo, nuhun telah mengingatkan hal yang pasti datang kepada kita

    Diriwayatkan dari Ibn ’Umar ra: Aku sedang bersama Rasulullah saw, tiba-tiba seorang laki-laki dari kaum Anshar mendatangi beliau lantas ia mengucapkan salam kepada Nabi saw. Kemudian laki-laki itu bertanya,” Mukmin apakah yang paling utama?”

    Beliau saw menjawab,” Mereka yang paling bagus akhlaknya.” Laki-laki itu bertanya lagi,” Mukmin apakah yang paling pintar?” Beliau saw bersabda,” Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling bagus persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka lah orang yang paling pintar.” (HR. Ibnu Majah. Al-Albani berkata: hadits hasan)

    Insya Allah, kita termasuk hamba Allah yg terus berusaha dan berdoa agar sampai di “tujuan” dalam keadaan khusnul khotimah.

    BTW, siapa juara PD 2010 yah…??

    Wassalam,
    Cecep

    alumni Wayang windu ,
    Messaid – Qatar

  9. tie
    14/06/2010

    when playing just a game not a special purpose to play with someone future or her career, i agree with this point…good habits.

  10. Joko
    15/06/2010

    Alhamdullilah,

    Para sahabat masih pada ingat,………maaf nich baru nimbrung………ombak di tengah laut inilagi lumayan tinggi, 6 meteran,………..

    dari semua pesan para ustad kita, pada bagus-bagus semua terimakasih sekali saling mengingatkan kita semua tugas kita hidup. Tapi kalau menurut yang ditengah laut ini pesannya beda sendiri nich…….alias salah faham ( udah salah nggak faham faham lagi ) , jadi Bola itu bukan nya untuk di tonton, tapi ditendang, gitu lho..:-))

    Wassalam,
    Joko Prasetyo
    Alumni padepokan gn wayang windu,
    Kakap offshore, Natuna, laut cina selatan

  11. Leily Tadjrida
    25/06/2010

    Saya jadi ingat waktu buat proyek Wayang Windu Geothermal, kalau mau ke proyek diatas melewati kebun teh yang berkabut. Tulisan bagus. Salam kenal ya.

  12. hdmessa
    26/06/2010

    terima kasih bu Leily,
    salam kenal juga.

    betul, memang daerah kebun teh sekitar wayang windu, sering berkabut di sore hari, apalagi di musim penghujan. ide tulisan ini timbul, di lapang bola menuju ke area wayang windu

    salam

  13. hdmessa
    01/11/2010

    thanks for your comment,

    you are right, that the subject look like not directly related with the content.

    as per your information, this article wrote during (football ) world cup, june 2010. I write article related with football game but with different view , in world cup, every team pursue to become the winner ( pursuing the world ) , my article suggest to pursue another things, hereafter /eternity , because of that idea, the subject was piala akhirat ( eternity cup ) just a contrary for idea of world cup..

    that’s the idea, hopefully can explain about the subject.

    by the way, just my question , this article write in indonesian language, how come you can understood this article ?, interesting..

    hopefully, for next time, i can write articles in this blog by
    English language.

    best regards,

  14. Jepe
    13/06/2014

    Hendra

    Tulisan yang menarik saya sangat suka..gaya penulisan seperti ini sisi lain dari sepak bola dimana ada sisi2 menarik dalam kehidupan ketika bola itu dimainkan diluar lapangan hijau dari berbagai aspek kehidupan

    Tulisan Hendra mengingatkan saya pada seorang kolumnis bola dan jurnalis kenamaan doktor filsafat favorit saya Dr.Sindhunata..jujur terkadang saya menulis atau sekedar komen2 seputar bola Sindunatha jadi trensetter saya atau terpengaruh gayanya yang sangat halus

    Ulasan2 bola dia..di harian kompas awal 90-an terhadap event2 besar sepak bola dikompilasi dalam buku trilogi

    “Air Mata Bulan”
    (2 lagi sy lupa)..
    Trilogi itu menjadi koleksi buku saya sejak pertengahan tahun 1990-an

    Sindhunata begitu bagus dan halus mengungkap dari sisi2 filsafat tentang sepak bola semua aspek kehidupan anak manusia..yang terkadang seperti bola itu sendiri..yak tahu dimana kepala dimana ekornya..tak berujungdan tak bertepi

    Saya masih ingat bagaimana sindhunata mengungkap tentang tim mesir yang ikut piala dunia 1990 di itali sebagai tim under dog, karena pelatihnya dibawah tekanan2 tim2 raksasa punya nama besar dan secara tradisional langganan ikut PD ketika pelatihnya ditanya taktik dan. Strategi yang diusungnya dalam gelaran PD 1990, sang pelatih hanya menjawab kira2 :
    “Anak2 bermain lepas saja..dan kekuatan kami berdoa pada Allah”

    Tapi lebih dari itu Sindhunata mengungkapnya..menurut saya tulisan dia..lebih kepada karya sastra dibidang bola🙂

    Selamat menyaksikan PD 2014 di Brasil..lupakan carut marut. Seputar polemik, kampanye hitam dan hal2 paling jelek yang beredar bagi kedua cawapres danwakilnya

    Wass-Jepe
    Kaltim

    • hdmessa
      13/06/2014

      terima kasih uda Jepe,
      komentar dan sharingnya,

      Tulisan Sindhunata memang bagus sekali, melihat dari sisi lain dari sepakbola,

      salam

  15. Akmal
    14/06/2014

    Jika kaki-kaki kehidupan menyepakmu dengan keras, jangan kempis semangat
    dan berhenti. Bergulirlah dengan riang.
    Perhatikan bagaimana bola kaki yang ikhlas menjadi sasaran dua tim di sebuah pertandingan, justru mendatangkan kebahagiaan bagi jutaan penonton, dibandingkan bola yang terpajang nyaman di etalase toko namun hanya berteman debu dan nyanyian cicak.

    Akmal N Basral

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 01/05/2010 by in Contemplation.
%d bloggers like this: