Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

meaningful life journey

Syahdan dulu kala, ada seorang pangeran dari negeri Persia bernama Zemire yang ingin belajar banyak dari sejarah peradaban kehidupan manusia sejak masa lalu, maka iapun mengumpulkan para ilmuwan saat itu dan menyuruhnya untuk membuat buku mengenai sejarah peradaban kehidupan manusia. Sejarah peradaban manusia yg terentang dalam waktu yg panjang dan tersebar di berbagai penjuru dunia, memerlukan waktu yg lama pula untuk menuliskan nya. Akhirnya setelah mengumpulkan data dari berbagai tempat dan sumber. 20 tahun kemudian para ilmuwan tersebut datang ke istana untuk menyerahkan hasil karyanya ke istana. Sejarah peradaban tersebut ditulis dalam banyak buku, sehingga dibutuhkan 12 ekor unta untuk membawanya, yang mana masing2 unta membawa 500 jilid buku.  Sang pangeran yg kini telah menjadi raja, merasa bahwa karena kesibukan kerjanya, ia tak punya waktu untuk membaca buku sebanyak itu. Melihatnya banyaknya jilid buku yang dibawa sang raja merasa tidak mampu untuk membaca itu semua, maka Ia pun kemudian meminta para ilmuwan tersebut untuk membuatkan buku yg lebih ringkas lagi.

Setelah 10 tahun mengerjakannya, para ilmuwan datang lagi dengan membawa buku2 yg dibawa seekor gajah besar. Sang raja yg tambah sibuk dg urusan kerajaan nya, meminta yg lebih ringkas lagi, akhirnya setelah 5 tahun bekerja, datanglah lagi para ilmuwan tersebut ke istana dengan sebuah buku besar yg dibawa seekor keledai saja.Mereka pun diterima di istana dimana sang raja sudah tua renta dan sedang berbaring sakit di tempat tidurnya,dan berkata merintih, aku akan mati tanpa mengetahui sejarah manusia. Seorang diantara ilmuwan yg masih hidup berkata , Baginda saya bisa meringkaskan sejarah kehidupan tersebut dalam tiga kalimat, mereka lahir, mereka menderita, mereka mati.   Demikian sekulum cerita dalam buku Opinion of Jerome coignard, karya sastrawan Perancis, Anatole France.

Masa lalu yg menjadi sejarah, bisa menjadi pelajaran pula bagi kita mengarungi jalan hidup ini, tapi ternyata sepanjang usia manusia pun tak cukup waktu untuk merenungi perjalanan hidup . Dalam kisah tersebut diceritakan secara satir ( dari sisi negative ), bahwa dalam perjalanan hidupnya manusia menderita, tapi kalau kita menyimak lebih dalam lagi, memang orang2 yg hidupnya membuat sejarah, dikenang sepanjang masa, seperti para nabi, tokoh pejuang dan orang2  yg hebat lain nya, mereka adalah orang2 yg berjuang keras dan memberi pengorbanan utk kebaikan orang banyak.Kita melihat mereka menderita, tapi sebenarnya mereka berjuang mengorbankan jiwa dan raganya,  dengan hati yg tulus mulia, sebenarnya mereka sangat bahagia dengan perjuangan beratnya tersebut.

Karena perjuangan dan pengorbanan mereka lah kita banyak mendapatkan manfaatnya sampai saat ini. Nabi dan para pengikutnya dulu berjuang menegakkan agama untuk menjadi penerang jalan kehidupan, dan kita saat ini tetap merasakan manfaatnya. Para pejuang kemerdekaan yang mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan bangsa, masih bisa kita rasakan sampai saat ini manfaatnya, dalam skala yg kecil, ibunda tercinta berjuang melahirkan kita dulu, ayah bunda berjuang membesarkan dan menyantuni kita anak2 nya. Mereka semua adalah orang2 yg membuat sejarah, karena masih terus memberikan manfaatnya bagi kita sampai saat ini.

Sebagai individu kita membuat sejarah pula dalam perjalanan hidup kita sendiri, sejak bunda melahirkan kita, sampai kelak masuk ke liang lahad. Kumpulan2 cerita perjalanan hidup manusia secara individu, kemudian berkelompok dan berbangsa, kelak akan membuat cerita sejarah peradaban. Namun hanya perjalanan hidup individu yg memberi dampak bagi orang banyak lah, baik positif atau negative, yg akan dikenang orang dan menjadi sejarah.

Menengok sejarah silam, kita bisa melihat betapa banyak orang yg telah menorehkan perjalanan hidup yg mengesankan dan memberi manfaat sampai saat ini. Sekarang kalau melihat diri kita sendiri dan masa depan kelak, bisakah pula kita membuat sejarah, menjadi orang yg memberi manfaat bagi orang banyak, walau kita telah tiada kelak ?

Hidup ini adalah pilihan, bagaimana kita menjalani hidup ini pun adalah pilihan juga, sebagai individu kita bebas mau seperti apa kita menapaki jalan hidup ini. Apakah jalan hidup kita ini, kelak akan dikenang orang atau tidak, adalah pilihan juga, sesuai dengan tujuan hidup nya.

Secara umum kebahagiaan adalah tujuan umum manusia menapakia jalan hidup di dunia ini. Ada 2 bentuk pencapaian, pencapaian kebahagiaan secara individu dan secara social ( masyarakat ) . masyarakat saat ini yg material-kapitalis seperti pola masyarakat barat, cenderung mencari kebahagiaan individu. Mungkin kalau ditulis sejarahnya kira2 seperti ini ; mereka lahir, mereka diperas tenaganya jadi sekrup kecil mesin besar kapitalis, mereka meraih kesenangan dalam jebakan kenikmatan semu konsumerisme dan mereka mati. Karena cenderung hidup secara individualis, tak ada jejak sejarah yg ditinggalkan nya untuk dikenang kelak setelah ia meninggal.

Menurut ahli psikologi, justru kebahagiaan tertinggi bukanlah karena pemenuhan kesenangan secara pribadi, karena tak akan ada habisnya, dalam istilah psikologi dikenal dg hedonic treadmill, dimana orang cenderung akan mencari kepuasan yg lebih tinggi lagi dan itu tak ada ujungnya sampai ia terjebak ( seperti  kalau kita naik berlari di atas treadmill/lari di tempat ). Daniel Goleman dalam bukunya Social Intelligent, menyatakan bahwa bersosialisasi, adalah salah satu bentuk pembawa kebahagian yg lebih signifikan daripada sekedar kebahagiaan karena materi/ uang. Justru kebahagiaan tertinggi, tercapai dalam bentuk kenikmatan memberi , pleasure in giving, orang yang paling bahagia ialah orang yg banyak memberi kebahagiaan pada orang lain.

Manusia yg bijak bisa belajar dari sejarah. Kita sadar, bukanlah hanya karena hal sepele, kita ditakdirkan hidup di dunia ini, sang Maha Pencipta, punya kehendak tersendiri mengapa kita hidup di dunia ini, mengisi kehidupan dengan perjalanan hidup yg terbaik sesuai dengan petunjuk Illahi,  adalah sebagai tanda syukur kita pada sang Maha Pencipta.

Dalam konsep social, setiap individu memiliki peran tersendiri terhadap manusia lain nya, mulai dari skala paling kecil dalam keluarga, sampai skala paling besar seperti bangsa dan Negara. Semisal seorang ayah biasa yg begitu besar peran nya pada keluarganya, akan dikenang oleh anak cucunya kelak. Begitu pula kebaikan social yg dilakukan semisal membantu orang2 miskin dengan mendirikan sekolah gratis untuk anak2 tak mampu, akan terus dikenang dan bisa jadi sejarah pula. Dalam agama islam ada dikenal istilah amal jariah ( amal social) , yaitu kebaikan untuk masyarakat yg pahalanya akan terus mengalir walau kita telah meninggal dunia kelak , ada beberapa hadits nabi yg menjelaskan hal tsb.

Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

Hadis di atas menjelaskan amal perbuatan seorang Muslim akan terputus ketika ia meninggal dunia, sehingga ia tidak bisa lagi mendapatkan pahala. Namun, ada tiga hal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia, yaitu sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan doa anak shaleh.

Dalam riwayat Ibn Majah, Rasulullah SAW menambahkan tiga amal di atas, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan Alquran, membangun masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.” (HR Ibn Majah).

Menurut Imam al-Suyuti (911 H), bila semua hadis mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal. Yaitu ilmu yang bermanfaat, doa anak shaleh, sedekah jariyah (wakaf), menanam pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan, mewakafkan buku, kitab atau Alquran, berjuang dan membela Tanah Air, membuat sumur, membuat irigasi, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membangun tempat ibadah & belajar dan memberi nasihat kebaikan.

Manfaat yang dirasakan orang yang masih hidup inilah yang menyebabkannya terus mendapatkan pahala walau ia sudah meninggal   dunia. Dalam konsep sosiologi, hal2 tersebut adalah bentuk dari amal sosial kemasyarakatan, kebaikan yg memberi manfaat besar bagi orang banyak, semisal menanam pohon, membuat sistem pengairan,membangun sekolah, panti asuhan dll. Itu semua adalah contoh dari kehidupan di jaman Nabi, dalam kehidupan modern saat ini, akan banyak bentuk amal2 sosial lain nya. Manfaat yg terus dirasakan oleh orang banyak walau kita telah meninggal dunia, itulah yg membuat seseorang dikenang, dan  hidupnya menjadi sejarah.

Dalam hadits Nabi ada dikatakan bahwa manusia terbaik, ialah manusia yg banyak memberi manfaat bagi manusia lain nya.  Semoga sejarah perjalanan kehidupan kita  memberi banyak kebaikan , karena kebahagiaan tertinggi, ialah saat kita bisa menebar kebahagiaan pada makhluk lain nya, pleasure in giving is the happiest moment and make our life meaningful.

5 comments on “meaningful life journey

  1. the flex belt
    12/06/2010

    thanks !! very helpful post

  2. hdmessa
    12/06/2010

    thanks, your welcome

  3. Iftikar
    20/06/2010

    Hen,

    Kata orang bijak, “sejarah, adalah ilmu filsafat dengan contoh-contoh nyata”.

    iftikar
    sidney , Australia

  4. aliaty rahma
    19/08/2010

    ane suka tulisan uda yang satu ini, sarat makna, hidup adalah pilihan, dan pilihannya adalah menjadi yang paling banyak manfaatnya bagi banyak orang,..

  5. hdmessa
    20/08/2010

    terima kasih Rahma ,
    komentar nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 04/06/2010 by in Essay - concept.
%d bloggers like this: