Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

begin at the end

Syahdan sekelompok orang tua, para pensiunan ngobrol2 ttg tempat2 mana saja yg pernah dikunjungi selama ini, seru juga obrolan mereka. Bercerita ttg berbagai tempat yg pernah dikunjunginya. Namun ternyata masih banyak tempat2 lain yg belum sempat dikunjungi, sehingga mereka membuat semacam list, tempat2 menarik mana saja yg  ingin mereka kunjungi, karena memang belum pernah dikunjungi seumur hidupnya, sampai akhirnya

terbitlah ide utk membuat semacam daftar panjang, atau bucket list istilahnya , 100 tempat yg perlu dikunjungi sebelum kau meninggal, 100 list of place to see before you die. Ide dari daftar panjang tersebut, akhirnya dikembangkan pula, menjadi apa saja buku yg perlu dibaca, apa saja film yg perlu ditonton dan berbagai hal2 lain nya yg perlu dilakukan.  Dalam sisa umur hidup mereka, sehingga dihasilkan pula beberapa bucket list lain nya ; 100 books to be read before die, 100 things to do before you die dan berbagai 100 list to do lain nya, bahkan dibuat film, the bucket list, cerita ttg keinginan org2 tua yg sudah divonis tak hidup lama lagi, karena terkena sakit kanker stadium akut.

Kelihatan nya seperti main2 saja, tapi sebenarnya ada makna filosofis nya, yaitu bahwa semua orang, baik orang yg Soleh sampai orang yg tak percaya Tuhan sekalipun, semua percaya bahwa suatu saat ia akan meninggalkan dunia yg fana ini, hanya berbeda bagaimana menghadapi nya.

Orang yg tak percaya kehidupan setelah kematian, berusaha untuk menikmati sisa masa hidupnya, untuk meraih hal2 yg belum pernah didapat selama hidup nya. Mereka menikmati hidup apa adanya, setelah mati, selesailah urusan, repot amah sih, tak jauh dengan cerita tanaman atau binatang yg mati.

Bagi orang2 soleh yg percaya pada hari akhir, berusaha untuk mempersiapkan diri dan amal soleh sebaik mungkin, karena yakin bahwa segala amal kelakuan selama hidup di dunia ini, akan dimintakan pertanggungjawaban nya kelak.

Di waktu muda dulu, saya pernah mengikuti semacam training dimana ada salah satu sessi game, namanya Life expectation, dimana para peserta disuruh membuat semacam list singkat, apa saja yg akan dikatakan orang pada kita, setelah kita meninggal kelak.  Setelah itu masing2 dibacakan di hadapan semua peserta pelatihan. Kelihatan seperti main2 saja, tapi ternyata tak mudah juga membuat nya, dan membuat sebagian peserta pelatihan termenung lama karena nya, membayangkan bagaimana pandangan orang2 pada diri ini, setelah meninggal dunia kelak ? senang atau benci pada diri ini ? berdasarkan apa saja kelakuan kita selama hidup ini

itu adalah sebuah pertanyaan sulit. Apalagi bagi anak muda, dimana kematian serasa jadi bagian nya orang2 tua, sesuatu yg masih jauh.

Berbicara tentang kematian, tak semua orang mau membicarakannya, sebagian besar orang menghindarinya, Orang memiliki berbagai persepsi bagaimana menghadapi masa; secara umum ada 2 kelompok ;

Menganggapnya sebagai hal yg alamiah, seperti yg dialami makhluk hidup lain nya, tumbuhan dan binatang, mati adalah akhir, selesailah semua urusan, tak ada hal lain setelahnya, nikmati saja hidup ini apa adanya.  Begitu mencintai kehidupan dunia, dan takut menghadapi kematian, demikianlah sikap hidup sebagian besar manusia.

Kematian adalah sebuah keniscayaan yg dihadapi setiap manusia dan setelah kematian akan ada alam akhirat, dimana kita harus mempertanggung jawabkan semua apa yg telah kita lakukan selama hidup ini. Kematian adalah gerbang pembatas antara kehidupan di dunia dan kehidupan di alam akhirat kelak…

Bagaimana keadaan saat akhir hidup seorang manusia ada 2 jenis pula ; akhir yg buruk ( su’ul khotimah) dan akhir yg baik ( husnul khotimah) . Keadaan saat akhir itulah yg menentukan nasib seorang manusia selanjutnya. salah satu tanda husnul khotimah, ialah bila saat nafas terakhirnya ia ingat dg Allah dan mengucapkan tahlil , la ilaha ilallah.

Ada cerita menarik mengenai saat kematian seorang penyair yang suka bercanda di  Jakarta. Saat akan meninggal dunia, dalam keadaan sakaratul maut, dan semua sudah menerima dg ikhlas kondisi tersebut, berkumpullah semua keluarganya, anak dan istrinya. Mereka berdoa dan mengajak sang penyair utk banyak berzikir dan membaca tahlil  di akhir nafasnya. Dalam keadaan yg genting tersebut, saat nafas pun tak beraturan, kondisi fisik sudah tak tertolong lagi, berkata pun susah, lidah jadi kelu, anak2 nya berkata utk banyak berzikir tahlil.

“pak , nyebut pak , nyebut” ( maksudnya menyebut tahlil, saat menjelang nafas terakhir )

sang penyair pun,berusaha utk bicara, tapi tak bisa berkata apa2 karena lidahnya sudah kelu

anak2nya mengulang lagi dg iba dan tangis , “pak nyebut pak, nyebut…

tiba2 sang bapak pun, spt mulai bisa berbicara, anaknya tampak senang,

dan berkata ; “ah elu, boro2 nyebut, badan pun kalang kabut”…, kemudian terkulai lemas, itulah kalimat nafas terakhirnya..,

sungguh disayangkan sampai saat akhir hayatnya ia tak sempat mengucap tahlil, betapa sedihnya keluarga yg ditinggalkan.  yah, mungkin karena ia seorang yg pintar ngomong dan sering bercanda, sehingga omongan2 yg berpantun seperti sudah tertanam dalam pikiran bawah sadarnya, dan itulah yg keluar di saat genting, saat nafas terakhir, ruh ditarik dari jasad tubuhnya.

Banyak peristiwa2 akhir kematian lainnya, yg unik bagi tiap orang, dan biasanya memang pada kondisi seperti itu, manusia tak bisa lagi menggunakan akal pikiran normalnya, namun alam bawah sadarlah yg keluar, memori yg terekam lama berdasar pengalaman hidup ini, memori yg tertanam paling dalam, itulah yg akan keluar..

( sebagai bandingan, coba ingat2 saat ini, apa kira2 hal apa yg sering jadi pikiran dan selalu teringat, itulah yang akan menjadi memori paling dalam dalam pikiran kita ? )

kalau kita ingin mendapatkan akhir hidup yg baik ( husnul khotimah) , alam pikiran bawah sadar kita,dimana penyimpanan memori yg sangat kuat, haruslah pula berisikan hal2 yg baik pula, kalau ingin zikir di akhir hayatnya, maka seringlah berzikir dari sekarang. kalau hanya pikiran2 kotor, dari pengalaman2 kotor yg kita lakukan, maka hal2 kotor itu pulalah yg akan keluar saat akhir penghidupan kelak,

Semoga kita semua dijauhkan dari akhir yg jelek tersebut. Usahanya bisa kita mulai dari sekarang, berbuat kebaikan, mengisi pikiran dan hati dg kebaikan pula. orang yg biasa berzikir dalam masa hidupnya, akan dimudahkan pula untuk mengucapkan tahlil saat sakaratul maut, orang yg durhaka, walau pandai sekalipun, akan susah untuk melakukan nya.

Bagaimana bisa mendapatkan akhir kehidupan yg baik ( husnul khotimah) bisa kita rencanakan dari sekarang, kita bisa memulai membuat rencana kehidupan ( life planning ) dg patokan di akhir kehidupan tersebut, life planning that begin with the end of life.

“Barang siapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (Hadits nabi, riwayat. Abu Daud.. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)

Seorang sahabat bertanya pada nabi;  “wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yg terbaik?,Beliau menjawab,”Yang paling baik akhlaknya.” Lalu ia bertanya kembali, “Siapakah orang mukmin yg paling pintar?” Beliau menjawab,”Yang palingsering ingat akan kematian dan memiliki persiapan terbaik untuk menyambut apa yg terjadi sesudahnya. Mereka itulah orang yg paling pintar.”  ( Hadits riwayat at thabrani dan ibnu majah dari Umar )

Rasulullah bersabda, “Orang pintar ialah orang yg mau mengoreksi dirinya sendiri dan beramal untuk kepentingan akhirat nanti. Dan orang yg lemah ialah orang yg mengikuti hawa nafsunya, tetapi berharap-harap terhadap Allah.” ( Hadits at-Tirmidzi, Ibnu majah,Ahmad,ath-Thabrani dan Umar r.a)

10 comments on “begin at the end

  1. Ina
    10/04/2011

    Masya Allah… Jazakallahukhayran buat remindernya….

    Saya jadi ingat satu kisah nyata yang terjadi di Cairo, yang saya baca dalam sebuah buku, seorang polisi yang pernah menangani kecelakaan yang mengakibatkan pengemudinya meninggal, ada 2 kejadian yang membuatnya mendapatkan hidayah Allah SWT.

    Kejadian pertama, pengemudi yang sekarat setelah mengalami kecelakaan, sepanjang jalan saat dibawa menuju Rumah Sakit, polisi ini mencoba mentalqinnya, tapi bukan kalimat tahlil yang bisa keluar dari mulut pengemudi ini, melainkan nyanyian/musik yang biasa ia dengar, hingga nafs terakhirnya. Naudzubillah…..

    Kejadian pada kecelakaan yang lain, saat pengemudi yang sakaratul maut ini dibawa ke Rumah Sakit, tanpa perlu polisi ini mentalqin, pemuda ini melantunkan ayat2 suci al Quran terus sepanjang jalan dan ditutup dengan bacaan tahlil diakhir hembusan nafasnya….Allahu Akbar…

    Kejadian nyata lainnya yang terjadi di Jakarta, seorang bapak yang sakit, sampai pada saat sakaratul mautnya, yang ia bicarakan hanya masalah pekerjaan & pekerjaannya saja….

    Lalu pertanyaannya… bagaimanakah keadaan akhir hidup kita nanti??? Ucapan apakah yang bisa keluar dari mulut kita saat sakaratul maut? Yaa Rabb, matikanlah kami dalam husnul khatimah….. Amiin Yaa Rabb…

    Ina R,
    Qatar,

  2. Yanti
    11/04/2011

    Terimakasih Ndra…untuk tausiyahnya

    Bismillah ya…
    kita mulai saat ini ya untuk mempersiapkan masa depan yang sudah pasti akan kita jalani.

    Yanti KerLiP
    PPLHB, Perkumpulan KerLiP, Planas PRB
    http://rumahkerlip.blogspot.com
    Jakarta

  3. nizar
    27/04/2011

    salam kenal Kang Hendra…

    Tulisannya bagus kang. saya juga pernah melihat orang yang sakaratul maut, dan saya sadar betapa susahnya untuk menyebut tahlil di saat seperti itu.

    Kang, mohon izin dishare tulisannya ke milis ya ?.

    salam,
    Nizar

    • hdmessa
      27/04/2011

      salam kenal juga Nizar, terima kasih kunjungan dan sharing nya,

      betul memang demikianlah realita yg banyak kita lihat, semoga kita mendapat husnul khotimah..

      silakan saja kalau mau di share tulisan ini, syukur membawa manfaat

      salam

  4. anim
    03/05/2011

    asw. pak, salam kenal.. tulisan2nya bagus skali.. tp mgkn ad yg perlu diedit…. yaitu dibagian ini: “akhir yg baik ( su’ul khotimah) dan akhir yg baik ( husnul khotimah)”… harusnya akhir yg buruk (su’ul khotimah)… begitu kan ya pak? syukron.

  5. hdmessa
    03/05/2011

    wa alaikum salam,
    terima kasih Anim, atas komentar dan koreksinya,
    baik akan sy edit

    salam

  6. Benny Margawijaya
    18/07/2011

    terima kasih kang Hendra remindernya. semoga kita di-“shut-down” kan, Allah swt dalam keadaan husnul khatimah.

    Wassalam,
    Benny
    http://margawijaya.com

    • hdmessa
      19/07/2011

      amien, sama2 mas Benny,
      terima kasih kunjungan nya

      salam

  7. andrey ahmad
    15/09/2012

    assalamualaikum..”live planing that begin at the end of life” (perencanaan hidup yg berpatokan dengan akhir kehidupan), terimakasih uda hendra. sangat bermanfaat buat saya…jangan lupa hadir lg di lapangan al ahli dubai, di acara uae national day asean football cup. alhamdulillah tahun kemarin kami bisa bawa tim senior juara. kebetulan juga saya capt.tim indonesia senior. salam kenal

  8. hdmessa
    15/09/2012

    wa alaikum salam,
    terima kasih komentar nya,
    memang kita harus cerdik bagaimana memandang dan merencanakan kehidupan ini,

    insya Allah mas Andrey, nanti kita hadir lagi ke Dubai,
    semoga mas Andrey dan teman2 bisa mempertahankan kemenangan nya
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24/06/2011 by in Contemplation.
%d bloggers like this: