Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

keadilan semu

Pada suatu masa di rimba raya, 3 ekor binatang pergi berburu bersama ; singa, serigala dan musang. Dari perburuan nya, mereka mendapatkan 3 ekor binatang pula, kijang, ayam dan kelinci.

Kemudian berkatalah sang singa kepada serigala; “wahai serigala bagilah hasil buruan kita dengan adil”

Maka serigala pun membagi nya dan berkata ; “kijang untuk tuan singa, kelinci untuk saya dan ayam untuk musang”

Mendengar hal tersebut, seketika marah besar lah singa sampai di makan nya serigala, karena pembagiaan nya dianggap tidak adil. Musang pun kaget dan ketakutan karena nya.

Kemudian singa berkata pada musang, agar membagi buruan bersamanya dengan adil.

Musang yg masih kaget, terdiam berpikir sejenak, kemudian dengan suara yg agak gugup ia berkata;  wahai tuan singa, berikut pembagian nya ; Kijang adalah untuk makan pagi tuan singa, kelinci untuk makan siang, sedangkan ayam untuk makan malam nya.

Singa pun tersenyum senang dan bertanya pada musang;

wahai musang, darimana engkau dapat ilmu sehingga bisa membagi buruan kita dengan adil ?

musang berkata: “ ilmu itu saya dapat setelah melihat kematian serigala tadi”…

Demikian cerita binatang (fable) dari Aesop, ahli filsafat Yunani kuno,  tentang hukum rimba yang bisa jadi pelajaran untuk kita semua. Hikmah dari cerita ini, ialah betapa makna keadilan ditafsirkan berbeda, sesuai dengan kepentingan pihak yg berkuasa. Sebuah realita yang sebenarnya banyak terjadi pula pada kehidupan manusia, sungguh menyedihkan, bahwa manusia makhluk ciptaan Allah yg mulia, lebih tinggi dari binatang, namun ternyata kelakuan nya tak jauh berbeda dari binatang. Cerita fable ini diceritakan kembali oleh guru ngaji saya di Bandung  dulu, ustad Usman Solehudin.

Cobalah kita telusuri realita kehidupan sehari2, mulai dari kehidupan bermasyarakat, tempat kerja sampai realita politik bernegara, bahkan sampai konstelasi politik tingkat dunia. Kalau kita membaca sejarah peradaban manusia, hal tersebut banyak terjadi pula. Betapa pihak yg berkuasa mulai dari penguasa kecil, pimpinan di tempat kerja, pimpinan politik sampai negara super power, memberikan tafsiran tersendiri mengenai keadilan, apa yg benar dan apa yg salah, sesuai kepentingan nya sendiri, yang mau tak mau terpaksa diakui oleh pihak2 yg lemah.  Sepanjang sejarah, tetap ada pihak2 yg berani mengungkapkan keadilan sesuai makna hakikinya, tapi sebagian besar akhirnya tumbang oleh kedigdayaan pihak yg berkuasa, jadi martir yg dikenang sepanjang masa.

Begitu sulitnya menemukan keadilan yg hakiki dalam realita kehidupan sehari2, sampai akhirnya, keadilan jadi bagaikan utopia yg ditunggu tunggu,  seperti dalam konsep Ratu adil yang ditunggu2 dalam budaya jawa, atau Imam Mahdi yang akan membawa keadilan di akhir jaman dalam konsep historis sebagian kaum muslimin. Logika yg hampir mirip juga ada pada konsep historis agama lain nya

16 comments on “keadilan semu

  1. Ephi
    27/06/2011

    Ini namanya, Adil yg tidak ber peri keadilan…he..he.he.
    Nampaknya banyak terjadi dalam praktek bernegara kita saat ini

    Salam
    Ephi , Padang

    • hdmessa
      27/06/2011

      betul juga uda Ephi…:-))
      semoga ada perbaikan dan kelak org2 tak lagi menggunakan hukum rimba tsb..

      salam

  2. yorga
    27/06/2011

    salamualaikum, Kang, abdi Yorga, SMA 3 Bdg 09.
    Notesna inspiring. Izin nge-share di facebook yah. nama pengarang dicantumkan. boleh?
    jzk

    • hdmessa
      27/06/2011

      wa alaikum salam, Yoga,
      senang ketemu teman seguru se elmu juga,
      terima kasih apresiasi nya, silakan saja di share
      syukur memberi manfaat

      salam

  3. Fitra
    27/06/2011

    Kalaulah singa bisa protes, mungkin ia akan mengadu ke komnas HAM untuk fitnah, yang dibuat oleh manusia, ttg karakter negatif ini

    Tak biasanya singa mengambil, lebih dari kebutuhan nya
    Singa sekali makan buruan nya, bisa puasa beberapa hari.
    setelah lapar perutnya, barulah ia pergi berburu lagi
    yang suka mengumpul2kan makanan adalah semut, yg hidup berkoloni seperti manusia

    fitra tanjung

    • hdmessa
      28/06/2011

      thanks Fitra, komentar nya

      cerita tsb hanya perumpamaan filosofis, pelajaran untuk manusia,

      sungguh menyedihkan bilamana ada sebagian manusia lebih parah karakternya dibanding para binatang tsb

      salam

  4. Cak Rohim
    28/06/2011

    Ini masa/zaman apa dan rimba raya mana ya kang, ada singa, srigala and musang kongkow-kongkow bareng nyari mangsa? mungkin kah itu zaman edan? ato yang ngarang cerita yang gila?

    Ngga kebayang seberapa besar ukuran body si singa itu, sampe-sampe bisa makan srigala sekali embat. Tidak diceritakan apakah si srigala itu dikunyah dulu sedikit demi sedikit, yang pasti srigala langsung dimakan dan si musang kaget karena srigalanya tiba-tiba ilang?

    Keadilan nggak perlu dicari, tapi dimengerti kang. Tidak ada keadilan pada manusia bahkan pada ratu adil or imam Mahdi sekalipun. Selama ratu adil or imam Mahdi hanya berpihak pada salah satu sisi maka sisi yang lain kemungkinan akan masih mengeluh.

    Lagian keadilan or ketidakadilan itu hanya ada pada manusia, coba aja tanya sama si srigala yang dimakan singa itu? apa dia komplain? kan yang bilang ngga adil yang ngarang cerita? (manusia red). Srigalanya kan nggak apa-apa? bagaimana mau apa-apa wong srigalanya aja nggak ada alias ngarang?

    Member dari animal kingdom tidak pernah mengeluh soal keadilan dan ketidakadilan karena mereka menerima apa adanya keadilan dari Sang Maha Adil, enak or tidak enak.

    Animal kingdom member mengerti bahwa mereka tidak mengerti makna Keadilan yang dibuat Tuhannya itu sedalam apa, jadi mereka hanya trusted, pasrah menerima apa adanya baik directly or indirectly tentang apa pun yang menimpa dirinya.

    Bagaimana dengan kita? partly sama saja yakni di bagian bahwa kita pun seharusnya mengerti bahwa kita tidak mengerti makna sesungguhnya keadilan dari NYA. Selama kita belum mengerti, maka sebaiknya kita tetap berprasangka baik kepadaNYA atas sesuatu yang “rasanya tidak adil” bagi kita.

    Bedanya? kita bisa berdoa kepadaNYA supaya dikasih pengertian dan kesabaran, alias tidak pasrah bongko’an, tidak pasrah begitu saja, ada do’a dan perjuangan di dalamnya.

    Mungkin ada yang bilang:”bagaimana mau minta pengertian dariNYA? wong keliatan aja enggak?”, kalo ada yang berkata begini, maka itu urusan sendiri and resiko sendiri. hali wali.

    Salam ‘hali wali’
    Cak Rohim
    Surabaya

    • hdmessa
      28/06/2011

      Terima kasih cak Rohim, tambahan pencerahan nya,

      Cerita ini adalah perumpamaan filsafat, yg dikarang oleh Aesop, ahli filsafat yunani kuno di jaman dahulu kala, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran karena nya

      Keadilan Illahi, sekalipun, sering tak mudah difahami manusia, sesuatu yg tampak tak adil dalam pandangan manusia, tapi sebenarnya hakikatnya adil, namun tak mudah difahami manusia saat itu, baru setelah sekian waktu berlalu, mereka baru bisa menyadari nya..

      salam
      HM

  5. Sony
    28/06/2011

    akhirnya….. apa sih keadilan itu ?
    dan apakah ketika Ratu Adil sudah muncul lalu memberikan keputusan Nya… akankah yg merasa dirugikan akan mengatakan “keputusan itu sudah adil ?” …
    pendek kata, sepanjang keputusan itu dibuat oleh manusia maka keadilan tidak akan pernah ada…. maling ayam 1 ekor diganjar 3 bulan, maling ayam 2 ekor diganjar 6 bulan, 3 ekor diganjar 9 bulan… apakah itu ukuran keadilan ? jelas bukan ! lalu bagaimana ukuran membedakan keadilan untuk pencuri ayam yg jumlahnya berbeda-beda ? …

    nah menurut pendekatan yuridis, keadilan ada putusan hakim.. summum ius, summa inniuria.. tetapi pembahasan akan semakin lebar… siapa hakimnya, bagaimana track record nya, dll… meskipun demikian… si terpidana tetap akan berteriak… Hukum tidak adil….

    kecuali putusan dari Allah SWT Sang Maha Adil… karena ketika putusan Nya diketuk… maka yg akan berbicara adalah Hati, Tangan, Mata, Telinga dan sekujur tubuh serta segenap saksi dan barang bukti bagi peristiwa tersebut….

    last but not least… berbicara keadilan dgn konteks pikiran manusia bahasannya sangat panjang, sangat lebar, sangat lama… krn akan menggeret berbagai hal… tapi… mari kita terus teriakan keadilan tersebut, jangan pernah bosan…

    Wassalam
    Soni Sonjaya
    Soreang, the Pearl of West Bandung

    • hdmessa
      28/06/2011

      Nuhun kang Sony komentar ,

      Di dunia yg fana ini, tak mudah untuk diwujudkan keadilan yg sebenarnya. Bisa juga sesuatu yg menurut pandangan manusia tak adil, sebenarnya adalah hal yg adil, namun manusia belum bisa memahaminya saat itu, setelah sekian waktu berlalu dan tampak hikmah di baliknya, barulah manusia menyadari nya.

      Betul, hanya di akhirat kelak lah, keadilan hakiki Illahiah bisa terwujud.

      Salam

  6. Darwin
    28/06/2011

    Sebagai perbandingan, cheetah binatang sejenis singa juga, kalau telah makan kenyang, ia tak akan mencari buruan yg lain, malah kalaupun ada kijang, hanya diajaknya bermain2 saja, seperti terjadi di sebuah kebun binatang

    Jadi hukum rimba, sebenarnya, tak sejahat hukum manusia, Binatang mencari makanan hanya kalau kelaparan saja, beda dg karakter manusia yg serakah

    Darwin Chalidi,
    Tangerang selatan

    • hdmessa
      28/06/2011

      Menarik sekali pak Darwin,

      Cerita fable tsb hanya perumpamaan filsafat utk bahan perenungan untuk manusia, sungguh menyedihkan kalau ternyata ada manusia yg mempunyai karakter yg lebih parah dibanding binatang..

      Salam

  7. Syaf
    28/06/2011

    Menarik juga kisah singa tersebut.
    Pada manusia berbeda2 pula karakternya, sebagai perbandingan orang minang yg membuka usaha rumah makan, mereka mencari makan dg memberi makan orang lain…

    Salam
    Syaf AL

    • hdmessa
      28/06/2011

      Terima kasih pak Syaf,

      He..he.he.., menarik juga perbandingan nya dg cerita org minang,, semoga kita bisa jadi orang yg memberi manfaat bagi orang lain

  8. ashcoft
    07/07/2011

    izin share ke fb yah

    • hdmessa
      07/07/2011

      silakan di share,
      syukur bermanfaat

      salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 25/06/2011 by in Inspiration story.
%d bloggers like this: