Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

gold vs dollar & new silk road

Cerita tentang emas telah menjadi cerita kekayaan sejak dahulu kala dan selama ini kita menganggapnya cerita lama org2 tua kita dulu yg menyimpan emas sebagai asset kekayaan nya. Sebuah cerita lama yg bagi org2 jaman ini dianggap tak praktis dan lebih memilih menabung di bank ( deposito, tabungan dll). Namun saat ekonomi dunia bergejolak dan nilai mata uang turun naik pula, emas kembali jadi pilihan untuk investasi, bahkan jadi salah satu alternative acuan keuangan.

Salah satu topic perbincangan bisnis yg menarik belakangan ini  ialah mengenai  cerita bisnis dunia, khususnya emas. Dimana setelah sekian lama mengalami kenaikan drastis, saat ini grafik harga emas bergerak turun naik di kisaran harga tertentu, pada saat yg bersamaan di sisi lain US dollar yg selama ini melemah, mulai menguat nilainya. Bagaikan seperti terjadi pertarungan antara nilai emas vs US dollar, sebuah cerita biasa dalam ekonomi  dunia, namun ternyata dibalik itu banyak cerita2 lain yg membuka tirai berbagai konflik di penjuru dunia saat ini, dimana ternyata pertarungan emas vs US dollar adalah juga pertarungan antara kekuatan ekonomi barat ( US, Europe ) melawan kekuatan ekonomi baru ( china, india  dll ) .

Pada saat US dollar menurun, berbagai negara yg memiliki banyak devisa mata uang asing, seperti china, mengalami penurunan nilai asset, sehingga mereka mencari sumber asset lain yg lebih kuat, antara lain pilihan jatuh pada emas, sehingga beberapa bulan belakangan, Negara yg memiliki asset financial melimpah, spt china dan Negara timur tengah mengamankan assetnya dari US dollar ke emas dg cara memborong emas, yg membuat harga emas membubung tinggi belakangan ini. Dalam kondisi bersamaan, amerika dan eropa yg mengalami masalah financial, mengalami kerugian yg besar karena nilai mata uang nya berkurang dan pada sisi lain, asset financial nya bermasalah ( terlilit hutang pemerintah yg meninggi). Jadi secara tidak langsung terjadi pertarungan antara 2 kekuatan ekonomi dunia, kekuatan barat ( amerika-eropa) dan kekuatan ekonomi baru ( china, india, brasil, rusia dll) . Bila harga emas naik, kekuatan timur menguat dan begitu pula sebaliknya saat nilai mata uang US dollar atau euro melemah. Jadi negara2 barat spt amerika, berusaha sekuat tenaga utk menguatkan mata uang mereka dan melemahkan harga emas.

Dalam kondisi spt itu, negara2 timur tengah yg memiliki asset financial berlimpah yg bersumber dari kekayaan alam minyak dan gas, menjadi kekuatan yg menentukan pula dan jadi rebutan berbagai pihak. Saat perusahaan2 eropa mengalami masalah financial, mereka pergi ke negeri timur tengah utk mencari talangan dana, sehingga mulai banyak asset / property di eropa dan amerika yg dimiliki oleh negeri kaya timur tengah.

Satu hal yg paling ditakutkan kekuatan ekonomi barat, ialah saat kekuatan ekonomi timur tengah ( minyak,gas, financial, lokasi ) bersatu dg kekuatan ekonomi timur, china, india, korea, jepang, yg kekuatan teknologi dan finansialnya bisa menjadi alternative negara2 barat. Kolaborasi kekuatan ekonomi dunia tersebut dikenal pula dg istilah jalur sutra modern, mengacu pada ekonomi jalur sutra jaman dulu, yg menghubungkan negara2 timur tengah dg asia ( china/jepang ), pada saat itu negara2 eropa/amerika tak ada apa2 nya dibanding kekuatan ekonomi dan politik negara2 timur tengah dan asia tsb.

Sebagai referensi, kita bisa bercermin pada sejarah dunia. Pada abad ke-15-16 , saat rame2 nya perdagangan rempah2 dunia yg berasal di Indonesia, yg menguasai perdagangan dunia ialah india dan arab. Jadi org2 eropa mendapatkan rempah2 melalui para pedagang arab dan india. Sampai akhirnya negara2 eropa, mengetahui dimana sumbernya ( Indonesia ), mereka berusaha mem by pass jalur tersebut, langsung pergi membeli ke Indonesia, tanpa melalui perantara pedagang india/ arab. Melihat betapa besarnya keuntungan perdagangan tersebut, akhirnya kekuatan militer dan Negara pun ikut campur, yg menjadi awal imperialism negara2 eropa di asia jauh. Setelah itu, kekuatan ekonomi arab dan india, begitu pula china tumbang, berganti kekuatan ekonomi baru, eropa dan amerika , sampai saat ini. Nampaknya cerita sejarah lama tersebut akan berulang lagi dalam bentuk yg lain.

Berbagai permasalahan ekonomi yg dihadapi Negara eropa/ amerika saat ini, dalam sisi pandang sejarah, adalah juga semacam awal titik balik, pergeseran kekuatan ekonomi dunia. Negara2 barat ( US dan eropa) menyadari hal tsb dan bisa memprediksi perguliran kekuatan sejarah dunia tsb, sehingga mereka berusaha sekuat tenaga menjaga kekuatan hegemoni tsb, yg antara lain tercermin dalam pertarungan turun naik nya harga mata uang eropa ( US Dollar, euro ) dg kekuatan baru ( mata uang yuan dan emas ) .

Negara2 timur tengah yg secara geografis berada diantara 2 kekuatan tsb ( barat dan timur ) menjadi pemain yg menentukan, sehingga menjadi rebutan kekuatan kedua belah pihak. Amerika dg hegemoni politik dan militernya berusaha sekuat tenaga menjaga kekuatan nya di kawasan tsb. Namun dalam bisnis, china dan india, telah menjadi kekuatan bisnis yg mulai kuat pula di kawasan tersebut, tercermin pada berbagai project yg dikerjakan negara2 asia tsb, dan juga banyak nya produk2 asia ( china ) yg membanjiri pasar timur tengah menggantikan produk2 amerika dan eropa. Dalam hal politik dan financial, kekuatan barat saat ini masih dominan di timur tengah, tercermin dari mata uang negara2 timur tengah yg mengacu ( pegging ) ke mata uang US dollar. Pada sisi lain, untuk mengamankan asset finansialnya mereka telah mulai pula mengalihkan sebagian assetnya pada emas. Konflik politik timur tengah dan juga permasalah konflik Israel – arab, turut membuat suasana politik tambah runyam saja karena nya. Namun justru dalam kondisi spt itu, kekuatan militer dan politik dunia, seperti amerika yg masih jadi super power dunia ( dalam militer/politik ) bisa menjadi dominan karena nya.

Konflik politik di negara2 arab yg dikenal dg arab spring , bisa pula dilihat dari sudut pandang perebutan pengaruh di kawasan yg menentukan tersebut. Seperti konflik di Libya, sebelum konflik terjadi, banyak project migas dan konstruksi di Negara tsb yg mulai banyak dikerjakan oleh perusahaan china yg ekspansi sampai ke negara2 afrika utara. Ada semacam perebutan bisnis minyak antara perusahaan2 minyak barat ( US, prancis, Italy , inggris dll ) dg perusahaan minyak china yg mulai banyak mendapat konsesi dari pemimpin Libya, Kadafi. Perusahaan China dg kekuatan financial dan teknologi yg mulai menyamai teknologi barat, mulai kuat bercokol disana, sehingga negara2 barat pun mulai khawatir karena nya. Inilah salah satu issue yg menyulut konflik di Libya, perebutan bisnis minyak.

Afrika yg dari dulu dikenal dg kekayaan sumber daya alam nya, jadi perebutan pula. Saat ini banyak perusahaan china yg beroperasi disana, dg kekuatan ekonominya china banyak membantu negara2 afrika yg kesulitan ekonomi. Pada saat negara2 eropa yg selama ini bercokol kuat disana, tak bisa berbuat banyak, karena kesulitan financial yg melanda negara2 eropa. Jadi ada kekhawatiran konflik perebutan kepentingan akan merembet ke kawasan tersebut pula.

Dalam militer dan politik, amerika dan eropa masih dominan saat ini, namun dalam sisi ekonomi, kekuatan mereka mulai diimbangi negara2 kekuatan baru spt china, india, rusia dan negara2 timur tengah.

Begitu pula dalam teknologi, Negara asia spt china, jepang, korea telah mulai bisa mengimbangi teknologi barat. Produk2 teknologi negara2 asia, mulai banyak digunakan di dunia, antara lain karena harganya yg lebih murah. Kekuatan militer tanpa topangan kekuatan ekonomi dan teknologi akan pincang, sehingga bila kekuatan ekonomi dunia beralih, akan beralih pula kekuatan politik dan militer.

Dalam sisi kekuatan financial, negara2 timur tengah dg bersumber kekayaan sumber daya alam minyak dan gas nya,  menjadi kekuatan yg menentukan saat ini. Sumber finansial mereka kuat dan asset2 mereka tersebar bahkan sampai ke negara2 eropa/ amerika. Pada sisi lain, Negara asia spt china, korea, jepang, memiliki asset teknologi dan juga ekonomi, namun kekurangan sumber daya alam ( minyak, gas mineral ). Migas berada di timur tengah, mineral di afrika. Saat kekuatan2 tersebut berpadu, dimana teknologi dan sumber daya dari negeri2 china, india, korea , jepang , menguasai aktivitas bisnis di timur tengah dan afrika,  karena lebih murah dibanding teknologi dan sumber daya negeri barat ( US & eropa ), negara2 barat bagai gigit jari saja, nggak kebagian lahan.

Bila berbagai kekuatan tersebut berpadu , antara sumber daya alam afrika/ timur tengah, financial dan bisnis timur tengah dg sumber teknologi dan sumber daya negara2 asia spt china,jepang, india. Akan terbentuk kembali kekuatan ekonomi jaman dulu yg dikenal dg kekuatan ekonomi jalur sutra dimana Negara arab, india dan china menguasai ekonomi dunia saat itu. Hal tsb sangat ditakutkan negara2 barat yg akan kehilangan hegemoni dunia nya.

Pertarungan antara harga emas dan US dollar adalah salah satu bentuk persaingan nya, pertarungan lain, ialah pertarungan perebutan pengaruh politik dan ekonomi. Seperti saat ini dimana produk2 china membanjiri pasaran dunia, produsen2 negara barat mulai khawatir pula karena nya. Salah satu contoh riel di Indonesia saat ini ialah betapa banyak proyek2 teknologi  spt telekomunikasi dan IT yg selama ini menggunakan produk2 eropa/ amerika, mulai berganti ke produk2 china/jepang.

Mungkin bagi kita cerita2 pertarungan kelas dunia tsb, bagai cerita di atas awan sana, yg tak begitu dimengerti dan kita abaikan saja, karena tak berhubungan dg realitas kehidupan sehari2 kita, tapi tanpa disadari lama kelamaan dampaknya akan sampai pada kita juga kelak, spt kisah efek kupu2 dalam teori chaos, dimana sebuah kejadian di negeri lain yg tak kita fahami ternyata memberi dampak tidak langsung pada kehidupan kita sehari2. Contoh nyatanya adalah kenaikan atau penurunan nilai mata uang yg memberi pengaruh pada harga2 kebutuhan pokok. Atau mulai banyaknya produk2 dari china yg membanjiri pasaran kita, sampai masuk ke rumah kita. Saking membanjir nya produk2 murah dari china, banyak pula industry dalam negeri yg mulai gulung tikar karena nya, semisal industry tekstil dan garment.  Kalau dulu produk2 negara barat membanjiri Negara kita, sekarang produk dari china yg membanjiri pasar dalam negeri, pada sisi lain produk dalam negeri tetap saja tak bisa bersaing, sungguh ironi , kita tetap jadi bagai tamu di negeri sendiri.

Walaupun ini hanya bagai cerita dari atas awan sana, tapi dalam dunia yg saling terhubung ini, dampak tidak langsung akan bisa mengenai siapapun dimana pun juga. Bagai pepatah alam terkembang jadi guru, berbagai kejadian dunia tsb ( pertarungan harga emas vs US dollar, perang dagang, konflik  dll )  haruslah jadi pelajaran pula, sehingga kita bisa melakukan persiapan yg cukup untuk menghadapinya.  Berbagai cerita tsb, sejarah pertarungan ekonomi, politik, militer dll yg telah mewarnai sejarah dunia selama ini, makin menyadarkan kita semua, bahwa kehidupan ini, hakikatnya hanyalah permainan belaka, kehidupan yg sementara, namun justru dari sana lah, nasib kehidupan kita selanjutnya di akhirat kelak ditentukan, semoga kita bisa menitinya dg sebaik mungkin, meraih kebahagiaan dunia akhirat, mendapatkan akhir yg baik ( husnul khotimah )

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Salam hangat dari negeri gurun pasir

6 comments on “gold vs dollar & new silk road

  1. Eddy
    21/09/2011

    Menarik sekali tulisannya, Mas Hendra. Nampaknya mas mengerti masalah itu. Saya ingin
    bertanya sedikit, khususnya untuk kondisi negara kita, boleh ya?

    dari website:
    http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2011/07/26/diversifikasi-cadangan-devisa-emas/
    didapat info:

    a) cadangan emas kita hanya 3.6% dari total cadangan devisa; berarti, sisanya (termasuk)
    matauang asing dan surat berharga adalah 96.4%
    b) cadangan devisa emas kita cenderung menurun: 96.5 ton (2000), 73.1 ton (kuartal 1
    2010).

    dari website:
    http://malangnews.blogspot.com/2011/09/daftar-sepuluh-penguasa-emas-dunia.html
    dan http://bisnis.vivanews.com/news/read/180616-besar-mana–cadangan-emas-ri-atau-malaysia
    didapat info:

    c) Berdasarkan laporan bulanan World Gold Council 80 persen cadangan emas dunia
    hanya dikuasai oleh 20 pemegang emas terbesar dunia yakni bank sentral, lembaga
    internasional dan pemerintah. Bahkan, lima pemegang emas terbesar menguasai 60
    persen cadangan emas dunia yang mencapai 30.535 ton pada 2010. Amerika 8133 ton,
    Jerman 3404 ton (67.4% dari total devisa), IMF 2907 ton, itali 2451 ton (66.2% dari
    total devisa), perancis 2435 ton (65.7%), china 1054 ton (1.5%), swiss 1040 ton (15%),
    jepang 762 ton (2.7%), rusia 726 ton (5.7%), belanda 612 ton (55.8%).

    dari website: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/08/26/09065761/Jangan.Bergantung.pada.Emas
    didapat info

    d) Saat ini, cadangan emas Indonesia tercatat 3.000 ton dan yang sudah dieksploitasi
    per 2009 baru 65 ton.

    PERTANYAAN:

    1) bagaimana sebenarnya hubungan antara informasi point a), b), dan d) ?
    2) Sudah jelas emas adalah aset nyata ketimbang mata uang dan surat berharga, kenapa
    (kira2) cadangan devisa emas kita cenderung menurun (emas hanya 3.6% dari total
    cadangan devisa)? Di lain pihak, cadangan emas negara maju saja kebanyakan di atas
    50% dari total cadangan devisanya.
    3) Beberapa negara di eropa dan amerika nampaknya mulai sulit atau bahkan menuju
    kebangkrutan hingga nilai mata uangnya suatu saat bisa jadi tidak bernilai. Jika devisa
    kita disimpan dalam mata-mata uang ini (96.4% ?) bagaimana nasibnya?
    4) emas adalah pembanding standar, jika harga emas terus naik terhadap suatu mata uang
    berarti ada masalah pada mata uang (ekonomi) yg bersangkutan. Kenapa kita tidak
    mematok nilai tertentu terhadap harga emas supaya RP stabil; bukannya floating
    terus. Bukankah kita terus-menerus rugi, paling tidak karena inflasi..
    5) kebijakan floating ini (tidak boleh mematok harga emas secara tetap), saya yakin,
    ada hubungannya dengan riba, perbankan, dlll, betuk gak sih?

  2. Ferry
    21/09/2011

    Tulisan yang bagus..
    Jalur sutra modern. Smoga Indonesia juga bisa menjadi lebih baik di era pertarungan ini.
    Langkah pertamanya adalah tentu RI 1 yg mumpuni. Smoga kita mendapatkannya.

    Salam,
    Ferry

  3. Rinda
    21/09/2011

    Saya tidak yakin di jaman sekarang adanya suatu kekuatan baru, justru skrg dalam era globalisasi malah satu negara sakit maka akan tertular juga ke negara2 lainnya.
    Emas dan dollar walaupun naik skrg2 ini, tp tetap saja ada bubble yg bisa pecah kapan saja…
    apalagi kalo kenaikannya secara tajam dan cepat…yah spt suplay dan demand aja, hukum pasar :-)…

    ini pendapat pribadi saya saja…

    Rinda

  4. Susilo
    21/09/2011

    Thanks Mas Hendra,
    Jadi..udah berapa tolla nih..yg disimpen di Abu Dhabi. Hehehe just joking mas..

    Menarik dibaca dan perlu..

    Salam,
    Susilo
    Doha, Qatar

  5. Pingback: analisis ekonomi global « dataidx

  6. Wiero Djampang
    25/09/2011

    hadir kang Hendra.,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21/09/2011 by in horizon - insight.
%d bloggers like this: