Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Ragam budaya, kisah dari Abu Dhabi

Saat naik bis kota di Abu Dhabi ataupun naik kereta metro di Dubai, satu hal yg unik ialah kita bisa mendengarkan ring tone dengan beragam melody, saat handphone salah seorang penumpang berdering. Sekali waktu tiba2 berdering ring tone dengan irama lagu2 india, saat lain kita bisa mendengarkan rentak irama negeri arab, lagu2 barat popular sampai irama music yg tak kita kenali sama sekali, pokoknya beragam ring tone bisa kita dengarkan dari para penumpang di kendaraan umum tersebut yang terdiri dari orang berbagai bangsa. Abu Dhabi dan Dubai, kota besar di UAE, adalah kota yg multikultur, orang berbagai bangsa kita temui disana, menurut berita dari salah satu media massa setempat, ada sekitar 200 kebangsaan berbeda tinggal dan bekerja di negara UAE.

Kita akan bisa merasakannya saat sampai disana, bahkan sejak di Airport, kita bertemu para pegawai imigrasi berpakaian jubah , orang arab emirati setempat, para porter org india, pekerja cleaning service orang Bangladesh, org Filipina yg jadi penunggu toko2 free tax di airport, para supir orang2 pakistan, dan para penumpang dari berbagai kebangsaan lain nya. Itu baru di airport, saat sampai ke tempat2 umum lain nya di tengah kota seperti di mall, di sekolah, bahkan sampai saat sholat di mesjid pun, kita akan bertemu dengan orang berbagai bangsa.

Di tempat kerja pun kita akan menemui pada satu perusahaan karyawannya terdiri dari orang2 berbagai bangsa, seperti perusahaan tempat saya kerja dengan jumlah pekerja sekitar 1500 orang, karyawan nya terdiri dari sekitar 40 kebangsaan yg berbeda dari berbagai penjuru dunia.

Lokasi Abu Dhabi dan Dubai yg strategis di jalur perdagangan & transportasi dunia, membuatnya sejak lama jadi tempat persinggahan dan tinggal orang berbagai bangsa sejak dulu. Saat ini komposisi penduduk aseli setempat dari total populasi hanya 20%, sisanya adalah para pendatang, mungkin inilah salah satu negara unik di dunia, dimana penduduk aseli setempat jadi minoritas.

Bertemu dengan orang berbagai bangsa, beragam pula bahasa, budaya dan karakternya, bergaul dalam masyarakat yang multikultur seperti itu kita memerlukan keahlian komunikasi yg baik pula, karena tiap kebangsaan memiliki bahasa dan karakter berbeda. Biasanya orang2 berbagai bangsa tersebut, bekerja pada bidang kerja yg khas pula.Sebagai contoh, para penjaga toko biasanya orang Filipina, Supir kendaraan biasanya orang Pakistan, pekerja cleaning service/ tea boy biasanya Bangladesh, orang Nepal biasanya jadi security, Orang India yg jadi mayoritas pendatang kerja di berbagai bidang mulai dari kerja lapangan sampai di perkantoran. Orang2 Eropa biasa kerja di bidang teknik jadi tenaga ahli. Orang2 arab Emirate setempat biasa kerja di bidang pemerintahan atau jadi pengusaha dan lain lain.
Saat awal berada di tengah masyarakat yg multikultur ini, kita yg terbiasa tinggal di tempat yg satu budaya saja semisal di negeri sendiri akan agak kaget juga, tapi lama kelamaan akan terbiasa.

Berdasar pengalaman dan informasi yg kita ketahui selama ini, saat pertama kali bertemu org berbagai bangsa, akan timbul pemikiran stereotype karakter khas berbagai bangsa, misal kalau bangsa tertentu punya kelakuan tertentu pula, sehingga kita pun berbeda menghadapi nya. Seringkali ada juga pandangan2 negatif terhadap suatu bangsa sehingga kita pun berpesepsi yg negatif pula saat bertemu dg mereka.
Kalau kita berpandangan negatif terhadap suatu bangsa tertentu, kita seolah2 akan menutup komunikasi dengan nya,dan mereka pun akan berpandangan negatif terhadap bangsa kita, begitu pula sebaliknya. Pengalaman saya pribadi, kalau kita positive thinking thd berbagai bangsa, mereka pun akan berprasangka positif pula terhadap kita, sehingga komunikasi pun bisa terbuka, dari interaksi yg terbuka tersebut, kita akan bisa mengambil berbagai pelajaran dari mereka.

Pandangan bangsa lain terhadap kita bangsa Indonesia, seringkali diliputi prasangka negatif pula, semisal di negara Saudi Arabia, dimana kebanyakan orang Indonesia berada di level bawah, spt jadi pembantu rumah tangga dan supir, maka orang pun akan memandang rendah pada kita.
Namun berbeda dg kondisi di UAE dan Qatar dimana, banyak orang Indonesia yg menjadi tenaga ahli, spt operator, teknisi, insinyur bahkan manager, orang lain pun akan memiliki pandangan yg lebih menghargai kita. Apalagi memang pemerintah UAE, dikelola secara modern, punya system hukum yg bagus, dimana semua orang diperlakukan sama.

Kalau kita bisa tampil percaya diri, terbuka dan memang ada keahlian/keunggulan, kita bisa berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan mereka. Kita bisa beradu argumen dengan orang berbagai bangsa . Justru saya rasakan , saat di Indonesia sendiri kita sering diliputi suasana rendah diri saat berhadapan dg orang asing, yg antara lain terbentuk dari proses penjajahan yg lama yg secara budaya membuat kita rendah diri thd org asing. Sebaliknya saat di luar negeri, kita bisa tampil sama dengan orang berbagai bangsa tersebut, dan bisa kita berdebat dg org kulit putih yg tak selamanya lebih pintar. Hikmahnya ialah kembali pada diri kita sendiri, kita harus menunjukkan keunggulan diri, percaya diri, tak merendahkan diri, maka orang lain pun akan menghargai kita.

Berdasar pendapat seorang ahli komunikasi, perilaku seseorang dipengaruhi oleh latar belakang ( bangsa, budaya dll ) sekitar 40%, sedangkan 60% sisanya, adalah karakter pribadi masing2 orang yg universal sifatnya. Jadi prinsipnya semua orang memiliki karakter universal yg hampir sama.
Bergaul dg orang berbagai bangsa, bisa berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan mereka, kita bisa menyadari bahwa pada prinsipnya semua orang sama kedudukan, masing2 ada kelebihan dan kekurangan masing2. Berinteraksi dan bergaul dengan orang berbagai bangsa, kita bisa mengenal karakter dan budaya mereka. Kita bisa belajar berbagai bahasa, setidaknya bahasa pergaulan praktis kata sapaan saat bertemu.

Kita bisa belajar kesederhanaan hidup dari orang Bangladesh, belajar kerja keras dan keuletan dari orang India, belajar hapalan kitab suci Al Quran dari orang Mesir, belajar berdebat dari orang Spanyol & Itali, belajar menjaga penampilan dari orang Perancis, belajar keberanian dari orang2 Nigeria, dan banyak pelajaran dari bangsa2 lain nya. Selain sifat positif masing2 bangsa ada juga memiliki sifat2 negatif yang bisa jadi bahan pelajaran juga bagi kita untuk dihindari. Namun janganlah kita selalu terpaku pada sikap negative suatu bangsa tersebut, karena itu hal yg wajar pada tiap manusia yg punya kelebihan dan kekurangan.

Bergaul dg orang berbagai bangsa, mendengar cerita2 mereka tentang bangsa dan negaranya, kita seolah2 sedang mengembara ke berbagai penjuru dunia, mengenal kondisi alamnya, mengenal perjuangan hidupnya, banyak pelajaran berharga juga bisa diraih. Tiap2 negara memiliki cerita2 unik tersendiri pula.

Ari, teman kerja dari Finlandia, bercerita ttg keadaan alam negaranya yg berada di ujung utara dunia. Saat penghujung musim panas, mentari siang hanya sebentar tenggelam. gelap malam mulai jam 11 malam dan akan terbit lagi sekitar jam 1 pagi , begitu pula sebaliknya saat musim dingin, mentari terbit jam 11 siang dan tenggelam lagi jam 1 siang, benar2 kondisi alam yg ekstrem. Dengan kondisi alam seperti itu mereka tetap menjalani kehidupan sehari2 dengan normal, bahkan bisa menghasilkan telepon genggam yg paling popular di dunia, Nokia. Hambatan alam tidak memadamkan semangat kehidupan, bersyukurlah kita yg berada di alamtropis spt Indonesia yg waktu siang dan malam nya hampir sama sepanjang tahun, semoga alam yg indah dan nyaman ini memberikan kesempatan hidup yg baik juga bagi kita semua.

Ubong, teman dari Nigeria bercerita ttg negerinya, negeri kaya minyak, namun banyak menghadapi masalah. Ia bercerita ada salah satu suku di negerinya yg terkenal sebagai suku pedagang. Harga diri seseorang atau keluarganya ditentukan apabila ia bisa kaya karena berbisnis, bila ada diantara mereka tak berbisnis dianggap memalukan keluarganya, malah pendidikan tak begitu diutamakan. Karena itulah mereka melakukan berbagai bisnis di negerinya sendiri bahkan sampai ke berbagai penjuru dunia. Yang penting mereka harus melakukan bisnis, apapun juga bisnisnya, sampai yg illegal sekalipun. Saya jadi teringat dulu sering lihhat mereka berbisnis kain di daerah tanah abang Jakarta, ngapain jauh2 amat mereka bisnis sampai ke Jakarta ?, dan kita sering dengar juga mereka tertangkap karena bisnis illegal. Sekarang saya baru tahu ceritanya, betapa bisnis menjadi sebuah kehormatan keluarga/suku yang menyebabkan mereka melakukan segala cara untuk mencapainya.

Dan banyak cerita2 menarik lain nya, dari orang2 beragam bangsa dari berbagai penjuru dunia tersebut. Mudah2an saya sempat menuliskan lebih panjang lagi cerita2 dari berbagai bangsa tersebut, pelajaran2 apa yg bisa didapatkan. Selain dari keadaan alam kita juga bisa mendapatkan pelajaran dari keragaman orang berbagai bangsa tersebut, karakter uniknya, kisah2 dari negerinya, dari pengalaman hidup dan berbagai hal lain nya. Dari beragam hal tersebut, kita bisa mendapat pelajaran berharga, menguntai hikmah yg bermanfaat dalam menjalani kehidupan ini.

25 comments on “Ragam budaya, kisah dari Abu Dhabi

  1. Zubir Amin
    16/05/2012

    Kalau orang Indonesia kebanyakan menjadi apa di Dhubai dan Abu Dhabi, Hendra?.
    Mudah-mudahan tidak menjadi tukang pungut sampah kertas di toko-toko Super Market Bin Dawood
    di Jeddah,Madinah,seperti nan JB jumpai beberapa tahun nan lalu disana.

    Namun demikian,thread Hendra ada mempunyai makna tersendiri.
    Selamat bertugas.

    Zubir Amin, JB,Dt RJ,
    Kebun Jeruk, Jakarta

    • Irma
      30/12/2013

      Assalamuallaikum Pak,
      Saya Irma umur saya baru 17thn…. Negara yang sangat saya inginkan menjadi negara kedua itu adalah UAE, dubai ataupun abu dhabi apalagi setelah saya membaca blog bapak ini saya semakin menginginkan berada disana untuk masa depan saya..
      Saya ingin bertanya, apa yang bisa membuat bapak berada disana dan memotivasi bapak untuk bekerja disana? bagaimana kehidupan yang bapak lalui disana? apakah disana layak untuk dijadikan tempat belajar, bekerja dan untuk masa kedepannya?

      • hdmessa
        30/12/2013

        wa alaikum salam Irma,

        terima kasih sudah mengunjungi blog ini, salut juga atas semangat nya untuk melanglangbuana dan berkunjung ke UAE.

        panjang pula ceritanya saya sampai ke sini, semuanya atas kehendak Allah semata,
        bagus kehidupan disini, banyak komunitas Indonesia, bagus utk bekerja dan masa depan, kalau pendidikan negeri karena ini masih muda,
        belum begitu bagus kualitas nya,
        cerita perjalanan sy kesini, bisa dibaca juga di blog sy dg link berikut ; http://wp.me/p2VPt-8B

        salam

  2. Henny
    16/05/2012

    Setuju….
    Melankolis…..nice to stay hereπŸ˜‰

    Henny
    Dubai

    • hdmessa
      16/05/2012

      terima kasih komentar nya Henny,
      sama2

      salam

  3. hdmessa
    16/05/2012

    halo pak Zubir Amin, terima kasih komentarnya
    senang bisa bertemu lagi.

    kondisi di UAE sini, beda dg di Saudi Arabia, disini org2 Indonesia banyak yg pekerja ahli di berbagai perusahaan besar UAE, spt teknisi, engineer, bahkan manager, sehingga org2 kita lebih dihargai. Dan juga karena sistem pemerintahan dan hukum UAE yg bagus dan adil, semua org diperlakukan sama.

    salam

  4. dinda
    12/03/2013

    Hai sy dinda..

    Sy mau nanya, apakah anda sudah lama di abu dhabi?
    Dari cerita anda, klo di abu dhabi itu sangat multikultur kemudian apakah ada budaya khas yg terkait dengan gaya hidup di sana?
    Sy tunggu infonya
    Trimakasi

    • hdmessa
      12/03/2013

      halo Dinda,
      saya sudah 4 tahun tinggal di Abu Dhabi,
      gaya hidup kota modern negara maju spt di Eropa/ amerika, karena populasi expat eropa cukup banyak, namun tetap menghormati standar2 moralitas arab secara umum.
      Budaya arab yg modern & maju, bisa dianggap sebagai kekhasan nya

      susah utk menyebutkan budaya yg dominan, karena penduduk asli setempat hanya minoritas ( 25%), namun karena mereka lapisan masyarakat yg kaya, utk level menengah atas, budaya arab yg modern adalah ciri khas nya

      Secara populasi pendatang dari India-pakistan bisa dikata populasi terbesar, utk kalangan masyarakat menengah bawah, budaya india-pakistan,bhs urdu, bisa jadi budaya khas nya

      menarik utk dikaji dari sisi sosiologi budaya

      salam

  5. Ririn
    10/07/2013

    Perkenalkan, nama saya ririn, mahasiswa Indonesia yang ingin tinggal dan belajar di Abu Dhabi. sebelumnya saya ingin bertanya tanya dikit tentang mas Hendra.. Apa yang membuat mas Hendra bekerja di Dubai? Lalu usaha apa saja yang dilakukan mas hendra selama meniti karir disana? ada ga beberapa kendala selama pertama kali tinggal disana sampai sekarang yang dirasa oleh mas sendiri? terus kemudian bagaimana cara mas hendra sendiri bisa survive di negeri orang? Mohon maaf mas kalo pertanyaannya sedikit complicated. saya tunggu jawaban amazingnya ya masπŸ™‚

    • hdmessa
      10/07/2013

      terima kasih Ririn, sudah mengunjungi blog ini,

      sebenarnya simple saja, dapat berita dari teman bahwa ada persh dari Abu Dhabi yg membuka lowongan kerja
      utk yg berpengalaman, dan juga iklan nya ada di koran Nasional, terus sy apply online dan proses rekruitment normal berjalan spt biasanya. Saya bekerja di luar negeri utk memperluas pengalaman & menajamkan skill pekerjaan sy sesuai world class standard dan utamannya karena salary yg lebih tinggi.
      karir normal saja spt di persh biasanya, hanya disini karir pekerja asing terbatas, dalam arti tak bisa berkembang spt biasanya, karena tenaga kerja asing hanya dibutuhkan pada saat dan kondisi tertentu saja, saat pekerja stempat sdh ahli, maka mereka lah yg diprioritaskan karier nya, jadi kita pun tak berpikir jangka panjang. saat ini pun negara tim teng, sedang menggalakkan agar tenaga kerja lokal bisa menempati poisi kerja tsb

      Kebetulan di tempat sy kerja telah pula ada org Indonesia yg kerja disini, sehingga teman2 banyak membantu sosialisasi, lama2 kelamaan kita pun akan bisa beradaptasi kerja dg org berbagai bangsa. disini penting skali kemampuan komunikasi interpersonal dan bagaimana kita membangun integritas diri yg kuat, maka org lain pun akan menghargai kita

      sekian dulu jawaban singkat saya

      salam

  6. lettalicious
    31/07/2013

    Assalamualaikum Mas…
    Salam kenal. Baru2 ini saya dpt kenalan di twitter, seorang pria asal Dubai. Singkatnya setelah itu kita tukeran pin bb, n skrg dia sering menghubungi saya via bbm.
    Lama2 dia jd suka bicara ke arah pernikahan (ngajak saya nikah). Dia mengaku single. Padahal dia tau kalo saya udh pny anak (luar nikah). Yg saya ingin tau, gimana ya cara tau keseriusan orang ini? Mengingat tinggalnya yg nun jaauuuhh disana. Cara saya memastikan latar belakangnya (kalo tanya lgsg, jd berasa takut dibo’ongin, hehe)…maaf ya Mas, kalo pertanyaannya agak menyimpang dari isi blog, krn saya ga tau musti berbagi sama siapa…
    Sebenernya kira2 gmn sih pandangan org bangsa itu tentang perempuan Indonesia, apalagi dgn status spt saya…?? Apakah byk pria sana yg menikah dgn wanita beda negara?
    Trima kasih sebelumnya atas jawabannya ya Mas…selamat puasa!πŸ˜‰

    Wassalam

    • hdmessa
      31/07/2013

      wa alaikum salam ,
      terima kasih kunjungan dan sharing cerita nya,

      Dubai dan UAE secara umumnya, spt cerita sy adalah semacam multipot tempat pertemuan berbagai bangsa, dan sudah menjadi hal yg biasa banyak pasangan hidup berbagai negara yg bertemu di negeri ini. Masing2 negara mempunyai pandangan stereotype tersendiri, begitu pula pandangan thd wanita dari negara asia tenggara spt Filipina & Indonesia. Di Dubai banyak wanita pekerja dari Philipina, karena kultur dan nilai budaya nya yg relatif lebih bebas dibanding Indonesia, mereka dikenal supel dan mudah dalam pergaulan sehari2, sehingga banyak terjadi wanita Filipina menikah dg warga negara lain. Saya kira pria di Dubai tsb menganggap wanita kita sama spt org2 dari Philipine tsb. Padahal kita berbeda kultur & nilai moral. Karena kesamaan tampilan fisik, org2 dari negara lain sering menyamakan kita dg org Philipine.

      di Dubai banyak lelaki maupun wanita single dari berbagai negara yg tinggal & kerja disini, dan mereka memang kesepian jauh dari keluarga nya.dan cara komunikasi online baik di internet ataupun smartphone spt BB adalah satu cara komunikasi mereka.

      Saran saya ,harap berhati2 dg pria yg tak dikenal, apalagi hanya sekedar bertemu di dunia maya, ajakan langsung menikah tanpa kenal lebih jauh menurut sy terlalu vulgar dalam tata pergaulan internasional. Kalau memang serius dia harus memperkenalkan diri secara terbuka dan bertemu langsung. Harap berhati2 pula bertukar data pribadi dg org tak dikenal spt pin bb dll

      demikian saran dari saya, semoga bermanfaat

      salam

      • lettalicious
        31/07/2013

        Wow…terima kasih Mas utk jawaban n masukannya…
        No wonder, dia sempat mengira saya berasal dari Philipine..based on the look kali yaa…
        Well, awalnya saya cuma ingin nambah teman aja apalagi pny teman dari luar negeri itu kan bisa menambah wawasan. Tukeran pin bb supaya jg lebih gampang nantinya buat ‘kabur’ kalo ternyata lama2 saya ga sreg sm dia, kan tinggal delete aja..
        Thanks for the advice once again Mas… I really need those opinion…πŸ™‚

        Wassalam

      • hdmessa
        31/07/2013

        sama2,

        syukur bermanfaat

        salam

  7. ilham
    22/01/2014

    cerita yang sangat menarik mas..insyallah februari 2014 besok saya akan kerja disana…terima kasih atas info dan masukannya..
    Wassalam

    • hdmessa
      22/01/2014

      sama2, Ilham,
      selamat datang di Abu Dhabi

      salam

  8. castaryka
    24/02/2014

    halo pak, saya baru2 ini di terima bekerja di abu dhabi sbg waitress di hotel khalidiya palace, tapi saya masih ragu apa saya terima atau tidak,, mgkn bapak ada saran? karen bapak sudah pasti lebih berpengalaman dan mengerti keadaan disana… terimakasih.

    • hdmessa
      24/02/2014

      selamat Castaryka,

      biasa nya memang perlu waktu utk penerimaan pegawai dari luar negeri, tunggu saja,
      kalaupun tak diterima di sana, masih banyak hotel2 baru yg membuka lowongan, terutama di Dubai,
      coba saja

      salam

  9. sehunluhan
    19/06/2014

    pagi mas hendra,mau tanya ..insyaallah agustus mo ke dubai .ada tawaran kerjaan di bagian commis chef disna..boleh share dikit gg ,gimana transportasi di dubai,katanya harus paker nol card klo mau jalan2,itu prosedur buatnya gimana ya nnti?

    • hdmessa
      20/06/2014

      selamat pagi juga mas Amimi

      selamat datang di Dubai, Agustus saat puncak2 nya musim panas, siap2 kacamata hitam dan topi,

      transportasi di Dubai, sangat praktis dan lengkap, ada kereta metro, biskota, taksi, mudah saja pembuatan kartunya.
      Kalau bisa lokasi tempat kerja dan tempat tinggal berada di jalur lintasan metro atau bis kota, agar mudah, cepat dan murah ditempuh.

      Orang2 Indonesia biasanya tinggal di daerah karama atau Satwa, karena dekat stasion metro, mudah ke mana2 , langsung ke Airport , langsung juga ke tempat kerja hotel2 sekitar syekh zayed road atau daerah bur dubai, deira. selain itu disana banyak juga restoran indonesia

      mencari tempat tinggal/kost yg strategis dan ada jalur transportasi ke tempat kerja, adalah prioritas utama

      salam

      • nendya angie
        22/10/2014

        Selamat malam mas hendra slm kenal sebelumnya.saya pengen banget kerja di dubai khususnya di bidang perhotelan kalo boleh tanya gimna prosesnya yah?
        Lewat pjtki atau diurus sendiri gitu ya

      • hdmessa
        22/10/2014

        selamat malam juga Nindy,

        banyak orang Indonesia yg bekerja di perhotelan & restoran di Dubai,
        mungkin bisa ditanyakan pada link alumni sekolah perhotelan spt NHI/STP Bandung,atau link lain nya.

        biasanya proses nya lewat agen tenaga kerja, bisa juga langsung dg referensi teman yg telah bekerja disana atau application online,
        bisa di searching di google dg key words, dubai, hotel/restaurant. suka ada juga yg buka lowongan di koran nasional

        salam
        Hendra

  10. Riska
    17/01/2015

    Selamat sore pak saya mau tanya kalau kerja di restaurant di dubai jika bahasa inggris saya tidak begtu lancar apakah bisa? Kebetulan ada teman yg membantu memasukan CV sy kesana…

    • hdmessa
      18/01/2015

      selamat sore juga Riska,

      bahasa inggris sangat penting utk komunikasi disini, jadi bahasa sehari2 disini,
      akan bemasalah di tempat kerja kalau tak bisa bhs inggris.

      saran saya belajar dulu bahasa inggris yg praktis utk keperluan sehari2, khususnya utk aktivitas di restoran, semisal jadi penyaji,
      banyak org indonesia disini yg belajar bahasa inggris sambil bekerja (praktik sehari2), lama kelamaan lancar juga

      salam

  11. Tanwi
    31/07/2015

    Saya sngt ingin bekerja di uae atau arab saudi. Sekiranya apkh bpk bisa bntu saya. Trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16/05/2012 by in journey inspiration.
%d bloggers like this: