Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Cuaca Hati, Alam Rasa

Feeling Map-6

Siang berganti malam, panas berganti dingin, hujan berganti kering, hujan badai berlalu, pelangi aneka warna menghiasi langit, begitulah alam mengajarkan pada manusia betapa selalu terjadi pergantian cuaca yang akan berulang kembali, alam berputar, musim berganti, manusia pun bertambah tua…

Begitu pula lah halnya dengan suasana hati manusia, yang sering berganti ganti pula suasana perasaan nya, mirip dg cuaca alam.  Gembira berganti sedih, cinta berganti benci, marah bertukar sayang, rindum dendam bergelora, demikianlah silih berganti pada perasaan manusia. Bahkan dalam waktu yg singkat sekalipun, perasaan bisa berubah drastic.

Seperti alam, dimana pergantian cuaca disebabkan gejala alam , pada diri manusia perubahan perasaan, terjadi karena factor internal dan external.

Untuk bisa menghadapi perubahan cuaca alam, manusia pun berusaha memahami gejala alam, membuat perkiraan cuaca dan mencari cara menghadapinya, bagaikan pepatah sedia payung sebelum hujan dengan memahami alam, kita bisa membuat perencanaan untuk menghadapinya.

Begitu pula hal nya dg jiwa manusia, para ahli psikology berusaha untuk memahami jiwa manusia, dengan berbagai pergantian suasana perasaan nya. Sebagian ahli berusaha memetakan nya, membuat grafik , peta sederhana mengenai perasaan manusia. Suatu hal yang sebenarnya tak bisa menggambarkan 100%  persis apa adanya, karena perasaan adalah hal yg gaib tak terukur, tak terlihat.

Badai pasti berlalu, sedalam apa pun kesedihan ada ujung nya dan kelak akan berganti jadi hal yg biasa dan suatu saat rasa gembira akan datang pula.

Namun pada sebagian orang yg mengalami gangguan kejiwaan, proses alami berputarnya perasaan, tak selalu berlangsung normal. Ada org tertentu yg tenggelam dalam kesedihan yg lama, patah arang, putus asa, depressi, sehingga susah untuk membalikkan pada suasana hati yg normal atau meraih rasa senang.

Para ahli psikologi mengembangkan bagian ilmu tersendiri untuk menghadapi hal tsb dikenal dg psikologi klinis/patologi, berusaha memahami gejala kejiwaan negative yg membuat manusia menderita. Pada sisi lain, ada juga psikolog yg mengembangkan pendekatan positif dalam arti melihat jiwa manusia dari sisi positif dan berusaha membangkitkan cara utk mencapai kebahagiaan.

Dari berbagai penjelasan oleh ahli Psikologi tersebut, saya coba merangkum pemetaan perasaan manusia tersebut, yang secara umum terbagi 2, perasaan positif ( senang) dan negative ( Sedih), mulai dari rasa senang paling tinggi, sampai rasa sedih paling dalam.  Semua manusia pernah mengalami berbagai suasana kejiwaan tersebut. Kecuali kondisi ekstrim ( depresi, kegilaan ) atau kebahagiaan tingkat tinggi ( peaceful mind, flow), hanya terjadi pada sebagian kecil orang saja.

Manusia secara alamiah berusaha untuk mencari kebahagiaan, kesenangan dan menghindari kesedihan. Hukum alam menjelaskan bahwa senang dan sedih, adalah bagaikan siang dan malam yg akan selalu menghampiri manusia. Tergantung pada masing2 individu untuk menghadapi nya.

Kesenangan bisa terjadi karena ada hal di luar diri kita yg mempengaruhi nya, suasana senang, atau sekedar teman yg membuat  guyonan lucu yg menggembirakan.  Ada juga faktor2 external yg tak tampak, tapi bisa dirasakan , semisal berada di tempat yg indah sejuk,mendengarkan alunan music yg  menyenangkan,  perasaan jadi senang, bahagia, hati jadi tenang. Bagi seorang muslim hal tsb terjadi saat beribadah atau dibacakan ayat2 suci Al Qur’an misalnya.

 Selain itu ada juga factor internal, bagaimana suasana jiwa seorang manusia, seorang manusia yg berjiwa tenang,  matang usianya, akan mudah utk bisa merasakan ketenangan jiwa dan tak begitu mudah terguncang dg berbagai pengaruh negative dari luar diri nya. Hal yg sama terjadi pula pada proses timbulnya rasa sedih.

Manusia terdiri dari jasad fisik dan jiwa perasaan yg tak tampak. Adalah lebih mudah bagi kita untuk mengendalikan jasad fisik kita dibandingkan mengendalikan jiwa. Makanan yg sehat dan olahraga akan membuat fisik kita sehat,begitu pula sebenarnya dengan jiwa kita, namun tidaklah semua orang sadar untuk  mengolah jiwa nya agar segar. Bila badan sakit mudah diobati, tapi hati yg terluka, jiwa yang sakit, sulit mengobatinya.  Manusia bisa mempersolek diri agar mendapatkan penampilan fisik yang menarik. Namun manusia sering kali lupa untuk meningkatkan penampilan karakter jiwa nya.

Secara naluriah manusia berusaha mencari kebahagiaan, kesenangan hidup. Hal yg mudah difahami  ialah kesenangan bisa diraih dg pemilikan materi dan pemuasan nafsu. Namun pencapaian kesenangan dg materi & pemuasan nafsu tak bisa mencapai kebahagiaan hidup yg hakiki, semua ada batas nya. Sebanyak apapun materi yg dimiliki, kita hanya menggunakan sebisa kita, begitu pula halnya dg pemuasan nafsu, semisal nafsu makan, bila perut telah kenyang tak ada lagi kenikmatan makanan, begitu pula halnya dg pemuasan nafsu yg lain nya, ada batas nya. Dan saat puncak kesenangan telah tercapai , sesuai hukum alam, bagaikan telah mencapai puncak gunung, kita harus menuruninya. Setelah tercapai puncak kesenangan, kita akan mengalami penurunan emosi sampai suatu saat kesedihan akan dirasakan, begitu lah hukum alam.

Semisal perasaan cinta, pada saat seseorang jatuh cinta akan memberikan rasa senang yg mendalam, bagaikan melambungkan perasaan ke atas langit, namun pada saat lain, bisa pula menjatuhkan manusia pada rasa sedih yang mendalam, seperti saat seseorang putus cinta.

Senang dan sedih datang silih berganti, begitu lah karakter perasaan manusia. Dalam bahasa arab, hati disebut Qolbun ( kalbu-Indonesia) yg berasal dari kata rangkaian asal kata  ;  Qalaba- muqolibu yg artinya yg mudah terbolak balik, jadi memang begitulah karakter hati manusia mudah terbolak balik.

Kebahagiaan hakiki, rasa senang yg hakiki hanya bisa diraih kalau kita bisa dekat dengan Sang Maha Pencipta kita, Allah swt,  yang menciptakan kita semua, menciptakan manusia dalam bentuk raga dan jiwa. Allah lah yg kuasa menggerakan hati manusia,  membolak balik kan hati manusia. Sehingga ada doa yg diajarkan oleh Rasul yg mulia ;

“ya muqolibal qulub, tsabit qolbi ala diniika”

artinya ; Wahai Allah yg membolak balikkan hati manusia, tetapkanlah hati ini atas agama Mu

Kebahagiaan hakiki, rasa senang yg hakiki hanya bisa diraih kalau kita bisa dekat dengan Sang Maha Pencipta kita, Allah swt,  yang menciptakan kita semua, menciptakan raga & jiwa manusia, dalam genggaman Nya lah jiwa ini.

Hanya dengan mengingat Allah lah hati ini akan tenang

“Ala bizikrillah Tathmainul qulub”  ( Qur’an, Ar Rad : 28 )

//

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30/05/2013 by in Essay - concept.
%d bloggers like this: