Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Paradox antara pikiran & perasaan

jump at the beach2

Sekali waktu anak bungsu saya bertanya, kenapa yah orang masih merokok, padahal di bungkus rokok sudah ada tulisan bahwa merokok berbahaya untuk kesehatan ?. Kita mungkin akan tertawa saja mendengar pertanyaan naïf tersebut, tapi bagi anak kecil yang mulai berpikir, hal tersebut tetap sesuatu hal yang susah dimengerti, karena bertentangan, sebuah paradox pemikiran.

Kalau kita telusuri lebih jauh lagi, sebenarnya banyak pertanyaan yang dianggap pertanyaan naïf tapi sebenarnya memang suatu hal yang susah dimengerti, namun dianggap lumrah/umum oleh kebanyakan orang, semisal pertanyaan mengapa ada orang yg berpendidikan tinggi, misalnya ahli hukum, seorang hakim, tapi malah melakukan pelanggaran hukum ?

Mengapa orang yang kelihatan baik penampilan dan perilaku nya, tapi ternyata kemudian melakukan penipuan ?

Mengapa  orang yang katanya orang pintar, terhormat, tapi ternyata melakukan tindakan yg “bodoh” (kesalahan)?

Mengapa ada orang yang sampai jadi gila hanya karena cinta, seperti diceritakan dalam kisah lama dari timur tengah, Laila –Majnun, (note :  Majnun dalam bahasa arab, artinya orang gila)

dan banyak pertanyaan2 lain nya, mengenai realita kehidupan sehari2 yang susah dimengerti, namun kemudian dianggap lumrah, sehingga kalau masih ada orang yg mempertanyakan nya dianggap pertanyaan yang naïf, namun sebenarnya ada apa dibalik perilaku itu semua yang seperti bertentangan, sebuah paradox dengan pemikiran yang normal ?

Memahami manusia ternyata tak semudah memahami kejadian alam, manusia sendiri adalah misteri besar yang tak mudah untuk difahami. Saya coba untuk mempelajarinya mengapa hal2 spt bertentangan tersebut terjadi pada seorang manusia. Berusaha memahami manusia, adalah juga berusaha memahami diri kita sendiri, setidaknya dengan memahaminya, kita bisa terhindar dari menjadi manusia yang berbuat kesalahan tersebut, manusia yang penuh paradox.

thinking-man

Memahami proses berpikir & merasa manusia

Secara umum diri manusia terdiri atas pikiran, jiwa dan badan. Dalam tulisan ini saya akan lebih banyak berusaha memahami manusia dari proses berpikirnya, sesuai dengan pertanyaan2 naif di atas. 

Mengenai proses berpikir , ada ahli psikologi dan kedokteran yg coba memahami pemikiran dan perasaan manusia dengan meneliti tentang proses yang terjadi di dalam otak manusia.

Menakjubkan sekali ternyata para ahli menemukan bahwa ada korelasi antara proses berpikir, merasa dan perilaku seorang manusia dengan proses yang terjadi pada otaknya. Secara umum ada bagian2 khusus pada otak manusia yang memiliki fungsi tersendiri pula. Perasaan perasaan pada seorang manusia semisal rasa senang, sedih, cinta, rindu, stress , ketakutan dll, berdasar penelitian, ternyata berhubungan pula dengan proses2 hormonal yang beragam, yang terjadi pada bagian tertentu pada otak manusia.  Saya coba menjelaskan nya secara sederhana berdasarkan penelusuran saya pada beberapa kajian ilmiah dari berbagai ahli mengenai hal tersebut.

 Pembagian otak manusia

Secara umum para ahli membagi otak manusia pada 3 bagian utama ; Basic Instinct, limbic system dan cortex. Yang menariknya ialah ternyata tingkatan bagian otak manusia tersebut berhubungan dengan proses evolusi makhluk hidup dari binatang yang paling rendah sampai manusia, sebagai makhluk hidup tertinggi.

Basic Instinct, nalur dasari atau dikenal juga sebagai otak reptilian/primitive karena ada juga pada setiap binatang sejak jaman dulu, berfungsi untuk mengatur fungsi2  tubuh, agar berproses secara otomatis, semisal mengatur detak jantung, aliran darah dsb. Juga untuk fungsi dasar kehidupan spt ; survival, makan, mempertahankan kehidupan, reproduksi dll.

Otak pertengahan atau disebut juga Limbic system, selain pada manusia juga terdapat pada binatang yg tingkatannya lebih tinggi, yaitu mamalia. Bagian ini berfungsi mengatur proses emosional, merasa, karena itulah binatang mamalia seperti kucing, anjing memiliki perasaan yg tak dimiliki oleh binatang yg lebih rendah semisal kadal atau ular misalnya. Otak pertengahan ini juga memiliki fungsi berpikir secara sederhana.

Bagian selanjutnya yang posisinya tertinggi pada kepala manusia, namanya Neo Cortex dan ini hanya ada pada manusia. Pada bagian Cortex inilah terjadi proses berpikir yg mendalam, kebijakan, perenungan sampai proses transedental  keberagamaan. Pada bagian inilah tampak kelebihan manusia sebagai makhluk yang paling mulia di dunia ini

Tabel pembagian otak manusia

Bagian otak

Fungsi

Contoh

Contoh

Lower brain/ Reptilian

 

Pengaturan fungsi dasar tubuh, kebutuhan dasar kehidupan (basic instinct)

Pengaturan detak  jantung, aliran darah,  penglihatan dll.

Survival, makan, reproduksi dll

Binatang melata

reptil

Middle brain /

Limbic system

Pengaturan proses emosional rasa

sedih, gembira, stress, cinta, rindu dll

Binatang mamalia

Anjing, kucing

Neo Cortex

Logika berpikir, perenungan

Berpikir, merenung, transedental ( Ketuhanan )

Hanya ada pada manusia

brain sections

Proses hormonal dalam otak manusia

Pada berbagai bagian otak tersebut terjadi proses seperti proses kimiawi, dimana hormon2 pada otak manusia bereaksi, memberi masukan pada otak manusia yang selanjutkan akan memerintahkan bagian tubuh manusia untuk berfungsi/bergerak.

Berdasar penelitian ternyata pada kondisi2 tertentu dimana manusia merasakan, seperti emosi, sedih, senang, jatuh cinta dll, ternyata pada bagian tertentu otak ada di produksi dan bereaksi jenis hormon2 tertentu pula.

Semisal saat orang jatuh cinta, ternyata bagian otak amigdala melepaskan hormone Oxitocyn, dan hormone ini mempengaruhi otak untuk memerintahkan anggota2 tubuh untuk melakukan fungsi2 tertentu. Sehinggal orang yang jatuh cinta tersebut, jadi sering tersenyum, mukanya merah, degup jantungnya cepat  dll.

Begitu pula misalnya saat seseorang marah, otak akan memproduksi hormone   yang akan membuat aliran darah jadi cepat, muka jadi merah, gigi geraham beradu, otot meregang dan lain sebagainya sebagaimana orang yg marah siap untu berkelahi.

Pada ibu yang hamil, proses hormonal di dalam tubuhnya berkaitan dengan proses kehamilan nya, akan menimbulkan sebuah keinginan yang khas, dikenal dengan istilah “ngidam”, misalnya saat hamil tersebut, ia ingin makanan yang asam2, seperti buah2an. Ini sebuah keinginan yang timbul karena dorongan dari proses hormonal dalam tubuh yang sampai ke otak, dan tak melalui proses berpikir

Contoh praktis lain nya, ialah pada wanita dewasa yang mengalami proses menstruasi yang datang setiap bulan. Secara berkala pada tubuh seorang wanita terjadi perubahan hormonal yg berhubungan dengan fungsi reproduksinya. Perubahan hormonal tersebut memberi dampak juga pada otak, sehingga pada saat2 tersebut, cenderung seorang wanita akan memiliki perilaku yang berbeda dari  perilaku normalnya, misal mudah tersinggung, marah, sedih dll. Saat ia kembali normal, maka emosi kejiwaan nya akan normal kembali.

Brain_314_326Proses penyimpanan memori

Pada otak seorang manusia juga terjadi proses penyimpanan ingatan atau memori. Perbandingan yang mudah ialah dengan membandingkan nya dengan penyimpanan memori sebuah computer. Memori yang menyimpan data pada sebuah computer akan menjadi bahan dasar sebuah computer untuk melakukan perintahnya. Begitu pula lah kira2 yang terjadi pada penyimpanan memori/ ingatan seorang manusia, apa dan bagaimana memori yang tersimpan pada otak seorang manusia, akan mempengaruhi pula pemikiran nya. Sekolah adalah satu contoh praktis proses penyimpanan memori, ilmu dan keahlian yang dipelajari seorang manusia di sekolah akan menjadi dasarnya dalam berpikir dan bertindak.

Pada otak manusia, ada 2 jenis penyimpanan memori. Memori alam sadar ( conscious mind) dan memori alam bawah sadar ( unconscious mind ). Alam sadar, semisal ingatan pelajaran matematika di sekolah, kita bisa dengan mudah berhitung dengan memori ingatan tersebut. Alam bawah sadar ialah pengendapan memori dari berbagai pengalaman dan perasaan yg dialami seorang manusia. Dinamai bawah sadar, karena ingatan tersebut terekam tanpa kita sadari dan bisa tersimpan lama. Suatu saat ingatan tersebut akan terbangkitkan kembali karena proses tertentu. Semisal jaman sekolah dulu kita pernah mendengar sebuah lagu yg menarik, suatu saat dimasa tua, kita mendengar kembali lagu tersebut, maka bersamanya akan teringat pula berbagai memori di masa muda tersebut,

Tidak semua pengalaman hidup akan terekam dalam memori bawah sadar manusia, karena sebagian akan terlupakan. Pengalaman hidup yang berkesan, kesan yang baik atau kesan yg buruk  akan tertanam kuat. Atau bisa juga pengalaman yang biasa2 saja, tapi karena terjadi berulang kali, akan tertanam kuat pula

Alam bawah sadar tak mudah untuk difahami, tapi sebenarnya alam bawah sadar ini lah yang banyak meberi pengaruh pada perilaku , karakter seorang manusia.

Demikian penjelasan ringkas tentang manusia dilihat dari otaknya, pembagian, proses hormonal dan proses penyimpanan memorinya. Sebenarnya penjelasan ilmiahnya akan detail dan panjang lebar, tapi saya ringkaskan saja agar mudah difahami secara umum, setidaknya kita bisa memahami diri kita sendiri secara ringkas dari sisi proses nalar di otak manusia.

Alam Ruh

Apa yg dijelaskan di atas mengenai proses berpikir dan merasa yg terjadi di dalam otak manusia adalah hasil penelitian ilmiah. Namun ilmu pengetahuan tak bisa menjelaskan, mengapa semua proses itu terhenti sama sekali saat manusia meninggal dunia, padahal otak nya masih ada ?

Proses berpikir dan merasa yang terjadi dalam otak. Namun hakikatnya bukan otak sendirilah yang mengatur itu semua, adalah Ruh, jiwa, energy dalam diri manusia yang menggerakkan semuanya. Ruh ini dititipkan oleh Allah pada manusia sejak janin berusia 4 bulan dalam rahim seorang ibu, lahir ke dunia, sampai saatnya kelak ia meninggalkan dunia yg fana ini.

Ruh adalah sebuah misteri besar  didalam diri seorang manusia yg manusia sendiri tak bisa memahaminya. Sebagai orang yang beragama, Tuhan Pencipta kita semua, lebih mengetahuinya, dari kabar di kitab suci kita sedikit memahaminya, namun tetap sebuah misteri yg besar, sebagaimana dinyatakan dalam ayat al quran ;

·         Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah,"Ruh adalah urusan Tuhan-Ku, kamu tidak diberi ilmu kecuali sedikit" (QS Al-Isra': 85)
·         Allah lebih mengetahui (dari kamu sendiri) apa yang terdapat dalam diri kamu (QS Al-Isra': 25)

·         Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mendinding antara manusia dan hatinya (0S Al-Anfal: 24).

Saya tak ingin menjelaskan lebih lanjut mengenai ruh ini, saya tak memiliki pengetahuan dan juga karena manusia sendiri tak bisa memahaminya. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa selain proses dalam otak manusia ada hal lain yg mempengaruhi pikiran, perasaan dan tindakan seorang manusia, yaitu Ruh, dan hanya Tuhan lah yg menciptakan kita semua, menciptakan jua Ruh, lebih tahu mengenai hal tersebut, wallahu a’lam.

Faktor luar yang mempengaruhi manusia

Tindakan dan perilaku seorang manusia, selain dipengaruhi faktor internal seperti; pikiran, perasaan seperti diuraikan di atas, ada juga factor di luar diri nya. Yaitu faktor dari lingkungan, sosial budaya dan alam sekitarnya. Dalam ilmu psikologi dikenal dengan istilah stimulans atau impuls.

Manusia sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya, akan memberi dampak pengaruh terhadap pemikiran dan perilaku seorang manusia. Dalam istilah psikologi dikenal dengan istilah stimulus atau impuls.

Seberapa besar, pengaruh luar memberi dampak pada perilaku seorang manusia, tergantung dari karakter internal dirinya, seberapa kuat karakternya, seberapa tinggi ilmunya, seberapa kuat perasaan nya, seberapa banyak latar belakang ilmu yg dimiliki nya ?

Contoh sederhana dampak external ini, ialah karakter stereotype yg ada kemiripan nya pada orang2 yang berasal dari suatu latar belakang tempat ia lahir dan dibesarkan. Misal orang yg besar di alam tropis secara umum karakternya relative lebih halus, ramah akan berbeda dengan orang  yg lahir dan besar di alam gurun pasir yang keras misalnya. Orang yang tumbuh besar di kampung yang terpencil, karakternya akan berbeda dengan orang yg tumbuh besar di kota besar.

Dalam kaidah agama, dijelaskan bahwa tindakan perilaku seorang manusia bisa dipengaruhi juga oleh pengaruh jelek dari setan, makhluk yang selalu menggoda manusia berbuat kejahatan. Seberapa kuat seorang manusia bisa kuat menghadapi godaan setan tergantung dari seberapa kuat pula keyakinan iman dan kepribadian nya.

Pengaruh dari luar bisa juga dalam bentuk komunikasi yang kita terima dalam berbagai bentuk media, seperti informasi, pelajaran, music, televise, iklan/advertisement dll. Sebagai contoh adalah iklan yang secara tak sadar kita temui di berbagai tempat, mulai dari televise, di tempat umum, di jalanan dan tempat2 lain nya. Iklan2 tersebut yg kita lihat, kita dengar, akan masuk dalam memori kita, biasanya pesan iklan telah dirancang sedemikian rupa sehingga akan kuat di ingat oleh kita sebagai sasaran konsumen dari iklan suatu produk misalnya. Media seperti Televisi atau internet yang membawa beragam informasi, bila sering ditonton dalam waktu yg lama, akan memberi pengaruh yang kuat pula, semisal kebiasaan menonton film kartun pada anak2, cerita pada film tsb akan teringat kuat pada memori anak2 dan secara tidak langsung akan mempengaruhi perilakunya.

 

Dengan penjelasan mengenai factor internal dan external yang menjadi dasar seorang manusia berpikir, merasa dan bertindak, kita sedikit mendapatkan gambaran mengenai manusia,walau sebenarnya masih ada misteri besar yang tak bisa difahami, seperti ruh manusia. Allah Sang Maha Pencipta yg lebih mengetahuinya

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Proses berpikir & merasa  

Bagaimana seorang manusia berpikir, merasa dan bertindak, adalah berdasarkan pada berbagai proses yang saling berkaitan pada otak manusia tersebut. Secara sederhana ada pertarungan didalam diri seorang manusia antara berbagai pendapat dan keinginan yang begitu banyak dalam otak seorang manusia, sehingga akhirnya akan terwujud pada perbuatan nyata dari anggota badan nya, mulai dari perkataan mulutnya, tindakan anggota badan nya ( kaki, tangan, dll )

Perbuatan seorang manusia adalah hasil akhir dari proses berpikir dan merasa. Dari pemahaman tentang otak tadi kita bisa mulai bisa memahami proses nya. Dengan memahaminya kita bisa mulai mengendalikan nya.

Untuk memahami  proses berpikir dan merasa yang terjadi pada seorang manusia berdasarkan penjelasan di atas, saya coba memberikan sebuah contoh praktis dalam kehidupan sehari2. Misal kebutuhan dan keinginan manusia untuk makan.  Otak dasar  (lower brain) yang menggerakan basic instinct, seperti keinginan makan ini akan memerintahkan anggota tubuh untuk mengisi perut dengan makanan. Secara hormonal rasa lapar membuat air liur dalam mulut berlimpah (dalam binatang hal tersebut tampak sekali, semisal anjing yg lapar, air liurnya keluar).  Otak rasional di bagian cortex ( otak depan), akan mulai berpikir bagaimana cara mendapatkan makanan.

Dengan memori sadarnya ia akan mencari tempat makan yang enak, sesuai dengan uang yang dimilikinya. Alam bawah sadarnya ada merekam memori mengenai makanan enak kesukaan nya, maka timbul keinginan untuk mencari tempat makan yang menjual makanan kesukaan nya. Pikiran rasional yang lebih tinggi lagi, akan berpikir juga bahwa ia harus memilih makanan yang rendah kolesterolnya, karena ia mengalami gangguan jantung. Pikiran transedental  religiusnya akan mengarahkan nya untuk memakan makanan yg halal, dibeli dengan uang yang halal juga.

Begitulah proses lengkap yang terjadi untuk memenuhi keinginan lapar akan makanan tersebut. Tampak rumit, tapi sebenarnya prosesnya terjadi dengan cepat dan singkat pada seorang manusia dewasa yang sudah cukup banyak memori dalam otaknya. Akan lain ceritanya bila anak kecil yang lapar, beda lagi prosesnya, relative akan lebih singkat, misal seorang bayi akan menangis bila lapar.

Contoh diatas adalah contoh proses normal, pada kondisi lain yang tidak normal, semisal orang yang kelaparan karena tersesat di tengah hutan lebat, akan lain lagi prosesnya. Orang yang sangat lapar, cenderung basic instinct lah yg mengendalikan dirinya. Ia tak sempat berpikir banyak, yang penting makan saja apa yang bisa dimakan. Tak peduli lagi,apakah makanan itu enak atau tak enak, halal atau haram. Yang penting perut kosong harus cepat diisi, itu adalah naluri dasar manusia. Bahkan bisa terjadi, kalau makanan yang ada terbatas, bisa jadi akan terjadi pertarungan antar manusia untuk memperebutkan nya.Mereka bisa saling bunuh hanya karena makanan. Pada kondisi seperti itu, naluri dasar manusia menjadi pengendali utama , proses yang sama saja pada binatang.

Karena itulah ada petuah. Janganlah memberi nasihat pada orang yang lapar, karena ia tak sempat lagi berpikir, yang ada hanyalah bagaimana perutnya bisa terisi, membuang rasa laparnya.

Manusia yang tak mendaya guna kan akal rasionalnya ( proses pada otak bagian cortex) , dan arah hidupnya ditentukan oleh keinginan berdasarkan nafsu nalur dasar (basic instinct) , tak ada bedanya dengan binatang yang memang hidupnya hanya digerakkan oleh naluri dasar tersebut.

Dalam kitab suci Al Qur’an ada dinyatakan mengenai manusia yang kelakuan nya tak lebih daripada binatang ternak ;

 “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (Qur’an, Al A’raf : 179 )

Penjelasan mengenai paradox proses nalar manusia

Dengan memahaminya kita bisa mulai mencoba untuk mengerti pemikiran dan perilaku manusia yang sudah dimengerti, seperti pertanyaan2 naif yang disampaikan pada awal tulisan ini.

Misal pertanyaan mengapa orang masih merokok padahal jelas ada tulisan di bungkus rokok, bahwa merokok merugikan kesehatan. Pikiran nya bisa mengerti bahwa merokok itu tidak sehat, tapi perbuatan nya untuk terus merokok lebih karena didorong oleh hasyrat keinginan perasaan yang tak bisa dibendung. Ada proses kecanduan pada otaknya dimana hormone serotonin yang berkurang, mencari kesetimbangan, sehingga ia jadi ingin merokok, tanpa akal rasionalnya bisa mencegah.

Sederhananya akal rasional nya kalah oleh perasaan kecanduan yg timbul karena ketidaksetimbangan hormonal dalam otaknya. Rasa kecanduan untuk merokok, telah tersimpan kuat dalam memori alam bawah sadarnya. Hal tersebut terjadi karena proses pengalaman yg lama, dan tak mudah untuk melepaskan diri dari rasa kecanduan tersebut, walaupun orang bersangkutan ingin melakukan nya karena sadar atas dampak merokok terhadap kesehatan. Tapi pikiran rasional tak kuasa menghadapi kuatnya rasa keinginan yg berlangsung di otak bagian limbic system nya. Hanya dengan keinginan dan usaha yang kuat, kecanduan tersebut bisa dihilangkan.

Proses yang sama terjadi pula pada orang2 yg kecanduan obatan2/ narkotika, bahkan dampaknya lebih berat lagi. Karena pada saat rasa keinginan begitu kuat, bila tak terpenuhi, proses hormonal  di otak akan memberi dampak pada fungsi tubuhnya, ia bisa sampai menggigil karena keinginan yang kuat tak terpenuhi, ia akan menderita secara fisik dan jiwa.

Secara proses kimia yang terjadi dalam otak manusia, proses kecanduan ada memiliki kemiripan dengan proses orang yang mengalami kerinduan. Secara kimiawi ada ketidaksetimbangan dalam proses hormonal dalam otak manusia. Ketidaksetimbangan tersebut menimbulkan rasa kebutuhan yang harus dipenuhi agar terjadi lagi kesetimbangan. Semisal seseorang yg rindu pada kekasihnya, betapa perasaan nya melayang2 merasa kehilangan ingin segera bertemu. Setelah bertemu maka akan terpenuhilah rasa rindu tersebut, kemudian perasaan nya akan jadi normal kembali.

Pertanyaan lain, kenapa orang pintar hukum ( semisal hakim) malah melanggar hukum semisal membuat keputusan hukum yang salah, karena ada pihak tertentu yg memberikan uang padanya. Akal rasional hakim tersebut tahu bahwa ia sebenarnya salah, namun  rasa keserakahan nya yg kuat pada materi/uang, membuat akal rasional nya terkalahkan.

Sifat keserakahan pada manusia bahkan lebih kuat dibandingkan keserakahan pada binatang. Semisal binatang buas seperti harimau, ia akan makan mangsanya sesuai kemampuan perutnya, bila telah kenyang,  makanan tsb ditinggalkan dan harimau atau binatang lain yg menghabiskan nya. Namun keserakahan manusia tak ada batasnya, seperti tak ada rasa puasnya, selalu ingin mendapatkan yang lebih lagi.

Semua orang tahu dan sadar mengenai norma agama bahwa terlarang bagi seorang pria atau wanita untuk berhubungan dengan lawan jenisnya di luar ikatan perkawinan. Namun realita nya banyak terjadi dan seringkali dianggap biasa, orang dewasa melakukan hubungan terlarang tersebut. Seorang manusia  yang mendapatkan godaan dari luar (misal seorang wanita yg menarik) , makan nafsu syahwat yg merupakan salah satu naluri dasar ( basic instinct ) akan terbangkitkan. Basic instinct yg terletak pada bagian otak primitive manusia, bila telah bergelora dengan kuatnya. Nafsu akan mendominasi diri manusia tersebut, akal rasional nya pun, tak kuat menghadapinya, ia bagai hilang akal. Nafsu lah yang mengendalikan dirinya, sehingga perbuatan terlarang pun terjadi.

Seorang yang sedang marah2, mengalami emosi tinggi, akalnya bagai gelap, terkalahkan oleh emosi nya , ia tak bisa berpikir rasional lagi. Karena pengaruh hormone, matanya memerah, urat darahpun mengeras, gigi geraham beradu, tubuh pun dikendalikan oleh nafsu marahnya, setiap saat bisa meledak melakukan tindakan2 yang tidak rasional.

Orang2 yang melakukan tindakan karena didasarkan emosi, seperti marah atau libido syahwat, biasanya baru akan sadar, setelah emosi/rasa nya tersalurkan. Karena saat itu proses hormonal di otak telah selesai telah tercapai kesetimbangan sehingga otaknya bisa berpikir rasional kembali.

Orang yang  pintar, mungkin banyak informasi rasional yg dimilikinya, tapi masih lemah sisi emosional nya, sehingga pada kondisi tertentu, emosi lah yg mengatur dirinya, bukan pikiran rasional nya. Ia pun akan bisa melakukan tindakan bodoh saat emosi yang begitu dominan dalam dirinya.

 Seorang yg dikenal dengan perilaku baiknya, bisa terjatuh juga melakukan perbuatan yang tidak baik, dosa,  antara lain karena factor luar, godaan yang begitu kuat pada dirinya, dan ia tak kuasa menghadapinya. Semisal godaan dari syetan yg sering membisikan hal yang tidak baik pada manusia. Bisikan tersebut masuk pada pikiran manusia atau membangkitkan naluri dasarnya, Kalau manusia kurang kuat, mudah terpengaruh ia pun akan terjerumus dalam godaan setan tersebut melakukan perbuatan dosa. Dalam kaidah agama ada dinyatakan bahwa memang sudah sifat setan untuk selalu menggoda manusia, menjerumuskan manusia untuk berbuat dosa.

Seseorang akan mengalami proses jatuh cinta pada lawan jenisnya, setelah mendapatkan impulse, pengaruh dari luar, seperti bertemu seseorang yang sangat menarik hatinya. Seperti pepatah dari mata turun ke hati, rasa tertarik karena penglihatan tersebut akan sampai ke otaknya, otak bagian tengah, limbic system yg mengatur proses emosional. Pada salah satu bagian otak di limbic system nya yg dikenal dg nama amigdala akan dikeluarkan  hormone Oxytocin, yang memberikan dampak rasa senang pada orang tersebut. Emosinya akan tergugah, pikiran akan memikirkan nya, fantasi pun melayang layang dalam otaknya. Tambah banyak hormone Oxytocin yg dikeluarkan, maka akan bertambah kuat perasaan senang yg kita kenal dengan rasa cinta tersebut. Proses tersebut juga membangkitkan naluri dasar manusia untuk dekat dengan lawan jenisnya. Proses yang terjadi di bagian otak dasar, lower brain dimana proses basic instinct berlangsung.

Proses cinta tersebut dominan terjadi di bagian otak limbic system ( proses emosional) dan lower brain, proses basic instinct ( naluri dasar manusia ) , hanya sebagian kecil yg berlangsung di bagian otak rasional ( Vertex).  Hubungan impuls timbal balik dari kedua belah pihak ( lawan jenis ) orang yang saling jatuh cinta tersebut, akan membuat rasa cinta tambah membara. Proses emosional (limbic system) dan naluri bawah sadar (basic instinct) akan begitu dominan, sampai pada kondisi tertentu, pikiran rasional pun terabaikan, itulah yg dikenal sebagai orang yang hilang akal karena cinta. Sebagaimana banyak diceritakan dalam roman2 masa lalu, semisal Layla Majnun, dimana sang pria yang nama aslinya Qays, akhirnya jadi benar2 gila karena cinta nya kepada Layla tak tersampaikan. Karena itulah ia akhirnya dinamai Majnun yg dalam bahasa arab, artinya orang gila. Mungkin cerita lama tersebut terlalu di dramatisir, tapi memang pada saat seseorang jatuh cinta, ia cenderung tak rasional.

Harus difahami juga,bahwa Cinta dan Sex adalah 2 hal yang berbeda, karena prosesnya pun terjadi pada 2 tempat yg berbeda. Cinta kasih adalah proses emosional yg terjadi di bagian otak limbic system,  sedangkan sex adalah naluri dasar manusia yg terjadi pada bagian otak lower brain atau primitive brain. Sex adalah proses yang terjadi pada semua binatang, termasuk binatang paling rendah seperti reptile, sedangkan cinta, rasa kasih sayang hanya terjadi pada manusia dan pada sebagian binatang mamalia tingkat tinggi, seperti kucing, anjing, monyet dll. Karena itulah dikenal istilah cinta monyet, perasaan cinta yang terjadi pada anak2 remaja.

Penjelasan  mengenai berbagai proses berpikir dan merasa pada manusia tersebut diatas adalah pendekatan pemahaman yg dilakukan berdasarkan metode ilmiah hasil penelitian para ahli, psikologi dan kedokteran jiwa. Namun tetap belum bisa sepenuhnya menjelaskan fenomena yang terjadi, karena masih ada sisi gelap yg tak bisa difahami, yaitu bagaimana Ruh manusia mengendalikan itu semua. Karena otak hanyalah organ tubuh manusia yg melakukan proses berpikir dan merasa, sedangkan keputusan akhir tetap ditentukan oleh Ruh manusia bersangkutan. Penjelasan ilmiah ini hanya sebuah pendekatan untuk memahami proses tersebut dan selama ini dianggap masuk akal oleh para ahli.

Kesimpulan dan Hikmah

Dari penjelasan kasus2 diatas, bisa diambil kesimpulan secara umu bahwa perilaku dan tindakan manusia, tidak sekedar didasarkan pada pikiran rasionalnya, namun juga karena perasaan emosionalnya atau didorong oleh naluri dasarnya. Tergantung apa yg dominan pada diri manusia bersangkutan.  Kalau diumpamakan, proses tersebut adalah bagaikan pertarungan internal dalam diri manusia. Selain itu faktor dari luar diri manusia turut memberi pengaruh pula.

Bagaimana seorang manusia bisa mengendalikan dirinya, mengatur  apa yg dominan dalam setiap pengambilan keputusan, dan seberapa kuat ia menghadapi pengaruh luar, adalah tergantung pada integritas, jadi diri manusia bersangkutan.Seberapa dalam ilmunya, seberapa kuat kepribadian nya, seberapa tenang emosinya, seberapa matang jiwanya. Semua kualitas diri tersebut berkembang sesuai dengan perkembangan umur seorang manusia dan pengalaman hidup nya.

Secara umum orang tua yg lebih banyak pengalaman hidupnya, lebih banyak ilmunya akan lebih bijak, lebih bisa mengendalikan dirinya, dibanding anak muda yang cenderung emosional, karena masih sedikit pula pengalaman hidupnya. Namun tak semua orang yang bertambah umur, bertambah pula kematangan jiwa nya, kalau ia tak berkehendak kuat untuk mengembangkan dirinya, tak berani menghadapi tantangan hidup atau tak mempunyai pengalaman hidup yang beragam. Banyak orang yang bertambah usia, namun tak bertambah kematangan jiwanya.

Bagaimana manusia mengendalikan dirinya dalam setiap tindakannya, agar tdak melakukan kesalahan adalah cerita kehidupan sepanjang peradaban manusia. Dalam kitab suci ada diceritakan kisah nabi Adam, manusia pertama yg diciptakan Allah. Betapa ia melakukan kesalahan, karena terpengaruh oleh godaan setan, makhluk yang berusaha membuat manusia berbuat kesalahan. Dalam kitab suci, diceritakan bahwa nabi Adam sudah diberi tahu oleh Allah agar tidak mendekati pohon yg terlarang( Qur’an : 2:35). Namun karena terpengaruh bujuk rayu setan, akhirnya ia mendekati pohon tersebut dan mengambil buahnya. Ini adalah sebuah cerita yang hikmahnya ialah betapa manusia melanggar perintah Allah karena tak bisa mengendalikan diri menghadapi pengaruh dari luar ( setan).  Menarik kita mengamati bahwa perintah Tuhan disini ialah janganlah mendekati pohon terlarang tersebut, sebuah tindakan pencegahan, sebelum terjadi. Begitu pula perintah kitab suci Al Quran lain nya, agar manusia tidak mendekati perzinahan  ( Qur’an, 17:32).

Kedua perintah Allah dalam Al Qur’an tersebut dinyatakan dg kalimat , “janganlah kamu dekati” , bukan nya “janganlah kamu lakukan” misalnya. Ini menunjukkan bahwa perintah tersebut adalah perintah yg bersifat preventif, pencegahan. Karena secara psikologis bila manusia telah dekat pada suatu perbuatan terlarang, suatu hal yg menarik,maka manusia cenderung akan terjatuh pada perbuatan terlarang tersebut, karena begitu kuatnya daya tarik bagi emosi dan naluri dasar manusia untuk melakukan nya, yang tak bisa lagi dikendalikan oleh pikiran rasional manusia. Seperti dijelaskan dalam uraian di atas, betapa banyak orang melakukan tindakan yg salah, karena akal rasional nya sudah terkalahkan oleh nafsu, emosi dan naluri dasarnya.

Mengenai bagaimana mengendalikan emosi saat marah, Nabi Muhammad ada menyampaikannya, seperti dinyatakan dalam beberapa hadits berikut : 

Sesungguhnya, kemarahan itu berasal dari syetan. Dan syetan tercipta dari api. Dan sesungguhnya, api itu dapat dipadamkan dengan air, jika salah seorang diantara kalian marah, maka berwudhulah. (Hadits Riwayat, Imam Ahmad)

Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia bersujud (menempelkan pipinya dengan tanah) . (H.R. Tirmidzi)

Jika salah seorang kalian marah dan dia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah duduk. Jika masih belum reda marahnya, maka hendaklah berbaring.( Hadits Riwayat, Imam Ahmad )

Pertarungan dalam diri manusia antara pikiran rasional dengan hawa nafsunya, bagaimana manusia bisa mengendaikan nafsunya, adalah proses yang selalu terjadi pada setiap manusia. Ilmu rasional dan keyakinan imam pada tiap manusia lah yang menunjukkan kualitas dan integritas seorang manusia.

Dengan lebih mengenal diri kita sendiri, memahami bagaimana manusia berpikir, merasa dan bertindak, kita akan bisa mengendalikan diri kita. Bisa pula melakukan tindakan2 pencegahan agar kita tak terjebak dalam perbuatan salah. Petunjuk2 agama, dalam kitab suci, hadis nabi maupun nasihat2 dari para ulama, adalah juga menjadi dasar ilmu bagaimana kita melakukan nya, karena dari Tuhan yang menciptakan kita semua, kita mendapatkan pemahaman tentang kita semua, ciptaan Allah swt.

Tindakan manusia selain didasarkan pada pemahaman yg berasal dari pikiran rasional, juga terjadi karena dorongan perintah alam bawah sadar manusia. Manusia tak bisa mengendalikan alam bawah sadar ini, yang bisa dilakukan ialah mengatur memori yang masuk ke dalam pikiran kita, hati2 lah menimbun memori dalam otak kita, jauhi lah memori dan pengalaman hidup yg tidak baik

Alam bawah sadar dibentuk dari pengalaman hidup yg telah kita lalui. Dengan menengok kembali masa lalu sejak masa kecil, masa muda, kita bisa mengenal siapa diri kita sebenarnya dari apa yg terbenam pada alam bawah sadar kita. Kita bisa membuang memori yg jelek, janganlah mengingat2 lagi hal2 yg jelek.

Untuk anak2 kita, marilah kita jaga agar sejak kecil ia terhindar dari hal2 yg jelek, pengalaman2 yg jelek, sehingga tak terbenam memori bawah sadar yg jelek pula pada otaknya. Jagalah pula anak2 kita pengaruh jelek dari acara2 televisi, internet dan pengaruh jelek lain nya pada anak2 kita. Karena pengaruh jelek di masa kecil akan tertanam kuat, menjadi alam bawah sadar yg membentuk kepribadian manusia.

Sebenarnya manusia sendiri, tak bisa memahami sepenuhnya tentang dirinya sendiri, manusia tak bisa sepenuhnya mengendalikan dirinya. Hanya Allah yang menciptakan kita semua yang lebih tahu tentang kita , makhluk ciptaan Nya. Dengan mendekat pada Allah, memohon dan menuruti petunjuknya, insya Allah, manusia bisa menempuh jalan yang lurus dalam perjalanan kehidupan di dunia ini.

20 comments on “Paradox antara pikiran & perasaan

  1. Widodo
    29/11/2013

    Mas Hendra,

    Karena tulisannya sangat panjang, saya membahas yang bagian pertama
    saja. Menurut hemat saya tidak ada paradox (kontradiksi) dalam
    pertanyaan dan pernyataan yang menjadi contoh.

    Mungkin kita pernah mendengar pernyataan berikut “dia kaya tetapi
    miskin” . Yang dimaksud (misal) adalah dia kaya harta tetapi miskin
    ilmu. Dalam pengertian membahas dua konteks berbeda pada satu kalimat.

    Tergantung kepada wawasan dan pemahaman kelompok orang tersebut, satu
    pernyataan dapat ditafsirkan berbeda-beda. Juga tergantung konteks
    situasi saat itu.

    Jurus dialog ini sebenarnya sudah sering dipraktekkan sehari-hari.
    Baik untuk menyelesaikan masalah, atau mengaburkan masalah utama.
    Tergantung tujuan si pemilik lidah. Pengalaman dan keluasan wawasan
    akan membuat kita dapat membedakan mana yang tulus, mana yang ada
    pamrih.

    Satu hal yang saya kurang sepakat dengan mas Hendra, menghindari
    berbuat salah. Peradaban manusia menunjukkan, kita lebih mengetahui
    mana yang salah, daripada mana yang benar. Buktinya, di topik sebelah
    kita lebih lihai menunjuk-nunjuk salahnya orang lain daripada
    benarnya. Berbuat salah adalah bagian dari siklus belajar dan
    pemahaman manusia mencari kebenaran. Setiap usaha tindakan pasti ada
    kemungkinan salah dan benar, gagal dan berhasil. Jika orang khawatir
    akan akibat salah atau benar, orang akan takut untuk memulai untuk
    berbuat.

    If you want to avoid critics:
    – Say nothing;
    – Do nothing;
    – Be nothing;

    Salam,
    Widodo.SW
    Jakarta

    • hdmessa
      29/11/2013

      terima kasih mas Widodo, komentar nya,

      saya setuju dari kesalahan dan dialog, manusia akan bisa mengambil pelajaran
      kalau mas Widodo, membaca lebih lengkap lagi tulisan ini, hal tersebut ada dijelaskan dg baik

      tulisan ini lebih pada upaya, bagaimana kita bisa mengenal diri kita sendiri, ttg proses berpikir dan merasa

      kita hanya sekali hidup di dunia ini, sebaik mungkin kita bisa menempuh perjalanan hidup ini di jalan yg lurus,
      menghindari kesalahan sekecil mungkin

      salam
      Hendra

  2. RIjadi
    29/11/2013

    Dear Pak Hendra ,

    Thanks atas sharing artikel and pencerahannya….

    Rijadi
    Jakarta

  3. Rahmat
    30/11/2013

    Mas Hendra, artikelnya menarik sekali, jika boleh saya ingin memberikan sudut pandang yang berbeda.

    Pembahasan mengenai rasionalisme memang selalu menarik, karena subjektif sangat dan apakah agama dapat menjadi pembatas, hal tersebut pun masih menjadi pertanyaan.

    Menurut saya agama dan sains semakin lama sulit untuk dipersatukan, karena rasionalisme sendiri tidak selalu sejalan dengan agama (dan secara definisi, rasionalisme adalah pemikiran logis yang independen dari norma agama dan sensori, tapi bukankah logika sendiri hasil kimiawi juga.)

    Sebagai contoh transeksualisme, kecenderungan ini terjadi bukan karena pilihan, emosi, atau lainya, tapi karena rasionalisme pemikiran individu tersebut yang mendorong dia untuk menjadi seorang waria, jika anda waktu mohon simak video dibawah atau berdialog dengan seorang waria asli, mereka sama sekali tidak dapat berpendapat bahwa menjadi seorang waria karena semua jiwa raga mereka mengatakan bahwa hal tersebut adalah alami.

    contoh lain, rasionalisme sendiri dapat bila pengaruh luar sangat kuat, hal ini terjadi ketika misal dalam peperangan, rasionalisme individu yang jauh dari menyakiti seseorang dapat 180derajat berubah. Untuk detailnya mohon simak pendapat Philip Zimbardo

    Jadi sebenarnya apakah rasionalisme itu? apakah timbul dari hasil pemikiran logis? sedangkan logis manusia sendiri, berubah-ubah berdasarkan waktu, lingkungan keadaan, dan faktor biologis, atau berdasarkan aturan agama, ketika Nabi Ibrahim memutuskan untuk menyembelih Ismail apakah itu dapat disebut rasionalisme.

    wassalam

  4. Tati
    09/12/2013

    Bagus banget Mas Hendra…tulisannya
    salam

    • hdmessa
      10/12/2013

      terima kasih ibu Tati,
      komentar nya, syukur memberi manfaat

      salam

  5. Arif
    27/03/2014

    Salam kenal,

    Sekedar sharing saja,

    Sistem dan hukum-hukum alam semesta di bangun atas pemahaman konsep paradox. Ketika manusia gagal dalam memahami konsep ini maka masing-masing akan menuju kepada kutub-kutub pertentangan. Maka kita lihat manusia menuju golongannya masing-masing di kutub yang mereka sukai. (hukum berfikir logis)

    Padahal faktanya adalah bahwa matrialis dan spiritualis adalah satu kesatuan, ghaib dan realitas adalah satu kesatuan. Dunia-akherat.adalah satu kesatuan. Semua ada dalam kesadaran manusia. Inilah paradox. Di dalam jiwa manusia yang satu ada kefasikan dan ketakwaan. Inilah paradox.

    Jika kita melihat kitab-kitab peradaban, maka kita akan melihat bahwa konsep ketuhanan di bangun dari konsep paradox. Allah yang awal dan akhir, dekat dan tinggi, dll.

    Maka manusia selalu diminta untuk berfikir, tentang hal ini. Semakin manusia pintar (berilmu) maka semakin manusia itu bodoh. Inilah hukum paradox. Dia akan banyak melakukan kebodohan sebagaimana yang anda tuliskan. Orang tahu hukum, maka dia yang paling banyak melanggar hukum. Itu disebabkan PARADOX EFFECT.

    Silahkan kunjungi blog kami, sharing di
    http://pondokcinde.org/paradox-effect/

    Salam

    • hdmessa
      27/03/2014

      terima kasih banyak pak Arif,
      koment & sharing nya

      artikel & blog yg bagus

      salam

  6. Arif
    19/06/2014

    Tulisannya bagus sekali …
    Ijin share ya Pak…

    • hdmessa
      19/06/2014

      terima kasih pak Arif, komentar nya,

      silahkan di share, syukur memberi manfaat

      salam
      Hendra

  7. Satrio Adi W
    26/07/2014

    Assalamu’alaikum Mas Hendra.
    Artikel yang Mas Hendra tulis diatas sungguh bermanfaat bagi saya, dengan artikel Mas Hendra diatas akhirnya berbagai pertanyaan yang muncul di benak saya bisa terjawab.
    Ijin share ya Mas.
    Lanjutin terus Mas karyanya saya dukung hehehe
    Wassalam

    • hdmessa
      04/08/2014

      wa alaikum salam,
      terima kasih komentar nya mas Satrio,
      silahkan share, syukur memberi manfaat

      salam
      HM

  8. novita
    05/10/2014

    pak hdmessa saya suka artikelnya saya ingin bertanya mengenai variabel berpikir, merasa, bertindak … say ingin tanya adakah contoh contoh – contoh tindakan dibawah ini :
    1.orang berfikir benar, merasa benar, bertinfak benar
    2. orang berfikir benar merasa benar bertindak salah
    3. orang berfikir benar, merasa salah bertindak benar
    4.orang berfikir benar, merasa salah, bertindak salah
    5. orang berfikir dalah, merasa benar, bertindak benar
    6. orang berfiki salah merasa benar bertindak salah
    7. orang berfikir salah merasa salah dan bertindak salah
    8. orang berfikir salah merasa salah bertindak benar.

  9. Yohan Recardhana
    05/07/2015

    Assalamu’alaikum… mas Hendra
    Tulisannya bagus sekali dan insyaAllah bermanfaat buat saya… ijin share nggih mas… secara tak sengaja atau mgkn jg takdir/jalan dari-Nya saya menemukan tulisan mas Hendra pada saat googling sesuatu…, sbg awalan untuk lebih menggali dan menggali lagi…. mencari tahu tujuan kita diciptakan, tugas kita sebagai hamba Allah, menjaga diri saya dll. InsyaAllah menjadi bekal saya memasuki usia 40… untuk menempuh jalan yang lurus di perjalanan kehidupan saya. Aamiin
    Salam… Yohan Recardhana

    • hdmessa
      05/07/2015

      wa alaikum salam,
      terima kasih Yohan komentar & apresiasi nya,
      silahkan share semoga bermanfaat

      salam

  10. rioaventapelawi
    25/12/2015

    manusia adalah gabungan antara alam dan energi dan di antara energi dan alam itu adalah suatu hal yang disebut sistem semu karena sistem itu bekerja dengan sangat kompleks di kehidupan ini namun tidak ada perasaan di dalamnya sehingga otak manusia hanya mempunyai sistem keluar masuk pada sistem semu itu sehingga kita tidak mempunyai bahkan tidak menyadari kita berada di dalamnya yang selalu menghubungkan kita dengan energi kita dan alam kita sendiri dari proses ini tercipta banyak KESESUAIAN, KECEPATAN,KERUSAKAN BAHKAN KELENYAPAN namun hubungan yang terjadi adalah sebuah proses yang sangat Yata sehingga setiap energi keluar dapat bertabrakan dengan energi masuk sehingga akan terkumpul suatu energi yang sebenarnya 2 menjadi 1 sehingga energi ini akan terhentikan di dalam hubungan itu oleh pergerakan 2 energi itu sendiri sehingga semakin banyak energi yang terhentikan dalam hubungan itu maka yang anda sebut ruh akan semakin sempurna dan pada saat energi itu mulai pada kepadatan dan seperti sebuah jembatan penghubung maka akan terjadi banyak hubungan bertolak hingga akhirnya hubungan itu dapat berhenti dan tahap akhir akan terjadi PENOLAKAN ENERGI YANG MASUK DAN PENGUMPULAN ENERGI YANG KELUAR itu lah yang disebut sebagai KEMATIAN yang tidak dapat dijelaskan jika hanya dilihat dari alam dan energi jadi ruh itu tidak ada pada tubuh anda tapi dia akan terbentuk di antara hubungan energi anda dan alam anda…

    • hdmessa
      25/12/2015

      terima kasih sharing nya pak Rio,
      menarik sekali

      salam

  11. Agus salim
    18/01/2016

    Sangat bagus sekali.. saya ingin share ke FB saya.. boleh Pak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 28/11/2013 by in horizon - insight.
%d bloggers like this: