Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Gurindam empat puluh lima

lone tree2a

Setelah berjalan jauh empat jam lima puluh menit lama nya,
dengan semangat tinggi, bagaikan pejuang empat puluh lima,
melintasi hembusan kencang badai gurun yang berkecepatan empat puluh lima kilometer per jam.

Saat tengah hari lewat empat puluh lima menit
dibawah terik mentari musim panas bersuhu empat puluh lima derajat celcius

Istirahat sejenak, berteduh dibawah kerimbunan empat puluh lima ranting pohon kering berdaun rimbun yang tingginya empat setengah meter, yang tumbuh sebatang kara di tengah gurun pasir datar membentang ini
Di tengah gurun pasir panas membara, pohon teduh ini menjadi tempat beristirahat di tengah perjalanan panjang.

Jadi teringat kata pepatah jawa, “urip iku mung mampir ngombe”,
hidup ini hanya bagaikan istirahat mampir minum sejenak,

Begitulah pula tempat istirahat ini, bagaikan tempat berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan panjang, menelusuri sisa setengah jalan kehidupan

Dalam pertandingan sepakbola empat puluh lima menit adalah batas waktu babak pertama,saatnya beristirahat, namun hanya sementara saja karena setelahnya pertandingan masih akan berlanjut ke babak selanjutnya.

Begitu pula halnya saat berteduh di bawah pohon ini, bukan untuk selamanya,
kita tidak tinggal lama, membuat rumah di bawah pohon ini,
disini hanya untuk sementara waktu, perjalanan masih harus berlanjut.

Bila di analogikan dengan perjalanan kehidupan, tempat ini adalah tempat beristirahat sejenak, sebelum melanjutkan sisa perjalanan kehidupan.

Dalam perjalanan panjang kehidupan, suatu waktu kita perlu istirahat, perlu merenung sejenak,  melihat diri sendiri
mengambil pelajaran dari lika liku perjalanan di belakang dan menatap jalanan ke depan dengan penuh perencanaan.

Dalam perjalanan panjang kita perlu memiliki perbekalan yang cukup,
semisal dalama perjalanan di gurun pasir ini, haruslah cukup makanan dan minuman,
bila tidak orang bisa mati kelaparan di tengah perjalanan melintas gurun luas ini,
begitu pula lah halnya dalam perjalanan kehidupan kita perlu bekal juga.

Dalam kitab Nashoihul Ibad yang pernah saya pelajari di pesantren dulu, ada diceritakan mengenai nasihat pesiapan dalam menempuh perjalanan jauh. “Perbaharuilah perahumu karena lautan itu sangatlah dalam, ambilah perbekalan secara sempurna (banyak) karena perjalanan itu sangatlah jauh, dan kurangilah beban bawaanmu karena tanjakan itu bagaikan gunung, dan ikhlaskanlah amal karena Dzat yang menilai baik dan buruk Maha Melihat “.

Nasihat tersebut bila di analogikan dalam perjalanan kehidupan, kita perlu membawa bekal yg cukup, berupa ilmu, amal & ibadah.

Rasulullah SAW bersabda, “Hidup ini hanyalah selintas saja, seperti seorang yang berjalan kemudian berteduh di bawah pohon rindang kemudian berjalan lagi”. ( Hadits Riwayat Shahih Bukhari)

Dan pengembara yang sedang melakukan perjalanan yang panjang, perlu membawa bekal  untuk kehidupan hari ini di dunia dan terlebih lagi, bekal untuk kehidupan  di akhirat kelak.

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. (QS. Al Baqarah, 2 : 197)

Memandang jauh ke depan, gurun pasir datar luas membentang, bagai tak berbatas,
Nun jauh di batas cakrawala sana, ujung gurun pasir bertepikan kaki langit biru, hamparan gurun pasir pun ada ujung nya.
Begitu lah pula kehidupan ini,
sejauh apapun perjalanan hidup, selama apa pun kita di dunia ini,
tetap akan ada ujungnya juga, tiap manusia akan mati juga kelak.

Kematian adalah pasti, yang penting bagi manusia sebenarnya ialah apa yang telah dilakukan, apa yg telah dihasilkan nya dalam perjalanan panjang tersebut, amal kebaikan apa yang telah diperbuat dalam kehidupan ini, dan apa yg dipersiapkanya untuk lanjutan perjalanan hidup selanjutnya setelah kematian, kehidupan di Akhirat kelak.

Orang yang paling cerdas ialah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati”. (Hadits nabi riwayat. Ibnu Majah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22/06/2014 by in Contemplation.
%d bloggers like this: