Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Dimana ada kemauan, akan ada jalan (kisah pak Zul)

11246696_10206617814697053_5108559692104865857_n

Man jadda wajada, dimana ada kemauan disana ada jalan, pepatah lama yg menggambarkan bahwa perjalanan nasib manusia tergantung dari usaha manusia itu sendiri, dengan kehendak Allah lah yg menentukan nya, bahkan hal yg bagai mustahil pun bisa terjadi dg pertolongan Allah.

Begitulah kira2 kesan yg saya dapatkan dari cerita perjalanan hidup pakZulkarnain Kahar, orang minang yg telah merantau ke seantero dunia. Pak Zul kampungnya dekat dg kampung nenek saya di Palembayan, kab Agam, Sumbar, beliau berasal dari tepian danau maninjau, di sebalik pebukitan kampung nenek saya, Maninjau adalah tempat asal ulama besar Buya Hamka. alhamdulillah kami dipertemukan di rantau gurun pasir abu dhabi ini. Pak Zul, bekerja di perusahaan minyak terbesar di dunia, 5 tahun terakhir ia bertugas di kantor pusat persh tsb di Houston, Texas, Amerika. Setelah pensiun dari sana, ia diminta utk bekerja lagi pada sebuah perusahaan minyak di Abu Dhabi, disinilah saya bertemu dg beliau.

Selama berkerja di persh minyak tsb , pak Zul, dari kantor pusatnya di US, beliau ditugaskan ke berbagai lapangan minyak di seluruh penjuru dunia, mulai dari daerah dingin bersuhu minus 40 derajat di Rusia sampai gurun pasir bersuhu 50 derajat, dari rimba tropis amerika latin sampai pedalaman afrika barat, sebuah cerita perjalanan panjang yg menarik utk disimak, banyak pelajaran berharga dari pengembaraan beliau ke berbagai penjuru dunia tsb, bertemu orang berbagai bangsa dg berbagai kelakuan nya. Salah satu pengalaman uniknya, ialah saat bekerja di lapang minyak di Angola, Afrika, dimana utk bekerja kemana2 ia perlu dikawal oleh militer bersenjata, karena daerah tsb tak aman. Di Rusia dg suhu minus 40 derajat, hidung pun mimisan, kulit mengering. Pergi ke berbagai tempat dg alam yg berbeda tsb, makin membuat kita harus bersyukur hidup di alam tropis Indonesia yg indah permai dan bersuhu normal.

Tapi yg lebih menarik bagi saya, ialah cerita awal bagaimana ia bekerja,ia jujur berkata bahwa ia menapaki karier dari bawah, pertama kali ia diterima bekerja sebagai janitor (petugas cleaning service), karena sikapnya yg rajin dan mau belajar, ia di beri kesempatan utk sedikit2 belajar komputer di tempat kerjanya, kesempatan tsb tak di sia sia kan nya, ia belajar dg baik, bahkan memfotokopi buku ttg komputer dan dibaca di rumah sampai tengah malam, begitulah ia belajar sendiri ttg komputer, sampai suka diminta bantuan sekedar untuk entry data (memasukan data di komputer) di luar waktu kerjanya sebagai janitor.

Ternyata beliau pelajar yg baik dan pekerja keras, sehingga pekerjaan2 tsb bisa diselesaikan dg baik, atasan nya puas. Sehingga akhirnya ia pun dipindahkan tugasnya dari janitor menjadi clerk ( entry data komputer), pindah dari kerja membersihkan lantai jadi kerja di depan komputer. Tak hanya sampai disana, di depan komputer ia pun mulai belajar sendiri hal yg lebih dalam lagi, program komputer khusus untuk operasi perminyakan, ia fotokopi sendiri buku2 tsb, ia pelajari sampai larut malam di rumah.

Dengan kerajinan dan ketekunan nya, pekerjaan2 komputer tsb bisa diselesaikan nya dg baik, org2 di kantor puas, sampai kemudian ia diminta bantuan juga tak sekedar entry data, tapi mengoperasikan juga program komputer. Bersyukur ia mendapatkan tempat kerja dan rekan kerja yg baik hati dan mendukung perkembangan kariernya, melihat betapa ia tekun dan rajin serta hasil kerja yg baik, akhirnya perusahaan memberikan nya kesempatan dan karier yg lebih tinggi, sampai akhirnya ia bisa jadi engineer di persh minyak tsb, walau pendidikan formalnya terbatas.

Dianggap berhasil di kantor cabang Indonesia, akhirnya ia ditarik utk penugasan global dan pindah ke kantor pusat di Amerika, sebuah pencapaian karier yg tinggi untuk orang Indonesia. Sebagai pengakuan atas keahlian nya yg mendunia, bahkan setelah pensiun sekalipun, ia diminta kerja lagi oleh perusahaan minyak di timur tengah ini, sebuah nikmat dan kesempatan yg besar.

Dengan keahlian khususnya dan berbagai pengalaman keliling dunia, pak Zul tetaplah orang yg sederhana dan baik hati. Satu hal yg sangat mengharukan bagi saya, ialah saat ia bercerita bagaimana ia membawa ibunya yg telah tua renta utk menjenguknya ke Amerika dan mengajak beliau keliling Amerika, sungguh senang dan bangga sekali sang ibunda dg anaknya yg berbakti.

Subhanallah, sebuah pelajaran yg berharga dari perjalanan hidup anak manusia, semoga kita selalu berusaha dan bersyukur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 04/09/2015 by in Blogroll.
%d bloggers like this: