Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Multi culture learning tips (kiat bergaul orang berbagai bangsa)

multicultural

Belajar tak hanya di masa sekolah, tapi sepanjang hayat dikandung badan. Dari alam dan lingkungan sekitarnya, banyak pelajaran berharga diraih. Ada pelajaran juga dari kehidupan manusia dg berbagai kelakuan nya.

Tinggal dan bekerja di tempat yg multikultur spt Abu Dhabi ini, dimana ada sekitar 200 kebangsaan di negeri ini, di tempat kerja sy saja ada org dari 40 kebangsaan. Saya banyak belajar juga dari karakter org berbagai bangsa yg beragam pula. Sekarang saya sedang belajar pada karakter2 sulit/bermasalah & berbahaya dari org berbagai bangsa tsb. Pelajaran menarik saat berhadapan dg org berkarakter kelihatan “manis” tapi ternyata sangat berbahaya spt karakter2 ; bunglon, ular,kalajengking, serigala dll. Bahkan saya sempat bertemu pula dg org yg berkarakter spt keturunan umatnya nabi Musa, orang paling sulit & berbahaya sejagat.

Pengalaman saya, separah2nya karakter org2 di negeri kita, masih mendingan lah karena masih ada rasa/hati. Di sini sy bertemu dg karakter yg lebih parah lagi, sudah tak ada perasaan sama sekali, tapi tampilan & omongan nya manis sekali.

Mudah2an kelak dari berbagai pengalaman tsb saya bisa membuatkan tulisan ttg manusia berbagai karakter negatif tsb dan bagaimana cara menghadapinya.

dalam kehidupan ini kita seringkali bertemu dg orang2 yg kelakuan nya begitu buruk merugikan kita, tapi kita tetap harus bersama2 dg nya, semisal di tempat kerja atau rekan bisnis. Seringkali kita gambarkan perilaku jelek tsb dg perilaku hewan, spt tikus, ular, cacing cau dll. bagai kata pepatah, “musuh dalam selimut”

Saya dapat pelajaran berharga berada bersama di tempat kerja dg org yg kelakuan nya mirip (maaf) ular. Kalau berdebat dalam meeting, kesana kemari tak jelas bagaikan ular, ternyata saya temukan cara jitu menghadapinya, sama spt menangkap ular, tangkap kepalanya, bukan ekornya, kalau mengekor pada ular, malah berbahaya bagi kita sendiri. 
Selain itu karakter ular lain nya, ia akan menyerang, menggigit, kalau kita sangat aktif, bergerak yg mengagetkan nya, tapi kalau kita diam saja ( cooling down) dan menjaga diri, ular tak akan menyerang kita.

Begitu pula dalam realita sehari2 menghadapi orang yg berkarakter spt itu, kita harus hati2, jaga langkah jgn membuka peluang ia menyarang dan jangan membuat konflik terbuka, insya Allah anda akan aman. Kalau sudah membahayakan sekali carilah tongkat utk menangkap ular, panggil pawang ular, tangkap kepala nya, beres deh… 
(pelajaran berharga bergaul dg org berbagai bangsa yg beragam pula karakter kelakuan nya, alam terkembang jadi guru )

Dulu saat belum sempat merantau ke luar negeri, saya dan umumnya kebanyakan kita merasa rendah diri dg bangsa lain,semisal image umum, org bule pinter, org dari negeri padang pasir pasti soleh, yg kulitnya gelap bodo & tidak baik, ternyata setelah lama tinggal di luar negeri, sy menemukan realita yg berbeda, ternyata ada juga bule yg bodo, atau org padang pasir yg gak soleh, ada juga org dari benua hitam yg ternyata pintar & baik hati.
Persepsi negatif yg meninggikan bangsa2 tertentu dan merendahkan bangsa lain nya, adalah pancaran dari alam bawah sadar rendah diri pada diri kita sendiri, sisa dampak kultural historis negeri kita yg pernah terjajah dulu, sudah saatnya kita buang jauh2 persepsi negatif tsb.

Di Abu Dhabi yg multi kultur ini dg orang2 dari hampir 200 kebangsaan seluruh dunia, saya temukan hakikatnya semua orang sama kedudukannya, bangsa kita sama dg bangsa2 lain nya, karena hakikatnya semua adalah ciptaan Allah semata.

kebiasaan kesopanan khas Bandung, saat bertemu org lain dg badan merunduk dan bicara sambil tertawa kecil (mesem2), dg perkataan merendah, ternyata bisa dipersepsi negatif oleh bangsa lain, sebagian malah jadi menganggap rendah kita,

Tiap bangsa beda budayanya, spt org Arab disini yg egaliter ternyata mereka lebih menghargai kalau merasa selevel, jadi kalau bertemu kita, badan tetap tegak, saling pandang mata dg senyum halus, bersalaman saling bertukar sapa, berkata lugas & akrab, mereka menghargai kita.

Dengan bersikap selevel tsb (bagai pepatah berdiri sama tinggi, duduk sama rendah) orang bangsa lain akan menghargai kita. Saya coba hal yg sama dg bangsa lain nya, dg rasa percaya diri & berpersepsi smua bangsa sama, alhamdulillah mereka pun menghargai sama tinggi bangsa kita.

Rasa rendah diri peninggalan alam bawah sadar yg sdh tertanam sejak jaman penjajahan dulu harus dibuang2 jauh krn hanya membelenggu kita.

Di tempat kerja dg org2 dari sekitar 40 bangsa seluruh dunia, saya coba untuk berani adu debat dalam meeting atau berani menegur pekerja bangsa lain yg melakukan kesalahan walau bule atau arab sekalipun, mereka menghargai kita kalau memang berada dlm posisi yg benar.

Semua manusia sama kedudukan nya ,marilah jangan merendahkan diri kita sendiri

tiap hari saya ikut meeting pagi dg org berbagai bangsa, dalam 1 meja bisa ada 10 bangsa yg berbeda, jadi kita juga saling belajar bahasa sapaan masing2 bangsa.Saya menyapa dg bhs mereka dan sebaliknya mereka membalas dg ucapan “selamat pagi”, mereka pun belajar bhs Indonesia. Alhamdulillah di tempat kerja , pekerjanya berasal dari skitar 40 kebangsaan, timbul saling menghargai diantara berbagai bangsa. Semua bangsa sederajat, kita bisa duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dg bangsa2 lainnya.
Pagi hari ini kita bertemu dg teman kerja baru yg hadir meeting, si Tibor, orang Hungaria, darinya kita dapat kata baru :” “Jó reggelt”, yg artinya selamat pagi dalam bahasa Hungary. Alhamdulillah bertambah juga kosa kata sapaan berbagai bangsa : Sabahal khair (arab), kiahale (Urdu-pakistan), kamustaka (tagalog Filipino), kamonacho (bangali), buena diementa ( Romania), Bonjour (France), guten morgen ( germany), goedemorgen (Ducht), como esta ( spanish), sawadi kap (thai), kumaha damang.(sunda)..;-))

 

Ada satu pelajaran menarik, bergaul dg org2 Arab disini, yaitu bahwa kalau ngobrol2, mereka selalu bicara hal yg positif2 saja, menyampaikan berita2 gembira, tapi kalau berita2 negatif spt kecelakaan, sakit terjebak hutang dll, biasanya tak disebar luaskan, hanya dibicarakan dg org2 dekat saja.
Begitu juga saya lihat di mass media, TV, koran dll, cenderung berita positif yg disampaikan, berita2 negatif ada juga tapi sedikit saja infonya, tidak dibesar2kan. Berita negatif/sedih adalah bagai aib yg tak baik utk disebarluaskan.

Saya bandingkan dg kebiasaan org2 kita, dimana kita sering juga menyebarkan berita2 negatif, bahkan dibesar2kan, seperti biasa kita dengar obrolan sehari2. spt perkataan, “sengsara banget gue”, atau istilah “papaehan” dlm bahasa sunda (cilaka pisan euy, teu boga duit pisan aing mah dll), begitu juga di koran, TV, berita2 negatif , begitu di besar2kan.

Berita negatif yg disampaikan, apalagi berbohong spt saya sengsara skali nih, benar2 tak punya uang, padahal uang mah masih ada, itu adalah bagaikan doa, nanti bisa jadi miskin beneran tak punya duit sama sekali, karena sering bilang tak punya duit, hal tsb spt tak mensyukuri rizkI

Menyampaikan berita positif adalah bagai menyebarkan aura positif pula pada org banyak, begitu pula sebaliknya dg berita negatif, bagai menyebar aura negatif.
membesar2kan berita negatif, bisa membuat org seolah tak percaya dg pertolongan Allah pada makhluknya

“it’s not always nice to be a nice guy”, pesan dari bos perancis dulu yg tak saya sukai, tapi lama kelamaan terbukti efektif juga, di tempat kerja org yg baik hati suka nolong orang, malah dimanfaatkan org lain, banyak kerja bakti, kariernya biasa2 saja, sebaliknya org yg culas, egois, ingin menang sendiri, cari keuntungan sendiri, walau karakternya tak disukai banyak org, tapi malah berhasil karier nya. begitulah tampak dalam jangka pendek, tapi ternyata dalam jangka panjang Allah maha adil, org baik tetap akan mendapat kebaikan jua, walau perlu bersabar agak lama.. [belajar dari sejarah karakter org2 di tempat kerja]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 04/09/2015 by in Blogroll.
%d bloggers like this: