Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Siklus hidup 7 tahun & kisah mimpi nabi Yusuf

Alam dan kehidupan ini tampak berjalan alami apa adanya, sebenarnya ada keteraturan nya pula. Salah satunya adalah siklus yg berulang, seperti pergantian musim yg berulang , siklus siang dan malam, siklus kehidupan, sampai perputaran sejarah kehidupan peradaban manusia. Manusia sendiri sebagai bagian dari alam ciptaan Allah juga memiliki siklus perputaran waktu juga

Dalam kitab suci al Qur’an ada diceritakan ttg kisah nabi Yusuf yg berhasil menterjemahkan mimpi raja mesir ttg 7 sapi kurus dan 7 sapi gemuk, dg tafsiran siklus ekonomi 7 tahun negeri Mesir saat itu, dimana akan terjadi 7 tahun masa panen yg subur dan 7 tahun masa kering paceklik dan kemudian subur kembali.

Menurut sebagian ahli ilmu pengetahuan, pada jangka waktu setiap 7 tahun, semua sel dalam tubuh manusia berganti dg sel yg baru.

Menurut sebuah kepercayaan dari India, tahapan kehidupan manusia meningkat setiap 7 tahun yg disebut tahapan Cakra oleh mereka. Dan tahapan perkembangan optimal adalah pada tahapan ketujuh, 7×7 = 49 tahun, dalam arti pada usia 49 tahun manusia sudah mencapai kematangan jiwa dalam menapaki jalan kehidupan ini. Bagaimana kondisi kejiwaan nya pada usia 49 thn, maka akan seperti itu pulalah kemungkinan besar akan berlaku sampai masa akhir kehidupan nya. Bila baik akan terus baik, bila buruk akan terus buruk. Akan ada yg berubah juga tapi kemungkinan besar akan seperti itu

Menarik untuk mengamati mengenai siklus  perputaran waktu tersebut, berikut akan coba saya jelaskan dari beberapa bentuk siklus tsb ;

Dalam Al-Quran ada diceritakan mengenai kisah nabi Yusuf alaihisalam ( Joseph dalam kitab injil) yg berhasil menerjemahkan mimpi Raja Mesir. yang mana, sang raja bermimpi melihat 7 ekor sapi gemuk yang digantikan 7 ekor sapi kurus serta gandum berisi digantikan gandum kering.

nabi Yusuf menafsirkan bahwa akan datang 7 tahun masa panen, yang kemudian diikuti 7 tahun masa paceklik. Setelah itu, masa subur Mesir akan kembali.

Usai memaknai mimpi, Yusuf melanjutkan nasihatnya pada sang raja. “Hendaklah engkau bertanam 7 tahun lamanya sebagaimana biasa. Maka apa yang engkau tuai hendaknya kau biarkan di bulirnya, kecuali sedikit untuk engkau makan.” [Surah Yusuf ayat 47]

Selain membuat prakiraan kondisi di masa depan, Yusuf juga memberikan solusinya. Mengingat 7 tahun masa panen diikuti 7 tahun masa paceklik, hendaknya kita menyimpan hasil panen tetap dalam bulirnya sebagai cadangan saat paceklik tiba. Saran nabi Yusuf tersebut ternyata terbukti benar, sehingga beliau diangkat menjadi bendahara negara.

Para ahli ekonomi menemukan, bahwa fenomena yg sama terjadi dalam ekonomi dunia dan negara saat ini. Krisis ekonomi akan selalu berulang secara periodik sekitar 7-10 thn yg berbeda2 utk tiap negara. Misal negara kita pernah terkena krisis finansial thn 1998, berlanjut dg masa susah slama 7 tahun, kemudian tenang selama 7 tahun, kemudian akan terjadi krisis ekonomi lagi.Dengan logika tsb, maka pada masa saat2 ini, kita akan memasuki masa krisis ekonomi lagi (ditandai dg nilai tukar rupiah yg menurun), mengikuti nasihat nabi Yusuf tsb, sekarang adalah saatnya utk berhemat.

SIKLUS 7 TAHUN KEHIDUPAN MANUSIA

Selain ada ahli yg menyatakan tentang bergantinya seluruh sel dalam tubuh manusia tiap 7 tahun, ada juga orang yg berpendapat  bahwa tiap 7 tahun terjadi perubahan kejiwaan/karakter manusia. Pada 7 thn usia pertama manusia, masa kanak2 adalah masa pertumbuhan awal, mulai 7 tahun logika mulai terbentuk (mulai masuk sekolah), usia 14 thn mulai terbentuk emosi (remaja), masa dari usia 14-21 thn adalah saat pembentukan pandangan/arah kehidupan, apa yg tertanam dlm pikiran sampai usia 21 thn akan tertanam kuat, jadi dasar kehidupan seorang manusia dewasa. Begitu selanjutnya saat usia 28 thn, 35 thn. pada usia 42 thn adalah puncak perkembangan fisik manusia, setelah itu mulai banyak terjadi penurunan, pada usia ini juga mulai terjadi proses kematangan kejiwaaan.

Pada usia 49 thn adalah proses terakhir pembentukan kejiwaan seorang manusia, bagaimana karakternya pada usia 49 thn, maka akan cenderung spt itulah juga seterusnya karakter jiwa sampai akhir hayatnya, bila baik akan baik terus, bila tak baik cenderung tak baik seterusnya, setelah usia tsb karakter manusia susah utk berubah, ia sudah mencapai batas perkembangan kejiwaan. Logika ini tidak absolut walau ada juga orang yg berubah, tapi sebagian besar akan tetap seperti itu.

Dalam pendidikan Islam, sejak usia 7 thn, anak sudah harus di ingatkan ttg kewajiban agama, pada saat akil balig, sekitar usia 14 thn, ia diingatkan ttg hukumana bila tak menjalankan kewajian ibadah.

Pendapat lain mengatakan 7 thn pertama dekatlah dg anakmu, usia 7-14 bermain lah dg nya, usia 14-21 temanilah,ajaklah ia berdiskusi ttg kehidupan. setelah usia 21 thn anda bisa melepaskanya, karena biasanya pada usia tsb anak muda sudah mulai matang cenderung ingin bebas jadi orang dewasa.

Anak kecil yg sampai usia 7 thn tak dekat dg orangtuanya cenderung akan sulit juga utk dekat secara batin pada usia2 selanjutnya, penting sekali orangtua dekat dg anak saat usia 7 thn.

Sebelum usia 7 thn, anak harus bebas bermain, baru setelah usia 7 thn ia mulai bisa belajar (sekolah). Anak kecil yg terlalu dini bersekolah (dibawah 7 thn) dan tak sempat bebas bermain, mungkin bisa cepat pintar, tapi dalam jangka panjang ia tak memiliki karakter kejiwaan yg kuat. Begitulah pula pada tahap2 kehidupan selanjutnya.

Konsep2 tentang siklus kehidupan ini adalah pendapat yang sebenarnya tidak berlaku pasti absolut hanya bisa jadi referensi saja, bagi kita dalam menata jalan kehidupan ini, karena tiap manusia memilki kisah hidup yg unik, tiap manusia memilki kebebasan untuk mengatur jalan hidupnya sendiri. Belajar dari alam, belajar dari sejarah kehidupan dan pendapat orang2 lain akan memperkaya juga khasanah pengetahuan kita, sehingga kita bisa merancang hidup yg lebih baik, kehidupan dunia yg hanya sekali kita jalani, karena itu harus dibuat jadi perjalanan hidup yg terbaik.

Penjelasan Kitab suci Al Qur’an tentang tujuan kehidupan  ;

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

(QS. Al Baqarah: 30).

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.

(QS. Adz Dzariyat: 56)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 04/09/2015 by in Blogroll.
%d bloggers like this: