Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

kisah sakaratul maut (menjelang kematian)

maut

Mendengar cerita dari teman2 yg menemani keluarganya yg meninggal, saat menghadapi sakaratul maut, merinding juga mendengarnya, betapa beratnya saat ajal tsb. kaki, tangan mulai terasa dingin, sebagian membiru, badan bergetar, napas tersengal dan saat napas terakhir di leher yg terdengar khas suaranya, spt org keselek,susah bernapas atau spt suara org ngorok.
Saat sakarakul maut adalah saat yg sangat menyakitkan. Pada saat2 tersebut keluarga perlu menemani agar bisa membantu untuk mengucapkan kalimat syahadat, kalimat suci di akhir hayatnya, namun ternyata tak semudah itu, susah mulut utk berkata2 dalam kondisi spt itu.

Apa yg terucap di akhir hayat adalah apa yg biasa diucapkan, kalimat yg telah menjadi memori alam bawah sadar tiap2 manusia.

Seorang teman di jakarta dulu, pernah bercerita ada seorang yg dikenal sebagai ahli pantun, ahli syair saat hidupnya, saat menghadapi sakaratul maut oleh keluarganya dibimbing utk membaca kalimat syahadat, namun susah sekali, karena napas pun sdh tersengal2, keluarganya tetap berusaha, anak2 nya berkata ;
“babeh (panggilan ayahnya), nyebut, nyebut beh (maksudnya menyebut kalimat tahlil, syahadat)”, ayahnya susah utk berkata2, dg susah payah ia berkata juga sbb;
“boro boro nyebut, badan pun kalang kabut” ,

begitulah karena ia ahli pantun, maka saat akhir hayat pun kalimat pantun yg keluar bukan tahlil, masya Allah, Begitulah saat akhir hayat tsb, kata yg keluar ialah apa yg telah menjadi memori bawah sadar tiap manusia, apa yg biasa diucapkan selama hidupnya.

Ada seorang terman lain bercerita saat ada seorang teman nya dari negeri barat yg meninggal, saat sakarakul mautnya, kata terakhirnya adalah umpatan (kata kotor). ternyata ia memang dikenal suka berkata kotor kalau marah2 selama hidupnya, nauzubillahi min zalik.

jadi kalau ingin baca tahlil saat ajal, maka biasakanlah berzikir dari sekarang. Ingatlah apa kebiasaan perkataan kita selama hidup itulah yg biasanya terucap saat ajal menjemput, marilah kita jaga ucapan kita, kebiasaan dan biasakan selalu berzikir.

semoga kita semua diberi husnul khatimah, akhir yg baik, bisa mengucap kalimat syahadat saat meninggal kelak, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 05/09/2015 by in Blogroll.
%d bloggers like this: