Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

cinta bagaikan air dalam kehidupan

Love-Birds-Swan

Dalam cerita silat jaman dulu ada dikisahkan mengenai pendekar tua yg mumpuni ilmunya, walau badan nya telah tua renta, tetap tak terkalahkan ilmu silatnya. Karena ia mengembangkan jurus jurus silat baru yg lebih tinggi & halus tingkatannya, seperti kekuatan tenaga dalam sampai kekuatan energy batiniah. Ilmu silat kasaran yg didasarkan kekuatan dan kelincahan fisik, sudah cukup bagi nya di masa muda dulu.

mungkin begitu lah kira kira analogi pendapat saya mengenai seorang ahli teknik, professor bidang penerbangan spt BJ Habibie, di masa tua nya, saat kematangan hidup telah tercapai, beliau tak melulu hanya berbicara tentang hal teknik, tapi mulai bercerita tentang hal yang lain lagi, bercerita tentang Cinta, sebentuk cinta yg penuh makna. Pemahaman tetang cinta adalah sebuah ilmu yg sangat halus, pendalaman ilmu eksakta seperti ilmu teknik mungkin telah cukup bagi beliau di masa mudanya dulu.

Bulan desember 2013,BJ Habibie memberikan ceramah dalam pertemuan dengan masyarakat Indonesia di  Abu Dhabi, UAE. Terakhir kali saya mendengarkan ceramah beliau, hampir 25 tahun yang lalu di kampus ITB, begitu terpesona nya saat itu mendengar ceramah beliau yg penuh semangat tentang Teknologi. Namun saat mendengarkan lagi ceramah beliau, ia bercerita hal yg lain lagi, bercerita tentang cinta, nampaknya dengan bertambahnya usia (77 tahun saat ini) bertambah pula kematangan jiwa beliau. Acara dimulai dg pemutaran film “Ainun & Habibie”, kemudian dilanjutkan dg ceramah beliau dan tanya jawab dg masyarakat Indonesia disini dg berbagai pertanyaan yg beragam. Beliau pun menjelaskan nya pula mengenai berbagai hal mulai dari cerita masa lalu, cerita teknologi, IPTN, ekonomi, politik dll.

Cerita beliau mengenai berbagai hal seperti teknologi, ekonomi, sejarah bangsa dll, saya kira sudah banyak yg mendengarnya, saya hanya ingin menjelaskan ceramah beliau tentang Cinta yg bagi saya sangat menarik, karena beliau menyampaikan sisi lain tentang Cinta yang tak banyak orang  memahaminya.

BJ Habibie, bukan bercerita ttg cinta yg umum difahami orang banyak, bukan sekedar cinta romantic atau bentuk umum cinta lain nya. Tapi beliau bercerita ttg cinta yg lebih tinggi lagi maknanya. Beliau sempat menguraikan pengalaman cinta seperti apa yg terjadi pada beliau dalam perjalanan hidupnya , sejak bertemu dengan calon istri nya di masa muda dulu, sampai saat2 mengarungi bahtera rumah tangga.

Beliau menceritakan juga tentang pelajaran cinta dari kisah2 romantik masa lalu, spt kisah Romeo Juliet dari literature Eropa atapun kisah Layla Majnun dari literature timur tengah. Kisah itu semua adalah cinta romantic yang berakhir tragis, ada gap/halangan yang terjadi. Itu semua kisah perjuangan dan pengorbanan dalam jalan mwujudkan cinta. Dalam cerita legenda tersebut sebenarnya mereka tak sampai bisa bersatu utuh dalam cinta. Cinta yang hakiki adalah lebih tinggi lagi, bagaimana manusia memahami makna cinta tersebut dalam proses perjalanan bersama mengisi cinta dg hal yang penuh makna. Cinta bukanlah sekedar nafsu (basic instinct) atau romantisme emosional. Namun lebih tinggi lagi, dan kalau makna cinta tertinggi tersebut bisa didapatkan, bahkan kematian sekalipun tak bisa menghalanginya.

Beliau bercerita dengan penuh kematangan jiwanya, walau masih bisa terasa duka yg dalam, betapa istri tercinta yang menemani hidupnya 48 tahun lamanya, meninggalkan dunia yang fana ini 3 tahun yang lalu. Hal tersebut membuat beliau mengalami depresi jiwa yg sangat berat, hampir 3 bulan lamanya.  Sempat berkonsultasi dengan para dokter yg menyarankan berbagai therapy untuk mengobatinya, akhirnya ia memilih metode untuk menuliskan pengalaman hidup bersama istrinya sebagai sebuah cara untuk menyembuhkan rasa depresi jiwa. Ia pun seolah menumpahkan perasaannya dengan menulis cerita tersebut. Akhirnya terwujudlah juga buku yang juga kemudian difilmkan dengan judul “Ainun & Habibie”, yg diputarkan pula di awal acara ini. Alhamdulillah beliau bisa melewati masa2 tersebut dan bisa bangkit lagi, dan sungguh menakjubkan justru setelah ditinggalkan istri tercinta, beliau bagai menemukan makna cinta yg lebih tinggi , cinta yang bahkan tak terpisahkan walau oleh kematian sekalipun. Walau seorang yang dikasihi telah meninggalkan dunia yang fana ini, cinta masih bisa diwujudkan dalam bentuk yang lain.

Pada saat seseorang telah bisa mencapai tahapan Cinta yang tinggi tersebut, maka akan terbukalah pandangan batin, bahwa cinta tak hanya pada seorang manusia (kekasih hati) saja, tapi bisa juga meluas, pada cinta bentuk lain nya, seperti ; cinta pada negeri dimana sang kekasih dibesarkan, cinta pada ibu yang melahirkan kita semua, cinta pada negara & tanah air darimana kita hidup dan dibesarkan dan yang paling tinggi ialah cinta pada Tuhan yg menciptakan kita semua, termasuk menciptakan juga kekasih kita.  

Dalam hidup bermasyarakat ,kita perlu mencintai juga pekerjaan kita, cinta pada hasil karya orang lain. Bekerja dengan rasa cinta akan menghasilkan karya berkualitas, yang bermanfaat bagi orang banyak.

Tuhan menciptakan alam dan kehidupan ini dengan rasa cinta kasih sayang pula. Cinta makhluk pada Tuhan nya, adalah sebuah bentuk rasa syukur pada Tuhan. Orang yg telah sampai pada rasa cinta pada Tuhan, adalah orang yang telah bisa memahami makna kehidupan ini. Cinta adalah bagaikan air dalam kehidupan ini. Hidup akan kering tanpa cinta.

Menyimak ceramah beliau ini, saya jadi teringat dengan Jalaludin Rumi, penyair muslim sufi terkenal yang banyak menulis syair2 kecintaan Illahiah. Begitu universalnya apa yg disampaikanya tentang Cinta, bahkan bisa difahami orang dari semua agama sekalipun.

Mengenai cinta pada Tuhan, Habibie sempat bercerita, saat bertemu dengan seorang yang Atheist, yang tak mempercayai Tuhan. Betapa orang tersebut susah untuk bisa memahami tentang kecintaan pada Tuhan, karena ia tak mempercayai Tuhan. Mungkin bagi orang atheist, cinta hanyalah urusan biologis semata. Mereka tak bisa memahami betapa cinta yang hakiki berasal dari Tuhan pencipta kita semua, yang menciptakan kita semua dengan cinta kasih sayang pula.

Dalam budaya barat, cinta seringkali jadi begitu rendah hanya sekedar pelampiasan nafsu basic instinct semata. Dalam istilah mereka tak ada beda jauh antara makna love & sex, seperti istilah “making love” yang hanya menggambarkan proses biologis basic instinct semata, seolah tak beda jauh dengan apa yg terjadi pada binatang.

Dalam penjelasan ilmu psikologi yang didasarkan pada pemahaman tentang otak manusia. Mereka membagi otak manusia dalam 3 bagian besar ; otak dasar/reptilian ( basic instinct) , limbic system tempat proses emosional/ perasaan dan neo cortex, tempat proses rasional berpikir terjadi. Makna cinta sebagai sekedar pelampiasan syahwat adalah apa yang terjadi pada bagian otak dasar/reptilian, bagian dari naluri dasar ( basic instinct ) manusia. Meningkat lebih tinggi pada bagian limbic system dimana perasaan berproses, disanalah terjadi perasaan cinta, kasih sayang pada yang lain nya ( bisa pada kekasih, bisa pada binatang atau hal yg dicintai lain nya). Pada bagian otak neo-cortex dimana proses rasional dan kebijaksaan terjadi, cinta mencapai tingkat yg lebih tinggi lagi, lebih tinggi daripada sekedar pelampiasan nafsu atau permainan perasaan lagi. Menurut pendapat saya, pada tahapan ini lah tercapai proses kecintaan tingkat tinggi, seperti apa yg dijelaskan oleh BJ Habibie tsb. Sebuah cinta yang tak lagi sebatas kecintaan duniawi , sebuah kecintaaan yg tak bisa dihalangi oleh kematian sekalipun, sampai rasa cinta pada Tuhan yg menciptakan kita semua Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Orang yang atheist, tak percaya Tuhan, atau budaya barat yg sekuler susah untuk sampai pada kesimpulan tersebut, sehingga bagi mereka, cinta telah tereduksi dalam makna yang dangkal belaka. Cinta adalah bagaikan air dalam kehidupan ini, sesuatu yg sangat penting dan tak terpisahkan, hidup tanpa cinta terasa kering.

Menarik juga Habibie menyatakan bahkan dengan musuh sekalipun kita tetap perlu mencintainya. Dari penjelasan tersebut saya bisa memahami betapa beliau tidak marah dendam sekalipun pada pihak pihak yang seolah seperti ingin menghancurkan cita-cita ide besar beliau utk negara dengan mengembangkan industry strategis Indonesia, spt industry pesawat IPTN/PTDI, industri strategis lain ny, dll.  

Dalam film Ainun & Habibie, ada moment yg mengharukan, saat beliau dan istri datang lagi ke IPTN yang telah menjadi PT DI, setelah project pesawat N-250 dihentikan. Mereka masuk ke hanggar pesawat yg telah sepi, melihat betapa pesawat yg dulu dicita2kan nya, teronggok sunyi di hanggar yang sepi tersebut. Habibie menanggapi itu semua dengan jiwa besar dan menganggap itu bagaikan cerita lama yg telah berlalu, sekarang saatnya untuk menatap ke masa depan.

Di usia tua nya beliau tetap bersemangat mengembangkan mimpi lama nya mewujudkan industry pesawat terbang nasional dengan mendirikan PT RAI (Regional Aviation Industry) . Ia menyampaikan bahwa usia manusia ada batasnya, tapi amal perbuatan, seperti perusahaan yg didirikan nya tersebut, akan tetap terus bisa berdiri, memberikan kebaikan bagi orang banyak, sebuah niat yg mulia.Ia melakukan ini semua karena cinta pula, cinta pada tanah air, cinta pada bangsa nya agar maju. Menurut saya , usaha mulia ini bagaikan amal jariyah yg pahalanya terus mengalir walau orang bersangkutan telah meninggalkan dunia yg fana ini.

Dengan kecukupan materi dan kehidupan yg ada, beliau bisa hidup dengan tenang, sekedar senang senang saja, menghabiskan masa tuanya. Tapi beliau memilih tetap terus berkarya bahkan sampai hayat di kandung badan,  baginya pekerjaan apa pun harus dilandasi oleh rasa cinta pula.

Dalam film Ainun & Habibie ada dijelaskan juga peristiwa politik yg terjadi sekitar thn 1998, saat Presiden Suharto turun dan Habibie menjabat sebagai pejabat Presiden, betapa beratnya masa2 pertarungan politik saat itu. Dan beliau menghadapi semuanya dengan kematangan jiwa pula, mungkin politik pun dihadapinya dengan rasa cinta. Sehabis masa jabatannya, ia memutuskan untuk mundur dari politik, padahal sebenarnya kalau ia mau masih ada kesempatan untuk melanggengkan kekuasaan nya, namun ia memilih mundur dari dunia politik, untuk kebaikan semua pihak. Ia sempat bercerita,betapa walau ia seorang professor ahli pesawat terbang, tapi dalam bidang politik, yang bukan bidang nya, ia tak begitu pintar.

Mendengarkan ceramah beliau yang sangat menarik ini, saya coba memahaminya dari pandangan ilmu psikologi. Bahwa makna cinta mengalami pematangan makna sesuai pertambahan usia manusia.Coba kita runut dari awal, saat masa remaja kita semua pernah mengalami kisah cinta anak remaja yg dikenal dg istilah “cinta monyet” yang seperti main2 tapi menyenangkan. Dengan bertambah usia, berlanjut dengan kisah cinta pada pandangan pertama yg lebih serius lagi. Di masa muda yang penuh energy, kisah cinta banyak diwarnai oleh nafsu syahwat yang merupakan salah satu basic instinct manusia. Di masa dewasa sampailah pada bentuk cinta romantis yang biasanya berlanjut ke jenjang pernikahan. Pada usia dewasa paruh baya, sekitar usia 40-an, pada sebagian orang terjadilah pula apa yg dikenal dg istilah puber kedua,sehingga timbullah pula istilah “cinta terlarang”, perilaku selingkuh pada orang yg berada dalam ikatan perkawinan. Pada masa tua, ada sebagian orang yang melampiaskan rasa cintanya pada hobby, cara menikmati kesenangan hidup yang beragam bagi tiap orang. Orang yang sangat cinta pada suatu hobby, bahkan bisa melakukan pengorbanan demi hobbynya tersebut.

Sesuai dengan perkembangan usia seorang manusia, bertambah pula ilmu dan kematangan jiwanya. Seiring dengan itu bertambah matang pula pemaknaan nya tentang cinta. Dan apa yang terjadi pada BJ Habibie pribadi saya lihat adalah proses kematangan jiwa yang patut jadi pelajaran bagi kita semua. Dimana di masa muda beliau begitu bersemangat dengan penerapan ilmu dan teknologi, kemudian di masa tuanya, menjadi dekat pula dengan kegiatan keagamaan, semisal komunitas ICMI yg didirikan nya dan berbagai  upaya bernuansa keagamaan lain nya. Sampai pula di masa tuanya saat ini, ia menyampaikan betapa kita perlunya Cinta pada Tuhan.

Bertambahnya kematangan jiwa sesuai bertambahnya usia manusia, ternyata tak terjadi pada semua orang. Banyak orang yang bertambah usia kehidupan nya, tapi jiwa nya tidak bertambah matang. Semisal kita berbicara ttg cinta, kebanyakan orang menganggap cinta hanyalah urusan anak muda belaka, terjadi di masa muda dulu, setelah itu tak ada lagi cinta. Jadi kalaupun di masa dewasa dan di masa tua timbul proses rasa cinta tersebut, prosesnya tetap sama seperti cinta nya anak muda. Orang2 tua yg masih senang “bermain-main” dg wanita muda, adalah gambaran orang yang tak mengalami kematangan kejiwaan sesuai perkembangan usianya. Orang tersebut tampak seperti orang yg hebat, tapi sebenarnya ia merugi. kisah parody, seorang kakek tua yg meninggal di tempat lokalisasi adalah kisah tragis anak manusia yang tak berkembang jiwa nya, tidak bertambah kebaikan dirinya, sesuai dengan bertambahnya usia.

Proses penuaan fisik yang diikuti pula penurunan fungsi seksualitas seperti menopause pada wanita atau disfungsi ereksi/impoten pada pria, seringkali ditanggapi orang dengan negative. Padahal kalau kita lihat dg sisi positif itu adalah proses alami yang jadi peringatan Tuhan untuk orang2 tua, bahwa di usia tua, mereka sudah saatnya memasuki kematangan jiwa, menemukan bentuk cinta yg lebih hakiki, bukan lagi saatnya sekedar pelampiasan nafsu basic instinct manusia, seperti yg terjadi di masa mudanya dulu, berarti jiwanya tak berkembang matang sesuai perkembangan usianya.

Dalam bahasa arab kata “Habibie” artinya “kekasih hati”, jadi sungguh mulia orang tuanya memberi nama beliau dengan nama tsb, karena ternyata beliau memang berhasil menemukan makna cinta yg hakiki. Kita bisa banyak mengambil pelajaran dari perjalanan hidup beliau, betapa banyak hasil karya besar beliau yg dihasilkan dari rasa cinta terhadap pekerjaan, membaktikan dirinya

Orang yang telah cinta pada Tuhan, akan merasa begitu dekat dengan Tuhan, tak ada lagi rasa sedih dan takut dalam kehidupan ini. Kehidupan masa tua sampai saat menjelang kematian, baginya bagaikan perjalanan di masa senja yang indah , perjalanan melewati gerbang batas kehidupan, menemui kekasih hatinya, subhanallah.

Renungan cinta dari tepian pantai Abu Dhabi, 7 desember 2013

Referensi ayat kitab suci Al Qur’an dan Hadits Nabi mengenai cinta ;

Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.”( Qur’an. Al-Baqarah: 165 )

”Katakanlah: ’Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasul), niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosa kalian’. Allah Maha Pengampun dan Penyanyang” (QS. Ali-’Imron: 31)

”Tidaklah seorang hamba beriman hingga aku (Rasul) menjadi orang yang lebih ia cintai daripada keluarganya, hartanya dan manusia semuanya.” (HR. Bukhori)

“Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah SWT jika mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata: “Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintai pulalah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi ini.” (HR. Bukhari)

Akan tiba suatu masa dimana umat-umat saling memanggil untuk melawan kalian sebagaimana orang-orang saling memanggil untuk menyantap hidangannya”. Salah seorang bertanya:  ”apakah karena sedikitnya kami ketika itu? Rasul menjawab, “bahkan kalian pada hari itu banyak akan tetapi kalian laksana buih di lautan dan sungguh Allah mencabut ketakutan dan kegentaran terhadap kalian dari dada musuh kalian dan Allah tanamkan di hati kalian al-wahn”. Salah seorang bertanya: apakah al-wahn itu ya Rasulullah? Beliau menjawab:  “cinta dunia dan takut mati” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

 ( Note : Tulisan ini, adalah berdasarkan pemahaman saya, terhadap ceramah BJ Habibie dalam pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Abu Dhabi, tgl 7 desember 2013. Sebagian besar itu tulisan ini adalah berdasarkan ceramah beliau. Sebagian lagi adalah pendapat saya pribadi menanggapi apa yg disampaikan beliau. Dalam tulisan ini, saya sampaikan secara jelas hal tersebut, mana perkataan Habibie, mana  yang merupakan pendapat saya pribadi. Hal ini perlu supaya tidak terjadi kesalahfahaman. Saya menambahkan pendapat saya pribadi untuk bisa mengambil hikmah pelajaran lebih luas lagi dari ceramah tersebut

15 comments on “cinta bagaikan air dalam kehidupan

  1. Tunggal Mardiono
    12/12/2013

    Mungkin yang disampaikan adalah “cinta” sesuai dengan pedoman/petunjuk dari kitab suci, Al’Qur’an

    Tunggal Mardiono
    Bandung

    • hdmessa
      12/12/2013

      betul pak Tunggal

      terima kasih komen nya

  2. Cecep
    12/12/2013

    Assalamualaikum Hendra.

    Good writing…keep it up spirit

    Pertanyaan buat diri sendiri…saya sudah di fase cinta manakah?

    Wassalam,

    Cecep
    Doha, Qatar

    • hdmessa
      12/12/2013

      wa alaikum salam,

      sama2 pak Cecep, semoga kita bisa mencapai tingkatan cinta yg tinggi

      salam

  3. Widodo
    12/12/2013

    Terima kasih kang Hendra, untuk pemikiran yang sangat menarik ini.

    Sedikit menambahkan, dalam dunia persilatan kangaow ada yang
    berpendapat setiap jurus mempunyai kelemahan. Main atas, lemah
    dibawah. Main bawah, lemah diatas. Belajar silat adalah mengurangi
    kelemahan-kelemahan itu.

    Pada puncaknya, jurus tanpa kelemahan adalah
    jurus tanpa jurus. Demikian asal mula tercipta jurus Tai Chi oleh
    Thio Sam Hong dari perguruan Bu Thong Pay.

    Salam,
    widodo.sw
    Jakarta.

    • hdmessa
      12/12/2013

      terima kasih komentar nya mas Widodo,
      menarik sekali, tambahan cerita ttg dunia persilatan Kang Aow

      salam

    • Oskar
      12/12/2013

      Ajaran silat/bela diri banyak menyimpan nilai nilai yg bagus seperti kerja keras, disiplin dll
      Tapi ada yg harus diperhatikan juga, yaitu, jangan sampai ikut arus dendam /kebencian terhadap perguruan lain.

      Salam,
      Oskar,
      Bandung

  4. Tati
    12/12/2013

    Subhanalloh mas Hendra bagus lho tulisannya.
    Kayaknya bisa dikembangkan menjadi ‘autobiografi’ Habibie dari sudut yg lain (selain yg sudah ada).
    Ayo mas Hendra…

    Salam
    Tati
    Alkautsar561 , Tasikmalaya

    • hdmessa
      12/12/2013

      sama2 bu Tati,
      ide yang menarik

      salam

  5. Nasuki
    12/12/2013

    Siapa yg bisa menjelaskan perbedaan arti fisik “cinta” dan “suka” agar sedikit memberi koreksi pada tulisan ini ?

    Salam,
    Nasuki
    Abu Dhabi

    • hdmessa
      13/12/2013

      pertanyaan yg dalam pak Nasuki,

      cinta dan suka, secara umum tampak mirip2 saja, padahal berbeda.

      dalam skala waktu, suka lebih singkat daripada cinta,
      saat ini suka, suatu saat bisa tidak suka,
      tapi kalau cinta akan bertahan lebih lama lagi, walau suatu saat cinta bisa berubah jadi benci pula
      tapi jangka waktu nya lebih lama dibanding rasa suka

      rasa suka sekedar senang saja,
      tapi kalau cinta lebih dalam lagi, karena ada kesediaan untuk berkorban, berjuang utk yg dicintainya tsb

      rasa suka cenderung pada sisi estetik, orang suka pada yg indah2
      sedangkan cinta, lebih dari sekedar sisi estetik belaka,
      ada semacam energi,

      karena itu, ada semacam anekdot, kalau sedang jatuh cinta yg penampilan nya jelek sekalipun tampak jadi cantik karena nya
      cantik karena perilaku dan kepribadian nya, sebuah nilai estetik yg tak mudah dijelaskan

      mungkin bisa sedikit menjelaskan pertanyaan pak Nasuki

      salam

      • hanif
        13/12/2013

        Mas Hendra,

        Thanks for inspiring me.

        Lewat tulisan njenengan dan pertanyaan Mas Nasuki, saya nulis makna dan tingkatan “suka” dan “cinta” dari sisi bahasa arab

        http://bahasa.kompasiana.com/2013/12/13/makna-suka-dan-cinta-serta-tingkatan-tingkatannya-616259.html

        semoga bermanfaat

        hanif

      • hdmessa
        14/12/2013

        sama2, mas Hanif,
        menarik sekali tulisan nya ttg cinta dari pendekatan bahasa

        salam

      • Ricky
        15/12/2013

        Rasa ‘Cinta’ akan mencegah anda utk berfikir mendapatkan personal advantage atau memaksakan kehendak dari seseorang.

        Tetapi rasa ‘Suka’ sebenarnya hanya akan menggoda anda utk mencoba meraih personal advantage dari sesorang, dan sekaligus juga mampu menumbuhkan benih “Cinta’ anda kepada yg bersangkutan.

        Ricky
        Abu Dhabi

      • Ridwan
        15/12/2013

        Aku “suka “ pisang……..Yang jelas disini nggak bisa pakai : Aku “cinta” pisang.

        Midun pernah “cinta” sama Aisyah disitu ada nuansa “Amour/Asmara”…kalau masih tahap pendekatan mungkin masih bisa dikata, Midun akan bilang “Aku suka Kamu”, kalau sudah ada panah asmara, akan lebih dalam dia akan memakai kata “cinta”

        Aku “ sayang” sama Istriku. Disitu ada arti saya cinta sama Istriku dan ada nuansa melindungi, memiliki…dst,lebih tinggi dari Cuma rasa cinta…. BJ Habibie dan Teknologi bisa dikatakan kaya pasangan……ada rasa cinta, ada rasa sayang, ….. karena bisa lebih dari cinta…yaitu rasa memiliki, dan dan bisa rasa yang “manunggal”….

        Walaupun saya tak menghadiri ceramahnya, tetapi mungkin isi ceramah sebagian mirip dengan ceramahnya didepan Malam Penutupan Konggres Diaspora ke-2 di Jakarta, bulan Agustus yang lalu

        Salam
        Ridwan F
        Doha Qatar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 07/09/2015 by in horizon - insight.
%d bloggers like this: