Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Haji, perjalanan cinta Illahiah

Dalam kisah klasik Laila Majnun, ada diceritakan moment indah saat Majnun dalam perjalanan menuju kota dimana Laila sang kekasih sejatinya tinggal, betapa saat mencapai gerbang kota, walaupun belum sampai ke rumah Laila kekasih nya, hatinya telah bergetar penuh gemuruh, walau tak bisa menemui Laila, mengusap dinding pagar pun telah mencukupi baginya.

Hal tersebut menggambarkan betapa dalam nya kedekatan batin kita, betapa kuatnya kerinduan terhadap sesuatu yg dicintai. Hal yg sama akan terasakan pula, saat dalam perjalanan menuju tanah suci mekah- madinah, dalam perjalanan haji. Dalam perjalanan menuju Mekah, saat melalui bukit2 berbatu, melintasi terowongan menembus bukit, sekitar kota mekah, dari kejauhan akan tampak menjulang tiang2 tinggi mesjidil haram, menara jam besar, suara adzan yg mengalun merdu, ditimpali suara lantunan ayat suci al qur’an yg terdengar dari toko kaset di pinggir jalan, memberikan suasana kehangatan jiwa,rasa bahagia.  Hati akan bergetar deras karena nya , bagaikan perasaaan saat sampai di tempat kekasih hati yg telah lama dirindukan.

Saat melewati gerbang Masjidil haram, sampai ke halaman dalam, tampaklah bangunan kotak berlapis kain hitam yg tampak begitu anggun, hati pun tambah bergetar, tatapan mata begitu dalam, tubuhpun terdiam sejenak, masya Allah, sampai juga ke ka’bah, bangunan suci yg selama ini hanya terlihat di gambar2 atau di alas sajadah sholat. Hati bergetar kuat, bibir pun tak kuasa menahan haru, air mata pun terurai haru karena nya, masya Allah, subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar… Jadi teringat cerita jatuh cinta pada pandangan pertama anak muda, betapa saat bertemu pandang dg kekasih hati, walau baru pertama kali melihat, serasa telah  mengenalnya lama. Begitu pula lah rasanya saat pertama kali memandang langsung kabah, serasa kita telah mengenalnya lama sekali sebelumnya,  subhanallah. Ada dinyatakan bahwa do’a yg dilantunkan saat pertama kali melihat kabah adalah doa yg makbul, karena penuh dg rasa cinta, kedekatan batin dg Sang Maha Pencipta.

Sungguh berkesan sekali, rasa jiwa dalam perjalanan menuju tempat suci tersebut. Klimaks dari perjalanan panjang ibadah Haji, sejak orang2 berangkat dari tempat tinggalnya masing2 di berbagai penjuru dunia, menuju mekah dan madinah di jazirah gurun pasir Saudi Arabia. Haji sebagai kegiatan ibadah, tak hanya sekedar ritual fisik belaka, tapi juga adalah perjalanan batin  yg begitu menggugah rasa, bagai perjalanan hamba menemui Sang Maha Pencipta. Saat sampai ke mesjidil haram, tawaf berjalan mengelilingi kabah, hati ini bagaikan tertarik pada sebuah magnet besar, bagaikan serangga laron yg berputar2 mengelilingi lampu terang di malam gelap, sampai rela walaupun patah sayapnya, pasrah sepenuh hati di hadapan Yang Maha Kuasa. Kerinduan dan rasa cinta yg mendalam, pada Sang Maha Pencipta, pada Rasul Nya yg mulia, membuat perjalanan menuju tempat suci , mekah medinah, bagai perjalanan menuju rumah yang sangat kita cintai.

Perjalanan ke tanah suci, adalah juga bagai perjalanan menuju kampung halaman dimana memori masa kecil terpendam. Kabah, mekah, medinah bagi seorang muslim , memorinya telah mulai tertanam sejak kecil dalam alam bawah sadar ini. Kita telah melihat gambarnya, kalau sholat kita mengarah ke kabah, kisah2 Rasulullah yg kita dengar sejak kecil, saat sampai di sana akan bisa lihat lagi tempatnya yg sebenarnya.

Di mesjid nabawi madinah, di antara mimbar imam dan maqam nabi di bagian depan mesjid, yg dikenal dg nama rawdah ( taman surga ) , tempat dimana dulu rasululllah tinggal, karena rumahnya berada di samping mesjid dan karena perluasan mesjid nabawi, sekarang jadi masuk bagian dalam mesjid. Berada di sana, kita serasa sedang mengunjungi rumah nabi yg mulia, sholat, berdoa atau sekedar merenung disana, terasa sekali suasana batin yg khas. Melihat mimbar nabi, maqam nabi, terasa dekat sekali nabi dg kita, serasa beliau berada di samping kita, Kita bisa merasakan perjuangan suci Rasul yg mulia dan para sahabat2 nya menegakkan agama islam, menyeru manusia untuk menyembah Allah swt. Kedekatan batin, kecintaan pada rasulullah, membuat hati sangat nyaman saat berada di rawdah tersebut, tak terasa rasa haru menyelinap dalam jiwa..

Puncak rangkaian ibadah haji, ialah wukuf di Arafah, dibanding dengan kegiatan ibadah haji lain nya yg banyak aktivitas fisik, seperti tawaf berjalan mengelilingi kabah atau sai, berlari2 kecil diantara safa dan marwa, wukuf di arafah adalah klimaksnya, karena tak banyak aktivitas fisik, hanya sholat, berdoa dan merenung. Mungkin memang moment di padang pasir luas arafah ini, adalah saat untuk melakukan perenungan.

Saat di arafah kebetulan tenda saya berada dekat bukit kecil, saya pun berusaha mendaki bukit itu sehingga tampaklah pemandangan luas sekitar padang arafah yg berbataskan bukit2 batu di sekitarnya. di tengah padang luas ini, terhampar banyak tenda2 dan ditengahnya menjulang bukit jabal rahmah. Semua org berbagai bangsa, berbagai warna kulit menggunakan pakaian yg sama, baju ihram utk laki2 dan jilbab utk wanita, masya Allah pemandangan yg menakjubkan.

Sebenarnya padang Arafah, hanyalah padang pasir kering, bertepikan bukit2 batu di sekelilingnya, tapi suasana keharuan batin yg mendalam, membuatnya bagai berada di alam yg hijau asri dan sejuk, saya merasakan seperti sedang berada di tengah hamparan hijau kebun the pangalengan, alam priangan yg indah,  bagai serasa sedang  berada  ranah minang yg indah di sekitar Bukittinggi, masya Allah. Duduk termenung di atas bukit tsb, suasana tenang, angin pun serasa terdiam, tampak dan terdengar suara org2 khusyu berdoa, saat coba memandang ke atas langit, betapa langit gurun pasir yg biru jernih terasa teduh. Terasakan suasana batin yg begitu khas.

Berada di alam yg luas ini, kita akan merasakan kedekatan yg sangat dg Sang Maha Pencipta, yg menciptakan alam ini, menciptakan semua manusia, hakikatnya semua yg tampak disini adalah ciptaan Allah swt. Pada saat itulah terasa kedekatan batin yg mendalam dg sang Maha Pencipta, hati berguruh, dada terasa sesak, bibir bergetar, air mata pun terurai, subhanallah, Alhamdulillah, allahu akbar… Ya Allah , ampunilah dosa2 ku, dosa2 kedua orang tua ku, kerabatku, dan seluruh kaum Muslimin. tunjuki, bimbinglah aku selalu dalam perjalanan hidup di dunia ini, lindungi aku dari semua godaan hidup, masukkanlah aku ke dalam surgaMu, jauhkan dari neraka Mu.., bersihkanlah jiwa ini, kuatkanlah keyakinan diri ini, amien..

Ada ulama yg menyatakan bahwa hari arafah, adalah hari terbaik dalam kehidupan bagi mereka yang berada di tempat tsb, saat itulah malaikat rahmat turun, mengabulkan doa2 para jamaah haji. Pada rangkaian ibadah haji tersebut, jiwa ini bagai mengalami pembersihan dari dosa2, pensucian, kedekatan yg sangat dg Allah swt,  selanjutnya akan terasakan pencerahan jiwa.Seorang muslim yg telah tercerahkan jiwanya akan menyadari hakikat kehidupan ini, apa yg dicari dalam hidup ini, apa peran dan tugasnya dalam kehidupan ini.

Perasaan batin yg mendalam saat berada di tempat2 suci tersebut dalam rangkaian ibadah haji, adalah hal yg individual, berbeda2 dirasakan masing2 orang. Ada orang yg sangat kuat rasa batin nya dan merasakan suasana batin yg menggairahkan, sebuah rasa bahagia yg susah diungkapkan. Namun pada sisi lain, ada juga sebagian orang yg biasa2 saja, bagaikan orang yg berwisata saja mengunjungi tempat2 suci. , terkagum2 melihat suasana sekitar, bangunan2 yg unik, orang2 yg beragam dari berbagai penjuru dunia Itu semua terpulang pada kondisi kejiwaan, ilmu dan memori bawah sadar masing2 individu.

Orang yg memang kuat pemahaman dan amal keagamaan nya, akan kuat pula kedekatan dan kecintaaannya pada Rasulullah dan Allah swt. Haji ke tanah suci, bagi mereka bagaikan mengunjungi hal yg sangat dicintainya. Namun bagi orang yg kurang pemahaman keagamaan nya, tak begitu kuat kesan nya, seolah hanya pergi berwisata saja. Orang yang mendapatkan hidayah, setiap relung hatinya terisi dengan kedekatan, kerinduan kepada Allah swt.

“…orang-orang beriman itu adalah mereka, yang apabila disebut nama Allah, maka bergetarlah hati mereka” (QS. Al Hajj : 35)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah maka gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, maka bertambahlah iman mereka karenanya, dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal” (QS. Al Anfaal : 2).

Orang yang hatinya selalu bergetar ketika mendengar atau menyebut nama Allah, menandakan kekuatan imannya sehingga hanya Allah yang ada dalam hatinya. Sedangkan orang yang tidak pernah bergetar hatinya ketika mendengar atau menyebut nama Allah, kemungkinan besar karena hawa nafsu telah menguasai hatinya.Pada hakikatnya pada setiap hati terdalam seorang manusia, ada rasa kedekatan dengan Allah swt, karena Allah lah yg menciptakan kita semua, namun karena nafsu dan dosa, hati nurani tersebut bisa tertutupi, bahkan mati karena nya.

Menurut ilmu psikologi, ada satu bagian kecil dalam otak manusia, yg akan bereaksi, tersentuh, terbangkitkan, saat seorang manusia melakukan aktivitas keagamaan, seperti sholat, berada di mesjid atau berada di tempat2 suci seperti saat dalam ibadah haji.

Tempat2 suci tersebut, bisa diandaikan sebagai sebuah sumber energy besar, yang akan mengisi , re-charger jiwa2 manusia. Pantulan sinarnya begitu kuat menembus jiwa. Jiwa kalau diandaikan kaca cermin, maka kaca yg bersih akan memantulkan banyak sinar, namun sebaliknya kaca yg kotor, hanya sebagian kecil saja sinar yg bisa terpantulkan. Haji adalah kegiatan ibadah yg unik dan lengkap aktivitasnya, mulai dari aktivitas ritual diam, spt doa, sholat, sampai gerakan yg aktif spt  tawaf berjalan sekeliling kabah, atau sa’I berlari2 kecil antara safa dan marwa, sampai aktivitas batin. Namun justru nuansa batin itulah yg paling menentukan , paling memberi kesan mendalam pada ibadah haji dan selanjutnya akan memberi dampak lanjutan (haji mabrur ) .

Pada ibadah haji yg sepenuh hati, yg dilandasi dg hati yg bersih dan niat yg suci, maka jiwa pun akan terbersihkan, di padang arafah dosa2 pun diampuni, jiwa yg bersih dan kedekatan dg Yang Maha Kuasa, akan mencerahkan jiwa, kedekatan dan pencerahan jiwa inilah salah satu hakikat yg diraih dalam ibadah haji tsb. Sebagian orang sering melupakan proses pensucian dan pencerahan jiwa dalam ibadah haji, karena lebih terfokus pada ibadah ritual semata atau disibukkan oleh hal2 lain yang tidak begitu penting, itu adalah hal2 yg jadi ujian dan hambatan dalam ibadah Haji..

Ujian dan hambatan dalam ibadah haji.

Ibadah haji, sebagai sebuah proses perjalanan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa, selalu ada ujian & hambatan nya, sehingga ada yg berhasil ( haji mabrur) namun ada juga yg kurang berhasil, berikut beberapa ujian dan hambatan dalam pelaksanaan ibadah haji ;

1. Kebersihan niat Setiap amal tergantung dari bagaimana niat awal nya. Niat yg ikhlas sepenuh hati akan menghasilkan ibadah haji yg baik pula, sebaliknya niat yg tak kuat, tak bersih sejak dari awal nya akan merusak pula ibadah haji. Bagi sebagian orang , spt di masyarakat Indonesia, kesempatan haji cukup langka dan tak mudah, sehingga haji juga menjadi salah satu proses untuk mencapai status social yg lebih tinggi di masyarakat nya. Sejak awal telah terbetik niat dalam hatinya, bahwa dg berangkat haji, status sosialnya akan terangkat, ia akan jadi org terpandang sepulang haji nanti, title haji akan terpasang di depan namanya, ia akan dipanggil dg nama tsb, kemana2 berpakaian haji pula. Bila niatnya spt ini, kemungkinan besar ia akan sulit utk bisa merasakan kenikmatan batin dan pencerahan jiwa dalam ibadah haji.

2. Cara yg kurang benar ( curang) utk bisa berangkat haji Di Negara yg penduduk muslimya banyak seperti Indonesia, kesempatan dapat melakukan ibadah haji adalah cukup sulit, karena harus berebut kesempatan dari banyak orang dan bisa menunggu sampai beberapa tahun utk bisa melakukannya (waiting list ) . Pada kondisi2 spt itu, timbullah kesempatan dari oknum2 yg memberikan jasa agar bisa cepat naik haji, agar bisa masuk dalam list yg berangkat dg imbalan uang. Cara2 yg tak etis dan curang spt itu, akan merusak keberkaan ibadah haji.

3. Saat di tanah suci, lebih banyak berada di pasar daripada berada di mesjid. Saat di tanah suci, mekah madinah, dimana kita dianjurkan lebih banyak berada di mesjid atau berziarah ke tempat2 suci, ada godaan sangat kuat, untuk lebih memilih pergi belanja ke pasar yg mudah ditemui selepas pintu mesjid. Di mesjidil haram atau mesjid madinah, diantara waktu sholat,banyak org yg mengisi waktu dg membaca al quran atau mengikuti majlis pengajian yg banyak diadakan disana, khususnya di mesjid nabawi, biasanya disampaikan dalam bahasa arab, tapi ada juga dalam bahasa2 lain, antara lain Indonesia. Pengalaman sy disana, banyak jamaah2 dari negara2 tertentu, spt negara2 arab, turki, palestina, Pakistan dll yg saya perhatikan lebih banyak berdiam di mesjid, baca quran atau menghadiri majlis pengajian, diantara waktu sholat. Biasanya org2 tua ada juga yg membawa makanan kecil, jadi mereka datang ke mesjid sebelum dzuhur dan baru keluar mesjid saat pulang ke hotel saat selesai sholat isya, diantara waktu sholat mereka tetap di mesjid. Jarang sy temui jamaah Indonesia yg berdiam di mesjid, kebanyakan saya temui org2 indonesia setelah waktu sholat di mesjid, pada pergi ke pasar di sekitar mesjid, dan di pasar2 itulah saya temui banyak sekali org Indonesia. Para pedagang pasar disana, bahkan sampai bisa bahasa Indonesia, karena saking banyak nya org Indonesia yg berbelanja ke pasar. Alasan klasiknya adalah beli oleh2 cendera mata utk tetangga di Indonesia. Padahal barang2 yg sama bisa kita peroleh juga di Indonesia, spt pasar tanah abang Jakarta.

4. Kondisi fisik Banyak org2 yg baru berkesempatan pergi haji saat usia tua, saat kondisi fisik banyak bermasalah. Pada saat perjalanan haji, gangguan kesehatan akan banyak menimpa org2 tua spt itu, tak hanya org tua, org2 muda yg punya penyakit tertentu akan banyak direpotkan juga oleh penyakitnya saat perjalanan haji tsb. Lebih baik diniatkan bisa berangkat haji saat fisik masih sehat, saat usia muda.

5. Kurang nya ilmu Banyak org yg bisa berangkat haji, Karena ia punya uang yg cukup, tapi sebenarnya tak begitu faham dg tatacara ibadah haji. Mereka tak mempelajari dg baik tatacaranya sebelum berangkat, hanya menyandarkan diri pada pembimbing haji. Kurang kesiapan pemahaman tsb, membuat ia spt kebingungan disana, khususnya pada saat2 krusial ibadah haji spt saat berada di Mekah, Mina & Arafah. Bila ada rukun yg terlewatkan, ibadah hajinya tak sempurna. bila pun bisa sempurna rukun nya, tapi ia tak bisa melaksanakan nya dg sepenuh hati, dg kekhusyuan, sehingga pencerahan jiwa tak bisa diraih.

6. Disibukkan oleh persiapan materi, melupakan persiapan batin/jiwa Bagi org indonesia, perjalanan haji cukup jauh dan menempuh waktu yg lama, banyak persiapan material dilakukan. Karena sibuk oleh hal tsb  orang2 sering melupakan persiapan batin bahwa kita akan sampai ke tempat suci, menuju rumah Allah ( baitullah), menuju tempat dimana dulu Rasulullah mengembangkan agama yg mulia ini. Kurangnya persiapan batin membuat perjalanan ke tanah suci, bagaikan perjalanan wisata biasa, kita lebih terkesan melihat alam gurun pasir dan bangunan2 unik disana, tapi jiwa ini tak tersambungkan karena nya.

7. Kurangnya pengamalan keagamaan Ibadah haji, adalah rukun terakhir dari rukun islam yg lima, setelah syadahat, sholat, puasa ramadhan dan zakat. Dimaknakan bahwa seorang muslim yg berangkat haji, ialah mereka yg telah mengamalkan dg sempurna, amalan2 rukun islam lain nya. Kalau amal2 tsb belum dilakukan dg baik, sholat sering terlewatkan, puasanya tak sempurna, zakat tak disampaikan, maka saat melakukan ibadah haji, ia tak bisa optimal dalam meraih keberkahan ibadah haji tsb. Karena itulah ibadah haji, bukan sekedar karena seseorang telah punya harta utk bisa berangkat, tapi iapun telah menjalankan amal2 agama dg baik.

Bila semua ujian tersebut bisa kita lalui dg baik, dimulai dg niat yg ikhlas, ilmu yg cukup, mendapatkan kesempatan haji dg cara yg benar, badan yg sehat, mengurangi belanja ke pasar, memanfaatkan waktu sebaik mungkin di tanah suci, insya Allah kita akan bisa mendapatkan pencerahan jiwa , menjadi haji yg mabrur.

Perjalanan haji, akan bagaikan perjalanan seorang pemuda menuju tempat kekasih pujaan hati nya spt cerita laila majnun di awal tulisan ini, atau perjalanan mudik perantau ke kampung halaman nya. Perjalanan dengan suasana kedekatan batin yg kuat tsb, diliputi rasa cinta, cinta pada Sang Maha Pencipta, cinta pada Rasulullah yg mulia, saat sampai ke tanah suci, mekah, madinah, melihat bahkan sampai memegang dinding kabah, batin ini akan bergetar kuat, susah utk diungkapkan perasaan yg timbul karena nya, namun ada semacam rasa bahagia yg mendalam, terdiam sejenak, menangis terharu karena nya.

Setelahnya itu jiwa ini terasa begitu ringan, serasa terbang sampai ke langit, masya Allah, susah untuk diungkapkan dg kata2. Tapi intinya bila jiwa ini terbersihkan, tersucikan karena nya, mengalami rasa kedekatan yg sangat kuat dg Allah swt, yang menciptakan kita semua, kuatnya keyakinan, haqul yakin, maka jiwa pun akan tercerahkan, pencerahan jiwa adalah salah satu hakikat haji.

Ada apa setelah haji ? ( haji mabrur )

Ibadah haji yg terakhir dilakukan rasulullah pada tahun 10 H, dikenal dg istilah haji wada ( haji perpisahan/terakhir ) , pada saat itu berkumpul hampir sekitar 120, 000 sahabat. Saat wukuf di Arafah, rasulullah menyampaikan pesan nya yg dikenal dg istilah khutbah haji wada, pesan terakhir rasulullah pada banyak kaum muslimin. Pada saat itu pulalah turun ayat terakhir al Qur’an ; surat al maidah ayat 3,

“Alyauma akmaltu lakum diinakum, waatmamtu ‘alaikum ni’matii waradliitu lakumul Islaama diinaa”.

Artinya: “Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah aku sempurnakan nikmatku atasmu dan Aku rela Islam sebagai agama bagimu.”

Dalam khutbah haji wada tsb, Rasulullah menyampaikan pesan2 penting keagamaan  yg harap difahami dg baik oleh para kaum muslimin, dipraktekkan dan disampaikan pada ummat Islam lain nya, saat mereka pulang dari ibadah haji tsb.

Jadi Haji selain sebagai ibadah individu seorang hamba dengan Allah Yang Maha Pencipta, adalah juga hal yg memberi dampak sosial, kebaikan bagi orang banyak. Diharapkan sepulang ibadah haji, para jamaah haji, banyak membawa kebaikan dan perubahan bagi orang sekitar dan masyarakat pada umum nya. Haji, adalah rukun terakhir dalam rukun islam, setelah rukun2 yg lain nya, syahadat, sholat, puasa, zakat, dimaknakan ,bahwa mereka yg berangkat haji, telah menunaikan dg baik rukun2 islam sebelumnya.

Haji adalah puncak penyempurna dari rukun2 tsb. Sehingga setelah selesai menunaikan ibadah haji, ia bisa menjadi seorang muslim yg sempurna, insan kamil. Seorang muslim yg baik, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah ialah org yg banyak memberi kebaikan bagi orang lain, bukan sekedar kebaikan untuk dirinya sendiri. Jiwa yg telah tercerahkan dalam haji, akan menerangi orang2 di sekitarnya, membawa kebaikan, perubahan menuju kebaikan,memberi dampak sosial bagi masyarakat di sekitar nya.

Kalau kita menyimak sejarah Indonesia, di jaman penjajahan dan kemerdekaan, betapa org2 indonesia yg pulang haji dari Mekah, membawa banyak perubahan dan kemajuan. Pada saat jaman penjajahan, mereka menyadari betapa hakikatnya manusia itu merdeka, tak perlu tunduk pada manusia, sehingga mereka menjadi tokoh2 yg menggerakan perjuangan di berbagai tempat, mulai dari para haji di daerah minang yg dikenal dg istilah paderi yg mengobarkan perang paderi, haji Ahmad Dahlan di Jogja yg mendirikan pergerakan Muhamadyah, para haji yg mendirikan sarikat dagang islam di solo dan Surabaya.

Di jaman menjelang kemerdekaan para haji lah yg menginspirasi berdirinya laskar2 perjuangan, spt haji zaenal Mustafa di tasikmalaya, Haji Wasid di cilegon dan banyak2 tempat lain nya di tanah air. Betapa perjalanan haji mereka dulu, telah membukakan wawasan ttg dunia.

Para tokoh2 pergerakan dunia islam yg mulai banyak dikenal org2 indonesia yg pergi haji ke mekah, telah menginspirasi pula pergerakan menuju kemerdekaan dari para penjajah eropa. Pada saat Indonesia merdeka, negara2 islam di timur tengah lah yg pertama kali memberi pengakuan

Dalam skala masyarakat yg lebih kecil, dalam keluarga, seseorang yg telah melaksanakan ibadah haji, akan memberi pencerahan pada keluarga dan tetangganya. Bukanlah oleh2 haji yg utama, tapi bagaimana jiwa yg telah tercerahkan tersebut, memberi pencerahan jiwa juga pada org2 di sekitarnya. Namun bila perjalanan haji tak terlaksana dg sempurna, tak mustahil bahwa sepulang perjalanan tsb, sebenarnya tak banyak yg bisa diraih, tak banyak yg bisa dirasakan oleh org2 di sekitarnya, para kerabat dan tetangga, selain sekedar oleh2 haji dan status social baru dipanggil dg nama haji, memang tak mudah untuk bisa mendapatkan haji mabrur. Mudah2an dalam pandangan Allah swt, amalnya tetap diterima.

Sebagaimana ibadah sholat, dimana dinyatakan bahwa dg sholat seseorang menjadi lebih baik, memberi kebaikan bagi orang di sekitarnya, itu adalah salah satu pertanda keberkahan ibadah sholat. memberi kebaikan sholatnya. Begitu pula dg ibadah haji, salah satu keberhasilan nya ialah bagaimana perubahan yg terjadi setelah ia pulang haji, perubahan jiwa, karakter, kelakuan, kualitas ibadah dan relasinya dg org lain dan kontribusinya untuk masyarakat banyak.Haji yg dilakukan dg sebaik mungkin,  persiapan yg baik ; materi,ilmu,jiwa dan raga, insya Allah, haji mabrur bisa teraih pula. Amal sosial , memberi kebaikan bagi orang banyak, adalah salah satu parameter dampak keberhasilan ibadah haji.

Pada buku kisah2 kaum Sufi, berjudul “Warisan Para Awliya” karya Farid al-Din Attar, ada cerita dari Abdullah bin al-Mubarak seorang ahli hadits yg terkemuka, lahir pada tahun 118 H/736 M. Abdullah berkisah mengenai seorang bernama Ali bin Muwaffaq seorang tukang sepatu yg berencana menunaikan ibadah haji. Ia telah mempunyai dana yg  cukup hasil dari tabungan nya selama ini.Namun demi mengetahui ada tetangganya, keluarga miskin yg menderita karena kelaparan, maka ia sumbangkan semua dana tabungan haji nya tersebut pada tetangga nya, sehingga ia tak jadi berangkat haji pada tahun tsb.

Abdulllah al Mubarak bercerita, bahwa ia bermimpi bahwa malaikat menyatakan bahwa Ali bin Muwafaq tukang sepatu yg tak jadi berangkat haji tersebut, sebenarnya telah mendapat pahala haji mabrur, walaupun ia tak jadi berangkat haji karena menyumbangkan uangnya pada orang lain yg sedang mengalami kesulitan hidup.

16 comments on “Haji, perjalanan cinta Illahiah

  1. Nasir
    06/10/2011

    Pak Hendra, kalau di Wayang Windu yg berangkat Haji tahun ini, Teman2 dari Security dan Operator,
    salam
    Nasir, pangalengan

    • hdmessa
      06/10/2011

      terima kasih pak Nasir, kabarnya,
      semoga dilancarkan perjalanan haji nya

      salam utk tman2 smua

  2. Wiero Djampang
    06/10/2011

    setuju kang Hendra,,bahwa hal yang paling penting mengetahui dulu hakikat ber”haji”itu.

    seseorang yang pernah menunaikan ibadah haji (khususnya),mabrur atau tdk mbarurnya bisa di lihat setelah melaksanakan haji tersebut.

    Yaitu seperti Kang Hendra utarakan di atas,yakni membawa keberkahan,(manfaat) kebaikan bagi dirinya,keluarganya dan masyarakat juga kepada seluruh makhluk Tuhan.

    Seorang haji yang tidak demikian adalah haji wisata saja,maaf.
    sperti halnya ibadah lainya(shalat)juga begitu,seseorang yang sudah menunaikan ibadah shalat bila shalatnya berkah yaitu dapat menjga dari perbuatan keji dan mungkar.jikalau tidak demikian shalatnya hanyalah shalat olahraga saja..

    Maaf permisi kang Hendra,ini hanya suatu perenungan saja dari opini saya,mudah2an bermanfaat.

    Maksudnya,saya sendiri tersentuh dengan tulisan akang di atas,untuk lebih mengintrospeksi dan melihat kembali amal-amal saya yang selama ini,ternyata masih di kuasai oleh kemunafikan.Tidak atau belum ikhlas karena Allah semata-mata.

    Astagfirullahaladzim.

    salam kang hendra,juga rekan di dubai semua.

  3. hdmessa
    06/10/2011

    terima kasih banyak sharing komentar nya,
    kang Wiero Djampang,

    insya Allah, semoga kita semua berada dalam keikhlasan amal, amien

    salam

  4. melati
    09/11/2011

    Wa’alaikum slm wr wb.

    Sharing yg begitu sarat dg hikmah, disana para jamaah haji hari ini sdg melakukan rukunnya, yaitu wukuf di Arafah, semoga niat ibadahnya di ijabah oleh Alloh SWT.
    Sementara kt yg dsni yg blm diberi kesempatan utk berangkat haji bisa melakukan ibadah sunnah yg tdk sdkt jg pahalanya. Bahkan ada pendapat yg mengatakan bahwa puasa Arafah sbg pengganti ibadah haji bg org2 yg blm mampu melaksanakannya, baik dr segi materi maupun waktu.

    Terima kasih pak Hendra, fithoatillah. .

    -batas melati-

  5. Agung
    09/11/2011

    Wukuf di Arafah adalah miniature dari keadaan saat nanti seluruh manusia berkumpul di Padang Makhsyar setelah Hari Kiamat.

    Salam
    Agung -Pacitan

  6. linda
    05/10/2012

    Tulisan mas hendra tentang haji sangat bagus, saya membaca nya seolah-olah saya yang pergi haji, Emosi saya terbawa. saya menangis dan terharu banget….. ‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩-̩_-̩-̩̩-̩̩̩-̩̩̩) . Terima kasih.

    • hdmessa
      05/10/2012

      terima kasih Linda,
      insya Allah, semoga dimudahkan utk sampai ke tanah suci, amien

      salam

  7. agis
    19/03/2013

    kang,postingannya bagus bgt,sangat mengena! Terima kasih sdh diingatkan bhw yg penting kehidupan ssdh haji bkn dari gelar haji itu sendiri. Btw,kang hendra naik haji dari abu dhabi?pake hamla apa kang?blh tau biayanya?htr nuhun

    • hdmessa
      19/03/2013

      terima kasih kang Agis, coment nya,
      ya, saya berangkat haji dari Abu Dhabi, itulah kelebihan kita berada di sini, kalau dari Indonesia, saya perlu menunggu lama ( waiting list ) , saya berangkat pakai hamla al ghufron di abu dhabi, biaya nya 27,000 dirham ( skitar rp 60 jt ) , kalau di Indonesia kira2 sebanding dg ONH plus, karena fasilitas nya bagus, hotel di mekah & tenda di mina/arafah dekat lokasi nya ( standar UAE )

      salam

  8. I Bagus Prasetio
    27/09/2013

    Terima kasih Pak Hendra atas tulisan yang sangat bagus dan bermakna “dalam” semakin membuat saya tambah introspeksi diri, terharu, lebih bersemangat lagi, semua campur aduk pokoknya! Semoga perjalanan saya, istri, dan semua kawan2 dari Ruwais tanggal 6 oktober nanti dimudahkan oleh Allah Ya Karim dan semua amal ibadah kita nanti diterima olehNya. Salam kompak…

    • hdmessa
      27/09/2013

      sama2 pak Bagus,
      alhamdulillah bermanfaat,

      semua kita mendoakan,
      semoga menjadi haji yg mabrur

      salam

  9. Cacan
    27/09/2013

    Nuhun Kang Hendra…
    Kumaha kabarna di Abu Dhabi ?

    Cacan Agis
    Jakarta

    • hdmessa
      27/09/2013

      alhamdulilah

      sae damang kang Cacan, kumaha oge kabar na ?

      saat ini cuaca mulai sejuk , awal musim dingin. Haji tahun ini di awal pergantian ke musim dingin jadi masih sejuk, tapi 2-5 thn ke depan, musim haji akan jatuh di musim panas

      salam

  10. fitria
    19/11/2013

    izin dijadiin referensi untuk tugas ya🙂

    • hdmessa
      19/11/2013

      silahkan Fitria

      syukur memberi manfaat

      salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 07/09/2015 by in journey inspiration.
%d bloggers like this: