Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Kisah Asep berlian, ragam kehidupan

Bertemu teman lama, ingin bertukar kabar berita, mengurai kisah lama, begitulah saat di Bandung bertemu lagi dg si Asep, sobat seniman yg nyentrik jalan hidupnya. Terakhir bertemu 7 thn lalu masih jomblo dg hidup ala seniman jalanan, ketika teman2 nya yg lain sudah hidup mapan dan berkeluarga. Jadi saat bertemu saya bertanya kabar keluarganya, “Gemana sudah nikah Sep” ?,tanya saya, ia hanya tersenyum saja, alhamdulillah katanya. 

Si Asep, seniman yg pandai gaul & penampilan lumayan, kasep (tampan) kata org Bandung mah ;-)) ( karena itulah org Sunda banyak yg nama nya Asep, berasal dari kata kasep-tampan). Karena itulah saat kuliah dulu, banyak mahasiswi yg mau berteman dg nya, hal ini seringkali membuat teman2 nya yg lain jadi cemburu, hebat euy si Asep, walau kere juga, tapi banyak teman mojang priangannya kata teman2nya bercanda.

Si Asep berasal dari keluarga miskin, ia yatim piatu sejak kecil, terbiasa mandiri membiayai hidupnya sampai juga utk biaya sekolah, hidup pun seadanya saja. Ia anak yg cerdas dan pandai bergaul, sehingga sejak kecil ia sudah banyak teman dan dikenal org banyak. Mengingat kisah hidupnya saya suka terharu juga.

Mengenai mengapa belum nikah juga, si Asep bercerita, bahwa sebenarnya ia telah beberapa kali berencana menikah. Dengan melihat penampilan dan sikapnya yg mudah bergaul, banyak gadis yg senang dg nya dan mau diajak nikah, namun ketika belakangan orangtua gadis tsb tahu bahwa si Asep hanyalah pemuda miskin dg pekerjaan yg tak jelas dan anak yatim piatu yg tak punya keluarga, lamaran nya ditolak, padahal anak gadis nya sudah senang dan mau. Ada juga yg orangtuanya setuju sampai sdh siap dg rencana pernikahan ternyata belakangan ada kerabat dekat si gadis yg menolak keras sehingga gagal maning.

Sampai beberapa kali, saya pernah meminjami si Asep cincin dan mas kawin hanya utk menunjukkan pada calon mertuanya bahwa ia mampu, tapi tetap gagal juga. Ia sampai bilang mungkin ada sampai 7 kali ia gagal ke jenjang pernikahan, hanya karena orangtua sang gadis atau kerabat lain nya tak mau punya menantu pemuda miskin yatim piatu seperti dirinya. Si Asep cerita sambal ketawa2 saja, tak bersedih dg keadaaan tsb, yang ia anggap hanya bagaikan komedi kehidupan saja.

(note: cincin dan mas kawin sy sdh pernah saya pinjamkan juga pada bbrp kawan yg kurang mampu lain nya, alhamdulilah berkah juga)
Si Asep sampai pernah bilang sambil bercanda, saya kira banyak org tua yg tak sejalan omongan dg perbuatan, sejak kecil ingin anak2 nya kelak jadi orang soleh, pintar, baik, tampan. Tapi ketika ada pemuda tampan yg baik hati spt saya ini,mau jadi menantunya, ditolak hanya karena alasan kemiskinan. Kisah mengenai putri raja yg jatuh hati pada pemuda tampan namun miskin nampaknya hanya ada dalam dongeng saja, katanya menggambarkan jalan hidupnya.

Sekali waktu ia bilang, dipikir2 pada matere juga tuh para orangtua, nampaknya sulit bagi saya dapat mertua org Bandung, kagok edan, saya mah mau sekalian nikah dg gadis bule saja lah, katanya sambil bercanda.

Ternyata candaan tsb jadi kenyataan, saat sekitar 15 thn yg lalu ia sempat tinggal di Australia bbrp tahun utk mengajar seni dan juga berpameran. Disana ia bertemu dg gadis Australia yg senang padanya, sampai akhirnya mereka menikah disana. Ia bilang nikah di luar negri mah mudah, saja tak perlu persetujuan orang tua spt di negara kita. Bukan sekedar menikahi bule si Asep pun berhasil mendakwahi gadis bule tsb, utk masuk Islam yg ia jadikan syarat pernikahan, sang gadis ternyata mau juga.

Jalan hidup nya yg nyentrik, khas seniman, penuh lika liku, dijalaninya apa adanya, tak pernah ia mengeluh menyedihkan jalan nasibnya yg tak beruntung. Ia senang2 saja dan selalu optimis melihat masa depan, masalah hidup dihadapi dg senyuman dan canda khasnya, sehingga jarang sy lihat ia stress atau marah2 karena himpitan masalah kehidupan. Sebuah pelajaran berharga ttg sikap yg selalu positif, penuh harapan dianta berbagi permasalahan hidup.

Salah satu kunci keberhasilan si Asep, mengarungi jalan hidup yg unik tsb, ialah kedekatan dg Allah, si Asep saya tahu sendiri, ia seorang pemuda yg taat, ia rajin sholat malam, sering menghadiri pengajian dan banyak membantu org lain, khususnya org2 pinggiran spt pengamen & anak jalanan.

Lama juga ngobrol dengan si Asep di warung ayam goreng, setelah pulang mendengar pengajian di mesjid Madinah, Antapani tempat silaturahmi teman2 Jamaah tabligh kota Bandung. Kalau dituliskan semua cerita2 tsb, akan penuh wall pesbuk ini, setidaknya cerita singkat ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua. Mudah2an di lain waktu bisa disampaikan cerita lanjutan nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 03/09/2016 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: