Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Kisah kang Dadang,life is simple

Saat berhenti di rest area jl tol cikampek, tak dinyana sy bertemu lagi dg teman lama di masa remaja dulu, Dadang namanya. Si Dadang, dulu adalah penjaga mesjid dkt rumah, ia tinggal di ruangan serambi mesjid, saya sering main kesana setelah sholat. Dadang anak yatim dari Ciamis yg merantau ke Bandung, karena pernah di pesantren, ia bagus ngajinya, sehingga diminta jadi tukang Azan di mesjid sambil ngajar anak2 mengaji. Sehari2 ia berjualan koran, atau bantu2 di tetangga sekitar mesjid, dari uang itulah ia membiayai sendiri sekolahnya sampai lulus sma swasta yg murah. Setelah itu sy tak mendengar lagi kabarnya, karena pindah rumah .

Saat bertemu kami pun saling bertukar sapa dan obrolan.

“Dang, kerja dimana sekarang?”

“buka bengkel las & juga borongan bangunan, di Jakarta”, katanya

sudah berapa anaknya sekarang”, tanyaku lagi.

“Alhamdulillah sdh 10, Ndra, katanya sambil tersenyum.

Haah, kataku kaget, yg bener nih ?

“Bener, alhamdulillah Ndra”

Terus sambil tersenyum & berbisik ia bilang, “dari 3 istri, Ndra”.

Haaahhh, tambah kaget lagi saya, tak percaya. Bagaimana mungkin si Dadang anak yatim dari keluarga miskin penjaga mesjid penjual koran, dg penampilan nya yg masih sederhana, sekarang bisa punya keluarga besar, 3 istri dg 10 anak ???

Teringat teman2 masa kecil lainnya beragam nasibnya , ada si Agus anak org kaya yg jadi duda cerai, si Aden malah belum kawin2 sampai setua ini, ada si Ayi yg sekolah tinggi dan jadi pejabat tapi anaknya nakal kena narkoba dan beragam nasib lainnya. si Dadang yg dulu paling sengsara hidupnya saat remaja , malah sekarang hidupnya lebih makmur dibanding yg lain. Begitulah jalan hidup tiap anak manusia susah diduga, rahasia Allah semata.

Saya pun jadi penasaran dan tanya si Dadang, gemana ceritanya bisa punya 3 istri, darimana duitnya membiayai keluarga besar tsb ?

Sambil tersenyum ia cerita, “Ndra sy juga gak nyangka bisa jadi spt sekarang ini,saya hanya berusaha keras mencari rizki dan tawakal pada Allah. Awalnya berat juga penghidupan dulu, dg kerja keras & doa, alhamdulillah rizki spt datang saja pada saya, begitu pula saat menikah dg istri2 tsb spt mudah saja urusan nya. Pertama kali sy menikah dg janda, dg niat mulia utk membantu.

“Memang istri2 nya tinggal dimana saja”, tanyaku; Istri pertama tinggal di rumah merangkap bengkel di Jakarta , yg kedua di Bogor, yg ketiga di Bandung, katanya sambil tersenyum, kebetulan di masing2 tempat tsb sy ada usaha, bengkel & warung, jadi sering keliling keluar kota, alhamdulillah semuanya akur, sering silaturahmi. Di tempat usaha tsb, banyak pula saudara ipar dari istri2 yg ikut bekerja, alhamdulillah bisa menyediakan lapangan kerja utk 3 keluarga besar tsb, ini juga saya lagi jalan bareng naik mobil dg kakak ipar sy yg di Bandung, alhamdulillah baik hubungan dg para mertua & keluarga besarnya.

“Haaah, “, tambah kaget saja sy mendengar ceritanya, hebat euy ia bisa mengurus semua hal tsb. Apa pula leadership skill & ilmu manajemen strategi yg digunakan nya ?. 

Saya bayangkan diri sendiri ngurus keluarga kecil saja sdh repot, apalagi ngurus keluarga sebanyak itu. Ia bercerita tak ada rumus khusus mengurus semua hal tsb, jalani saja hidup ini apa adanya, kerja keras, doa & bersyukur.

Tiap orang sdh ada jalan hidup masing2, jalani & syukuri apa yg ada. Gunakan sebaik mungkin karunia dari Allah ini, tunaikan kewajiban sbg kepala keluarga dg baik, menjadi jalan rizki utk banyak orang, hidup di dunia hanya sementara katanya, bagi sy sekarang dunia ini sdh cukup, sekarang saya hanya ingin banyak beramal utk akhirat. Keluarga sebanyak ini pun tak akan mengikuti saya sampai alam kubur kelak. Mudah2an anak yg banyak ini bisa jadi amal jariyah yg mendoakan saya saat telah meninggal kelak. Termenung saya mendengar cerita & nasihatnya. 

Tiba2 teringat pesan guru sy dulu, “tong hayang jiga batur”, jangan ingin spt org lain, mengingatkan saya utk tidak ingin ikut2an jadi spt si Dadang karena punya banyak istri😄, 

tapi hikmahnya ialah utk mengambil pelajaran dari usaha keras & jiwa tawakalnya si Dadang. Belajar bagaimana usaha bisnisnya bisa membuka lapangan kerja banyak orang, bagaimana ia menyambungkan tali silaturahmi 3 keluarga besar.

Tiap2 org sdh punya jalan takdir nasib masing2. Ada kata pepatah : org yg bahagia, ialah org yg mensyukuri jalan hidupnya, apa adanya, karena itulah karunia Allah, subhanallah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 03/09/2016 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: