Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Haji & do’a kaum Dhuafa


Di dinding rumah di Bandung tergantung lukisan lama, lukisan abstrak kaligrafi yg menggambarkan kabah dan org yg tawaf. Lukisan ini digambar oleh Asep Berlian, teman saya seniman dhuafa yg nyentrik.

Ceritanya dulu saya sering ngobrol dg si Asep mengenai niat saya utk berangkat haji, tapi apa daya duit tak cukup, kalaupun ada uang perlu nunggu lama (waiting list) serasa jauh sekali harapan tsb, kita anggap obrolan mimpi saja.
Sebagai seniman si Asep hanya bisa membantu teman nya dg membuatkan lukisan yg menggambarkan cita2 tsb, akhirnya ia membuatkan saya lukisan abstrak ttg kabah dan org yg tawaf dg kaligrafi asma Allah yg memenuhi langit, sebagai tanda terima kasih dan sekalian sodaqoh saya berikan uang ala kadarnya sebagai pengganti lukisan tsb, si Asep senang sekali dan mendoakan agar saya bisa meraih cita2 tsb. Setelah itu ia sering memanggil saya dg panggilan kang haji, yg saya anggap bercanda saja.
Bertahun2 lukisan tsb tetap tergantung di rumah dan saya pun sadar, tetap tak mudah utk mewujudkan nya dalam kondisi susah saat itu, selain perlu dana besar, juga perlu menunggu bertahun2 (waiting list). Sempat juga buka tabungan haji, ternyata susah utk bertambah yg ada malah uangnya kepake utk keperluan lain. Akhirnya mimpi tsb hanya menggantung saja dan terlupakan.
Tak dinyana ternyata beberapa tahun kemudian hal tsb tampak mulai bisa terwujud, tanpa disangka2 sebelumnya saya dapat kesempatan kerja di negeri gurun pasir Abu Dhabi, saya ambil saja kesempatan tsb dg meninggalkan posisi kerja saya yg sudah mapan & nyaman di Indonesia dg niat utama mudah2an bisa lebih mudah utk menunaikan ibadah haji. sebuah pilihan yg berat.
Tapi walau sdh dekat tanah suci, tak mudah juga, banyak juga hambatan dan halangan nya, keterbatasan kuota haji, pernah juga kena tipu oleh agen haji, untung bisa balik lagi duitnya dan berbagai hambatan lainnya.
Akhirnya sampai juga kesempatan tsb di tahun 2010, ada teman yg mengabarkan kesempatan untuk bisa berangkat haji dg quota haji negara tsb. Karena penduduknya sedikit masih ada sisa kuota haji untuk expatriat asing yg tinggal disana, namun tetap di seleksi juga karena expatriat yg ingin naik haji jumlahnya lebih banyak daripada sisa kuota tsb.
Pada bulan ramadhan saya daftar pada salah satu agen haji Abu Dhabi, alhamdulillah bulan zulhijah bisa berangkat haji (3 bulan proses), berangkat dari Abu Dhabi, dengan naik bis sampai tanah suci, seru juga perjuangan beratnya di perjalanan. Alhamdulilah kesempatan mulia yg rasanya mustahil bisa terwujud bbrp tahun yg lalu.

Saya jadi teringat dg lukisan kabah yg diberikan si Asep tsb dan juga doa tulusnya pada saya waktu itu utk bisa menunaikan ibadah haji, alhamdulillah semuanya atas kehendak Allah pula, namun ada jalan2 utk mewujudkan nya, antara lain ialah doa dari orang lain, dan doa dari orang soleh, kaum dhuafa, org miskin, org teraniaya, akan cepat dikabulkan. 
Biasakanlah utk menolong org2 miskin, org dhuafa, org teraniaya, kelak mereka dg tulus akan memintakan doa kebaikan utk anda, dan doa mereka makbul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11/09/2016 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: