Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Nafas “kehidupan” di kuburan mewah

“Breath of life”, nafas kehidupan, demikian tulisan pada bangunan megah di sebuah taman indah berbunga di pebukitan indah dg danau di tengahnya. Banyak bangunan megah & rumah mewah tersebar di tempat ini dg rerumputan hijau di sekitarnya. Di tepi danau terdapat restauran, kolam renang, gedung kantor & tempat ibadah. Saya kaget menyaksikan tempat indah seperti ini, karena teman yg mengajak saya jalan2 kesini tadi bilang mau ngajak saya melihat kuburan, 

“Jang, tadi katanya mau ngajak saya ke kuburan, kok dibawa kesini” ujar saya heran ??.

sambil tersenyum si Jajang bilang ,”benar ndra, gak percaya yah, beginilah kuburan mewah !”.

Akhirnya faham juga mengapa si Jajang ngajak saya jalan2 kesini, area kuburan mewah yg unik, jauh dari bayangan kita selama ini ttg kuburan yg angker & menakutkan, tempat ini jauh berbeda.

Memang lama saya penasaran pada tempat ini, sering ke Jakarta lewat jl tol cikampek di pinggir jalan lihat plang besar kuburan mewah di daerah Karawang barat yg saya kira mirip2 saja spt kuburan cina yg unik di berbagai tempat, tapi kuburan ini sungguh berbeda.

Si Jajang cerita, kuburan mewah ini banyak pula type2 ukuran bangunan kuburan nya, mirip ukuran type2 perumahan, ada type kecil sampai paling besar , yg paling kecil saja sdh ratusan juta harganya,klu yg besar spt gedung dg tulisan breath of life itu bisa miliyaran rupiah harganya !. 

Tak habis mengerti saya kok ada juga org yg mau menghabiskan uang banyak untuk kuburan ??

Jajang cerita ; Org2 biasanya beli lahan satu paket utk keluarga, jadi sdh tersedia juga stock liang kubur utk keluarga yg masih hidup. Di area kuburan tsb dibangun rumah mewah lengkap dg peralatan rumah tangganya, piring, gelas dll, ada yg merawat juga. kalau ada keluarga yg ziarah kubur kesana, bisa sekalian istirahat disana. Bisa juga sekalian makan di restoran atau berenang di kolam renang, jadi ziarah kubur disulap bagai kegiatan wisata yg menyenangkan. Kebayang apa malam2 itu para mayit pada keluar dari kuburan utk makan malam di rumah mewah tsb 😱
Tambah heran saja saya karenanya, karena menurut keyakinan saya ziarah kubur adalah utk mendoakan mayit di alam kubur & juga sebagai pengingat bahwa kita akan sampai juga kesana kelak, kuburan bukan tempat utk bersenang2. 

Saya pun jadi teringat bagi sebagian etnis /kepercayaan tertentu, harta kekayaan dunia bisa dibawa mati, orang mati pun ingin hidup enak di alam kubur sana,menurut kepercayaan mereka. Karena itulah harta benda kemewahan dunia ditampilkan di kuburan mewah tsb. Berlainan dg keyakinan saya sebagai muslim bahwa harta kekayaan & keluarga tak dibawa ke alam kubur, hanya amal kebaikan & doa anak yg soleh yg menemani di alam kubur kelak. Walau orang kaya banyak harta tapi kalau berdosa akan sengsara mendapat siksa di alam kuburnya !. Orang miskin namun banyak amal ibadah akan lapang & nyaman di alam kuburnya. Hakikatnya “harta” yg menemani kita sampai mati kelak adalah harta yg telah disedekahkan; zakat, infaq, sodaqoh, wakaf itulah sebenarnya “harta” hakiki kita kelak, bukan harta milik di dunia yg hanya sebatas kematian.
Orang2 kaya yg membangun kuburan dg segala kemewahannya menggambarkan pula betapa ada keinginan utk hidup bahagia di alam akhirat kelak, namun sebenarnya bukanlah harta kekayaan yg jadi bekal utk bisa menghantarkan kita kesana, tapi amal kebaikan & ibadah lah yg menghantarkan nya. Rasul yg mulia pun, saat wafat nya tak banyak meninggalkan harta kekayaan.

Saya pun jadi termenung karenanya, seandainya kelak telah sampai pula kesana ( alam kubur), apalah pula bekal amal kebaikan yg telah disiapkan ??

“Ya, Allah ampunilah dosa2 hamba Mu ini, terima lah amal kebaikan & ibadah ini, semoga tak sia2, berilah kebaikan di akhir kehidupan (husnul khatimah), lapangkanlah di alam kubur, jauhkan dari api neraka, masukkanlah dlm surgaMu , doa untuk ku, keluarga ku dan seluruh kaum muslimin”, amin

Hadits nabi ;” orang mukmim yang paling cerdas ialah org yg banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapinya” (Hadist riwayat Ibnu Majah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17/09/2016 by in Uncategorized.

Navigation

%d bloggers like this: