Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Menjelajah gurun pasir menuju tanah suci

Saat berkendara melintasi jalanan gurun pasir di negara Saudi yg luas membentang sampai ke ujung langit, di ujung jalan dari kejauhan tampak langit mendung spt mau hujan, saat sampai kesana langit tambah gelap tapi tak ada air hujan, yang ada adalah hembusan angin kencang membawa pasir2 halus yang seperti membilas mobil dg suara gemerisiknya, pandangan jalan tampak mulai kabur. Di langit mendung tampak cahaya kilat berloncatan di langit membawa suara gemuruh petir yg menakutkan, mobil pun ikut bergetar karenanya, mobil pun berhenti di pinggir jalan, bahaya kalau terus berjalan di tengah badai gurun seperti ini.

Demikianlah sekilas kisah dalam perjalanan kami dihadang badai gurun ketika melintas gurun pasir di Saudi saat pergi umroh.

Saat tinggal di Abu dhabi dulu, saya biasa membawa kendaraan sendiri melintasi gurun pasir luas untuk ziarah umroh menuju tanah suci. Jarak total perjalanan bolak balik hampir 3000 km, perjalanan yg melelahkan dg banyak hambatan. 

Saya memulai perjalanan dari Ruwais, kota kecil di bagian barat Abu Dhabi, tempat tinggal keluarga kami selama 7 tahun ini, bersama sekitar 400 keluarga Indonesia lain nya.
Ruwais adalah kota mandiri yg dibangun oleh Adnoc, perusahaan negara yg mengelola kekayaan minyak & gas negara UAE, penghasil minyak no 5 dunia. Ruwais sudah dekat dengan batas negara UAE dg Saudi Arabia, 

Dalam perjalanan umroh ini, kami pergi berombongan 4 mobil, keluarga Indonesia yg tinggal di Ruwais.Berangkat dari Ruwais saat dini hari, sekitar 1 jam perjalanan sudah sampai ke perbatasan utk mengurus visa & dokumen imigrasi. Hanya warga UAE atau warga negara asing yg punya ijin tinggal, permanent resident visa dan visa Saudi, bisa melewati batas negara ini. Urusan imigrasi disini sebentar saja karena tak banyak pelintas negara. Begitu tahu kita orang Indonesia yg mau pergi umroh, petugas imigrasi UAE maupun Saudi begitu akrab dg kita dan memudahkan urusan imigrasi, alhamdulillah.


Memasuki daerah Saudi saat pagi hari, kita isi bensin mobil, sarapan pagi dan beli perbekalan lain nya, karena kita akan menempuh perjalanan yg cukup berat, melintasi jalanan gurun pasir kosong, empty quarter yg sepi jarang penduduknya dan sering terjadi badai gurun. Gurun pasir ini adalah salah satu gurun pasir terluas di dunia, terbentang di 4 negara, tak berpenghuni sejak jaman dulu kala, kehidupan mulai berdenyut disini setelah minyak ditemukan.
Ruas jalan batha-kharaj menuju Riyadh dikenal sebagai salah jalan yg berbahaya di dunia, jalan lurus sejauh 300 km, melintas gurun pasir yg jarang ada penduduk, jarang pom bensin dan sering terjadi badai gurun. Bahaya lain nya ialah bila mobil kehabisan bensin atau mobil rusak kehabisan bekal di tengah gurun pasir jauh kemana2 gak ada penduduk/kota. Jalan gurun pasir yg lurus datar sepi, membuat mudah ngantuk dan bahaya saat kecepatan tinggi mobil tak terkendali. 

Awal perjalanan kami melintasi jalan raya gurun pasir, sampai sekitar 100 km aman2  saja, tapi kemudian di tengah perjalanan dari jauh tampak langit mendung spt mau hujan, kami terus jalan melewati langit yg  mendung tsb, tapi tak ada air hujan, tiba2 datang angin kencang dg suara bergemuruh membawa pasir halus yg seperti menari2 di jalanan dan menggerus kaca mobil, pandangan jadi kabur, kami pun melambatkan jalan kendaraan kemudian berhenti di pinggir jalan, badai gurun pasir menghadang kami di tengah perjalanan, saya hanya berdoa ” Ya, Allah lindungi lah kami dalam perjalanan ke rumah Mu yg suci ya Allah”.

Terkurung di tengah gurun pasir luas yg sepi di negeri orang dalam suasana langit gelap, angin kencang membawa pasir halus dg suara gemerisik, cahaya kilat berloncatan di langit membawa suara gemuruh petir yg menakutkan, mobil pun ikut bergetar. Dalam kondisi seperti ini terasa begitu kecil & lemahnya manusia, hanya dengan rasa yakin akan pertolongan Allah saja lah yg menguatkan jiwa ini.  Setelah menunggu sekitar 20 menit tampak badai agak mereda, walau pandangan ke depan masih buram, kami melanjutkan perjalanan dg jalan lambat2, pasir halus tertiup angin spt menari2 di atas jalan, lampu mobil dihidupkan agar jelas pandangan ke depan, padahal ini siang hari. Setelah jalan perlahan sekitar hampir 10 km, tampak langit mulai terbuka, area badai gurun telah dilewati, alhamdulillah, kemudian kami mencari pompa bensin terdekat utk isi bensin, membersihkan mobil yg berdebu terkena badai gurun dan menambah bekal makan-minum.

Alhamdulillah akhirnya rombongan kendaraan kami bisa melaluinya dg selamat, dan sampai di kota Riyadh sekitar jam 2 siang, kami istirahat sholat, makan dan isi bensin. Riyadh adalah ibukota Saudi, kotanya cukup luas dan modern dg gedung2 tinggi & jalan layang.
Dari Riyadh kami melanjutkan lagi perjalanan melintas jalan raya Riyadh-Mekah yg cukup panjang, 800 km.
Waktu di perjalanan menuju Thaif, dekat Mekah, mobil tiba2 rusak, arah mobil  agak belok tak terkendali setir, mobil pun berhenti di pinggir jalan, saya cek ban oke2 saja gak kempes, nampaknya ada masalah dg kaki2 atau per mobil, harus dibawa ke bengkel , padahal sudah malam hari, di luar kota lagi. Akhirnya mobil dipaksakan jalan perlahan seadanya cari bengkel, ada ketemu bengkel tapi sdh tutup karena sdh tengah malam, hampir putus asa, mau gemana lagi ..???. Bayangkan Tengah malam, di negeri orang , mobil rusak di tempat sepi 😭

Akhirnya tawakal saja pada Allah, cari penginapan terdekat, biarkan mobil di parkir apa adanya. Hanya bisa berdoa saat bangun subuh. Ketika  hari mulai terang, dari jendela hotel tampak di sebelah hotel ternyata ada bengkel, akhirnya saya bawa mobil kesana, alhamdulillah dg bahasa arab pas2an tambah bahasa isyarat saya bicara dg montir & pemilik bengkel mengenai kerusakan mobil.Sambil ngobrol2 ternyata mereka orang Yaman, begitu tahu kita dari Indonesia mereka senang sekali dan jadi tambah akrab, “anta indunisi, masya Allah”, ya habibi. Ternyata ia punya saudara jauh juga di Indonesia, karena org arab di Indonesia kebanyakan adalah arab perantauan dari negeri Yaman. Ia pun dg senang hati mau membetulkan mobil , montir nya pun handal, bisa menemukan masalah mobil, ternyata ada bagian komponen mobil yg rusak, diganti baru dan mobil sudah pulih kembali, siap melanjutkan perjalanan, alhamdulillah.


Kota Thaif sekitar 70 km sebelum Mekah, adalah juga tempat miqot, batas area tanah suci, dimana orang yg mau umroh harus mandi dan pakai baju Ihram. Miqat sail al kabir atau qornul manazil di pinggir kota Thaif adalah miqat utk para jemaah dari arah timur Mekah. Harusnya jamaah umroh dari Indonesia mulai pakai baju ihrom di batas ini, biasanya klu jamaah yg naik pesawat, ganti baju nya di pesawat, sehingga saat turun di Jedah airport sudah pakai ihram. Sebagian jamaah Indonesia yg berangkat lewat Madinah, pakai ihram nya di miqat byr Ali dekat kota Madinah arah ke Mekah.

Setelah mandi dan pakai baju ihram di Miqat kami berdoa bersama karena akan memasuki tanah suci, bismillah. Saya pun nyetir mobil dg pake baju ihram, awalnya agak kagok juga, tapi akhirnya biasa juga.

Jalanan dari Thaif ke Mekah, adalah jalan pegunungan yg berliku liku. Dalam sejarah nabi kota Thaif dikenal sebagai tempat dimana Nabi pertama kali berdakwah, namun ditolak oleh penduduknya, sehingga Nabi pulang lagi ke Mekah. Melewati jalanan gunung batu yg berliku ini, saya bisa membayangkan betapa beratnya perjuangan Nabi saat itu, jalan kaki dari Mekah ke Thaif. 
Ziarah ke tanah suci melalui jalan darat melintasi hamparan gurun pasir, melewati tempat2 bersejarah, membuat kita bisa merasakan lagi suasana nyata perjalanan nabi & para sahabat di jaman nabi dulu.
Setelah melewati jalanan yg berliku2 akhirnya mulai tampak dari kejauhan pebukitan2 sekitar kota Mekah. Mekah bagaikan kota yg berada di tengah kuali besar, karena sekelilingnya adalah bukit2 batu, karena jalanan menuju kota Mekah melalui jalur2 terowongan yg menembus bukit batu, kecuali dari arah Madinah yg terbuka. 
Untuk jamaah yg bawa kendaraan sendiri di luar kota Mekah ada disediakan tempat parkir besar Kuday yg aman & gratis, biasanya org melanjutkan perjalanan ke dalam kota Mekah dg naik taxi atau bis, karena tempat parkir terbatas sekali.
Begitu melihat dan memasuki gerbang kota suci Makah al mukaramah, betapa terharu jiwa ini, rasa letih perjalanan panjang melintas gurun pasir serasa sirna, berganti dg rasa bahagia, tak terasa air mata haru pun mengalir hangat, subhanallah,ya Allah telah Engkau sampaikan hamba Mu ini ke kota suci Mu, subhanallah. 

Rasa getaran jiwanya lebih membahagiakan daripada perasaann saat kembali ke kampung halaman atau saat anak muda mendatangi rumah kekasihnya. 

Tiba2 saya jadi teringat kisah klasik “Laila Majnun”, dimana ada diceritakan moment indah saat Majnun dalam perjalanan menuju kota dimana Laila sang kekasih sejatinya tinggal, betapa saat mencapai gerbang kota, walaupun belum sampai ke rumah Laila kekasih nya, demi melihat gerbangnya saja hatinya telah bergetar penuh gemuruh, walau tak bisa menemui Laila, dengan mengusap dinding pagar pun telah mencukupi baginya.
Hal tersebut menggambarkan betapa dalam nya kedekatan batin kita, betapa kuatnya kerinduan terhadap sesuatu yg dicintai. Hal yg sama akan terasakan pula, saat dalam perjalanan menuju tanah suci. 

Dalam perjalanan menuju Mekah, saat melalui bukit2 berbatu, melintasi terowongan menembus bukit, sekitar kota mekah, dari kejauhan akan tampak menjulang tiang2 tinggi mesjidil haram, menara jam besar, suara adzan yg mengalun merdu, ditimpali suara lantunan ayat suci al qur’an yg terdengar dari toko kaset di pinggir jalan, memberikan suasana kehangatan jiwa,rasa bahagia.  Hati akan bergetar deras karena nya , bagaikan perasaaan saat sampai di tempat kekasih hati yg telah lama dirindukan.
Bayangkan kita akan sampai ke kota suci, dimana terdapat rumah Allah, Kabah, Allah yg menciptakan kita semua dan alam luas ini, subhanallah, Allahu Akbar.

Sampai di kota Mekah kami ke hotel dulu check in sekalian menyimpan koper & barang2. Hotel yg kami pesan, hotel kecil yg sederhana saja, tapi sangat dekat dg Masjidil haram, cukup jalan kaki saja sekitar 10 menit. Setelah beres check in, kami pun berjalan ke masjidil haram utk ibadah umrah. Melewati gerbang mesjid dari kejauhan tampaklah Kabah yg berlapis kain hitam, subhanallah, langkah kaki ini terhenti sejenak, tertegun melihat Kabah yg suci, inilah Kabah yg menjadi arah ibadah sholat orang seluruh dunia, sepanjang waktu, subhanallah.


Jamaah berpakaian putih yg berjalan beriringan mengelilingi Kabah, begitu indahnya, bagai laron yg mengelilingi lampu di malam hari, indah & harmonis sekali.

Kalau diandaikan magnit besar, kabah bagau energi besar yg menggetarkan dan menarik jiwa manusia, bagaikan “power bank” raksasa yg men “charge” batin manusia yg lemah (low battery), Subhanallah, pengalaman batin yg sulit dijelaskan dg kata2. 

Sekarang saya bisa mengerti mengapa kaum muslimin seluruh dunia terpanggil utk datang ke tempat suci ini.
Setelah menyelesaikan ibadah umroh, tawaf, sa’i & tahalul, kami pun kembali ke hotel utk istirahat

Kami tinggal selama 3 hari di Mekah yg terasa begitu sekejap saja, tak ingin rasanya pergi. Setelah tinggal 3 hari, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Madinah, kota Nabi yg mulia.

Jarak Mekah Madinah sekitar 400 km yg ditempuh sekitar 5 jam perjalanan, jalanan nya lebar & mulus, lebih bagus daripada jalan tol di negeri kita, tapi disini gratis 😊, kagum dg usaha raja Saudi memuliakan jamaah dg membuat infrastruktur jalan yg bagus. Jalan menuju Madinah melewati banyak gunung batu, melewati jalur ini, teringat pula dg jalur yg digunakan Nabi saat hijrah dulu dg menggunakan onta selama 5 hari perjalanan, betapa beratnya perjuangan beliau dulu.
Menjelang masuk daerah Madinah terasa suasana yg khas, kota Madinah yg lebih subur, lebih sejuk dan lebih datar dibanding Mekah yg berbukit2, hal ini tergambar juga pada karakter org Madinah yg lebih lembut.  


Ziarah ke Madinah, bagaikan hendak menemui Nabi yg mulia, rasa cinta pada beliau membuat diri ini ingin cepat sampai kesana. 

Memasuki kota Madinah, dari kejauhan tampak tiang2 tinggi mesjid Nabawi, di Madinah ada ketentuan, tinggi gedung tak boleh lebih tinggi daripada menara mesjid nabawi, melihat menara2 tinggi bercahaya itu, hati pun bergetar, Allahumma sholi ala Muhammad.


Alhamdulillah sampailah pula kami ke hotel dekat mesjid Nabawi, setelah istirahat sejenak kami pun berangkat ke mesjid nabawi. Suasana mesjid nabawi relatif lebih teratur & rapih, setelah sholat biasanya orang datang ke dekat mihrab Imam utk mengunjungi area rawdah dan makam Nabi. Tempat ini dulunya adalah rumah Nabi yg berada di samping mesjid, karena perluasan mesjid, area tsb jadi bagian mesjid. Rawdah adalah tempat yg mulia, sampai dianalogikan bagai “taman surga”, tempat doa yg makbul, sehingga org2 banyak datang kesana.

Berada di Rawdah, mengunjungi makam nabi, kita seolah2 sedang bertamu ke rumah nabi. Duduk berzikir di rawdah, batin ini begitu sejuk & khusyu, seolah2 sedang beribadah bersama Nabi yg mulia, mengingat perjuangan beliau utk kita umat nya, “Allahumma shali ala Muhammad”, tak terasa air mata haru pun mengalir.

Selama di Madinah, kami juga mengunjungi tempat2 bersejarah di jaman nabi. Dengan mengunjungi tempat2 bersejarah tsb, makin menguatkan ke imanan, menjadi haqul yaqin ( percaya sepenuhnya), karena ainul yakin ( melihat langsung), hilanglah keraguan terhadap Allah & Rasul Nya.

Setelah 3 hari di Madinah, kami pun melanjutkan perjalan pulang kembali ke rumah di Ruwais, Abu dhabi, masih perjalanan panjang,1500 km selama 2 hari.


Dalam perjalanan umroh ini, biaya total utk satu keluarga (transport, hotel, konsumsi, visa, imigrasi dll) adalah sekitar 9000 dirham ( sekitar Rp 30 juta, utk total 6 org), relatif murah karena kita milih hotel yg murah saja asal dekat mesjid, makanan pun sederhana saja, gak banyak belanja, itikaf di mesjid, pokoknya umroh paket hemat yg penting mabrur & meningkatkan keimanan.
Semoga rekan2 pembaca semua, dimudahkan juga utk sampai ke tanah suci, Amin

Advertisements

7 comments on “Menjelajah gurun pasir menuju tanah suci

  1. Muliawan
    20/01/2017

    Wah, pendek sekali waktunya. Mungkin karena jatah cuti yang sebentar. Dengan berkendaraan sendiri, sebenarnya berziarah bisa lebih leluasa kalau waktunya panjang. Di Thaif bisa menjelajahi kebun2. Di sekitar Makkah, banyak milestone gerakan Islam pada masa awal dan yang terutama bay’at Ridhwan. Dalam perjalan Makkah-Madinah dapat menyimpang ke Badr tempat 313 mujahidin merubah sejarah Arab. Selain tempat2 sekitar Madinah, jalan ke utara sedikit mengunjungi Mada’in Shalih yang jarang orang Indonesia ke sana. Baru kemudian pulang ke Ruwais.

    • hdmessa
      20/01/2017

      Betul pak Muliawan sebentar saja menyesuaikan dg waktu cuti. Terima kasih saran2 tempat kunjungan nya, mudah2an bisa kesana di lain waktu

  2. Zamroni M
    21/01/2017

    Semoga Allah memberikan kembali kesempatan berumrah kepada keluarga kang Hendra. Salam untuk keluarga

    • hdmessa
      21/01/2017

      Amin, sukron ya akhi
      Kaif halak ?
      Semoga keluarga Zamroni pun dimudahkan utk kembali ke tanah suci, salam utk keluarga & sobat2 di Ruwais

  3. andi
    23/01/2017

    1.kita yang bukan permanent residet kesulitan tidak masuk ke KSA dari UEA/Qatar…yang disiapkan hanya visa Umrah ?

    2. adakah Bus reguler dari Abu Dabhi ke Riyadh ? kemungkinan untuk stay 1-2 malam di Riyadh. Klo Bus reguler Riyadh – Mekkah/ Madinah mungkin banyak ya ?

    • hdmessa
      23/01/2017

      Yang disiapkan visa umroh & resident vida UAE
      Setahu sy ada bus reguler Saptco (saudi) ke Mekah atau Riyadh, tapi agak jarang, bisa cari info di internet. Biasanya agen umroh ada menyediakan bis juga

  4. hdmessa
    23/01/2017

    Kalau tidak ada resident visa, masuknya langsung ke Saudi, tak bisa lewat negara lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20/01/2017 by in Blogroll.
%d bloggers like this: