Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Tuan Guru Bajang, sang Pemimpin


Pemimpin suatu kaum adalah juga pelayan rakyatnya,tapi bukan berarti ia menjalankan semua kehendak rakyatnya, karena belum tentu hal tsb memberi kebaikan dalam jangka panjang. Pemimpin mengarahkan & membimbing rakyatnya menuju kebaikan. Pemimpin juga men transformasi kan nilai2 kebaikan pada kaum nya, seperti yg dilakukan oleh para Nabi. 
Sebagai contoh nabi Muhammad telah berhasil mengubah makna cinta pada masyarakat arab jahiliyah dulu yg suka dg syair2 cinta kasih sayang antara anak manusia, menjadi cinta pada kebenaran, cinta ketuhanan. Hal tsb tampak dari para sahabat nabi yg berubah menjadi begitu bergelora semangat cinta membela kebenaran, memperjuangkan nilai2 Ilahiah sehingga agama Islam berkembang & menyebar luas saat itu.

Menarik sekali ungkapan yg disampaikan oleh Tuan guru Bajang, gubernur NTB saat ceramah Ramadhan di mesjid Salman ITB, beliau benar2 seorang guru dalam arti sebenarnya.TGB begitu namanya sering disingkat media adalah seorang pemimpin muda negeri kita yg namanya sedang berkibar saat ini, nama lengkap nya Muhamad Zainul Majdi, sudah 2 periode menjadi gubernur NTB, dia dinilai pemimpin yg berhasil membangun daerahnya, masih muda usia 45 thn. TGB berasal dari keluarga pesantren, ayah & kakeknya adalah ulama besar yg mengelola pesantren di NTB, istilah tuan guru, adalah panggilan khas masyarakat disana utk ulama nya. Beliau lulusan universitas Al Azhar, Mesir, hafizul Qur’an, memiliki ilmu agama yg mendalam, tapi juga menguasai ilmu kepemimpinan dg baik. Akhlaknya begitu mulia, merendah tidak angkuh dan ramah pada semua orang bahkan pada orang yg membenci nya spt pernah terjadi saat ada kejadian yg tidak mengenakkan saat berada di Changi, airport Singapore yang sempat ramai diberitakan media. 

Sebelumnya banyak dengar nama beliau di media, bahkan sampai ada yg mengusulkan nya untuk jadi RI-1 saat pilpres thn 2019 nanti, saya pun jadi penasaran spt apa sih orang nya ? .Alhamdulillah di mesjid Salman ITB Bandung, saya sempat bertemu langsung dg beliau dan mendengar ceramahnya seperti yg saya kutip di atas.
Saat ceramah ia sempat ditanya mengenai banyak orang yg mengusulkan beliau utk maju jadi calon RI-1 dalam pilpres nanti, ia menjawab dg bijak;
“Saya tak mau bilang ya atau tidak”,

Kalau bilang “ya”, khawatir akan menimbulkan perpecahan umat.

Kalau bilang “tidak”, itu adalah bagai menampik amanah, tidak menghargai org2 yg memberi kepercayaan pada saya.

Biarlah semua nya berjalan dg alami. Saat ini semangat umat Islam sedang berkembang, hal tsb harus dikanalisasi, dialirkan dikelola dg baik untuk melahirkan pemimpin2 baru yg dibutuhkan ummat. 

Jawaban yg sangat bijak, dari hal ini saya melihat beliau memang memiliki kapasitas seorang pemimpin yg cerdas & bijaksana

Sebagai penghafal Al Qur’an beliau memiliki daya ingat yang kuat, ia bisa berceramah lama tanpa teks, mengalir jelas dengan intonasi yg kuat, ayat Qur’an, Hadits nabi dan kalam hikmah lain nya bisa ia jelaskan dengan lancar.

Kedalaman ilmu agama dan ilmu duniawi nya, membuat ia bisa menterjemahkan konsep2 & praktek kepemimpinan dari kaidah2 agama; kitab suci, hadits, sejarah sampai kaidah praktis politik Islam spt buku Ahkamus Sultoniyah yg ditulis Imam Almawardi di jaman khalifah Abasiyah yg saat itu jadi super power dunia di masanya. beliau banyak juga mengambil konsep dari buku ini dalam praktek kepemimpinan nya sebagai seorang gubernur. Beliau memang pemimpin yg cerdas bukan pemimpin “karbitan”. 


Ia bercerita pula bahwa pemimpin harus bisa juga mengayomi semua orang dari berbagai latar belakang & agama, bahkan tak hanya manusia juga harus melindungi alam, hewan & lingkungan.
Seorang pemimpin muslim, tak hanya terpaku pada perjuangan menegakkan symbol2 agama belaka, tapi lebih pada menebarkan esensi agama sebagai rahmat, kebaikan bagi seluruh alam.
Beliau memberi contoh menarik ttg bagaimana ia mengembangkan daerah pulau lombok sebagai daerah wisata yg unik,wisata halal, tempat wisata alam yg tak kalah indah daripada Bali, tapi tak ada dampak penyakit masyarakat spt minuman keras & free sex, sehingga Lombok mendapat branding yg khas dibanding Bali. Penduduk, pengusaha hotel & restoran pun senang karena usaha nya maju, semua org, penganut agama apapun merasakan mendapat kebaikan karena nya.inilah salah satu contoh bagaimana esensi nilai agama Islam diwujudkan dalam masyarakat oleh seorang pemimpin muslim yg memberi kebaikan bagi semua orang.

Dasar dari kepemimpinan itu semua adalah keimanan dan ilmu. Ilmu adalah cahaya yang disampaikan Allah pada hati tiap manusia. Dengan ilmu itulah ia bisa menerangi kehidupan dan sesama manusia, subhanallah.

Note: Tulisan ini didasarkan pada pertemuan & ceramah Ramadhan TGB di mesjid Salman ITB, Bandung, 4 juni 2017. Ada beberapa kutipan di luar ceramah beliau adalah narasi penulis sendiri, semoga bermanfaat.

Advertisements

One comment on “Tuan Guru Bajang, sang Pemimpin

  1. Oded Agus Oded Setiadi
    05/06/2017

    Alhamdulillah sudah rindu peminpin kaka gini, terbayang masadepan ketiga anakku 5-20-30 taun lagi dipimpin dalam suasana lebih religius, damai jauh dari hiruk pikuk konflik. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 05/06/2017 by in Blogroll.
%d bloggers like this: