Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Belajar dari kisah Ucok durian, Medan

”Belum sah ke Medan kalau belum datang ke Ucok durian”, demikian slogan yg terpasang di lokasi tempat makan Ucok durian di daerah Aur Medan.

Kebetulan saat saya kesana bang Ucok sedang disana juga melayani pembeli, saya pun ajak ngobrol2, ternyata ia orang Minang yg besar di Medan, saya ajak ngobrol dg bahasa Minang, masih lancar ngomongnya, lahir di tapanuli selatan dari keluarga Minang yg berasal dari daerah lubuak aluang, Sumbar, nama aslinya Zainal Abidin Chaniago, nama Ucok adalah nama panggilan, ia org nya ramah dan senang diajak ngobrol.

Terharu juga menyimak kisah perjuangan hidup nya, ia hanya lulus SD dari keluarga sederhana dan sejak kecil kerja di Pasar, karena sering bantu membawa durian ia dikenal sebagai ucok durian, krn di Medan anak laki2 dipanggil Ucok, akhirnya nama tsb terus digunakan sampai sekarang.

Di dinding rumah makan nya banyak terpampang foto pejabat, artis, ulama yg mampir ke warung nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 20/12/2019 by in Blogroll.

Navigation

%d bloggers like this: