Masa muda awal kita menapaki kehidupan dewasa, kata sebagian orang adalah saatnya mimpi mimpi tentang kehidupan ini mulai bersemi. Masa muda saya lewati di kota Bandung, kota yg begitu berkesan bagi banyak orang, dan di kota ini pula lah , mimpi2 itu mulai bersemi. Segala macam mimpi berseliweran di dalam kepala ini, mulai dari mimpi yg sederhana saja, semisal ingin punya sepeda, sampai mimpi yg hiperbolik, semisal Persib, klub sepakbola kebanggaan orang Bandung bisa jadi juara dunia, sampai kota ini menjadi kota kelas dunia dg segala kenyamanan hidup dan kehebatan nya, sampai misalnya bisa juga dipakai untuk ritual duniawi semisal menjadi tempat penyelenggaraan balap mobil ep-wan ( Grand prix F-1 ), seperti kota Monte Carlo, montreal atau Singapura ( baca < http://hdmessa.wordpress.com/2008/03/25/balapan-ep-wan-di-bandung/ ).
Tulisan saya tersebut ditertawakan si Asep, teman sekolah dulu, ”ndra, gemana caranya jalanan kota Bandung jadi arena balap grand prix, dg segala kemacetan, jalan bolong , galian dan seribu masalah transportasi perkotaan lain nya. Sebenarnya tulisan itu hanya sekedar komedi satire terhadap masalah perkotaan yg kita hadapi sehari2. Dan banyak lagi mimpi2 hebat lainnya yg bersemi, namun kemudian hanyut terendam air banjir sungai citarum yg kerap merendam bandung selatan.
Realita sehari2 yg kita temui dan berbagai permasalahan hidup sehari2, membuat kita tak mau untuk bermimpi besar, berpikir besar untuk kemajuan. Istilah kasarnya utk bermimpi saja kita telah tak berani, pasrah saja menjalani kehidupan ini apa adanya…
Satu2nya, mimpi mulia yg bisa saya raih di Bandung, ialah mendapatkan pendamping hidup seorang gadis mojang priangan yg geulis dan soleh, yang saat ini menemani perjalanan hidup ini bersama dengan empat orang anak2 kami yg lucu..
Awal tahun ini, bagaikan datang berhembus angin badai yang menerbangkan nasib saya jauh sampai ke negeri gurun pasir abu dhabi, UAE ( Uni Emirates Arab ). Pergi jauh ke negeri gurun pasir ini, di tempat yg kondisi alamnya, tak sesubur, senyaman dan seindah alam priangan, saya malah menemukan banyak mimpi2 lama saat di Bandung dulu, bisa diwujudkan oleh negeri ini. Menyadarkan saya bahwa sebuah mimpi semustahil apa pun ternyata bisa diwujudkan.
UAE dengan Dubai dan Abu Dhabi sebagai icon nya, telah menjadi kota megapolitan kelas dunia yang berawal dari berkah minyaknya. Dubai dan Abu Dhabi, 2 kota megapolitan dunia yg bisa dikatakan mulai setara dengan kota2 kelas dunia seperti Singapore , padahal dibangun dari sepetak gurun pasir tandus, mereka sendiri dg bangga menyebutnya bagaikan mengubah pasir dan debu menjadi silicon dan emas.
Dubai yg jadi salah satu kota sensasional di timur tengah saat ini, akan memiliki bangunan tertinggi di dunia, hampir 800 meter menembus langit, Burj Dubai yang akan diresmikan bulan Januari 2010. Sedangkan Abu Dhabi, akan menggelar acara olahraga motor, Abu dhabi F-1 grand prix, 1 november 2009.
Filed under: horizon - insight | 48 Comments »

Pagi ini terasa berbeda dengan pagi sebelumnya, tak biasanya di gurun pasir ini saya menemukan ada kabut tebal di pagi hari, kabut yg menutupi sebagian pohon2 kurma dan hamparan gurun pasir, Ruwais, Abu Dhabi. Kata seorang teman ini adalah gejala alam biasa menandakan perubahan musim dari musim panas menuju musim dingin. Memang terasa bulan September ini suhu mulai turun tak sepanas bulan2 sebelumnya, dimana bulan juli agustus puncak musim panas, suhu bisa sampai sekitar 40 derajat di siang hari, tapi saat musim dingin, desember suhu cukup dingin sekitar 10-15 derajat, cukup ekstrim juga perbedaan nya.
Empat puluh tahun lamanya, umat nabi musa mengembara tak tentu arah, di gurun pasir Sinai, ujung utara jazirah arab, jaman dahulu kala. Empat puluh hari lamanya nabi Musa berada di gunung Sinai, mendapatkan perintah dari Tuhan. Di gua hira di pebukitan gurun pasir, dekat Mekah, pada usia empat puluh tahun, nabi Muhammad, menerima wahyu pertamanya.
Alkisah di sebuah pesantren tua di lereng gunung berkabut. Sang kiai, hendak mencari pemimpin baru. Sang Kiai merasa dirinya yang sudah tua, tak cukup kuat lagi mengurus pesantrennya. Ia hendak mundur sebagai pemimpin pesantren dan memberi kesempatan pada santri nya yang lebih muda untuk memimpin pesantren tersebut.
Alkisah, seorang pertapa tua, sedang dalam perjalanan pulang ke tempat pertapaan nya di tengah kebun teh di lereng gunung malabar Bandung selatan. Ia naik kendaraan yg dikemudian seorang anak muda. Jalan dari kota Bandung menuju kota Pangalengan di lereng gunung malabar, adalah jalan pegunungan bertepikan lembah dalam, penuh kelokan dan tanjakan, cukup melelahkan berkendaraan melewatinya, tapi keindahan alam sekitarnya dan udara yg segar membuat resah hati jadi sirna.
Alkisah, seorang ilmuwan yang dikenal banyak ilmunya tapi angkuh, pergi menyeberang ke sebuah tempat di seberang danau yg cukup luas, menaiki sebuah perahu sampan kecil. Di atas perahu kecil tersebut ia berdua saja dengan tukang perahu yang mendayung perahunya.
Alkisah di sebuah pesantren, 2 orang santri yg telah selesai mengikuti pendidikan
Di gurun pasir yg gersang ini, hujan adalah kejadian langka, dalam setahun hanya terjadi beberapa hari, dan itu pun hanya berupa hujan gerimis.. Tapi beberapa hari belakangan ini, daerah gurun pasir Abu Dhabi dan sekitar UAE lain nya, dilanda hujan deras.
Selepas perjalanan panjang,
Angin gurun berhembus membelai dedauan pelepah pohon kurma,
Pancaran sinar mentari pagi yang menyelinap dari balik celah bukit sekitar kawah gunung wayang,
Saat musim penghujan, perkebunan teh di lereng gunung malabar, yg berada di ketinggian 1700 m dpl, sering tertutup kabut. Pemandangan alam yg penuh warna warni saat musim kemarau; merah merekah bunga dadap di tengah hamparan hijau kebun teh yg jauh terhampar sampai ke lereng gunung yg membiru tua, kemudian bersambung dg langit biru cerah bertabur awan halus. di jalanan yg membelah hamparan hijau kebun teh menjulang tinggi pohon2 mahoni yg telah tegak disana sejak jaman penjajahan belanda dulu.
Kembali hadir ke bangunan sekolah, dimana dulu masa sma dilewatkan dan bertemu kembali dengan teman2 lama, seolah membangkitkan kembali memori lama. Masa sma yg walau hanya 3 tahun, tapi menimbulkan ikatan emosi yg mendalam.


