Inspiring points

Reflective story from journey of life , Alam terkembang jadi guru

Seuntai kisah dari negeri para pemberani

Lembayung senja mewarnai kuning menyala di batas cakrawala langit dengan ujung hamparan gurun pasir, saat mentari sore mulai sirna. Husen , sopir langganan yg menghantar saya dari airport Abu dhabi ke rumah di ruwais, bilang ia akan berhenti sebentar di pinggir jalan, ia pun meminggirkan mobilnya di tempat istirahat pinggiran jalan raya luar kota ini, ternyata disana sudah banyak juga mobil2 lain yg berhenti mulai dari mobil kecil sampai bis dan truk. Dia pun keluar membawa surban putihnya dan segelas air mineral, ia bersuci di atas pasir dan kain surban nya di hamparkan di atas pasir, ternyata ia hendak sholat magrib, saya pun ikut dengan nya.

Di hamparan pasir di luar tempat pemberhentian sementara ini ternyata sudah banyak orang2 lain yg bisa saya kenali adalah para supir bis, truk dan sebagian penumpangnya. Si Husen pun menghamparkan sorban nya diatas pasir, begitu pula yg lain nya, melihat hal itu, barulah saya tahu betapa multifungsinya sorban besar yg selalu dibawa si Husen dan org2 pakistan umumnya. Saya perhatikan disana sudah banyak pula yg hendak sholat. Dari pakaian longgarnya yang khas, dengan perawakan nya yg tinggi besar ,serta membawa sorban yg biasa diselendangkan ke bahu atau diikatkan di kepala. Saya bisa kenal sebagian besar yg sholat adalah org2 Pashtun atau lebih dikenal dg nama Pathan, salah satu etnis besar di bagian utara Pakistan. Di Abu Dhabi sini mereka dikenal memiliki profesi sebagai supir, mulai dari supir taksi sampai bis & truk.

Selesai sholat, kami pun melanjutkan perjalanan ke rumah, sepanjang jalan si Husen yg memang suka ngobrol, banyak bercerita ttg negerinya, dan orang Pathan, etnis di Pakistan utara yg dibanggakan nya. Akhirnya saya jadi tahu, betapa dulu sekali2 suka melihat bis dan truk berhenti di pinggir jalan saat waktu sholat dan org2 sholat di hamparan pasir,ternyata sebagian besar mereka adalah org2 patan yg memang kebanyakan berprofesi sebagai supir, dan dikenal sebagai muslim yg taat. Di tempat kerja saya ada teman kerja org patan juga, dan dikenal memang mereka muslim yg taat. Banyak ngobrol2 dg nya , saya jadi banyak tahu ttg orang patan tsb.

Menarik sekali menyimak ceritanya, saya serasa dibawa mengembara ke negeri mereka, Waziristan, Peshawar , dan kota2 lain di dataran tinggi Pakistan utara berbatasan dengan Afganistan. Etnis Pathan/pashtun memang tinggal dan menyebar di kedua negara tersebut. Mereka tinggal di daerah dataran tinggi yg indah alam nya, di sebagian tempat gunung2 nya berlapis es di musim dingin ( lihat foto diatas)

Dengan bangganya ia bercerita betapa bangsa mereka,  Pashtun , bangsa yg pemberani dan jago perang sejak jaman dulu. Menurut sejarah bangsa tersebut telah tinggal di daerah tersebut sejak hampir ribuan tahun lama nya. Saat expedisi Alexander the great dari Eropa menyebarluaskan kekuasaan nya sampai ke arah asia timur, mereka pun menghadapi perlawanan yg berat dari bangsa di daerah tsb. Dan disanalah tentara Alexander  the great mengalami kekalahan besar, sehingga ia dan tentaranya memutuskan untuk kembali lagi ke negaranya setelah sekian tahun lamanya berperang.

Saat tentara Tatar Jengis Khan dari Mongol Asia tengah, menyerang kea rah selatan, mereka pun mendapat perlawanan berat dari tentara2 dari daerah tersebut. Sampai selanjutnya terjadi asimilasi dg penduduk  setempat dg org Mongol tsb yg kemudian melahirkan dinasti raja2 Mogul yg menjadi raja2 di anak benua India ratusan tahun lamanya. Nama Khan pada org Pakistan dan india ( misal bintang film india, shah rukh khan) , adalah salah satu warisan dari pengaruh dinasti Mongol tersebut, dimana salah satu raja besar nya yg terkenal bernama, Jengish Khan & Kubilai Khan.

Saat jaman kolonialis, penjajah Inggris yang berkuasa di India, ingin meluaskan daerah kekuasaan jajahan nya sampai ke arah India utara, mereka pun mendapatkan perlawanan yg kuat dari para pejuang bangsa Pastun dan Punjab di India Utara ( kemudian jadi Pakistan )

di penghujung abad ke 20, tentara Uni Soviet dari utara pun merangsek maju ke selatan ingin menguasai Afganistan, terjadilah peperangan yg lama sampai akhirnya Uni Soviet pun terusir dari sana, oleh para pejuang Taliban yg kebanyakan adalah org2 Pastun juga.

Di awal abad ke 21, Amerika dan tentara Nato pun menggempur lagi Afganistan. Kota Kabul ibukota Afganistan memang bisa dikuasai, tapi tetap saja para pejuang Afganistan tak bisa ditaklukkan habis, bertahun2 lamanya peperangan, mereka tak menyerah dan tetap memiliki kekuatan militer.

Sungguh menakjubkan mendengar cerita sebuah bangsa yg selalu berperang , diserang kekuatan besar dunia sejak jaman dulu, namun tetap tegar sampai sekarang. Itulah yg membuat mereka bangga, sebagaimana bangganya si  Husen menceritakan nya pada saya.

Rasanya tak begitu percaya mendengar obrolan si Husen, saya pun coba menelusuri lebih jauh ngobrol dengan teman2 lain nya dan juga cari info di internet, google, wikipedia, ternyata benar adanya apa yg disampaikan nya, walau sebagian masih kontroversi, tapi sebagian ahli sejarah membenarkan nya.

Ngobrol2 dengan teman kerja org Pakistan, saya jadi lebih mengenal karakter mereka. Orang2 Pathan adalah org pekerja keras, konsisten dan taat pada perintah, fisiknya pun kuat, tinggi besar, namun mereka juga adalah orang yg baik hati, jarang mengganggu orang lain. Karena karakter seperti itulah mereka  menjadi pejuang yg tangguh dan berani, begitu pula halnya dalam praktek keagamaan, mereka dikenal sebagai muslim yg sangat taat. Salah satu contohnya ialah taatnya mereka melaksanakan perintah sholat, mereka akan sholat dimana saja waktu sholat tiba, walau di pinggir jalan sekalipun seperti yg saya temui dalam perjalanan tsb. Orangnya pekerja keras yg rajin, sehingga disenangi untuk melakukan pekerjaan2 berat, selain itu mereka orang yg taat pada atasan, akan menurut apa yg diperintahkan. Tapi mereka juga org yg keras dan berani. Kalau merasa dirinya benar, saat menerima sebuah tantangan atau hambatan ia akan melawan dengan sepenuh tenaga sampai akhir.Walau kuat dan berani, mereka bukanlah orang yang suka mengganggu orang lain, tak ada dalam sejarahnya mereka melakukan penjarahan ke negeri lain.

Dalam catatan kepolisian Abu Dhabi, para supir orang Pathan ini mendapat penilaian positif tersendiri pula, yaitu bahwa dibanding bangsa2 lainnya, orang Pathan terkenal suka menolong orang yg kecelakaan atau bermasalah di jalan. Kalau kita berada di jalan raya dan butuh tumpangan ke suatu tempat, tak mudah mendapatkan kendaraan yg mau berhenti memberi tumpangan, biasanya supir2 orang Pathan lah yg mau berhenti dan memberi tumpangan pada orang di jalan.

Saya merasakan sekali selama ini suka menggunakan jasa dia untuk mengantar ke airport abu dhabi saat pulang ke Indonesia. Husen selalu menepati janjinya saat janjian berangkat atau menunggu di airport,ia konsisten dg janjinya. Saya sebagai konsumen, akan dihargainya, seolah2 dianggap seperti atas. Namun iapun bisa keras, saat di jalan raya, ada mobil lain yg menyalip dg cara yg berbahaya ia pun marah dan mengejar kendaraan tersebut. Melihatnya saya kaget juga, saya bilang, Husen sabar2, mengalah saja lahAkhirnya ia pun mau sabar dan mengalah. Ia bilang, karena saya sebagai konsumen yang menurutnya adalah atasan dia di kendaraan ini, ia mau menurutinya, apalagi di kendaraan ada keluarga, anak & perempuan, ia bilang dalam budayanya keluarga sangat dihargai dan harus dijaga.

Di tempat kerja, selain teman kerja, banyak pula saya temui para pekerja  kontraktor, yg berasal dari daerah pakistan utara tersebut. Dan saya tahu sendiri mereka adalah orang2 pekerja keras, taat pada perintah, mudah diajak kerjasama, baik hati, suka tersenyum. Saat waktu sholat berjamaah di mushola tempat kerja, saya sering bertemu dengan mereka, mereka memang dikenal sebagai muslim yg taat.

Dari belahan bumi asia tengah ini baru tahu saya ada org2 pemberani dan taat pada perintah seperti orang Pathan ini, bangsa lain nya terkenal berani dan taat perintah juga ialah orang2 Nepal, yang terkenal dg tentara gurkha nya di legion asing tentara kolonial Inggris dulu. Di Abu Dhabi sini saya banyak temui org Nepal jadi tentara dan sekuriti. Beda dengan org2 Pathan yg tinggi besar, org2 Nepal / Gurkha, badannya kecil, lebih pendek dari rata2 org Indonesia ,  tapi mereka adalah org2 pemberani, mereka org yang baik, tak mengganggu orang lain, tapi jangan sekali2 usik mereka, ia akan mempertahankan diri.

Syukur juga saya bisa mengenal dan dekat dengan orang2 Pathan ini, orang yg memiliki karakter yang baik dan mempunyai sejarah panjang kepahlawanan. Walau negara nya saat ini banyak masalah mulai dari masalah ekonomi sampai politik, tapi mereka pantang menyerah dan tetap bangga dengan sejarahnya. Mengenai karakter mereka saya coba pelajari lebih, ngobrol dg teman dan juga searching di internet ttg mereka, ternyata selain sebagai muslim yg taat yg menerapkan perilaku akhlak karimah ( karakter/perilaku yg baik ), secara budaya mereka juga memiliki semacam kode etik budaya ( code of conduct), yg dikenal oleh mereka dg nama Pasthunwali, semacam tata aturan hidup & perilaku yg disampaikan secara turun temurun dan telah berlaku ribuan tahun lamanya. Ada banyak tata aturan , namun secara garis besarnya terbagi dalam 4 prinsip dasar sbb;

1) Keramahan, menghargai orang lain
2) Keadilan
3) Perlindungan terhadap keluarga, wanita, harta benda & daerah
4) Kebebasan diri ( kemerdekaan )

Alam terkembang jadi guru, kita pun bisa belajar dari sejarah dan karakter orang2 berbagai bangsa yg ditemui dalam jalan perantauan ini.

26 comments on “Seuntai kisah dari negeri para pemberani

  1. Daveny
    17/05/2012

    Bung Hendra, orang Pathan ini, yang pernah saya ketahui belasan tahun yang lalu, mempunyai tradisi atau “code of life” yang disebut ‘pasthunwali” yang sudah ada sebelum Islam sampai kesana. Katanya sih sangat mirip dengan tradisi ummat nabi Musa ….

    beberapa peneliti menduga bahwa orang Pathan ini merupakan salah satu dari the “ten lost tribes of bani Israil”.

    Salam (sejak kapan pindah dr Kertamanah?)

    Daveny Sofyan
    Calgary, Canada

    • hdmessa
      21/05/2012

      halo pak Daveny, lama tak bertemu ,

      terima kasih tambahan informasi nya,
      wah menarik juga cerita ttg code of life dan sejarah mereka.

      btw pak Daveny, saya sudah sejak thn 2009, hijrah dari kebun teh kertamanah bandung selatan ke negeri gurun pasir ini,

      ternyata pak Daveny sudah hijrah juga ke Canada sana, berjauhan sekali kita sekarang,

      salam utk keluarga

      • M Daveny Soufyan
        05/06/2013

        Ada satu hal lagi yang menarik mengenai orang Pasthun ini yang saya ketahui, Utusun Islam pertama kesana adalah Khalid bin Walid, jendral besar yang yang pemberani dan sangat piawi pada awal Islam (katanya sih kepopuleran beliau dalam hal perang sejajar dengan Umar bin Khatab). Karena Khalid bin Walid dan pemimpin suku Pasthun mempunyai banyak kebersamaan sifat, tanpa tawar menawar mereka memeluk agama Islam. Jadi kalau mereka jago dalam hal perang mungkin asal usulnya dari sana juga. Khalid bin Walid juga punya istri dari suku Pasthun.

        Salam dari gurun es.

        Daveny Soufyan

      • hdmessa
        05/06/2013

        terima kasih banyak sharing kisah lama nya, pak Daveny

        menarik skali,

        salam dari bawah pohon kurma
        Hendra

  2. Yanli
    17/05/2012

    Cerita yang menarik tentang orang pashtun, pada tahun 2004 ada rombongan jama’ah tabligh yang datang ke tempat kami, yang paling terasa adalah kehangatan mereka….

    Yanli Rachman

    • hdmessa
      21/05/2012

      betul pak Yanli, saya pernah dengar juga bahwa orang2 Pasthun ini banyak yang aktif di kegiatan keagamaan spt rombongan jamaah tabligh yang suka berdakwah di mesjid tersebut, dan memang mereka memiliki karakter perilaku yg baik

      salam

  3. Agus
    17/05/2012

    Betul pak Daveny,orang Pashtun terkenal dg Pasthunwali , yg jadi semacam “code of conduct” kehormatan budaya mereka , ada beberapa prinsip yg bisa disingkat dalam 4 prinsip dasar sbb;

    1) Keramahan, menghargai orang lain
    2) Keadilan
    3) Perlindungan terhadap keluarga, wanita, harta benda & daerah
    4) Kebebasan diri ( kemerdekaan )

    Agus

  4. history channel
    19/05/2012

    In the 4th century B.C., Alexander the Great fell afoul of Pashtun tribesmen in today’s Malakand Agency, where he took an arrow in the leg and almost lost his life.

    In a letter to his mother on 330 B.C. described the Pakhtuns/Pathans he writes;

    “Am involved in the land of “Leonine” lion-like and brave people, where every foot of the ground is like a wall of steel, confronting my soldier. You have brought only one son into the world, but everyone in this land can be called an Alexander”

    • hdmessa
      21/05/2012

      thanks for information sharing, amazing story

  5. Ismir
    23/05/2012

    Menariknya, itulah paradoks negeri Afghan.
    Bangsa yang selalu mengalahkan para penjajah, tetapi tidak pernah membentuk negara yang besar.
    Atau mungkin energi internalnya terlalu besar, sehingga kalau disimpan justru bersifat destruktif, harus dilepas keluar (perang) baru kelihatan efektivitasnya. .

    Memang orang Afghanistan sangat luar biasa, dari dulu para penjajah semuanya bertekuk lutut. Bahkan dulu ada ekspedisi pasukan Inggris yang berangkat ke sana dan tidak kembali kecuali satu orang saja dengan kondisi yang sangat menyedihkan.

    Sekarang NATO juga tinggal tunggu giliran saja… tanda-tandanya sudah kelihatan jelas.

    Ismir ,
    Bandung

  6. Abraham Ilyas
    23/05/2012

    Terima kasih informasi dari saudara Hendra Messa, yang bersumber dari tangan
    pertama.
    Komunitas adat suku Phastun/pathan ini dikenal sejak zaman dahulu
    sebagai penjaga Khyber Pass, gerbang masuk ke Asia Selatan sejak ribuan
    tahun yang lalu…..dan menurut penulis Rudyard Kipling, *”Every stone in the Khyber has
    been soaked in blood.” *

    Cukup menarik, …rupanya mereka mamakai adat “tahu di nan 4 prinsip dasar pula
    seperti orang Minang , yg biasa menggunakan sebutan bilangan 4 juga

    salam
    Abraham Ilyas
    Padang

    • hdmessa
      23/05/2012

      terima kasih pak Ilyas komentar dan sharing nya,

      menarik sekali ttg cerita khyber pass nya ,

      ya, orang minang adalah salah satu etnis di Indonesia yg memiliki filsafat budaya yg unik pula, bisa jadi mereka berasal dari bangsa perantau di negeri yg jauh pula, spt org2 pasthun tsb

      salam

  7. Salman
    27/03/2013

    Subhanalloh..
    sungguh menggambarkan karakter muslim yang taat. Sy pernah mendengar ada hadits yg mahfumnya apabila orang2 arab berpaling dr Allah SWT maka Allah SWT akan gantikan mereka dari kalangan sahabat Salman al Farisi r.hu. Orang persi. Mungkin mereka termasuk ke dalam bangsa persi yang dimaksud, melihat karakter mereka sebagai muslim yg taat.

    Allohua’lam

    • hdmessa
      27/03/2013

      insya Allah,

      terima kasih koment nya

      salam

  8. Ahmad Taufik.
    04/07/2013

    Pak Daveny, apakah yang dulu pernah di Kuliah di McMaster, Canada.
    Saya Ahmad Taufik, dulu kuliah di McGill, Montreal, masih ingatkah ? Salam.
    If yes, please contact me at taufik.fike@gmail.com.

  9. indah damayana
    02/11/2013

    salam akhi.
    saya mau minta pendapat antum mengenai tradisi pernikahan orng pathan?
    apakah mereka benar2 tdk d izinkan untk menikah dgn bangsa yg selainnya?

    mohon d jawab akhi.

    • hdmessa
      02/11/2013

      wa alaikum salam,

      Maaf, saya kurang faham mengenai tradisi pernikahan org Pathan,

      salam

  10. sulaiman khan abdul halim bin abdul hakim bin hotaki
    05/11/2013

    kalau kamu mau keterangan lebih lanjut sila tanya soalan

  11. jafir
    16/11/2013

    Insya Allah suku Pashtun inilah yg akan membawa panji2 hitam dari timur & berbaiat kpd Imam Mahdi

  12. khadim zaristan
    23/10/2014

    Saya keturunan pathan marga khan.. blog ini benar2 menjelaskan karakter kami., memang orang2 pathan ini berwatak keras tapi dalam koridor agama.. masalah pernikahan tidak ada pembeda dengan bangsa lain selagi masih seiman.

    • hdmessa
      23/10/2014

      terima kasih pak Khadim, komentar nya

      salam

    • asih susilowati
      27/05/2015

      saya juga punya teman dekat bermarga khan juga…..
      kulit putih , tinggi , mancung, mata cream….kalau di sini sudah masuk kriteria artis dia…hehehehe

  13. asih susilowati
    27/05/2015

    saya belum pernah bertemu dengan orang pathan tetapi saya mempunyai banyak teman dunia maya dr patahan, facebook, whatsapp dan bbm. seperti yang di tulih pak hendra meraka adalah pemberani jujur dan sangat menghormati tamu dan keras.
    mereka sering juga banyak bercerita tentang bangsanya…, saya senang dengan mereka dan nyaman karena juga sangat menghargai saya. dan saya jatuh cinta dengan swat terlihat sangat indah, swezerland nya asia mereka menyebutnya.
    dan mereka juga bercerita kebayakan orang pathan menikah dengan bangnya sendiri, dan hanya 20% yang menikah dengan bangsa lainnya.

    mereka juga sering mengirim vidio pesta pernikahn disana, dan saya terkejut tak satupun perempuan dalam pesta itu…bebrbeda dengan disini….
    dan masih banyak lagi cerita lainnya.

    • hdmessa
      28/05/2015

      menarik sekali,
      terima kasih sharing cerita nya, Asih

  14. zamri bin ismail khan
    04/05/2016

    salam bapak,
    Tulisan bapak ini sangat menarik. saya generasi ke 3 dari campuran Pathan + Melayu. Namun keluarga saya masih lagi berada di Utara Pakistan sehingga kehari ini.tetapi kami menetap di Malasia. Benar dari segi perkhawinan kami sudah banyak bercampur bahkan boleh menerima mana-mana keturunan asalkan mereka taat dan beriman pada Allah. Saya masih ingat adat dan ajaran dari arwah ayah malah masih lagi diamalkan. hingga kini. Sifat dan kelakuan apa yang tuan ceritakan hampir 80percen ada pada diri saya. Terima kasih di atas coretan Bapak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17/05/2012 by in journey inspiration.
%d bloggers like this: